Kode rahasia dalam Alkitab

Buku ini pernah jadi best seller international ,siapapun yang membaca judulnya pasti penasaran ingin membaca bagaimana seorang yahudi atheis bisa menyimpulkan bahwa Alkitab menyimpan rahasia dunia ini,

Untuk menemukan sandi rahasia tersebut, Rips menghilangkan semua jarak spasi alfabet yang konkret, mengubah kitab suci berbahasa Ibrani menjadi sebuah untaian huruf yang berkesinambungan, panjang total aksaranya adalah 304.805 buah. Sesungguhnya adalah mengembalikan lima kitab Musa ke bentuk semula (asli) seperti yang dikatakan oleh orang mahabijaksana. Dan menurut legenda, bahwa kitab suci yang diterima Musa dari Tuhan adalah “setiap huruf saling menyambung, tidak ada satu pun yang terputus”.

Kesimpulan terakhir Drosnin, “Kode rahasia kitab suci mungkin adalah bukan yang ‘tepat’, tetapi juga bukan yang ‘keliru’. Kode rahasia yang hendak diberitahu pada kita, mungkin adalah ‘hal apa yang mungkin terjadi’, bukan ‘hal apa yang bisa terjadi’. Akan tetapi, karena kita tidak bisa membiarkan dunia kita hancur, maka kita tidak boleh tidak berbuat apa pun, hanya menanti saja di sana –kita harus menghipotesa, bahwa peringatan di dalam kode rahasia kitab suci adalah benar.” Dan inilah makanya selama beberapa tahun ini, berputar-putar seputar Gedung Putih dan Ramallah, Jerusalem dan Tel Aviv, Bill Clinton dan George W. Bush, dan antara Ariel Sharon dan Yasser Arafat, mengingatkan pada mereka menurut peringatan yang ada dalam kode rahasia kitab suci bahwa kita semua sedang berada pada akhir zaman yakni “end of the days”.

Saya hanya katakan buku ini sangat menarik dan spektakuler tapi belum bisa membuktikan kebenarannya secara alkitabiah.

Masih menarik bagi Anda, sebab Anda sudah terlanjur “nggumunan” (takjub yg berlebihan), dan terlebih lagi karena Anda yang sedang baca buku karangan Drosnin ini masih buta huruf dan tidak paham aksara Ibrani dan sejarahnya.

Jujur saja, pada tahun 1996 ketika buku ini pertama muncul dan jadi heboh, saya juga ikut heboh, sampai pada akhirnya saya mengerti kalau Drosnin cuma membual, sama kayak pendeta2 yg “jualan mujizat dan atraksi fenomena roh” yang memperdagangkan nama Yesus di gereja2 masa kini.

Kajian Drosnin thd suatu aksara Hebrew Modern (bukan aksara kuno dimana Musa dahulu menulis) tidak dapat di-“claim” sebagai code-code, atau teka-teki, atau pesan2 terselubung yang layak disepadankan dengan sebagaimana ROH KUDUS menginspirasikan isi Alkitab kepada Musa.

Aksara2 yg dikaji di dalam buku Drosnin mengandung “Matres Lectionis” yang notabene baru muncul belakangan ribuan tahun setelah era Musa, misalnya sbb:
'EDOM אדום dengan Matres Lectionis “VAV” sebagai penanda vocal “o”
'EDOM אדם tanpa Matres Lectionis “VAV” sebagai penanda vocal “o” (terdapat dalam naskah yg lebih kuno).

Dari sistem yg diberikan Drosnin, muncul kajian MATRIX HEBREW seperti dalam gambar di bawah ini menggunakan Matres Lectionis :

Tulisan untuk KOREA, secara umum/ lazim adalah: קוריאה (QOF-VAV-RESY-YOD-ALEF-HE)tetapi menurut rekaan MATRIX HEBREW di atas menulis כוריא (KAF-VAV-RESY-YOD-ALEF).
Demikian juga tulisan nama BUSH: בוש dan nama KERRY: קרי
Sehingga analisisnya aksara-nya masih terlalu ngambang… karena sistem kajiannya adalah Modern Hebrew.

Maka, MATRIX HEBREW di atas tidak dapat di-claim sebagai suatu kode-kode yang seolah2 merupakan inspirasi ROH KUDUS kepada Musa di zaman dahulu, lagipula MATRIX HEBREW tidak dapat dipastikan berapa jumlah aksara dari kanan ke kirinya, benarkah Musa menulis sejumlah itu secara “matrix” yg terpola tetap (tidak berubah2 jumlahnya dari atas ke bawah).

Akhirnya buku tulisan Drosnin ini masuk kepada “HOAX” terlebih lagi ramalannya Dunia Kiamat pada 2012 meleset!

Reff: http://www.sarapanpagi.org/analisis-matrix-bible-code-vt6381.html#p27456