Kontradiksi: TUHAN tidak mau kita pintar & hidup abadi : Menara Bibel (Jkt)

Bukti 1 : Adam tidak boleh makan buah pintar, bahkan tidak perlu tahu dia telanjang atau tidak!
AlQTab [email protected] 22.0 Berfirmanlah TUHAN Allah :“Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah 1 dari Kita , tahu tentang yang baik dan yang jahat ; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya , sehingga ia hidup untuk selama-lamanya .”
Bukti 2: Ia tidak mau orang bersatu, andaikata waktu mendirikan menara itu tidak dikacau, kita semua tidak perlu belajar bahasa lain, pengetahuan akan lebih cepat bertambah.
AlQTab [email protected] Kej11 06.0 dan Ia berfirman :“Mereka ini 1 bangsa dengan 1 bahasa untuk semuanya . Ini barulah permulaan usaha mereka ; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan , tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana .
Kej11 07.0 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka , sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing .”

Sekarang ini pengetahuan telah mencapai struktur terkecil: batas antara masa & energi, cahaya menurut teori umum merupakan bentuk energi elektromagnetik, di sisi lain berlaku seperti massa (photon)
kecepatan komputer super sudah mendekati kecepatan tertinggi di alam semesta : kecepatan cahaya : 300.00 km/dt.
Secara makro, teleskop hubble bisa melihat kelereng dari atas orbit satelit dan dapat melihat / memperhitungkan benda asing yang besar yang akan menabrak bumi th 2012 (beberapa bulan lagi)
Apakah ini juga memancing Tuhan untuk datang dan mengacaukan semuanya lagi?
Menara Bibel secara fisik sedang dibangun suatu denominasi yang sukses membangun Gereja terbesar di Sby (horisontal), Tidak puas dengan itu Ia sedang mendirikan menara di Jkt (vertikal) dengan mengatasnamakan Doa, supaya semakin dekat langit lebih cepat sampai doanya, akankah Tuhan memandang ini sebagai kesombongan 1 orang (yang paling dibenci Tuhan: kesombongan) hendak mendirikan menara Babel II? bersiaplah, Ia pasti datang!

Tuhan tidaklah ingin membodohi umatnya,
Tuhan sayang akan umat manusia ciptaannya , dan Tuhan juga yang mengajarkan/memberi ilham akan ilmu dan teknologi kepada manusia :
TIDAK SEMUA ISI ALKITAB (nas dalam alkitab) adalah Firman Allah dan tidak semua Firman Allah tertulis dalam Alkitab )

Jadi jangan sampai pemikiran tokoh alkitab dijadikan firman Allah juga

Tuhan Yesus memberkati
Han

Han, bisa anda sebutkan 1 saja ayat kutipan saya yang bukan firman Allah? tentu saja dengan buktinya!

Jadi, seandainya pendapat oei mikhael benar, maka seharusnya kita hidup terpencar pencar di padang rumput atau goa-goa, sambil berburu untuk makan sehari hari.

Karena ini forum Kristen, maka saya berikan di sini: (Sorry, hanya orang Kristen saja yang boleh tahu dan menyadari ini)
1Korintus 7:10. Kepada orang-orang yang telah kawin aku–tidak, bukan aku, tetapi Tuhan–perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. 7:11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya. 7:12 Kepada orang-orang lain aku, bukan Tuhan, katakan: kalau ada seorang saudara beristerikan seorang yang tidak beriman dan perempuan itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah saudara itu menceraikan dia. 7:13 Dan kalau ada seorang isteri bersuamikan seorang yang tidak beriman dan laki-laki itu mau hidup bersama-sama dengan dia, janganlah ia menceraikan laki-laki itu.

Ada kala apa yang tertulis bukan “perintah langsung” dari Tuhan. Bisa juga itu adalah hasil pemikiran sang penulis.

Walau demikian kita percaya penulis mengalami pembaharuan Roh Kudus dan juga dituntun oleh hikmat dari Roh Kudus, sehingga apa yang ditulis tidak sepenuhnya salah dan menjadikan pendapat itu bertentangan dengan Firman Tuhan.

Itu sebabnya kami percaya Alkitab adalah tulisan yang diinspirasikan oleh Allah/Roh Kudus.
Bukan semuanya didikte (walau ada yang demikian juga) langsung dicatat, apalagi turun langsung dari langit.

Salam.

Anda terlau menyederhanakan Kisah jatuhnya Adam dan Hawa dalam dosa karena Allah tidak menginginkan mereka pintar. Allah sudah memberi akal budi dalam diri manusia sejak ia diciptakan, akal budi tersebut tidak di dapat dari karena memakan buah dari pohon kehidupan. Untuk lebih jelasnya membahas ini adalah lebih baik anda baca tulisan saya tentang HAKIKAT DOSA di sini: Hakikat Dosa - Pendalaman Alkitab - ForumKristen.com

Tuhan Memberkati

Untuk Bruce, saya kaget melihat foto anda, begitu ganas (saya kira forum kristem adalah forum orang jujur, memasang foto dan nama apa adanya, seperti saya, foto di facebook dan Fk Sama, tetapi anda tidak), kelihatannya ada mis-interpretasi di sini, saya membaca(kan) Alkitab apa adanya, tetapi sedari kecil 2 pertanyaan itu selalu timbul, kenapa Adam tidak boleh makan buah yang membuat ia tahu? apa dosanya tahu bahwa ia telanjang, dsb?
ke-2 : Kita belajar bahasa dari kecil untuk apa? belajar BI, hanacaraka, inggris dari TK-kuliah, Grika untuk mengerti PB, Ibrani untuk PL (tdk pernah selesai), semua karena TUHAN mengacaukan pada waktu di menara Babel tsb, dengar alasanNya:
Kej11 06.0 dan Ia berfirman: “Mereka ini 1 bangsa dengan 1 bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.
Kej11 07.0 Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Ay 6: TuHAN tahu, bila kita berkata dengan 1 bahasa, 1 pikiran, apa saja bisa terjadi, bahkan 2&3 orang berkumpul dengan satu bahasa, beribadah, Tuhan hadir, jadi hari Minggu ini Tuhan ada di mana-mana.
Jadi justru karena itulah manusia tersebar di padang rumput dan berburu seperti kata anda, bukan pendapat saya, kalau saya sendiri berpikir, toh Tuhan maha kuasa, sambar saja dengan petir, menara babel dan Jkt mangkrak, kenapa harus mengacaukan bahas(a)nya, ini yang saya bahas mas, bukan ngeda(bruce), selain itu saya mengindikasikan Gereja Bethany yang sedang membangun menara Jkt, apakah dengan dibangunmya itu, Tuhan tidak akan mengulangi lagi perbuatanNya itu, mengacaukan semua bahasa, percayalah bung Brus, kalau waktu itu kita 1 bahasa, teknologi sekarang sudah dicapai puluhan tahun yang lalu, orang cina tidak perlu belajar bha Inggris untuk belajar teknologi, sekarang malah kita yang belajar bhs cina untuk belajar teknologi, dsb, dsb, saya bukannya sombong, terpaksa belajar bhs jerman, jepang, bolak balik baca Babylon, bahkan beli kamus 7 bahasa. semua karena itu, get the point?


selain itu saya mengindikasikan Gereja Bethany yang sedang membangun menara Jkt, apakah dengan dibangunmya itu, Tuhan tidak akan mengulangi lagi perbuatanNya itu, mengacaukan semua bahasa, percayalah bung Brus, kalau waktu itu kita 1 bahasa, teknologi sekarang sudah dicapai puluhan tahun yang lalu, orang cina tidak perlu belajar bha Inggris untuk belajar teknologi, sekarang malah kita yang belajar bhs cina untuk belajar teknologi, dsb, dsb, saya bukannya sombong, terpaksa belajar bhs jerman, jepang, bolak balik baca Babylon, bahkan beli kamus 7 bahasa. semua karena itu, get the point?

Bro, menurut anda, saat menara babel dibuat kocar kacir dalam kisah di Alkitab, itu terjadi karena pembuatan menara babel nya atau karena NIAT yang mendorong dibuatnya menara babel?

Jika, hanya karena menara yang tinggi yang tidak disukai Allah, maka bisa dipastikan menara Jakarta tidak akan setinggi menara Burj Al Arab di Dubai sana. Bukankah begitu bro?

Kemudian, mengenai buah pengetahuan (yang baik dan buruk) apakah berhubungan dengan pengetahuan manusia (dalam hal ilmu)? Saya melihatnya lebih kepada hal ini; bahwa manusia cenderung LUPA bahwa dalam setiap penemuan teknologi, sebaik apapun tujuannya selalu terselip kejahatan yang tersembunyi. Dan kalau manusia tidak waspada dan lengah, maka kejahatan yang tercipta akan menguasai ciptaan yang bertujuan baik. Internet misalnya, bisa dipergunakan untuk memuliakan Allah atau untuk hal hal negatif (pornography, penipuan, dll). Anda tinggal sebutkan semua karya yang dihasilkan manusia, selalu terselip keburukn disamping manfaat kebaikan yang dituju.

Jadi, penguasaan berbagai bahasa, juga teknologi, bahkan bangunan setinggi apapun, sejauh NIAT nya adalah untuk kebaikan, tidak membuat Allah murka, tetapi manusia wajib selalu waspada.

Begitu, bro, mengenai avatar, memang tidak ada keharusan untuk menampilkan wajah asli, ini berlaku di semua forum, bisa Kristen ataupun sekuler.

Syalom

Tuhan tidak menyukai kesombongan dalam bentuk/rupa/wujud apapun baik terlihat jelas ataupun terselubung, baik yang kita sadari atau tidak sebab kesombongan adalah awal dari kejatuhan seperti yang dialami oleh lucifer.

Tuhan tidak menyukai kesombongan dalam bentuk/rupa/wujud apapun baik terlihat jelas ataupun terselubung, baik yang kita sadari atau tidak sebab kesombongan adalah awal dari kejatuhan seperti yang dialami oleh lucifer.

Mudah mudahan ketika WTC di tabrak pesawat oleh gerombolannya Osama bukan karena Tuhan marah ya bro.

Waduh, kalo itu terus terang saya nggak tahu Sdr. Bruce, yang pasti setelah mereka tewas sudah tentu roh mereka pergi ke tempat lain tapi beda jurusannya bro, mungkin kelompok pertama masuk lewat jalan sempit sedangkan kelompok kedua lewat jalan tol hehehe.

Untuk Clay,
Saya sekarang membaca(kan) Alkitab apa adanya (sederhana), tapi kata sederhana tidak bisa digabung dengan terlalu, yang bisa adalah terlalu bodoh, terlalu pintar, saya ambil yang tengah-tengah saja: apa adanya!
setelah membaca thread Hakikat Dosa anda, menimbang dan membungkus, saya menyimpulkan :
Anda salah dalam menyebutkan buah pohon kehidupan, di Eden Park, where God made human out of U (Tanah liat), there is 2 tree: knowledge tree & Eternal tree. jadi yang dilarang adalah buah pohon tahu (pintar), bukan buah pohon kehidupan, yang tetap ada, yang akan kita makan bila kita tiba di sana, baca kitab Wahyu.
Bila yang dimakan hawa adalah pohon kehidupan dulu, tentu mbah Hawa masih ada sekarang, itulah bodohnya dia (karena belum makan buah pohon pintar), setelah makan buah pintar, ia jadi pintar, dia memakai ratio (perbandingan) melihat onderdilnya koq terbuka. sedang binatang-binatang tetangganya rata-rata berekor untuk menutupi anu&anusnya, maka ia membuat cawat dari daun, dan Alkitab [email protected] 22.0 Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah 1 dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”
Jsdi sebagai tindakan preventif manusia yang ndableg itu ia memakai tindakan tegas : menyuruh satpam menjaga pohon Alhayat (yang tidak boleh dimakan Hayat pengebom GBIS, karena itu dia jadi mayat).
Lalu tentang thread anda: Hakikat dosa
Dosa adalah pelanggaran hukum Allah. upah dosa itu maut, walaupun hukuman mati bisa ditunda. contoh : Kej02 17.0 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
tetapi kan mereka tidak mati pada hari itu juga, bahkan anaknya yang mati duluan!

Ada banyak sekali terutama yang tertulis dalam Perjanjian lama salah satu contohnya dalam perjanjian lama ada tertulis bahwa yakub bergulat dengan Allah dan menang , itu sama sekali bukanlah kebenaran karena tidak mungkin manusia bisa menang melawan Allah yang maha kuasa, sedangkan Firman Allah adalah kebenaran Belaka
maka yang itu jelas bukan Firman Allah.

Tuhan Yesus memberkati
Han

Dosa sebagai sebuah tindakan “mengambil” yang bertentangan dengan tindakan dasar manusia yang “menerima” di hadapan Allah sendiri.

Hakikat diri manusia sebagai yang “menerima” dan Allah sebagai yang “memberi”. Sekali manusia melawan itu, ia melawan hakikat dirinya sendiri, ia melawan hakikat Allah sendiri, itulah yang terjadi dengan dosa.

Kitab kejadian menulis:

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

kata-kata kunci yang memperlihatkan dengan tegas apa yang terjadi dengan tubuh manusia telanjang setelah dosa: telanjang, tahu, bersembunyi, takut.- hal2 tersebut tidak diketahui atau tidak pernah ada pada manusia sebelum jatuh dalam dosa. Ketelanjangan di ketahui setelah dosa, apakah sebelum jatuh dalam dosa ketelanjangan bukan sesuatu yang suci? Itu pertanyaan penting yang harus kita ajukan. Sebab jika setelah manusia jatuh dalam dosa ketelanjangan baru “diketahui” sebagai sesuatu yang kotor maka sesungguhnya TUHAN telah menciptakan manusia sebagai Mahluk yang kotor sebab TUHAN menciptakan manusa TELANJANG!! Namun karena alktab sendiri menuliskan :Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Kejadian 1:31, maka KETELANJANGAN HARUSLAH DIANGGAP SEBAGAI SESUATU YANG BAIK DAN SUCI Sebelum manusia jatuh dalam dosa, sebab ALKITAB menuliskan bahwa Allah menjadikan segala sesuatu itu baik. Mengapa sesuatu yang awalnya dipandang sebagai yang baik (KETELANJANGAN) berubah menjadi tidak baik setelah dosa?? Dari sini kita bisa menilai bahwa tidak ada yang salah dengan KETELANJANGAN, yang salah disini adalah CARA PANDANG AKAN KETELANJANGAN!! Nah cara pandang baru inilah yang didapat oleh manusia SETELAH DOSA. Sekarang baca lagi penjelasan saya dibawah ini:

Subjek dijadikan Objek

Pasangan manusia pertama itu, lelaki dan perempuan pun sekarang hadir bagi yang lainnya sebagai sebuah kemungkinan ancaman. Ketelanjangan segera harus mereka tutupi, karena ada kekhawatiran yang mendasar kalau-kalau ketelanjangan itu akan menjadi pintu bagi pihak lain untuk tidak lagi memperlakukan dirinya sebagai subjek melainkan objek. Bila sebelumnya, dalam ketelanjangan tanpa malu sebelum dosa, logika yang bergerak antara lelaki dan perempuan pertama itu adalah logika pemberian diri total (karena adanya arti nupsial tubuh), sekarang bergerak menjadi sebuah logika yang sangat bertentangan. Manusia merasa takut, baik lelaki terhadap perempuan, maupun perempuan terhadap lelaki, kalau-kalau pihak lain tidak lagi memberikan diri, melainkan merampas dengan paksa (mengambil bagi dirinya sendiri) . Ingat, informasi bahwa lelaki maupun perempuan segera menutupi ketelanjangan mereka masing-masing sebenarnya memperlihatkan bahwa keduanya merasa terancam. Perempuan bisa juga menjadi ancaman bagi lelaki, sebagaimana halnya lelaki bisa menjadi ancaman bagi perempuan. Lebih tegas lagi, bahkan dalam hubungan antara lelaki dan perempuan yang terikat dalam sebuah perkawinan yang sah pun, keadaan yang sama bisa terjadi.

Untuk memahami arti dari pemberian diri total Baca tulisan saya INILAH TUBUHKU: INILAH TUBUHKU!! - Ajaran Kristen - ForumKristen.com

Ada perubahan cara pandang dari manusia sebelum berdosa dan setelah berdosa dalam memahami ketelanjangan.

Dalam sebuah perkawinan, seorang suami bisa merasa bahwa istrinya adalah ancaman bagi dirinya, dan seorang istri bisa memandang suaminya sebagai ancaman. Sekali lagi, kita tahu dari cerita ini bahwa ancaman terbesar adalah kalau-kalau pihak yang lain tidak lagi member diri, melainkan mengambil, merampas, memanfaatkan, menggunakan. Gema dari kenyataan ini masih terdengar, baik hubungan antara suami dan istri yang sah, maupun dalam hubungan antara lelaki dan perempuan, maupun dalam hubungan antar sahabat. Kita mendengar: “Dia hanya memakai saya.” Dan bagi Yohanes Paulus II, lawan kata dari “mencintai,” bukanlah “membenci” melainkan “menggunakan.”

Ini gema yang sudah mulai dikumandangkan sejak pasangan manusia pertama itu berdosa, sejak mereka tahu akan ketelanjangan mereka, karena sejak itu mereka tahu bahwa ketelanjangan itu bisa menjadi pintu bagi pihak lain untuk memperlakukan dirinya tidak lagi sebagai sebuah subjek melainkan sebuah objek yang bisa dipakai dan dibuang begitu saja.

Cara pandang awal inilah yang kemudian menjadi pintu masuk bagi dosa-dosa selanjutnya dalam hidup manusia. Manusia tidak lagi memandang manusia lain sebagai sebuah Subyek dengan pandangan yang penuh penghormatan tetapi manusia memandang manusia lainnya sebagao obyek, yang bisa digunakan, dimanfaatkan. Dari subyek menjadi obyek!!

Ketelanjangan sebelumnya mereka hayati sebagai manusia dihadapan Allah. Sebagai manusia yang menerima dihadapan Allah yang member. Allah bukanlah sebuah ancaman. Tidak adanya rasa malu segera diganti dengan rasa takut yang begitu besar sehingga manusia dalam segala keputus-asaannya berusaha bersembunyi dihadapan Allah yang maha tahu itu. Karena manusia sudah melakukan tindakan “mengambil,” cara berpikir mereka pun berubah. Mereka sekarang berhadapan dengan Allah tidak lagi dengan kesadaran penuh bahwa Allah adalah pihak yang “memberi,” melainkan bagi mereka sekarang Allah adalah pihak yang akan “mengambil.” Kesadaran semacam itu segera berpengaruh pada kesadaran akan ketelanjangan mereka.

Semoga anda paham, salam damai dalam TUHAN.

Thank to @hans188
terus terang saja
meskipun saya sudah baca Pb berkali kali tetapi saya belum di "bukakan "ayat itu baru melalui anda terbukalah ayat itu buat menambah wawasan saya dan memperkuat signature saya
sekali lagi Thanks

Tuhan Yesus memberkati
Han

nope^^, kesombongan dan ketinggian hatilah yang Tuhan tidak berkenan…karena kesombongan, mementingkan diri sendiri pun akan membawa manusia kepada kejatuhan dan kehancuran…

[quote author=oei mikhael link=topic=39774.msg530886#msg530886 date=1318077920]

Sebenarnya bahasa itu terus bekembang, jadi ketika suatu daerah terisolir atau kurang komunikasi dengan daerah lainnya akan terjadi/timbul istilah istilah yang tidak dimengerti oleh daerah lain
jadi pada saat itu sebenarnya sudah banyak bahasa bahasa lainnya selain yang digunakan oleh bangsa Israil
pengacauan bahasa bisa diartikan dengan " melupakan" atau me " nununkan" bahasa persatuannya
apakah anda mengerti istilah " menununkan" ini adalah salah satu contoh pengembangan bahasa

dan ilustrasi dari pengacauan bahasa saya jelaskan dengan contoh (HUMOR AJA dan tidak tertulis di alkitab )
:Sorry ini cuma joke saja mengenai ilustrasi pengacauan bahasa pada pembangunan menara babel

Dalam pembangunan menara babel seorang buruh bangunan jadi berbahasa daerah sunda dan seorang lagi berbahasa jawa dan mandornya jadi berbahasa sumatra

BB (buruh bangunan ) sunda menyuruh rekannya BB jawa untuk mengambil bata : COKOT BATA !!! (Ambil Bata)
lalu BB Jawa bukannya mengambil bata tapi malah menggigitnya ; lalu kata BB Jawa : Atos (keras)
BBSUNDA (lagi ) :cokot !!! bb jawa (lagi ) :atos
untuk menengahi pertengkaran maka dengan logat sumatra mandor berkata : Letakan Bata itu !!!
maka si bbsunda malah men jilat bata

Keterangan :
cokot dalam bahasa sunda berarti ambil sedangkan dalam bahasa jawa berarti gigit
atos dalam bahasa sunda berarti sudah sedangkan dalam bahasa jawa berarti keras
letakan dalam bahasa sunda berarti jilat-i

Tuhan Yesus Memberkati
Han

Menara Bibel apa Menara Babel?

kalo Tuhan tidak mau kita berkembang kayaknya si tuhan ar… yang sukanya kapirin dan pukulin orang ^^

Dear Mikhael,
Saya bagi tulisan Anda mjd 2 tema.

Mengapa Allah mlarang Adam mmakan buah pengetahuan baik-jahat (yg mnrt Anda adl buah pintar).

  1. Buah pengetahuan baik-jahat bukanlah buah pintar, mlainkan buah ‘norma’.
    Dg mmakan buah itu, manusia tidak mjd pintar, mlainkan mjd tau berbagai macam norma yg blm Tuhan ajarkan kpadanya.

Disini Anda tidak mbaca Alkitab apa adanya.
Anda telah mnambahkan sbuah tafsiran bhw buah pengetahuan baik-jahat adl buah pintar, pdhl bukan itu yg tertulis di Alkitab.

  1. Mngapa sbabnya Adam tidak boleh mmakan buah itu?
    Krn Adam belum dapat mengendalikan pengetahuan baik-jahat tsb.
    Apa yg Adam ktahui sbg kjahatan (oleh krn buah itu) malah mjd jerat bagi Adam krn Adam tidak kuasa mnolaknya.

Silakan Anda bayangkan.
Hanya 1 aturan saja Tuhan brikan kpd Adam, yaitu jangan makan buah pengetahuan baik-jahat. Tapi 1 aturan (yg hanya 1 saja) itupun Adam gagal mmatuhinya.
Bayangkan jika Adam dijejali semua pngetahuan mengenai apa yg tidak boleh dlakukan (apa yg jahat).
Bukankah dg bgitu maka Adam akan smakin jatuh dlm dosa dan smakin jauh dari Tuhan?

Dg mmakan buah itu, Adam mjd banyak hal yg jahat dan banyak hal yg baik.
Tp Adam krn tidak mampu mengendalikan pengetahuan tsb, maka Adam justru terjebak utk mlakukan apa yg jahat pdhl ia tau apa yg baik.

Itulah kuasa hukum Taurat yg mnyeret manusia kpd dosa.

Bukankah justru Tuhan baik dg mlarang Adam mmakan buah itu?
Justru Allah mlarang agar Adam bisa mnikmati kebebasan krn ia tidak tau apapun lagi slain hanya 1 larangan saja.

Ay 6: TuHAN tahu, bila kita berkata dengan 1 bahasa, 1 pikiran, apa saja bisa terjadi, bahkan 2&3 orang berkumpul dengan satu bahasa, beribadah, Tuhan hadir, jadi hari Minggu ini Tuhan ada di mana-mana. Jadi justru karena itulah manusia tersebar di padang rumput dan berburu seperti kata anda, bukan pendapat saya, kalau saya sendiri berpikir, toh Tuhan maha kuasa, sambar saja dengan petir, menara babel dan Jkt mangkrak, kenapa harus mengacaukan bahas(a)nya, ini yang saya bahas mas, bukan ngeda(bruce), selain itu saya mengindikasikan Gereja Bethany yang sedang membangun menara Jkt, apakah dengan dibangunmya itu, Tuhan tidak akan mengulangi lagi perbuatanNya itu, mengacaukan semua bahasa, percayalah bung Brus, kalau waktu itu kita 1 bahasa, teknologi sekarang sudah dicapai puluhan tahun yang lalu, orang cina tidak perlu belajar bha Inggris untuk belajar teknologi, sekarang malah kita yang belajar bhs cina untuk belajar teknologi, dsb, dsb, saya bukannya sombong, terpaksa belajar bhs jerman, jepang, bolak balik baca Babylon, bahkan beli kamus 7 bahasa. semua karena itu, get the point?

Kej 11:1-4
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.
Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

Tujuan dari manusia yg mdirikan mnara babel adalah agar mreka tidak terpencar ke seluruh bumi.
Mreka ingin mnetap hanya di sbuah kota.

Ini btentangan dg khendak Tuhan bhw manusia harus tersebar hingga ujung-ujung bumi.

Jika smua manusia hanya mnetap di tanah Sinear, pikir Anda akan ada orang bule? atau ras kuning? atau bahkan orang melayu?

Anda ngga akan ada Bro dan mgkn manusia sudah punah dari dahulu kala krn nature manusia yg sudah jatuh dlm dosa.