Konsep Pikiran menentukan perubahan Bag I-2

Konsep Pikiran menentukan perubahan Bag I

1 Korintus 2 : 14-16 .

Firman Tuhan ini memberi penjelasan kepada kita bahwa :

  1. Manusia yang telah diselamatkan tetapi masih menggunakan Pikiran duniawi ( pengaruh falsafah dunia dan pikirannya sendiri ) tidak akan bisa mengerti pikiran Kristus ( Kehendak dan rencanaNya ) karena tidak mau menerima apa yang Roh Kudus katakan kepadanya melalui Firman Tuhan , kita bisa juga melihat hal ini dalam Amsal 3 : 5 mengatakan “ Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri “

Firman Tuhan ini menjelaskan seseorang dengan pikiran duniawi kalaupun ia mau percaya Firman Tuhan sering DIPOTONG-POTONG yang diambil / dijadikan pegangan hanya yang menguntungkan , bermanfaat bagi kepentingannya saja ,misal :

• Dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu .” kalimat ini sering didengungkan, tetapi menjadi salah kalau tidak membaca secara lengkap didepannya yang berkata : “ Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan,” walau tetap tenang menantikan pertolongan Tuhan, akan sia-sia kalau tidak mau bertobat dari jalan hidupnya yang salah dan menunggu waktu Tuhan ! ( Yes 30:15 )

• “ Mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya , ( Yoh 15:7 )kalimat ini sering diterjemahkan sepotong saja sehingga ada orang yang saat ulang tahun sebelum tiup lilin doa dulu mohon sesuatu , atau buat surat permohonan kemudian dibakar sambil berdoa , hal ini percuma saja selama ia tidak hidup dalam Tuhan ( dalam kehendakNya ) dan hidup dalam kebenaran Firman !

• Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang –orang yang berhak menerima janji-janji Allah,…” Roma 8 : 17 ayat ini sering juga dikutip tetapi tidak secara utuh ayat 17 b tidak dibacakan seluruhnya , sehingga mengecoh jemaat yang memang kurang teliti dalam memahami kebenaran , sehingga banyak jemaat berani klaim Tuhan menuntut janji-janjiNya , tetapi Jemaat sendiri tidak mau pikul salib . ( Mat 16:24 ) dan banyak lagi ayat Firman Tuhan yang dipotong-potong .

  1. Tetapi manusia rohani mentaati sepenuhnya Firman Tuhan tanpa dipotong-potong baik melalui pembacaan Alkitab maupun melalui uraian dari Kotbah hamba-hamba Tuhan , tentunya proses ketaatan tersebut secara bertahap !Akhirnya orang seperti itu akan mengetahui apa yang Tuhan rencanakan dan kehendaki bagi hidupnya , karena memiliki pikiran sama dengan yang Tuhan Yesus pikirkan , sehingga tujuan hidupnyapun sama dengan apa yang Tuhan rencanakan !

Sebetulnya yang menghalangi seseorang untuk melakukan Firman Tuhan yang dibaca maupun yang didengar selama ini adalah konsep berpikirnya , jadi kalau mau menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan kehendak Allah kita harus merubah pola pikir kita menurut pola pikir Tuhan Yesus , sehingga akhirnya hidup selaras dengan apa yang Tuhan kehendaki ,Teladan hidup menurut kehendak dan rencana BAPA adalah perjalanan kehidupan dari Tuhan Yesus , hal ini tertulis dengan jelas dalam Yohanes 5 : 30 .

Mari kita melihat bagaimana saat kita menghadapi persoalan dan tekanan hidup ini,cara menyelesaikannya menurut pola pikir Tuhan atau menyelesaikan menurut konsep pola pikir kita sendiri Kalau kita tidak mengikuti pola pikir Tuhan Yesus , kita tidak pernah bisa mengerti apa yang Tuhan Yesus rencanakan dibalik semua peristiwa dalam perjalanan hidup ini , sedangkan segala persoalan yang terjadi dalam hidup ini selalu ada maksud dan tujuanNya , jalan keluar mengatasi hal ini adalah ,

Percaya dan Mengandalkan Allah dengan segenap hati kita ,

Saat menghadapi persoalan apakah menggunakan pola pikir duniawi atau pola pikir Tuhan , kita melihat ada dua scenario konsep cara menyelesaikan masalah :

  1. Banyak orang berpikir masalah dan penderitaan penyebabnya tekanan dari luar / EKSTERNAL kalau tekanan hilang, dengan sendirinya akan mengalami kelegaan ;

 Ketika penderitaan , kesulitan , terjadi satu-satunya jalan yang membuatnya jadi lega , kalau situasi buruk yang menekan dari luar berubah , contoh kalau miskin akan menjadi baik , apabila punya uang , sakit menjadi sembuh , apakah itu jalan keluarnya yang terbaik ? jelas tidak !

 Kalau situasi dalam rumah tangga tidak harmonis ,dan menggunakan POLA PIKIR EKSTERNAL, Istri akan berpikir penyebabnya karena suami yang tidak tanggung jawab mencukupi kebutuhan hidup yang terus meningkat , sebaliknya suami mengatakan penyebabnya istri yang boros tidak mampu mengatur rumah tangga apakah betul demikian ? Tidak Bukan !

 Dalam perjalanan hidup kita sebagai anak Tuhan , selalu kuatir apa kata orang karena kebiasaan umum , misal dulu sebelum percaya kalau ada yang meninggal harus pakaian putih tidak boleh pakaian yang ada merahnya sedikitpun dan kita masih melakukan hal tersebut sebab kuatir kata orang !

Kita akan menjadi manusia yang ditentukan oleh keadaan dari luar ( eksternal ) , maka kehidupan kita akan tertekan terus tidak akan memiliki kedamaiaan dan ketenangan dalam hidup ini , sebab masalah dan tekanan kehidupan ini selalu ada dengan berbagai macam bentuknya , maka kita jadi orang paling malang didunia ini, karena tidak berdaya mengatasi tekanan dari luar , sedang kita tahu dunia ini tidak semakin baik tetapi semakin buruk saja , kalau sudah ada di Sorga barulah terbebas dari masalah .Itulah pola pikir kebanyakan orang , sehingga hidupnya dilewati dengan perasaan tertekan terus .

  1. Menghadapi segala tekanan dan masalah seharusnya dengan pola pikir Tuhan , membuat pola pikir tentang hidup tidak menyalahkan hal-hal yang dari luar ( eksternal ) tetapi berorientasi kedalam diri sendiri ( internal ) ada rencana apa dibalik semua peristiwa ini ? atau manfaat apa yang aku peroleh ?, lalu bagaimana mengatasi dan menanggapi tekanan dari luar sehingga mengalami kelegaan ? , kuncinya justru dari dalam diri kita sendiri , untuk mengatasi badai dan gelombang kehidupan , factor dari dalam diri yang akan menentukan perasaan positif atau negatif .

Ada artikel berjudul ; “ Rahasia 90/10 “artikel ini menulis 90% kehidupan sebetulnya ditentukan hal-hal yang terjadi didalam diri yang 10% diluar kemampuan kita untuk mengatasinya , seperti jalan macet , bencana alam dan hal-hal lainnya , Contoh yang 90% :

Suatu pagi anda sedang sarapan bersama keluarga anak dan istri , tiba–tiba anak anda menumpahkan minuman diatas baju anda , anda tidak bisa mengatasi situasi ini maka anda memarahi anak anda yang tidak hati-hati , dan anak anda menangis karena merasa takut dan bersalah , sehingga bis penjemput anak meninggalkan anak anda yang masih menangis dan saat itu juga anda menyalahkan istri yang terlalu pinggir meletakkan gelas, ketika anda masuk kamar mengganti pakaian istri anda sudah berangkat kekantor , maka tinggal anda dan anak anda yang juga sudah ditinggal bis penjemput , maka anda harus mengantar anak anda , karena diburu waktu anda melanggar lampu jalan sehingga anda ditangkap polisi setelah menyelesaikan urusan dengan polisi anda meneruskan penjalanan mengantar anak anda dan ketika sampai dikantor anda terlambat 20 mnt , dan karena anda tergesa-gesa maka tas kantor anda tertinggal dirumah, hari anda sangat buruk bukan ? Ketika anda sampai dirumah situasi dalam rumah jadi canggung anda mau menyapa istri anda gengsi, demikian juga istri yang juga marah Karena disalahkan anda tidak mau menyapa , anak anda tidak menyambut seperti biasa , kenapa hari anda begitu buruk ? Dalam menanggapi situasi tersebut maka anda berpikir penyebabnya adalah :

• Secangkir minuman?, Kecerobohan anak anda ?, Istri yang terlalu pinggir meletakkan gelas minuman ? , Polisi yang menilang anda ? , atau Justru diri anda sendiri ?

Jawabannya adalah diri anda sendiri , yang tidak bisa mengendalikan situasi tekanan dari luar , seandainya anda mengatakan kepada anak anda tidak apa-apa sayang lain kali hati-hati , maka situasi hari anda pasti berbeda anda tidak terlambat kekantor , tas anda tidak ketinggalan , anak dan istri anda pergi dengan ciuman dan saat pulang anda disambut dengan riang gembira sehingga hari anda tidak buruk bukan !

Dua scenario yang berbeda berakhir berbeda, jadi yang menentukan keadaan , tergantung dari reaksi dari kita dalam menanggapi tekanan dari luar! Memang kita tidak mungkin bisa mengatasi yang 10% tetapi yang 90% sebetulnya kita yang menentukan segala tekanan yang datang dari luar , sehingga kita bisa tetap memiliki perasaan yang positif bukan negative ! tentunya dengan pola pikir bahwa dibalik segala sesuatu ada rencana Tuhan atau ada hikmahnya ( pelajaran yang bisa kita petik ) .

Mengandalkan Allah dengan Iman yang benar !

Iman kepercayaan sangat menentukan saat menghadapi keadaan sulit lalu :

• ,Apakah kita percaya sebatas Tuhan hanya sebagai sarana untuk melepaskan kita dari situasi keadaan yang sulit saja ? atau kita percaya dibalik peristiwa yang terjadi ada maksud dan tujuan Tuhan dan percaya Tuhan akan memberikan jalan keluarnya ? ( 1 Kor 10:13 ) dan memberi hikmat jalan keluarnya kepada kita yang mau mencari tahu kepada Tuhan dalam pergumulan hidupnya , ( Yak 1 : 5 )

• Atau percaya setelah proses hidup ini selesai maka kehidupan kita akan dibawa makin mulia , seperti yang direncanakan sejak semula , sehingga ditengah badai hidup tetap yakin Tuhan selalu beserta dan tidak pernah meninggalkan hidup kita ! ( Yes 43:1-7 )

Kalau kita punya pandangan satu-satunya jalan keluar dari keadaan yang tidak enak hanya kalau Tuhan mengubah situasi buruk menjadi baik seperti yang kita kehendaki dengan belajar teori doa , formula doa yang kita dengar , tanpa mau tahu kehendak Tuhan dibalik semua peristiwa hidup kita maka tanpa disadari kita memperlakukan Tuhan hanya untuk memenuhi segala keinginan dan kebutuhan hidup kita saja ! scenario kehidupan kita yang menentukan bukan Tuhan , kalau kita punya pandangan seperti itu jangan heran sering kita mengalami kenyataan , Tuhan tidak memberikan kelegaan melainkan tekanan yang lebih lagi ! karena pikiran / persepsi kita salah dalam menanggapi tekanan dan pergumulan kehidupan kita , semua itu karena :

• Kita tidak mau bergumul mencari tahu apa yang menjadi kehendak Tuhan dibalik semua peristiwa , maka kitapun tidak akan mengenal kehendakNya lebih dalam .

• Seandainya masalah akibat dosa kita maka seharusnya kita berdoa kepada Tuhan dengan rendah hati dan minta ampun ,minta juga hati yang rela dibentuk dan tidak mengulangi kesalahan yang sama . ( Maz 51 : 11-14 )

Nabi Habakuk memiliki pengalaman yang sama bagaimana Ia harus menghadapi tekanan eksternal Habakuk1:1-6 Nabi melihat akan datang bangsa yang kejam lalim untuk menghancurkan bangsanya , hal itu membuat Nabi kalang kabut , Ia berpikir satu-satunya keselamatan dan pertolongan adalah Tuhan mengubah situasi tersebut , Ia berteriak agar Tuhan mengubahkan situasi tersebut, hasilnya kekecewaan besar ; “ Nabi berkata dengan putus asa berapa lama lagi, Tuhan , aku berteriak , tetapi Engkau tidak mau mendengar, aku berseru kepadaMU ; penindasan !” tetapi Kau tidak juga menolong ? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman ?” Tuhan bukan saja tidak memperbaiki situasi buruk , malah membuat Nabi shock , Tuhan menegaskan , AKU lah yang mendatangkan orang kasdim itu !”

Tetapi setelah melalui pergumulan dalam mencari tahu apa kehendak Allah dibalik semua peristiwa tersebut Nabi sadar, Hab 2 : 4 “ Sesungguhnya ,orang yang membusungkan dada , tidak lurus hatinya , tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya. ” akhirnya Nabi mengatakan “ Sekalipun pohon ara tidak berbuah , hasil pohon zaitun mengecewakan , sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan , kambing domba terhalau dari kurungan , dan tidak ada kambing lembu dalam kurungan Nabi tetap akan beria-ria , Didalam Tuhan yang menyelamatkannya … Hab 3 : 17-19 .

Walau kondisi belum seperti yang diinginkan tetapi Nabi bisa mengucap syukur kepada Tuhan , sehingga tetap bisa merasakan hidup dalam suasana kerajaan Allah ! ( Rom 14:17 )

Artinya bagi Nabi hidup tidak terletak kestabilan keadaan , seperti yang ia pikir sebelumnya , tetapi kepada keyakinan akan kasih setia Tuhan yang tidak pernah berubah pasti dilaksanakan walau harus melewati berbagai halangan dan rintangan itulah yang menciptakan kedamaian dalam hatinya , jadi kalau kita mau berIman dan mengandalkan Allah sebagai pusat hidup kita , maka akan muncul rasa aman dan kelegaan, sehingga kita tidak tergantung atau dipengaruhi situasi , tekanan hidup yang ada , dan menjalani hidup ini dengan suka cita , bukan dengan perasan tertekan terus ! Contoh :

• Kalau Istri masih cerewet jangan kita berpikir mengapa, Alkitab sudah mengatakannya kalau wanita kebanyakan memang cerewet ( Ams 21:9 ) kita harus tahu dibalik itu ada rencana Tuhan agar kita berlatih sabar dan menerima keadaan istri kita dengan suka cita , mencintai bukan hanya kebaikannya saja tetapi juga kekurangannya.

• Kalau suami otoriter dan sewenang-wenang sudah didoakan masih saja , kita tunggu waktu Tuhan , mungkin juga Tuhan sedang mengajarkan kita sebagai wanita untuk sabar dan menerima keadaan dengan hati bersyukur dan tetap tunduk dan hormat dalam segala hal kepada suami seperti yang Tuhan katakan , ( Ef 5 : 24 )

• Kalau kita belum juga diberkati secara berlimpah seperti janji Tuhan, walau kita sudah setia mengembalikan persepuluhan, ( Mal 3:10 ) setia mengembalikan milik orang sehingga harta milik kita Tuhan berikan ( Luk 16 : 11-12 ), dan kita juga setia menabur seperti yang Firman Tuhan anjurkan ( 2 Kor 9:6 ) walau belum mengalami kehidupan yang berkerlimpahan, kita tetap mengucap syukur dan mencukupkan hidup seperti yang Tuhan ajarkan, ( Fil 4:11 ) dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang memalukan dalam mencari keuntungan seperti orang dunia .

Kita tahu sekarang Tuhan sengaja mengijinkan masalah , persoalan , bahaya , ketakutan menghimpit kehidupan kita agar kita tidak mengandalkan pola pikir kita sendiri , tetapi pola pikir dari Tuhan dari sikap seperti itulah yang akan membuat kita makin mengenal kehendakNya dan tumbuh dalam kedewasaan rohani, karena mengenal Tuhan dengan baik dan benar , membuat kita mau mengandalkan hidup dalam segala keadaan kepadaNya , karena percaya Tuhan pasti memberikan jalan keluar yang terbaik sesuai waktuNya ! .

Amin .


Konsep pikiran menentukan perubahan Bag II

Roma 12 : 2 mengatakan “ Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat menbedakan ( mengetahui ) manakah kehendak Allah ; apa yang baik , yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna “ Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita setelah diselamatkan oleh anugrahNya , seharusnya ada pembaharuan disemua area kehidupan sehingga bisa mengetahui :

• Kehendak Tuhan YANG BAIK dalam area kehidupan keluarga , area beribadah kepada Tuhan , bagaimana melayani Tuhan maupun melayani pekerjaan Tuhan , apakah sudah baik menurut standart Tuhan belum , yaitu ikut berfungsi sebagai bagian Tubuh Kristus , bukan menjadi penonton atau tukang mengkritik saja ?

• Setelah hidup dalam kehendak Tuhan YANG BAIK harus melangkah lebih lagi atau meningkatkan hidup dalam kehendak Tuhan YANG BERKENAN ,contoh dalam keluarga walau hidup benar dan posisi tidak salah tetapi menderita tekanan batin akibat ulah pasangannya , bisa menerima semua itu dengan hati bersyukur dan tetap melakukan bagiannya tanpa ada maksud untuk membalas dendam sesuai dengan Firman Tuhan dalam ( Kol 3 : 23-25 ) kalau bisa menerima dengan rasa syukur berarti kita sudah masuk dalam area hidup berkenan dihadapan Tuhan .

• Dalam pelayanan , Jangan merasa puas diri dalam kemampuan lahiriah saja, tetapi terus meningkatkan kualitas , agar urapan Tuhan makin nyata karena hidup dalam kebenaranNya bukan kebenaran diri sendiri ! ( Rom 10:1-3 .)

• Dan setelah kita hidup dalam kehendak Tuhan yang baik , meningkat yang berkenan barulah kita bisa tahu kehendak Tuhan YANG SEMPURNA, seperti yang Tuhan rencanakan sejak semula dalam pangilanNya , Semua itu dimulai dari perubahan konsep berpikir tentang kehidupan didalam Tuhan ini sebetulnya seperti apa dan bagaimana menjalaninya .

Pembaharuan kehidupan dimulai dari cara berpikir / paradigmanya bukanlah suatu hal yang mudah perlu waktu serta kerja keras , atau Tuhan tidak menyulap hidup kita dalam sekejab sehingga secara otomatis kita bisa memiliki cara berpikir dan kehidupan baru yang sempurna seperti yang Tuhan kehendaki, Tuhan menyediakan sarananya untuk menjalani hidup dalam kehendakNya , yaitu Roh Kudus ! ( Yoh 16:13 )

Pola Tuhan membawa kita dalam rencanaNya , dengan memberitahu melalui kebenaran Firman yang tertulis dalam Alkitab , seperti yang dikatakan dalam Matius 7 : 13-14 “ Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan , dan sedikit orang yang mendapatnya “ Firman ini menjelaskan Tuhan hanya memberikan pilihan – pilihan sedang keputusan ada ditangan kita , apakah mau hidup dijalan yang sesak atau sebaliknya memilih jalan lebar yang menuju kebinasaan ( hidup menurut kemauannya sendiri ) ?!

Pentingnya memiliki pola pikir Tuhan adalah untuk menghindari pola pikir diri sendiri yang dikatakan Tuhan sebagai pola pikir iblis karena bertentangan dengan kehendak Allah , mari kita belajar melalui dialog antara Tuhan Yesus dengan Petrus dalam ;

Matius 16 : 21-23 .
Dari dialog ini kita bisa melihat beberapa hal yaitu :

  1. Tuhan Yesus mengatakan bahwa dirinya harus menuju Yerusalem untuk menanggung banyak penderitaan , lalu dibunuh dan kemudian dibangkitkan pada hari ketiga .

  2. Tetapi Petrus menarik Tuhan Yesus kesamping dan menegor Dia , katanya Tuhan kiranya Allah menjauhkan hal itu, apakah Petrus salah mencegah Tuhan Yesus yang dikasihi dan dihormatinya mengalami penderitaan dan aniaya seperti yang diucapkan Tuhan Yesus ? kalau menurut pikiran manusia hal ini wajar bukan ? tetapi menurut pikiran Tuhan Yesus maksud dan tujuan Petrus justru dikatakan pikiran iblis !

  3. Kalau kita perhatikan , bukankah baru saja Petrus diberi hikmat untuk menyatakan tentang keberadaan diri Tuhan Yesus ketika ia berkata ; “ Engkau adalah Mesias , anak Allah yang hidup ”( Mat 16:16 )masakan Petrus dikatakan iblis ?

  4. Bisa juga Petrus hanya melihat dari sudut pandangannya sebagai manusia yang tidak lepas dari egoismenya , mungkin dia berpikir kalau Tuhanku mati duluan lalu kapan bisa jadi menteri , sebab pada umumnya murid-murid pada waktu itu punya ambisi untuk dapat kedudukan saat Tuhan Yesus jadi Raja ! ( Mat 20 : 20-28 ) apakah kita juga punya konsep hidup ini tidak mau mengalami Proses hidup seperti Petrus ini ?

Pola pikir Petrus adalah pola pikir manusiawi yang kecenderungannya tidak mau menderita , kalau bisa hidup ini jangan ada pencobaan dan penderitaan , sedang untuk menggenapi kehendak dan rencana Allah tidak ada jalan lain , harus melalui jalan salib ! ( Mat 16:24 )

Dari dialog ini kita tahu kalau masih menggunakan pola pikir duniawi ini , Tuhan menyamakan dengan pola pikir iblis , karena bertentangan dengan kehendak rencana Allah ! Jadi betapa pentingnya kita memiliki pikiran Kristus , sehingga perjalanan hidup kita tidak menjadi batu sandungan bagi rencana dan kehendak Tuhan yang sejak semula direncanakan melalui kehidupan kita untuk masa depan yang penuh harapan , perubahan pikiran dari duniawi menjadi surgawi suatu keharusan bagi kita yang tidak bisa ditawar lagi !

Betapa berbahayanya kalau masih menggunakan pola pikir manusiawi sampai perkataan yang disampaikan Tuhan secara langsung berani ditentang , Kisah 10 : 9 -16.Suatu hari Petrus dalam rohnya melihat binatang haram turun dari langit , kemudian Tuhan berkata kepada Petrus untuk memakannya sampai tiga kali ini merupakan gambaran :

  1. Petrus bersikukuh kepada pola pikirnya sendiri dengan pengetahuannya yang terbatas bahwa binatang haram tidak boleh dimakan sesuai dengan hukum taurat yang diajarkan kepadanya sejak kecil , karena mempertahankan konsepnya ini Petrus berani menentang dan tidak mau mengikuti perintah dari Tuhan ! sedang tujuan Tuhan adalah hanya memberikan gambaran bagi Petrus agar jangan menganggap orang dunia / kafir ( haram )sebab Tuhan Yesus datang kedunia untuk menyelamatkan semua manusia !

  2. Kadang kita juga demikian bersikukuh akan paham yang kita miliki berdasarkan ajaran dimasa lalu , baik itu nasehat – nasehat orang tua , ajaran hamba Tuhan yang tidak pas dengan kebenaran Firman Tuhan , kita tetap bersikukuh sehingga tanpa kita sadari menolak kebenaran yang sejati dari Tuhan , seperti beberapa contoh ini :

• Seorang hamba Tuhan mengatakan , Jangan dijawab syalom kalau ada seseorang memberi salam , kita disuruh menjawab amin saja ! ( seharusnya kan saling memberkati satu dengan yang lain dengan Damai sejahtera , bukan hanya mau menerima berkat saja ) Salam satu dengan yang lain dengan kalimat Maranatha untuk mengingatkan kepada kita Tuhan segera datang !

• Mensakralkan tanggal 25 Desember sebagai tanggal hari kelahiran Yesus Kristus , sehingga kalau merayakan hari Natal harus pas tanggal 25 Desember ! Sedangkan tanggal itu justru merupakan tanggal kelahiran dewa matahari ( menurut mitos yunani ) karena tidak tahu , menyebabkan banyak perdebatan yang tidak perlu diantara anak Tuhan .

• Ibadah ( menyembah Tuhan ) harus hari sabtu karena merupakan hari sabat menurut penanggalan Yahudi , sedang pengertian sabat itu sendiri berbicara hari perhentian dari segala usaha , upaya , kerja keras manusia , dalam menyembah Tuhan tetapi hanya hidup didalam Yesus serta kebenaran yang diajarkan yang membuat penyembahan kepada Allah berkenan ! ( Ibrani 4 : 10 )

• Ajaran hanya pada satu topic , beberapa tahun yang lalu gencar orang belajar ajaran tentang “ Kabar mempelai “ semua ayat diterjemahkan kesatu topic itu, ajaran “ Hidup dalam kelimpahan “ semua ayat diterjemahkan kesatu topic itu ! dllnya .

  1. Atau juga pola pikir kita yang sudah terpola kepada satu hal seperti sudah terbiasa dengan kondisi dan kebiasaan tertentu membuat kita tidak siap menerima keadaan yang ekstrim / luar biasa seperti contoh ada dua orang yang mengalami P.H.K yaitu :

• Yang satu menjadi panik, dunia seperti kiamat , bingung harus berbuat apa , memang ia berpikir harus kerja ,tetapi bingung mau kerja apa ? sebab hati dan pikirannya diliputi kebimbangan dan keragu-raguan .

• Yang lain kaget juga kena P.H.K tetapi tidak sebingung yang satu , karena orang ini sudah biasa hidup tidak bergantung akan hasil dari perusahaannya, karena sudah biasa berwiraswata .( mencari usaha / penghasilan sampingan )

Sekarang kita melihat kebenaran , mengapa kita mengalami proses hidup terus menerus sehingga belum mengalami pemulihan dalam kehidupan kita , penyebabnya adalah konsep berpikir yang belum mengalami perubahan kita melihat melalui pembacaan dalam ,

Matius 9 : 17 . melalui pembacaan ini kita bisa melihat :

  1. Kantong lama berbicara tentang kantong yang sudah tercemar ragi , sehingga kalau diisi dengan anggur baru akan terjadi fermentasi sehingga kantong anggur itu pecah dan anggurnya terbuang sia-sia , ini berbicara Selama kantong bejana hidup kita masih yang lama belum mengalami pembaharuan maka tidak mungkin Tuhan memberikan anggur yang baru , anggur suatu gambaran kasih karuniaNya yang Tuhan sediakan tidak bisa diberikan kepada kita yang masih memiliki konsep berpikir duniawi . ( ragi gambaran gaya hidup dunia )

  2. Mengapa bejana jebol atau berubah jadi rusak , karena belum siap menerima anggur yang baru , ( Karunia dan berkat-berkat Tuhan yang berkelimpahan ) contoh saat miskin kelihatan rendah hati tetapi setelah menerima berkat kelimpahan jadi sombong Anggur baru belum dicurahkan , karena kantong bejana hidup kita bisa rusak disebabkan belum siap menerima kasih karuniaNya !

Itulah gambaran beberapa pola pikir yang menjadi penghalang seseorang bisa menerima konsep / pola pikir dari Tuhan , akibatnya tidak bisa mengalami pemulihan dari Tuhan karena bertentangan terus dengan kehendak dan rencanaNya , Tuhan mau kita kekanan , kita maunya kekiri ! ( Amos 3 : 3 )

Oleh sebab itu mari kita ubah konsep pikiran kita , tidak menurut logika kita sendiri , tetapi memakai konsep pikir surgawi atau pola pikir dari kebenaran Firman Tuhan yang merupakan penuntun kita untuk bisa mengerti akan kehendak dan rencanaNya , sehingga kitapun bisa masuk dalam Kemuliaan yang Tuhan sudah rencanakan sejak memanggil kita menjadi anak-anakNya ! jangan sampai kita berpikir hidup di jalan yang lurus , tetapi ternyata ujungnya maut . ( Amsal 14:12 ) Amin .