Konsultasi Karir dan Pekerjaan

Bagi teman-teman yang mempunyai masalah yang berkaitan dengan karir dan pekerjaan, bisa sharing disini. Saya akan memberikan tanggapan yang semoga dapat membantu memberikan pemahaman baru dalam melihat masalah tersebut.

Orang yang mempunyai masalah biasanya ingin solusi yang tepat dan cepat, seringkali mendambakan Panacea, satu solusi untuk semua masalah. Padahal salah satu fungsi dari masalah adalah mendewasakan manusia, membuat manusia merenungkan dan me-mobilisasi semua sumber daya baik materi (sarana/alat yang dipunyai) atau non materi (psikis) untuk kemudian berubah dan mendapatkan perilaku baru atau cara pandang/perspektif yang baru terhadap masalah.

Saya sedang menempuh studi S2 jurusan Konseling Pastoral (semester 4) di salah satu STT. Konseling Pastoral adalah konseling yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmu Psikologi yang berbasiskan pada nilai-nilai Kristiani. Saya ingin berkontribusi mengembangkan sumber daya manusia khususnya dari kalangan Kristiani.

GBU

kalo pelayanan termasuk g bro? hhe :slight_smile:

Salam kenal,
Selama 6 tahun saya bekerja disuatu perusahaan swasta yang emang management keluarga, 2 tahun belakangan terjadi masalah terhadap salah satu staf yang “dipercaya” oleh bos pendek kata dia resign. Karena posisi saya sebagai personalia dan kita kenal dekat maka secara tidak langsung saya dapat imbas dianggap “kroninya” yang mana berdampak pada penilaian prestasi, pekerjaan dan sallery saya. Sampai hari ini kalau dimuka ok aja tapi itu yang terasa bagi saya kenapa tidak ada keterbukaan, sedang sampai saat ini saya belum mendapat pekerjaan yang cocok kembali meskipun sudah beberapa kali ada panggilan interview.
Untuk itu mohon solusi apa yang sebaiknya saya lakukan selain selam ini untuk bersabar dan tetep mekakukan pekerjaan sebaik mungkin :ashamed0004:

Salam kenal bro Jeffryz, sebenarnya pengertian pekerjaan itu meliputi semua jenis pekerjaan, tidak dipisahkan antara sekuler dan non-sekuler, pelayanan adalah termasuk pekerjaan juga.

wah… sip2… tp bingung jadinya mau mulai dari mana hhe…

Salam kenal juga Bpk. Franky,

Sungguh memang tidak mudah berada dalam situasi seperti itu. Bapak sudah menunjukkan sikap yang tepat yaitu dengan bersabar dan berusaha menunjukkan yang terbaik. Waktu yang akan mengembalikan “kepercayaan manajemen” terhadap bapak.

Rencana dan kehendak Tuhan di dalam kehidupan sering tidak terselami oleh manusia. Perspektif Tuhan dan manusia seringkali berbeda. Sebagai orang beriman kita yakin ada rencana Tuhan di balik semua situasi yang sulit.

Bagian manusia adalah melakukan hal yang positif (tetap aktif berusaha) di dalam kehidupannya, suatu saat pintu akan terbuka seturut dengan waktunya Tuhan (Khairos).

Jika memang bapak merasa pindah ke tempat bekerja yang baru adalah jalan terbaik, maka doakanlah hal tersebut, jika Tuhan menghendaki maka bapak akan mendapatkan tempat bekerja yang baru.

Berkat Tuhan menyertai bapak.

Trima kasih atas supportnya, mohon dukungan doa nya…

hallo salam kenal…
saya berasal dari jogja, saat ini saya tinggal di jkt dan ini adalah tahun ketiga saya bekerja dan juga awal dari karir saya di perusahaan yang baru. Awal tahun pertama dan kedua saya bekerja, saya merasa nyaman , bahkan saya menolak saat keluarga saya menganjurkan utk bekerja di Jogja. Namun belakangan ini saya mendadak sangat ingin sekali untuk bekerja di Jogja, saya sudah beberapa kali mengirimkan CV dan lamaran ke beberapa perusahaan di Jogja, walaupun saya belum menerima panggilan. Terus terang saja, kondisi keuanganlah yang membuat saya berpikir 2x untuk meneruskan bekerja di Jakarta. Maklum karena saya kos,
saving saya lebih sedikit dari yg seharusnya bisa saya simpan.
Walaupun saya baru saja pindah ke perusahaan yg lebih baik secara salary, namun belakangan ini saya tetap berpikir agar bisa bekerja di jogja. Karena selain masalah saving, saya juga ingin lebih dekat dengan keluarga. Saat doa saya selalu mohon sama Tuhan agar saya diberi kemudahan untuk bisa bekerja di Jogja, apakah saya terlalu egois dan menuntut ke Tuhan ya? Karena kalau menurut saya, 5 tahun ke depan akan lebih baik bagi saya jika saya bekerja di Jogja. Mohon bantuan teman2 untuk memberikan pencerahan dan solusinya ya…Thanks ^ ^

Broo @United25

Dulu waktu saya memutuskan untuk mencari pekerjaan…selalu juga di bekali dengan doa…dan kemudian jawaban unt dapat bekeraja selalu saya syukuri…Dan pekerjaan itu jauh dari kandang ( tanah kelahiran ), tapi semuanya dilakukan juga dengan segala pergumulan , baik situasi/kondisi
kerja maupun management…dan salery yang terjadang pas pas an.
Pasti terlintas suatu niat untuk menempuh jalan lain untuk berpindah pekerjaan…tapi tidak kunjung datang. Lama lama menjadi bosan dan suatu saat merenung juga…tapi kegalauan itu pasti hilang jika kita membaca Alkitab. Suatu saat ada khotbah dari pendeta yang terkena lang
sung di sanubari saya…dan memaksa saya untuk menghayati isi khotbah tsb sampai beberapa hari. Inti khotbah itu sederhana saja yaitu…Tuhan memberi pengajaran dalam ALKITAB…BAHWA TIDAK SEMUA ORANG/MANUSIA MENDAPAT BERKAT ( apapun itu bentuknya ) jika orang tsb tidak keluar dari tanah kelahirannya ataupun harus jauh dari tanah kelahirannya… Contoh pengajaran tsb ada di cerita ISHAK saat dia diminta keluar dari keluarganya untuk menuju tempat saudara ibunya Laban.dan disitu dia Terus dalam pimpinan Tuhan…Dan pada tiba saat waktunya baru dia kembali ke tanah kelahirannya. Prinsip itu yang meneguhkan saya…sampai saya di perintahkan management untuk kembali
ke pusat…dan kembali ketanah kelahiran saya dan dekat dengan keluarga.

Kadang kita memang punya rencana kedepan…tapi rencana awal tidak kita gunakan sebagai prinsip…sebagai pijakan yang kuat…untuk melangkah selanjutnya. Dimana Jika prinsip awal tidak menggunakan PRINSIP fIRMAN Tuhan MAKA KITA PUN MENJADI GAMANG APAKAH LANGKAH SELANJUTNYA MEMANG TETAP DALAM PIMPINAN TUHAN ATAU HANYA NAFSU AMBISI KITA.SEMATA KARENA TUNTUTAN TUNUNAN MENGENAI
KEPUASAN UKURAN MATERIALISTIS…Jika kita sudah mendapat berkat sudah jugakah berkat tsb yang dari Tuhan kita bagikan kepada yang lainnya…?? Karena apapun jika dihitung dan diukur dng ambisi kita pasti tidak menjadi cukup terus…kurang terus…hehehe// Inilah sebenarnya
yang harus kita sadari dulu…Bukan masalah kekurangannya tapi sudahkah
kita menjadi mampu dalam menyalurkan berkat…walaupun jauh dirantau.

Smoga dapat menjadi sedikit masukan bagi [email protected] United 25…karena harus berjalan dalam Tuhan…untuk mendapat damai sejahtera NYA.

Salam GBU
maka

Ya, sepertinya bukan hanya masalah salary saja yang membuat bung united25 ingin kembali ke Jogya, tetapi juga rindu untuk dekat dengan keluarga. Berdekatan dengan keluarga memang bisa memberikan kenyamanan psikologis bagi seseorang.

Seseorang pasti mengalami dinamika perkembangan pikiran dan emosi sepanjang rentang kehidupannya. Lewat berbagai peristiwa maka seseorang akan lebih mengenali dirinya, termasuk apa yang penting di dalam kehidupannya.

Jaman sekarang Tuhan berbicara lewat banyak hal dalam kehidupan seseorang, tentu saja yang terutama adalah tuntunan dan perintah Tuhan melalui Firman-Nya di dalam Alkitab. Untuk mengenali kehendak Tuhan diperlukan kepekaan rohani, biasanya orang yang mempunyai hubungan yang dekat dengan Tuhan dapat merasakannya. Manusia dapat tetap melakukannya bagiannya, sepanjang tindakannya tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, nanti Tuhan akan menunjukkan jalan dan membuka pintu sesuai dengan waktu-Nya.

Tuhan memberkati bung united25.

kebetulan…saya sedih karena salah berperilaku dan masa bodoh saat dikantor lama saya tidak serius…akhirnya saya pindah sampai hari ini diperusahaan ketiga hari ini:

  1. 6 tahun diperusahaan pertama sebagai Application consultant
  2. 1 tahun 6 bulan system analyst
  3. 4 bulan s/d hari ini application consultant

masalahnya banyak junior saya yang dari perusahaan pertama sudah 10 kali lipat gajinya dari yang pertama rata2 penghasilan mereka sekitar 22 jt/bulan seddangkan saya tertinggal masih jauh dibawah mereka…hiks…nyesel kenapa dulu gak bener2…