Konsili Nicea 325

Pada tahun 325 di Nicea diadakan suatu konsili dibawah pemerintahan Kaisar Konstantin untuk menyelesaikan perdebatan yang berlarut-larut mengenai penafsiran terhadap Tritunggal. Pada waktu itu ada dua pandangan yang sangat bertentangan yaitu Arianisme dari Arius dan Atanasius.

Istilah Tritunggal itu sendiri sebenarnya berasal dari Tertulianus, setelah menyelidiki Alkitab dengan teliti ia mengemukakan bahwa Kristus tidak lebih rendah dari Bapa dan Roh Kudus.

Sebelum Tertulianus, Origen dari Mesir telah menyatakan bahwa Yesus lebih rendah dari Bapa, pandangan ini kemudian dibereskan oleh Tertulianus.

Atanasius mempertahankan kebenaran Tritunggal dari Tertulianus, padahal pada saat itu kebanyakan orang menganggap Yesus lebih rendah dari Bapa, maka karena hal ini Atanasius pernah dikucilkan oleh gereja hingga lima kali.

Banyak orang berusaha melunakkan Atanasius dan meminta dia untuk menyerah pada pandangan mayoritas, namun Atanasius berkata :

“Seluruh dunia memusuhiku? Baik! Aku, Atanasius menjadi musuh melawan seluruh dunia!”

Jiwa dan semangat seperti inilah yang dibutuhkan didalam dunia ke Kristenan hingga ajaran yang sejati tidak diselewengkan.

Pada tahun 325 peperangan doktrin tersebut dihentikan oleh Kaisar Konstantin dalam Konsili Nicea dan diambillah keputusan yang memihak Atanasius.

Namun benarkah perdebatan selesai ? tentu tidak.

Konsili Nicea tidak berhasil menghentikan perdebatan doktrin tersebut, masing2 pendukungnya tetap memegang kepercayaan mereka.

Barulah puluhan tahun kemudian semakin banyak ahli2 Alkitab yang dengan sungguh2 menyelidiki Kitab Suci dan menemukan bahwa Doktrin Tritunggal dari Atanasius memang benar sehingga kemudian gereja menerima doktrin tersebut.

Doktrin Tritunggal baru benar2 diterima oleh gereja sejak Abad ke 4, setelah Agustinus menulis berbagai tesis yang menjabarkan kebenaran2 Kitab Suci.

Maka kalau ada orang Non Kristen yang mengatakan bahwa doktrin gereja dibuat oleh Kaisar Konstantin, orang tersebut hanyalah Korban buku2nya Dan Brown yang sengaja memutar balikkan fakta2 sejarah dalam ke Kristenan.

Salam.

apa yang Agustinus bandingkan salah satunya adalah:

Ajaran sesat meletakkan porsi Yohanes 14:18 (Bapa lebih besar dari Aku;Aku=Yesus) secara mutlak tanpa mempertimbangkan Yohanes 1:1(Firman bersama Allah, Firman adalah Allah) dan Filipi 2:7(Allah mengosongkan diriNYA)…

nice job saudara Aslan… GBU

Mantaap :afro:

Tritunggal sesungguhnya bukan sesuatu yg “perlu” diperdebatkan lagi, karena sdh melalui “debat dan diskusi” yg intens selama konsili Nicea, dan pada akhirnya melahirkan rumusan tritunggal spt yg dianalisis Tertullianus: Una Substantia Tres Personae (Satu hakikat, tiga pribadi).

Untuk para member, pelajarilah sejarah gereja maka kita akan lebih bijak lagi.

Sebagai bahan referensi, Konsili Nicea 325 sedang di-perdebatkan secara formal oleh willie dan Abadonic di:
http://www.ladangtuhan.com/komunitas/pendalaman-alkitab-study-kata/debat-konsili-nicea-325-memaksakan-yg-belum-ada-meneguhkan-yg-telah-ada/msg155019/#msg155019

Enjoy the debate :slight_smile:

Saudara ku, maaf saya “Koreksi” penjelasan anda diatas, terlepas dari Fakta sejarah mana yang benar, 3 Konsili sebelum Konsili Khalsedon ( tahun 451), TIDAK ada MENETAPKAN AJARAN TRITUNGGAL sebagai DOKTRIN dari Gereja, karena itu dari ordo kami menerima 3 konsili sebelum Konsili Khalsedon, yang kemudian hasil Konsili Khalsedon dijadikan Pengakuan Iman, sebagaian besar Gereja Kristen saat ini. ==> Konsili Khalsedoan adalah Awal pemurtatan terhadap Ajaran Kristus.

Mari kita lihat Fakta dari Ketetapan Konsili NICEA, yaitu :

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan. Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abat, Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah yang sejati dari Allah yang sejati, Ia dilahirkan, bukan dijadikan, Sehakekat dengan Bapa. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. DAN IA MENJADI DAGING OLEH ROH KUDUS, dari perawan Maria dan MENJADI MANUSIA…

Saudaraku, pada Fakta tersebut diatas, tidak ada mengandung Ajaran Tritunggal, terutama jika kita lihat penekan dalam kalimat …DAN MENJADI DAGING OLEH ROH KUDUS, serta penekanan MENJADI MANUSIA.==> Didasarkan pada Fakta Alkitab

Kemudian pada Konsili Khalsedon pada Tahun 451, seperti yang anda katakan diatas, barulah Doktrin Ajaran Tritunggal, seperti yang dijabarkan oleh Agustinus, diterima dan dinyatakan sebagai Doktrin Gereja.

Fakta dan Ketetapan Konsili Khalsedon sbb :

Dengan meneladani Para Bapa Suci, kami sepenuhnya mengajarkan dan mengakui Sang Putra yang satu dan sama, Tuhan kita Yesus Kristus, Yang Sempurna dalam Ke-Ilahian dan sempurna dalam Kemanusiaan yang sama yang adalah Allah Sejati dan Manusia Sejati yang Sama … ==> Pemurtatan terhadap Ajaran yang telah ditetapkan oleh Para Rasul dan yang telah dituangkan pada Konsili Nicea.

Saudara ku, Lihat !!! Betapa bedanya pemahaman dalam Konsili Nicea dengan Konsili Khalsedon yang telah dijadikan Dasar bagi Doktrin Gereja-Gereja Kristen saat ini, dimana pada Konsili Khalsedon, Pengakuan Iman Kristen telah Dirubah dari Pengakuan Iman Kristen yang telah ditetapkan oleh Para Rasul sebelumnya dan telah dituangkan pada Konsili Nicea Pertama.

Saudara ku, konsili Khalsedon telah mengakibatkan perpecahan besar pada tubuh Gereja Katholik, yaitu :

1). Gereja Katholik yang mengakui dan mengimani apa yang telah ditetapkan oleh Para Rasul Kristus yang dituangkan pada Konsili Nicea pertama.
2). Gereja Katholik yang mengakui Perubahan terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Para Rasul Kristus, pada Konsili Khalsedon dan telah dijadikan Dasar bagi Doktrin Gereja Katholik yang tunduk pada Vatikan dan juga Protestan diseluruh dunia.

Saudara ku, yang menjadi pertanyaan besar ( terlepas fakta sejarah mana yang benar ), adalah :

1). Apakah kita sebagai Pengikut Kristus, harus meletakan dasar kepercayaan kita, pada Doktrin yang baru lahir 400 tahun kemudian, setelah Kebangkitan Yesus ?
2). Ataukah kita sebagai Pengikut Kristus harus meletakan dasar kepercayaan kita, pada Doktrin yang telah ditetapkan oleh Para Rasul Kristus sendiri dan yang dituangkan kemudian dalam Konsili Nicea Pertama ?

Salam Kasih dalam Damai

Kalau anda baca baik2, maka yang sudah saya tuliskan diatas adalah bahwa Konsili Nicea tidak berhasil menghentikan perdebatan.

Sehingga kalau anda mengatakan bahwa para tokoh gereja hanya nurut saja pada hasil konsili tanpa memahami Kitab Suci, anda telah salah memahami.

Orang2 seperti Agustinus, Martin Luther dan Calvin menulis tesis2 mereka berdasarkan penyelidikan Kitab Suci, bukan hanya nurut pada Konsili2.

Salam.

Saudara ku, saya minta maaf karena mungkin saya salah mengerti penjelasan anda, memang saya akui, kadang kala saya kesulitan untuk memahami pertanyaan dan penjelasan seseorang, mungkin karena saya bukan orang Indonesia asli, karena itu sekali lagi saya mohon dimaafkan. Dan saya juga sangat menyetujui apa yang saudara telah katakan diatas, sehingga kita semua harus benar2 meneliti Alkitab, seperti yang Bapak2 Gereja lakukan, agar kita dapat menemukan Kebenaran dari Firman Allah itu sendiri.

Salam Kasih dalam Damai dan Kiranya Roh Tuhan Yesus menyertai saudara ku.

Ow rupanya anda bukan orang Indonesia asli,
baiklah akan saya usahakan untuk menulis secara singkat dan jelas agar kita dapat mudah saling membagikan pengetahuan.

Salam.

Tertulianu hanya memperkenalkan istilahnya saja, hanya menampilkan kata “Tritunggal”, sementara konsepnya sendiri ia dapatkan dari apostolic teaching yang diwariskan turun-temurun sejak dari jaman para rasul. Please refer ke link yg sudah saya kasih.

Sebelum Tertulianus, Origen dari Mesir telah menyatakan bahwa [i]YESUS lebih rendah dari Bapa[/i], pandangan ini kemudian dibereskan oleh Tertulianus.
Sebaliknya, Origen justru menganut Tritunggal, dengan catatan bahwa Tritunggal adalah hasil dari emanasi Dzat Bapa yang mengalir pertama kali kepada Anak, dan kemudian Dzat Anak mengalir lagi kepada Roh Kudus. Jadi ada jenjang keilahian. Tapi both Unitarianism & Trinitarianism dapat mengutip dari Origen untuk mendukung posisi mereka. Ini karena di satu tempat Origen berkata bahwa Anak lebih rendah dari Bapa, tapi di bagian tulisannya yg lain, Origen berkata bahwa "tidak ada yang lebih tinggi atau rendah di dalam Tritunggal" (bdk. komentar Origen terhadap Yohanes 1:1).
Atanasius mempertahankan kebenaran Tritunggal dari Tertulianus, padahal pada saat itu kebanyakan orang menganggap [i]YESUS lebih rendah dari Bapa,[/i] maka karena hal ini Atanasius pernah dikucilkan oleh gereja hingga lima kali.
Kebanyakan? Dalam Konsili Nicea, pendukung Arius hanya 20-22 Uskup dari total 318 uskup yang hadir. Setelah Arius dan Athanasius masing2 menjabarkan ajarannya, maka pendukung Arius hanya tersisa 2 uskup saja, yakni Theonas dan Secundus (keduanya uskup Mesir).

“Athanasius Contra Mundum” (Athanasius Melawan Dunia) baru terbit setelah Konsili Nicea 325, itu pun karena pendukung Arius & bidat yang lain (Metilius) bersatu-padu dengan Konstantin II melawan Athanasius. Arius dengan konfliknya sendiri, Metilius dengan konfliknya sendiri, dan Konstantin II dengan “tuduhan palsunya” (yg dituduhkan oleh Arius dan Metilius) bahwa kapal pengangkut bahan makanan milik Kaisar diblokade dan tidak boleh lewat Alexanderia. Jadi tidak melulu mengenai serangan terhadap “kesamaan Dzat Bapa dan Anak”.

Namun benarkah perdebatan selesai ? tentu tidak.
Perdebatan mengenai "kesamaan Dzat Bapa dan Anak" sudah final di Nicea. Yg terjadi selanjutnya adalah masalah ketidak-taatan. Terbukti bahwa di Konsili Ekumenis selanjutnya di Konstantinopel, masalah ini tidak dibahas lagi, melainkan membahas masalah yg lain (Keilahian & kepribadian Roh Kudus).
Doktrin Tritunggal baru benar2 diterima oleh gereja sejak Abad ke 4, setelah [b]Agustinus[/b] menulis berbagai tesis yang menjabarkan kebenaran2 Kitab Suci.
Tanpa mengurangi hormat kepada Augustinus yg adalah raksasa Gereja Barat yang juga dihormati Gereja Timur, tapi Augustinus inilah salah satu pelopor "Filioque" dalam Tritunggal yang notabene tidak pernah diajarkan dalam Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel. Ini benar2 merusak ajaran Tritunggal..

Anda belajar sejarah dari mana?
Bahkan Gereja2 Non-Kalsedon juga mengikuti Konsili Nicea 325 dan Konstantinopel 390 yang menghasilkan Pengakuan Iman Nicea-Konstantinopel yang mengajarkan Tritunggal!

[b]Mari kita lihat Fakta dari Ketetapan Konsili NICEA, yaitu :[/b]

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta Langit dan Bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan. Dan akan Tuhan YESUS KRISTUS, Putra Allah yang Tunggal. Ia lahir dari Bapa sebelum segala abat, Allah dari Allah, Terang dari Terang. Allah yang sejati dari Allah yang sejati, Ia dilahirkan, bukan dijadikan, Sehakekat dengan Bapa. Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya. Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita. DAN IA MENJADI DAGING OLEH Roh Kudus, dari perawan Maria dan MENJADI MANUSIA…

Saudaraku, pada Fakta tersebut diatas, tidak ada mengandung Ajaran Tritunggal, terutama jika kita lihat penekan dalam kalimat …DAN MENJADI DAGING OLEH Roh Kudus, serta penekanan MENJADI MANUSIA.==> Didasarkan pada Fakta Alkitab


:lol:
Yg anda maksudkan tentu bukanlah “tidak mengandung ajaran Tritunggal”, melainkan “tidak mengandung kodrat ganda Kristus”. Jadi masalahnya adalah Kristologi dan bukan Tritunggal. Tapi masalahnya, tidak dijelaskannya kodrat ganda Yesus ketika di bumia (ilahi dan manusia) dalam Pengakuan Iman, tidak lantas menjadi bukti bahwa Pengakuan Iman menolak kodrat ganda Kristus. Anda melakukan argumentasi secara ex-silentio.

Btw, jadi anda ini Non-Kalsedon (monofisit) yang mana? Yakobit?

Kemudian pada Konsili Khalsedon pada Tahun 451, seperti yang anda katakan diatas, [b]barulah Doktrin Ajaran Tritunggal[/b]
:lol: Konsili Kalsedon tidak membahas Tritunggal, melainkan mengenai bagaimana ke[b]dua kodrat[/b] Yesus (ilahi dan manusia) itu berinteraksi ke dalam [b]satu pribadi[/b] Yesus Kristus. Dan yang terjadi di sana, setelah diadakan pembahasan antara Orthodox Kalsedon dan Non-Kalsedon, ternyata bukanlah masalah teologi, melainkan masalah theologoumenon (perbedaan cara mengungkapkan iman yang [b]sama[/b]). Jadi memang cuma masalah biasa. Makanya Gereja Orthodox sekarang tidak menyebut Gereja Non-Kalsedon (misal: Koptik Alexanderia dan Yakobit) sebagai Gereja2 monofisit, melainkan menyebut mereka sebagai miafisit. Dan karena telah terbukti tidak ada masalah perbedaan iman, maka sekarang Orthodox Kalsedon dan Non-Kalsedonian bisa saling ber-ekaristi (perjamuan kudus) bersama sebagai tanda persatuan iman.

Saudara ku, maafkan saya, karena saya tidak setuju kalau anda menyebut kami sebagai Monofisit, sebab kami sendiri menolak faham monofisitisme dan juga menolak faham nestorianisme, saya lebih senang kalau anda mengakui kami sebagai Non-Khalsedon saja. Adapun Gereja saya adalah Orthodox Suryani Antiokhia.

Kembali ke topik, saudara ku … jika kita lihat perbedaan Kredo Nicea dengan Kredo Khalsedon, “Justru” terletak pada pemahaman Kodrat Yesus selama dibumi ini, dimana pada pengakuan Iman Nicea, jelas dijabarkan bahwa Allah itu menjadi Manusia, Artinya : Hakekat Allah dan Hakekat Manusia menjadi SATU dalam Yesus, sehingga selama menjadi manusia, Yesus itu tidak dapat lagi disebutkan sebagai Allah, tetapi sebagai Manusia, yaitu : Manusia Yesus. Namun pada Konsili Khalsedon, Pemahaman ini dirubah menjadi, dalam diri Yesus terdapat Pribadi Ganda, Yaitu : Allah / Manusia . ==> Yang jadi pertanyaan adalah : Apakah Dasar dari pengakuan Iman percaya ini ? Sebab jika kita teliti dengan seksama kelanjutan dari Iman percaya ini, terutama yang berhubungan dengan “Misi Utama” Yesus, untuk menjadi “Korban Penebus Dosa”, Apakah Pengakuan Iman ini tidak akan membahayakan Iman Kristiani ?
Dimana pada “Korban Penebusan Dosa”, terjadi Penebusan Ganda, sebab dalam diri Yesus, terdapat 2 Pribadi, yaitu : Allah/Manusia.==> Penebusan Ganda ini artinya : Penebusan dari Manusia kepada Allah dan Penebusan dari Allah kepada manusia.

Saudara ku, jika kita berpegang teguh pada apa yang dikatakan oleh Alkitab saja, dengan melepaskan semua doktrin gereja, maka secara kasat mata sudah dapat dibaca, dilihat dan dipahami, bahwa : Tidak ada satupun Fakta di Alkitab yang mengatakan bahwa selama hidup-Nya didunia ini, Yesus adalah : Allah / Manusia, tetapi Fakta Alkitab yang “JELAS-JELAS” sudah ditulis dan ditegaskan berulang-ulang oleh Para Rasul, bahwa YHVH itu TELAH MENJADI MANUSIA., masih juga “DI-INGKARI”, apakah Pengingkaran ini tidak menjadikan Kristen menjadi Anti Kristus ???

Konsili Kalsedon tidak membahas Tritunggal, melainkan mengenai bagaimana ke[b]dua kodrat[/b] YESUS (ilahi dan manusia) itu berinteraksi ke dalam [b]satu pribadi[/b] YESUS KRISTUS. Dan yang terjadi di sana, setelah diadakan pembahasan antara Orthodox Kalsedon dan Non-Kalsedon, ternyata bukanlah masalah teologi, melainkan masalah theologoumenon (perbedaan cara mengungkapkan iman yang [b]sama[/b]). Jadi memang cuma masalah biasa. Makanya Gereja Orthodox sekarang tidak menyebut Gereja Non-Kalsedon (misal: Koptik Alexanderia dan Yakobit) sebagai Gereja2 monofisit, melainkan menyebut mereka sebagai miafisit. Dan karena telah terbukti tidak ada masalah perbedaan iman, maka sekarang Orthodox Kalsedon dan Non-Kalsedonian bisa saling ber-ekaristi (perjamuan kudus) bersama sebagai tanda persatuan iman.

Saudara ku, menurut pendapat saya, anda hanya membaca peristiwa sejarah, tapi coba kalau anda langsung ke timur-tengah dan coba lihat Fakta yang terjadi disana, apakah anda dapat mengatakan bahwa Othodox Khalsedon telah dapat melakukan Ekaristi bersama dengan Non-Khalsedon ? Saya pikir tidak, memang saudara ku, pada Tahun 1984 yang lalu, diadakan Pernyataan bersama, antara Paus Yohanes Paulus ke-II dengan Mar Ignatius Zakka, bahwa : tidak ada perbedaan iman, antara Khalsedon dan Non-Khalsedon. Tapi yang menjadi pertanyaan adalah : Apakah pernyataan bersama tersebut, dapat diterima oleh semua jemaat Non-Khalsedon ? Bukankah pernyataan bersama tersebut lebih didasarkan pada Kepentingan Politik dan Financial, seperti pada peristiwa Konsili pertama di Nicea dahulu ?

Saudara ku, jika anda tanya langsung pada jemaat Non-Khalsedon, saya yakin dan percaya 99% dari Jemaat Orthodox Non Khalsedon tidak akan mengakui “PRIBADI GANDA” dalam diri Yesus, sebab pengakuan Pribadi Ganda dalam diri Yesus, akan membawa Kristen menjadi Anti Kristus.

Salam Kasih dalam Dami

:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

salam kenal dulu yahh dari saya, saya baru disini , masih newbie …

saya mau tanya, keputusan apa sajakah yang dihasilkan dlm konsili nikea I tsb … kalo bisa yg dlm bhs indonesia ya ,soalnya saya ga jago bahasa asing,takutnya ntar salah mengartikan …

Gbu