Kisah Para Rasul 2 VS 1 Korintus 14

Sama Bro.

Pengurus di karismatik punya tugas ganda,
Pertama, tidak melarang bahkan mendorong agar orang meminta kpd Tuhan agar mreka dapat diberi bahasa roh,
Kedua, berupaya membedakan dari sekian banyak bahasa roh mana yg asli dan mana yg palsu.

Di sisi lain, saya bisa mmahami dan mhargai apabila ada denominasi yg berhati-hati menjaga jemaatnya shg tidak encourage jemaat utk aktif meminta bahasa roh (cukup menunggu saja siapa tau tiba-tiba diberi bahasa roh) dan tidak memasukkan sesi bahasa roh dalam ibadah raya atau ptemuan jemaat (agar tidak masuk bahasa roh palsu).

I understand their concern.

No problemo bro yang penting iman kepada Kristus yg benar.

and jangan sembarangan percaya sama orang yang ngomong “nih bahasa roh lu palsuuuu”

kalau ada orang yang berani menyatakan demikian bearti dia tahu yang asli
suruh dia kasih tau yang asli gimana

kalo orang itu cuma bisa omong palsu tapi ngga tahu yang asli ya pastinya bodong doang

Menurut @HenHen bagaimana membedakan bahasa roh palsu dan tidak? saya tidak menerima jawaban berdasarkan feeling saja, heee…

Yang paling gampang :

lihat buahnya

Yesus jelas mengatakan dari buahnya kamu akan tahu

Buah itu untuk menguji imannya bener atau tidak tetapi untuk menguji fenomena bahasa roh sudah saya kutip ayatnya diatas.

Menyimpang dari syarat yang sudah diberikan Rasul Paulus maka bahasa roh itu palsu persis peristiwa yang dikecam Paulus di Korintus.

baru juga sy bilang kalo mau menyatakan yang palsu logikanya harus tau yang asli ;D

kalo misalnya nih rasul Paulus datang ke suatu kebaktian karismatik

kalo bahasa rohnya asli maka dia ikutan bahasa roh
kalo bahasa rohnya palsu maka dia akan menegur jemaat disitu dan pasti akan ngasih tau gimana yang asli

ngga mungkin cuma koar2 palsu doang trus keluar dari kebaktian ;D

(Act 2:4) Maka penuhlah mereka dengan ROH KUDUS, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

sama dengan:

(Mar 16:17) Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

Act 2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
Act 2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
Act 2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
Act 2:10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,

bertentangan dengan:

1Co 14:2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

(1Co 14:23) Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

(1Co 14:27) Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.

Kisah Para Rsul 2 BUKAN BAHASA ROH karena:

  1. Mereka tahu bahasa apa dan apa artinya, bertentangan dengan 1 Kor. 14:2
  2. Mereka jumlah yang berkata2 lebih dari 3 orang dan tidak perlu penafsiran, dan para pendengar bukanlah orang Kristen. bertentangan dengan 1 Kor 14:23, 27

(1Co 14:23) Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila?

Paling gampang ??? :smiley:
Yuk kita uji ya jawabanmu ini…

buahnya bagaimana cara paling gampang menurut anda ?

Misalnya :

Si a berbahasa roh asli saat ibadah di gereja selesai ibadah pulang ke rumah si a memaki istrinya dengan kata2 kotor karena ketahuan selingkuh dan ada saja perbuatan buruk yang diperbuatnya tiap hari…

Pertanyaannya :

Apakah si a dapat dikatakan berbahasa roh palsu saat ibadah di gereja dengan melihat buahnya saat perkataan kotor yang keluar dan ada saja perbuatan buruk yang dibuatnya tiap hari ?

Kemudian

Si b berbahasa roh palsu saat ibadah di gereja kemudian selesai ibadah saat mengendarai mobil memberi uang sedekah ke pengemis di lampu merah, memberi tumpangan kepada jemaat yang berjalan kaki, selamanya hidup kudus. Tapi saat ibadah berbahasa roh palsu…

Pertanyaan :

Apakah si b dapat dikatakan berbahasa roh asli karena melihat kebaikan dan hidup kudus ?

Bagaimana anda menjelaskan hal ini terkait jawabanmu mengenai cara membedakan bahasa roh asli dan palsu adalah dengan mengutip perkataan Yesus dengan melihat buahnya ???

Silahkan dipaparkan ya… :slight_smile:

Jangan pernah sekali-kali mempertentangkan ayat-ayat Kitab Suci, bray. Yang biasa dipertentangkan itu adalah TAFSIR atasnya. Karena bisa jadi benar atau bisa jadi salah.

(16) Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

Ya tetapi dari para Rasul saja bukan dari para murid-murid Kristus yang lain.

(6) Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

Ketika peristiwa Pentakosta, selain para Rasul ada murid-murid Kristus yang lain.

(15) Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata:

Tafsir lain :
Pada awalnya semua orang percaya termasuk para Rasul berkata-kata dalam bahasa lidah yang tidak dapat dimengerti, setelah lewat beberapa waktu, para Rasul kemudian berkata-kata dalam berbagai bahasa yang dapat dimengerti.

Ayat rujukan yang lain:

(44) Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah ROH KUDUS ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
(45) Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia ROH KUDUS dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
(46) sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:

Pada penggallan perikop di atas, semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Rasul Petrus sudah TIDAK ASING dengan bahasa lidah. Saat itu Rasul Petrus bukan berada di Yerusalem tetapi di Kaisarea, di rumah Kornelius.

Sekali lagi. Yang berkata-kata dalam bahasa yang pada saat itu langsung dapat dimengerti oleh para pendengarnya adalah para Rasul.

Kalo gue, lebih baik direkonsiliasi aza sehingga ada glosolalia (bahasa lidah) dan xenolalia (bahasa asing). Karena dua-duanya adalah karunia ROH KUDUS. Kan tidak mungkin seseorang yang belum pernah belajar bahasa Inggris tiba-tiba dapat berkata-kata dalam bahasa Inggris.

Duh, kok jauh-jauh banget, bray. Yang dekat-dekat aza, yuk.

Misal, dalam ibadah, ketika khotbah sudah mau disampaikan tapi ada jemaat terus aza berbahasa lidah. Padahal tidak ada yang menafsirkan. Yowes, menurut gue, itu palsu. Bukan nubuat tapi lubuat.

Kagak jauh kok kan katanya paling gampang toh ?

Oklah kita uji contoh anda itu ya…
Menurut saya tidak juga…

Misalnya ada jemaat yang berbahasa roh kemudian pas pdt mau khotbah… jemaat itu berhenti secara tertib apakah itu sudah pasti asli?

Bisa aja kan pura2

Gimana anda bisa langsung menghakimi itu asli atau palsu ? Coba konkret aja…

Dan soal menafsirkan…
kagak semua ibadah bahkan rata2 dalam ibadah bahasa roh para jemaat jarang ada Sesi tafsiran2 ? Nah bagaimana?

Buktikan paling gampangnya bagaimana ? :smiley:

Orang yang berbahasa Roh asli, taat FT yaitu 2 atau 3 orang bergiliran dan ada penafsirnya.
Di luar aturan ini sudah pasti 1000% PALSU! Simple tidak perlu berbelit2.

Kalau pun bahasa Roh asli namun tidak mengikuti aturan berarti kristen yang kemungkinan telah jatuh.

Yoi. Tapi ga perlu sampai ke luar dari gereja kan. Dalam gereja aza udah cukup kok.

Yes. Of course.

Ketika orang itu berhenti secara tertib ketika tahu bahwa sesaat lagi kebenaran Firman Tuhan akan disampaikan, gue akan condong bilang itu bahasa lidah asli.

Bisa aza asli kan?

Kayaknya gue sudah konkret deh. To the point, malah.

Ya udah. Ikut kata Rasul Paulus aza alias tunggu bentar, siapa tahu ROH KUDUS berbaik hati mengkaruniakan kuasa menafsirkan kepada jemaat saat itu juga. Kalo ga ada, ya mingkem alias diem dan biar pendeta yang
berperkara.

Gimana udah konkret lom, bray?

Gue udah buktikan kok. :tongue: