Kita adalah anak-anak Allah

1 Yohanes 3:1
“Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”

Satu Yohanes 2:29b mengatakan, “… setiap orang yang berbuat kebenaran, lahir dari Allah.” Di sini perihal kelahiran ilahi mulai disebut. Selanjutnya, 3:1 mengatakan, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah.” Mulai dari ayat ini sampai akhir pasal lima, perihal kelahiran ilahi disebut berulang kali (3:9; 4:7; 5:1, 4a, 18).
Mengatakan kita diciptakan oleh Allah adalah hal yang diakui secara umum. Tetapi mengatakan bahwa Allah adalah Bapa kita, kita dilahirkan oleh-Nya adalah suatu pernyataan yang besar. Percayakah kita bahwa kita dilahirkan oleh Allah? Dia Bapa kita, atau Dia adalah Bapa yang mengadopsi kita? Ayat-ayat dalam surat Yohanes menjelaskan dengan kuat bahwa kita benar-benar dilahirkan oleh Allah.
Rasul Yohanes ingin mengajak para pembaca suratnya untuk melihat kasih yang besar yang menjadikan kita anak-anak-Nya. Kasih-Nya bisa saja menyelamatkan kita tanpa menjadikan kita anak-anak Allah. Tetapi, cara Allah mengasihi kita sungguh luar biasa, bukan hanya dosa-dosa kita diampuni, bahkan kita dilahirkan kembali menjadi anak-anak Allah.
Dulu, kita begitu kasihan, orang dosa yang tidak berpengharapan. Tetapi, sekarang kita telah dilahirkan kembali, kita tidak lagi berada dalam kegelapan. Kita tidak lagi berada di bawah otoritas Satan. Karena itu, Yohanes mengatakan bahwa orang yang telah dilahirkan kembali berbuat kebenaran (1 Yoh. 2:29).

Dunia Tidak Mengenal Dia
1 Yoh. 3:1

Meskipun kita menyebut diri kita sebagai anak-anak Allah, tetapi dunia tidak mengenal kita, sebab dunia juga tidak mengenal Dia (1 Yoh. 3:1). Injil Yohanes 1:10 mengatakan, “Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.” Dunia hanya mampu melihat penampilan fisik-Nya, tetapi dunia tidak mampu melihat realitas batini-Nya. Puji Tuhan, rasul Yohanes menguatkan kita, “Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya” (1 Yoh. 3:2).
Jadi, janganlah mengharap dunia bisa mengerti Anda. Kelahiran kembali yang kita miliki adalah hal rohani dan fakta ilahi. Kelahiran kembali bukanlah suatu kepercayaan takhayul. Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita telah menerima hayat (kehidupan) kekal (1 Yoh. 5:11), sehingga kita dilahirkan kembali sebagai anak-anak Allah. Menurut 1 Yohanes 2:29, kelahiran ilahi memiliki bukti, memiliki ekspresi, yaitu berbuat kebenaran. Namun, banyak anak-anak Allah kadang-kadang memang berbuat kebenaran, tetapi kadang-kadang juga tidak. Inilah yang membuat dunia tidak bisa mengerti kita, kita menyatakan diri sebagai anak-anak Allah, tetapi ekspresi kita tidak mendukung pernyataan kita.
Injil Yohanes 3:6 memberi kita jawabannya, “Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.” Ketika kita dilahirkan kembali, bukan seluruh diri kita yang dilahirkan kembali. Hanya roh kita yang dilahirkan oleh Roh itu. Hanya roh kita yang memiliki hayat kekal, jiwa dan tubuh kita belum. Jadi, ketika kita hidup di dalam daging secara otomatis kita akan mengekspresikan daging, kita akan berbuat tidak benar. Karena itu, kita perlu hidup di dalam roh, hidup dipimpin oleh Roh itu, maka secara otomatis kita akan berbuat kebenaran (Rm. 8:4, 14, 16). Suatu hari nanti keadaan kita sebagai anak-anak Allah akan menjadi sempurna, dan seluruh dunia akan melihatnya. Sekarang, keperluan kita adalah berlatih hidup dipimpin oleh Roh dalam kehidupan kita sehari-hari.

Penerapan:Mungkin teman-teman kita di sekolah, di tempat kerja merasa heran akan tutur kata, sikap, dan tingkah laku kita yang berbeda dengan mereka. Seringkali dunia merasa asing, tidak mengenali kita karena gaya hidup kita sebagai anak-anak Allah yang menampilkan kebenaran berbeda dengan gaya hidup mereka.

Pokok Doa:“Tuhanku, ampuni aku yang seringkali tidak tahu diri. Ampuni aku seringkali melupakan posisiku yang luar biasa yang telah Engkau berikan. O, Tuhan, tolonglah aku agar tidak lagi hidup sembarangan. Tuhan Yesus, aku mau mempersembahkan seumur hidupku bagi-Mu karena Engkau layak mendapatkan segalaku.”

1Yoh. 5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

Apa sih bro. sam yang ada di dalam Anak-Nya… sehingga Rasul Yohanes mengatakan ada hidup kekal di dalam-Nya?

GBU

Keselamatan, Keselamatan itu Luas Loe,.
jangan asal jawab,.

keselamatan untuk sekarang dan yang akan datang,.

St Fransisco Asisi:

Tuhan, Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
Memahami dari pada dipahami, mencintai dari pada dicintai,
Sebab dengan memberi aku menerima
Dengan mengampuni aku diampuni
Dengan mati suci aku bangkit lagi, untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

St Bernardo:

Kita adalah anak-anak Terang, bukan anak-anak kegelapan.

Pikiran manusia hanya melihat kepada apa yang di-ingin-kan hatinya… sedangkan pikiran Kristus hanya tertuju kepada kehendak Bapa-Nya.

TUHAN YESUS dan BAPA satu, anda jangan membuat seolah2 anda ssy. Tq

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

Yoh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

Rahasia Allah ada di dalam Kristus;
Kol 2:2 supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus,

Rahasia Kristus ada di dalam gereja;
Ef 2:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus, 5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus, 6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Gereja adalah tubuh Kristus;
Ef 1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. 23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

VBN ini emang gitu terus yah,.
orang bener dibalik gitu terus,…

uda jelas belum jawaban dari atas…

Tubuh KRISTUS memang jemaat-Nya, tetapi jemaat-Nya (Mat.16:18) bukan-lah jemaat gereja.

Jemaat gereja bukan pengikut KRISTUS. Mereka hanya penganut Agama Kristen (christian) dimana asal-usul agama ini berasal (diadopsi/addopted) dari para-murid KRISTUS.

Mereka (agama Kristen ini) menganggapnya sebagai ajaran YESUS KRISTUS sendiri, padahal bukan.

Sama halnya dengan seseorang yang mengadopsi seorang anak; ia akan menganggapnya (dengan memperlakukannya) sebagai anak kandungnya sendiri, sekalipun pada hekekatnya ia bukan anak kandungnya sendiri. Semuanya itu hanya menyangkut sikap manusia melakukan permainan/aturan dunia belaka.

ehm kan bener nich,…

Kristen itu apa sih,…
ah bener, mau bikin sesat nich,…

Kis 11:26
Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen
1 Yoh 5:1
Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya
Galatia 5
Kemerdekaan Kristen

Kis 26:28
1Ptr 4:16
1Kor 9:5
Rm 16:7
2Kor 12:2

Masih kurang?

Kristen:

  1. Percaya kepada Allah.
    Mr 11:22; Yoh 14:11,12
  2. Takut akan Allah.
    Pengkh 12:13; 1Pet 2:17
  3. Mengasihi Allah.
    Ul 6:5; Mat 22:37
  4. Penurut Allah.
    Ef 5:1; 1Pet 1:15,16; Luk 1:16; 1Yoh 5:3
  5. Bersukacita di dalam Tuhan.
    Mazm 33:1; Hab 3:18
  6. Percaya kepada Kristus.
    Yoh 6:29; 1Yoh 3:23
  7. Mengasihi Kristus.
    Yoh 21:15; 1Pet 1:7,8
  8. Menurut teladan Kristus.
    Yoh 13:15; 1Pet 2:21,24
  9. Taat kepada Kristus.
    Yoh 14:21; 15:14
  10. Hidup:
    10.1 Bagi Kristus.
    Rom 14:8; 2Kor 5:15
    10.2 Hidup untuk kebenaran.
    Mi 6:8; Rom 6:18; 1Pet 2:24
    10.3 Bijaksana, adil dan beribadah.
    Tit 2:12
  11. Berjalan:
    11.1 Dengan sopan.
    1Tes 4:12
    11.2 Sesuai dengan kehendak Allah.
    1Tes 2:12
    11.3 Layak di hadapan Tuhan.
    Kol 1:10
    11.4 Dipimpin oleh Roh.
    Gal 5:25
    11.5 Menurut Roh.
    Rom 8:1
    11.6 Dalam satu hidup yang baru.
    Rom 6:4
    11.7 Berpadanan dengan panggilan kita.
    Ef 4:1
    11.8 Sebagai orang-orang yang ada di dalam terang.
    Ef 5:8
  12. Bersukacita di dalam Yesus Kristus.
    Fili 3:1; 4:4
    13. Saling mengasihi.
    Yoh 15:12; Rom 12:10; 1Kor 13:1-13; Ef 5:2; Ibr 13:1
  13. Berjuang untuk iman.
    Fili 1:27; Yud 1:3
  14. Membuang segala dosa.
    1Kor 5:7; Ibr 12:1
  15. Menjauhkan diri dari segala jenis kejahatan.
    1Tes 5:22
  16. Menyempurnakan kesucian.
    Mat 5:48; 2Kor 7:1; 2Tim 3:17
  17. Membenci kejahatan.
    Yud 1:23
  18. Menurutkan keadilan.
    Fili 4:8; 1Tes 5:15; 1Tim 6:11
  19. Mengalahkan dunia.
    1Yoh 5:4,5
  20. Menjadi satu perhiasan bagi Injil.
    Mat 5:16; Tit 2:10
  21. Menjadi teladan.
    1Tim 4:12; 1Pet 2:12; Tit 2:7
  22. Selalu giat di dalam pekerjaan Tuhan.
    1Kor 15:58; 2Kor 8:7; 1Tes 4:1
  23. Menjauhkan diri dari orang jahat.
    Mazm 1:1; 2Tes 3:6
  24. Melatih tubuh.
    1Kor 9:27; Kol 3:5
  25. Mengalahkan sifat-sifat yang lama.
    Ef 4:26; Yak 1:19
    27. Menanggung perlakuan yang tidak adil.
    Mat 5:39-41; 1Kor 6:7
    28. Mengampuni kesalahan orang.
    Mat 6:14; Rom 12:20
    29. Berdamai dengan semua orang.
    Rom 12:18; Ibr 12:14
    30. Melawat orang yang ada di dalam kesusahan.
    Mat 25:36; Yak 1:27
  26. Melakukan segala sesuatu yang dikehendaki supaya orang lain berbuat
    kepada kita.
    Mat 7:12; Luk 6:31
    32. Saling tolong-menolong menanggung beban.
    Gal 6:2; 1Tes 5:14
    33. Murah hati kepada orang lain.
    Kis 20:35; Rom 12:13
    34. Menghormati orang lain.
    Mazm 15:4; Rom 12:10
  27. Memenuhi kewajiban rumah tangga.
    Ef 6:1-8; 1Pet 3:1-7
  28. Patuh kepada pemerintah.
    Rom 13:1-7
  29. Merasa puas dengan yang ada.
    Fili 4:11; Ibr 13:5
  30. Kebahagiaan karena memelihara - .
    Mazm 1:1-3; 19:10-12; 50:23; Mat 5:3-12; Yoh 7:17; 15:10

Lihat yang dibold vbn, sudahkah anda melakukannya? :slight_smile:

Kalau kita kembali pada bahasa Yunani-nya, kita akan mendapati asal kata ‘kristen’ yang terdapat pada Kis.11:26 itu sebagai christianous (bahasa Inggris-nya Christians) yang dalam pengertian-nya BUKAN menunjuk pada agama kristen melainkan menunjuk kepada seseorang/kelompok orang yang mengikuti jalan Kristus.

Untuk menjadi seorang pengikut jalan Kristus tidak cukup kita dibekali dengan berbagai teori firman Tuhan. Sementara kitanya sendiri tidak tahu tentang kebenaran dan kita tidak hidup di dalam-Nya.

Seandainya saya belum melakukannya-pun, apakah penjelasan saya di atas tidak benar?
Mengapa saudara mencoba mereka-reka saya?
Apa gunanya buat saudara?

Bukankah kebenaran itu lebih penting dari pada saudara mengetahui saya sudah atau belum melakukan teori itu?

Wkwkwkwkwkwkwk… :smiley:

kamus buatan sendiri ya??? hihihihihihi… :slight_smile:

http://www.artikata.com/translate.php
Christian:

  1. relating to or characteristic of Christianity
    Christian rites
    source: wordnet30

  2. following the teachings or manifesting the qualities or spirit of JESUS CHRIST
    source: wordnet30

  3. Pertaining to CHRIST or his religion; as, Christian people.

http://www.artikata.com/arti-336498-Kristen.php
Kristen:

  1. agama yg disampaikan oleh KRISTUS;
    – Ortodoks aliran dl agama Kristen yg berpegang pd Alkitab tanpa kritik;
    meng·kris·ten·kan v menjadikan penganut (pemeluk) agama Kristen; menjadikan Kristen;
    ke·kris·ten·an n perihal tt atau sifat yg menyangkut agama Kristen: arsitektur dan susunan tata ruang dl gereja itu memperlihatkan unsur ~ sejati
    source: kbbi3

  2. agama yg disampaikan oleh KRISTUS;

hahahahahahahaha… :smiley:

Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan YESUS KRISTUS atau Isa Almasih. Agama ini meyakini YESUS KRISTUS adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid YESUS KRISTUS pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul 11:26).
Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan YESUS dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa YESUS adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.
Kata Kristen sendiri memiliki arti "pengikut KRISTUS atau “pengikut YESUS”.
Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa YESUS KRISTUS atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan YESUS KRISTUS. Dalam kepercayaan Kristen, YESUS KRISTUS adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 18: 18-19)
Umat Kristen juga percaya bahwa YESUS KRISTUS akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.
Murid-murid YESUS KRISTUS untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26c).
Sepeninggal YESUS, kepemimpinan orang Kristen diteruskan berdasarkan penunjukan Petrus oleh YESUS. Setelah Petrus meninggal kepemimpinan dilanjutkan oleh para uskup yang dipimpin oleh uskup Roma. Pengakuan iman mereka menyebutkan kepercayaan akan Allah Tritunggal yang Mahakudus, yakni Bapa, Anak (YESUS KRISTUS), ROH KUDUS, Gereja yang satu, kudus, katolik, apostolik; pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Setelah itu, Gereja Kristen mengalami dua kali perpecahan yang besar: yang pertama terjadi pada tahun 1054 antara Gereja Barat yang berpusat di Roma (Gereja Katolik Roma) dengan Gereja Timur (Gereja Ortodoks Timur) yang berpusat di Konstantinopel (sekarang Turki). Yang kedua terjadi antara Gereja Katolik dengan Gereja Protestan pada tahun 1517 ketika Martin Luther memprotes ajaran Gereja yang dianggapnya telah menyimpang dari kebenaran.
Banyak denominasi Gereja kini menyadari bahwa perpecahan itu justru menyimpang dari pesan YESUS yang mendoakan kesatuan di antara para pengikutnya (lihat Injil Yohanes 17:20-21, “Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”) Doa ini kemudian menjadi dasar dari gerakan ekumenisme yang dimulai pada awal abad ke-20.

Sejarah

Agama Kristen bermula dari pengajaran YESUS KRISTUS sebagai tokoh utama agama ini. YESUS lahir di kota Betlehem yang terletak di Palestina sekitar tahun 4-8 SM, pada masa kekuasaan raja Herodes. YESUS lahir dari rahim seorang wanita perawan, Maria, yang dikandung oleh ROH KUDUS. Sejak usia tiga puluh tahun, selama tiga tahun YESUS berkhotbah dan berbuat mukjizat pada banyak orang, bersama keduabelas rasulnya. YESUS yang semakin populer dibenci oleh orang-orang Farisi, yang kemudian berkomplot untuk menyalibkan YESUS. YESUS wafat di salib pada usia 33 tahun dan bangkit dari kubur pada hari yang ketiga setelah kematiannya. Setelah kebangkitannya, YESUS masih tinggal di dunia sekitar empat puluh hari lamanya, sebelum kemudian naik ke surga.
Setelah naiknya YESUS KRISTUS ke surga, rasul-rasul mulai menyebarkan ajaran YESUS ke mana-mana, dan sebagai hasilnya, jemaat pertama Kristen, sejumlah sekitar tiga ribu orang, dibaptis. Namun, pada masa-masa awal berdirinya, agama Kristen cenderung dianggap sebagai ancaman hingga terus-menerus dikejar dan dianiaya oleh pemerintah Romawi saat itu. Banyak bapa Gereja yang menjadi korban kekejaman kekaisaran Romawi dengan menjadi martir, yaitu rela disiksa maupun dihukum mati demi mempertahankan imannya, salah satu contohnya adalah Ignatius dari Antiokia yang dihukum mati dengan dijadikan makanan singa.
Saat itu, kepercayaan yang berkembang di Romawi adalah paganisme, di mana terdapat konsep ‘balas jasa langsung’. Namun dengan gencarnya para rasul menyebarkan ajaran Kristen, perlahan agama ini mulai berkembang jumlahnya, sehingga pemerintah Romawi semakin terancam oleh keberadaan agama Kristen. Romawi pun berusaha menekan, dan bahkan melarang agama Kristen, karena umat Kristen saat itu tidak mau menyembah Kaisar, dan hal ini menyulitkan kekuasaan Romawi. Selain itu, paganisme dan ramalan-ramalan yang sejak zaman Republik sudah dipakai sebagai alat-alat propaganda dan pembenaran segala tingkah laku penguasa atau alasan kegagalan penguasa, sudah tidak efektif lagi dengan keberadaan agama Kristen. Maka, di masa-masa ini, banyak umat Kristen yang dibunuh sebagai usaha pemerintah Romawi untuk menumpas agama Kristen. Penyebar utama agama Kristen pada masa itu adalah Rasul Paulus, yang paling gencar menyebarkan ajaran Kristen ke berbagai pelosok dunia.
Pada masa inilah, datang masa-masa kegelapan (192-284), mulai dari Kaisar Commodus hingga Kaisar Diocletian. Pada masa inilah orang-orang masa itu kehilangan kepercayaan terhadap konsep balas jasa langsung yang dianut di Paganisme, sehingga agama Kristen pun semakin diminati. Hingga akhirnya pada tahun 313, Kaisar Konstantinus melegalkan agama Kristen dan bahkan minta untuk dipermandikan, dan 80 tahun setelahnya, Kaisar Theodosius melarang segala bentuk paganisme dan menetapkan agama Kristen sebagai agama negara.
Sebagai agama resmi negara Kekristenan menyebar dengan sangat cepat. Namun Gereja juga mulai terpecah-pecah dengan munculnya berbagai aliran (bidaah). Salah satu upaya untuk menekan bidaah adalah dengan diadakannya Konsili Nicea yang pertama pada tahun 325 M. Konsili Nicea mencetuskan pengakuan iman umat Kristen keseluruhan pertama kali, sebagai tanda persatuan Kristen universal yang dibedakan dari umat-umat Kristen yang bidaah. Salah satu contohnya adalah bidaah Arianisme, yang merupakan salah satu krisis bidaah terbesar saat itu yang menjadi alasan utama diadakannya Konsili Nicea yang pertama.
Ketika Kerajaan Romawi runtuh dan tercerai-berai, Gereja Kristen tetap bertahan. Pada abad ke-11 terjadilah Perang Salib, di mana kekejaman prajurit perang salib menjadi sejarah kelam Kristen yang hingga kini masih banyak disesali. Perang Salib adalah perang agama antara Kristen dan Islam. Dicetuskan pertama kali oleh Paus Urbanus II, Perang Salib I bertujuan merebut kembali kota suci Yerusalem dari kekuasaan Islam, yang merupakan tempat penting umat Kristen sebagai tujuan ziarah saat itu.
Sementara itu, bagian timur dari Kerajaan Romawi, bertahan sebagai Gereja yang disebut Yunani atau Ortodoks, yang mewartakan kabar gembira di Rusia dan memisahkan diri dari belahan barat yang berada di bawah pimpinan Gereja Roma. Pemisahan ini terjadi pada tahun 1054.
Sementara itu, pada tahun 1460 penemuan percetakan oleh Gutenberg membuat Kitab Suci terjangkau bagi semua orang. Sebelumnya, Kitab Suci dibatasi oleh Gereja kepada umat dengan tujuan untuk menekan bidaah yang merupakan salah satu krisis besar dalam tubuh Gereja saat itu. Kitab Suci hanya dibacakan di Gereja dan menjadi sumber kotbah.
Saat itu, banyak pihak-pihak tidak bertanggungjawab memanfaatkan kedudukan di dalam Gereja Barat (Katolik) sebagai sumber kekuasaan, sehingga secara tidak langsung mencoreng nama baik Gereja. Pejabat-pejabat tinggi di dalam Gereja semakin terpengaruh untuk mementingkan kepentingan duniawi sehingga semakin menyeleweng dari ajaran dasar Gereja Katolik. Banyak oknum yang menduduki posisi penting di dalam Gereja menggunakan kekuasaannya secara semena-mena sehingga merugikan banyak umat saat itu. Hal ini membuat banyak umat Kristen kecewa dan memprotes serta menuntut pembaharuan. Banyak umat yang berpikir bahwa salah satu cara mendatangkan pembaharuan di dalam Gereja ialah dengan memberikan Kitab Suci kepada semua orang.
Puncak dari penyalahgunaan ajaran Gereja diawali dengan jual beli surat indulgensia. Praktik ini sendiri sesungguhnya bertentangan dengan ajaran iman Gereja Katolik. Martin Luther, seorang rahib, memutuskan untuk melakukan pembaharuan dengan melakukan pemberontakan terhadap Gereja Katolik dan membangun gereja tandingan baru. Sedangkan Ignatius Loyola, pendiri ordo Jesuit dalam Gereja Katolik, berusaha melakukan pembaharuan dari dalam, salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan teologi Kristen yang ketat kepada para klerus, terutama dalam kepatuhan penuh pada otoritas dan ajaran Gereja, agar praktek korup dalam Gereja berkurang dan tidak menjadi-jadi. Konsili Trente merupakan konsili yang diadakan sebagai reaksi dari reformasi Martin Luther, di mana reformasi Martin Luther dianggap oleh Gereja Katolik sebagai tindakan yang memperparah kondisi Kekristenan. Dalam Konsili Trente-lah ajaran iman Gereja Katolik dipertegas (termasuk kanonisasi terakhir Alkitab Katolik) demi menekan dan mengurangi berbagai macam penyalahgunaan yang sewenang-wenang dalam tubuh Gereja.
Ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci menjadi bahasa Jerman, pengikut-pengikutnya mulai memiliki pandangan yang berbeda-beda akan Kitab Suci tersebut, lalu terjadilah pertentangan penafsiran antara umat satu dengan yang lain, salah satu kasusnya adalah pertentangan antara denominasi protestan reformed-nya Zwingli dan denominasi anabaptis, reformed-nya Calvinis dengan Arminian, dan masih banyak lagi. Inilah yang membuat agama Kristen Protestan sekarang banyak terbagi-bagi lagi menjadi denominasi-denominasi lagi.

Cabang-cabang utama

Agama Kristen termasuk banyak tradisi agama yang bervariasi berdasarkan budaya, dan juga kepercayaan dan aliran yang jumlahnya ribuan. Selama dua milenium, Kekristenan telah berkembang menjadi tiga cabang utama:
Katolik (denominasi tunggal Kristen terbesar, termasuk Gereja Katolik ritus Timur, dengan satu koma dua milyar penganut total, lebih dari setengah dari jumlah total penganut agama Kristiani)
Protestanisme (terdiri dari berbagai macam denominasi dan pemikir dengan berbagai macam penafsiran kitab suci, termasuk Lutheranisme, Anglikanisme, Calvinisme, Pentakostalisme, Methodis, Gereja Baptis, Karismatik, Presbyterian, Anabaptis, dsb.)
Ortodoks Timur (denominasi tunggal Kristen terbesar kedua, dan merupakan denominasi Kristen terbesar di Eropa timur)
Selain itu ada pula berbagai gerakan baru seperti Bala Keselamatan, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Mormon, Saksi-Saksi Yehuwa, serta berbagai aliran yang muncul pada akhir abad ke-19 maupun abad ke-20, dll.

Ah… lu ma ngaco abis… Gak lulus sekolah ya? :smiley:

Christ is the English term for the Greek Χριστός (Khristós) meaning “the anointed one”.[1] It is a translation of the Hebrew מָשִׁיחַ (Māšîaḥ), usually transliterated into English as Messiah. In popular modern usage—even within secular circles—the term usually refers explicitly to Jesus of Nazareth.
The word is used as a title, hence its common reciprocal use Christ Jesus, meaning “Jesus The Messiah”. Followers of Jesus became known as Christians because they believe that Jesus is the Christ, or Messiah, prophesied in the Tanakh (which Christians term the Old Testament). The majority of Jews reject this claim and are still waiting for the Messiah to come (see Jewish Messiah). Most Christians now wait for the Second Coming of Christ when they believe he will fulfill the rest of the Messianic prophecy.
The area of Christian theology focusing on the identity, life, teachings and works of Jesus, is known as Christology.

Lha teori itu yang menuntun kita, dari pada teori kamu yang gak jelas??? Wkwkwkwkwkwkwkwk… :smiley:

Dengan mengklaim kita sebagai anak Allah apakah hal ini tidak berlebihan?
Bagaimana dengan anak lain yg tidak masuk kategori ini, pantaskah disebut anak iblis atau anak apa?
Jika ditelusuri inilah benih2 SARA.

Saya tidak habis pikir kenapa kita sibuk mengklaim atau kata2 sesuai kitab tanpa berfikir kebaikan/efeK dari klaim2 tersebut untuk kita.

Kita mungkin boleh bangga dengan ‘Penebusan Dosa’ akan tetapi bagi yg merasa cukup dewasa tentu akan berfikir ulang terutama menyangkut pertanyaan ‘untuk apa hidup ini?’.
Jika hidup ini dipandang sebagai ujian tentunya apa yg kita perbuat akan dipertanggung jawabkan masing2 bukan ditebus orang lain apalagi oleh Tuhan itu sendiri.

Kecuali hidup ini sekedar main2 saja.

maaf jika anda member non Kristen anda tidak diperbolehkan posting di selain di Board Pertanyaan dari Member Non Kristen
terima kasih