Konstitusi Nepal Larang Penyebaran Agama

Sebuah aturan baru yang disusun oleh sebuah komite yang didirikan pemerintah untuk memeriksa aturan pidana di Nepal disinyalir mengarah pada pembatasan kebebasan beragama yang signifikan. Hal ini pun menjadi sinyalmen kuat bahwa Nepal akan berusaha menghentikan setiap kegiatan keagamaan yang tidak sesuai dengan agama negara.

Dikutip Christian Today, Christian Solidarity Worldwide (CSW) mendesak pemerintah Nepal untuk menolak proposal pelarangan penyebaran agama tersebut. Mervyn Thomas pimpinan dari CSW prihatin hal ini akan mendiskriminasikan kepercayaan lain di negara atap dunia tersebut. “Kami sangat prihatin dengan proposal yang mereplikasi model anti-konversi dari India yang melanggar hak untuk kebebasan beragama, dan mendorong diskriminasi dan kekerasan terhadap minoritas agama.” Kata Thomas.

Hal senada juga disampaikan Komisaris Nasional Hak Asasi Manusia Nepal, Dr KB Rokaya yang menyatakan keprihatinan serius atas proposal yang diajukan untuk hukum pidana dan konstitusi. "Kebebasan beragama adalah hak manusia yang paling mendasar bagi semua orang Nepal, terutama bagi mereka yang termasuk kelompok minoritas etnis, wanita, anak-anak, dan kelompok agama minoritas.” Jelas Rokaya

Jika aturan baru itu tetap dilaksanakan maka usaha sejumlah aktivis untuk mengubah citra Nepal dari negara tradisional yang konservatif menjadi negara moderat yang memiliki sudut pandang baru menjadi terganjal dan mengalami kemunduran.

Kemerdekaan memeluk agama memang menjadi wacana yang cukup disorot oleh dunia internasional akan adanya penindasan di negara berkembang terhadap agama minoritas termasuk di Indonesia. Pemaksaan kehendak dan penyeragaman dalam bentuk keyakinan adalah sebuah bentuk perbudakan di era modernisasi, karena itupula HAM menjadi terancam.

Source : Christiantoday.com

Jangan-jangan yg dimaksud Alkitab “ujung bumi” itu Nepal atau Tibet… Kalau bener, berarti kesudahan bumi ini sudah sangat dekat.