Kisah pasien Corona di RS.

Kesaksian adik dari Ilalang Sukmabaskara yg cukup panjang tulisannya.

Di ruangan isolasi tersebut Nina berganti-ganti teman sekamar. Satu keluar karena sudah negatif Corona. Satunya lagi divonis positif dan dipindah kamar. Berikutnya masuk lagi dua pasien baru. Saat itulah ia menghadapi kejadian yang membuatnya terguncang. Keduanya meninggal hanya dalam hitungan menit.

Nina bercerita saat itu, pagi hari, para perawat datang untuk mengecek kondisi mereka. Ketika perawat sedang mengurus pasien pertama yang kondisinya memang sudah tak sadar, pasien kedua di samping Nina tiba-tiba mengeluh sesak nafas.

Nina menyebut pasien pertama sebagai Sri dan pasien kedua Lia.

“Sebelum perawat membantu Sri, si Lia itu bilang ‘sus sesak’. Suster segera memasang alat bantu berventolin, kemudian sudah dipasang alat-alat susternya kembali ke Sri lagi,” ungkap Nina

Saat mau memasukkan susu ke infus, para perawat menyadari Sri meregang nyawa. Usaha dilakukan, tapi Sri akhirnya meninggal.

“Sementara, aku perhatikan tarikan napas Lia sama gerak perut awalnya terkoordinasi dengan baik tapi lama-lama kok jadi beda. Enggak lama kepalanya terkulai, bantuan suster pun tak mengejar ajalnya menjemput,” lanjut Nina yang mengaku sempat menangis karena syok menyaksikan pemandangan tersebut.