Koruptor di hukum mati?

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, pemberantasan korupsi di Indonesia membutuhkan perombakan sistem karena cara-cara lama sudah tak efektif lagi. Ia mengusulkan penerapan undang-undang pembuktian terbalik. Begitu seseorang tak bisa membuktikan kekayaannya halal, maka hukuman mati dapat diterapkan.

“Teriakan pemberantasan korupsi hingga ke akar-akarnya sudah sejak zaman dulu. Ungkapan ini juga dilakukan sejak zaman Pak Harto (Presiden Soeharto) tapi korupsi tetap tumbuh lagi. Berarti, cara-cara lama sudah tak efektif lagi,” kata Mahfud seusai Seminar Peringatan 100 Hari Gus Dur dengan tema “Aktualiasasi Pemikiran Gus Dur sebagai Guru dalam Hidup Berbangsa”, Kamis (8/4/2010) di Gedung Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jatim, Surabaya.

Mahfud bahkan menyatakan setuju penerapan hukuman mati bagi para koruptor. Menurutnya, pembuktian korupsi pada seseorang tak perlu bertele-tele tapi melalui undang-undang pembuktian terbalik. Dengan undang-undang pembuktian terbalik, seseorang langsung dinyatakan korupsi begitu ia kaya tapi tak bisa membuktikan bahwa kekayaannya halal dalam waktu dua bulan.

Ia mencontohkan, jika seorang pegawai pajak dengan gaji Rp 10 juta per bulan tiba-tiba memiliki kekayaan Rp 25 miliar dan tak bisa membuktikan kekayaannya tersebut dalam waktu dua bulan, maka ia langsung dihukum mati.

“Memang, penerapan undang-undang pembuktian terbalik ini harus hati-hati karena bisa dijadikan alat oleh penyidik, baik jaksa maupun polisi untuk memeras. Karena itu, mekanismenya harus dibenahi terlebih dulu agar tak disalahgunakan,” kata Mahfud.

Rancangan undang-undang pembuktian terbalik pernah diusulkan saat era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Namun, setelah Gus Dur diberhentikan, rancangan undang-undang itu tak dibahas lagi.

SURABAYA,KOMPAS.com -


menurutku agak berlebihan jika koruptor dihukum mati, sebaiknya mereka dihukum seumur hidup aja dan harta yang mereka korupsi diambil seluruhnya untuk rakyat miskin

Sebenarnya yang namanya koruptor itu juga seorang pembunuh, cuma tidak membunuh secara fisik atau langsung, nah akibat dari perbuatan koruptor adalah laju inflasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun (diatas 10%), berdampak kepada kondisi perekonomian makro Indonesia, akibat dari itu harga-harga sembako merangkak naik dari tahun ke tahun, yang sudah barang tentu berimbas ke rakyat kecil seperti kita-kita ini.

Harga barang pokok seperti sandang, pangan dan papan terus meroket sedangkan lapangan kerja menipis atau penghasilan perkapita rakyat Indonesia semakin menurun karena tidak bisa mengimbangi kenaikan harga-harga tersebut.

Sebagai contoh, untuk mencari uang 100.000 saja dalam sehari itu tidak mudah, namun jika dibelanjakan cepat sekali habisnya, jenis barang dan kuantitas barang yang bisa dibeli dengan uang 100.000 juga tidak banyak.

Saya bandingkan dengan pendapatan/penghasilan masyarakat di luar negeri saja, saya pernah tinggal di Taiwan, dan setahu saya di Taiwan itu, gaji atau upah seorang pekerja kasar/kuli/buruh pabrik itu bisa mencapai NTD 50.000/bulan, itu baru yang statusnya pekerja kasar loh. Jadi dalam sehari mereka bisa mengantongi uang sekitar NTD 1600. Nah orang-orang yang di sana suka merokok, baik itu cewe atau cowo, harga sebungkus rokok sekitar NTD 20 yang biasa dan yang agak mahal sekitar NTD 40, jadi jika gaji harian yang berkisar NTD 1600 dikurangi harga rokok NTD 40 = masih ada sisa NTD 1560, masih sangat banyak kan? Jadi ringkasnya itu pendapatan rakyat Taiwan lebih besar dari harga barang-barang yang di sana, baik itu harga sandang, pangan ataupun papan.

Bandingkan dengan di Indonesia, pekerja kasar/kuli/buruh, pendapatan perharinya sekitar Rp. 25.000, kalo pekerja tersebut merokok, harga rokok bisa mencapai Rp. 8000/bungkus, jadi sisanya cuma tinggal Rp. 17.000, padahal masih belum beli yang lain-lain misalnya untuk makan.

Kenapa bisa begitu?

Ya karena ulah para koruptor-koruptor sejak dahulu kala sampai sekarang.

Ulah para koruptor itu secara tidak langsung membunuh kehidupan masyarakat bawah, bahkan sering kita saksikan di media cetak dan elektronik, masyarakat sering depresi, stress, frustasi karena barang-barang mahal dan lapangan pekerjaan tidak ada, hal itulah yang memicu tingkat kriminalitas yang tinggi.

Jadi pendek kata, saya setuju kalo koruptor dihukum mati saja, karena jika tidak ada tindakan tegas seperti itu, Indonesia akan semakin terpuruk dan tenggelam, dan akhirnya kita sebagai rakyat Indonesia yang akan terkena dampaknya juga.

emang sih ulahnya secara tidak langsung membuat kemiskinan dikalangan masyarakat luas, cuma kita sebagai orang kristen harus bisa memaafkan.

sama seperti Yesus memaafkan kita, jadi biarlah mereka para koruptor menerima hukuman dari Tuhan. Kita manusia hanya bisa memberikan sanksi atau hukuman agar mereka jera, tp kalo ampe hukuman mati sepertinya itu kehendak Tuhan

Sebuah negara baru bisa maju kalo masalah korupsi bisa diberantas, contohnya China, negara yang tidak kompromi dengan masalah korupsi, kalo ada yang korupsi langsung dieksekusi, tapi masih ada aja yang berani korupsi walau sudah ada tindakan tegas, coba bayangkan dengan di Indonesia, sudah korupsi, eh malah bisa inap di sel mewah yang penuh dengan fasilitas “wah”, bahkan bisa keluar jalan-jalan kalo lagi bosan di sel. Siapa sih yang tidak betah korupsi di Indonesia? Udah itu dibela selusin pengacara beken, enak toh. Makanya masalah korupsi di Indonesia tidak akan pernah tuntas sampai kiamat sekalipun. 1 orang yang korupsi itu membunuh 1 juta manusia di Indonesia.

Padahal apa yang tidak dimiliki oleh bangsa ini?

Hasil hutan, hasil tambang, sumber daya alam, minyak bumi, dll, tapi kenapa Indonesia malah jadi negara miskin? Lalu kemana sumber-sumber tersebut larinya? Ya karena sudah habis dikorupsi.

Coba bandingkan dengan negara-negara yang tidak begitu banyak memiliki kekayaan sumber daya alam, seperti Jepang, Taiwan, Singapura, Hongkong, tapi hebatnya negara-negara tersebut bisa jadi negara maju.

Makanya ada sebuah kalimat yang sering diucapkan orang di sini yaitu setiap bayi yang baru saja lahir di Indonesia, sudah memikul hutang.

Makanya saya setuju dengan hukuman mati karena dengan hukuman mati, lebih banyak jiwa yang terselamatkan. 1 koruptor yang mati bisa menyelamatkan 1 juta jiwa manusia.

Dan kita harus ingat kita itu juga bagian dari 1 juta manusia tersebut.

setubuh …ehh…setuju koruptor dihukum mati,karena koruptor jauh lebih kejam dari teroris.koruptor merupakan pembunuh sadis berdarah dingin.

setujuuuuuuuuuu banget soalnya emang koruptor itu nyebelinnya minta ampun…

tapi ngomong2 di Kristen sendiri hukuman mati itu diperbolehkan tidak ya?

di kristen hukuman mati itu gak diperbolehkan

Wah, udah jadi hakim nih kayaknya kita-kita ini anak TUHAN. Ambil alih peran TUHAN ini nampaknya. Kalo kata Gusdur UU Pembuktian Terbalik, lah kalo posisi koruptor itu dibalik ada di posisi kita, terus kita dihakimi mati bagaimana??? Tanpa pake jawaban, ‘Aku ga’ mungkin jadi koruptor’ yah! Karena jawaban seperti itu lebih banyak mengandung kemunafikan kalau konteksnya hukuman mati. :onion-head2:

untuk apa Negara menyandang pedang dalam memerintah?

Tp memang disisi lain Negara harus bersikap sebagai Bapak kepada anak2nya yang nakal… hukuman adalah cara negara dalam menertibkan kehidupan bernegara…

karena itu kita butuh aparat hukum yang tidak mempermainkan hukum…

Koruptor tidak dihukum mati = Negara hancur lebur…tunggu waktunya saja…karena koruptor itu sama aja dengan bom waktu…sekarang aja kita sudah rasakan dampaknya…yaitu “Kebutuhan Hidup yang semakin mahal”.

kalau semua koruptor dihukum mati, indonesia bisa sepi nich, gak usah program KB lagi. itu semua cuma omongan idealis yg tidak bisa direalisasikan,cuma buat cari muka saja. apalagi yg : ‘Begitu seseorang tak bisa membuktikan kekayaannya halal, maka hukuman mati dapat diterapkan.’ repot… repot…

jangankan dihukum mati, dihukum seumur hidup dan kerugian negara dikembalikan aja dah susah banget. kalau cuma dihukum mati, lalu apa gunanya?

Justru dengan hukuman mati, para calon koruptor akan pikir berulang kali untuk korupsi.

Dan kalo hukuman mati sudah diterapkan, terus ada orang yang masih berani korupsi maka orang itu yang cari mati sendiri donk, dia udah tahu apa hukumannya dan masih berkorupsi ria, itu kan dia sendiri yang minta, ya nggak?

Di Indonesia itu budaya korupsi sudah menjadi sebuah “KEHARUSAN”, tidak peduli apakah orang tersebut kerja di pemerintahan atau swasta, semua berkorupsi ria dan bahkan ada sebuah ungkapan “korupsi berjemaah”

Apalagi ditambah sistim pemilu dan pilkada yang menentukan calon-calon yang duduk di pemerintahan itu diambil berdasarkan suara terbanyak, wah makin kencang deh korupsinya, soalnya orang-orang yang mencalonkan diri itu menggunakan dana yang besar-besaran untuk membuatnya dirinya menjabat. Terus setelah menjabat, nah saat itulah mulai deh sabet sana sini supaya modal waktu pemilihan bisa kembali beserta bunga-bunganya.

Wah makin kacau deh…kacau…kacau…kasian deh kita sebagai rakyat kecil, hanya bisa gigit jari dan terjepit inflasi dari tahun ke tahun…

kalo menurut saya cukup harta si koruptor diambil, dan si koruptor diberikan hukuman penjara saja

Setahu saya, China sekarang menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia dan juga anggaran kekuatan militernya yang paling besar di dunia. Dan kita juga tahu pesta olahraga sedunia yaitu Olimpiade yang berlangsung di China kemarin-kemarin itu konon kabarnya adalah pesta olahraga dengan menghabiskan dana terbesar sepanjang penyelenggaraan olimpiade, semua mata dunia saat itu terbelalak dan tercengang melihat betapa megahnya dan mewahnya pesta yang diadakan di China waktu itu, ini menandakan bahwa kebangkitan ekonomi China itu nyata dan negara China memiliki devisa yang sangat besar untuk menyelenggarakan pesta tersebut.

Dan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan tersebut adalah keberhasilan pemerintah China yang menekan angka korupsi dengan menghukum mati setiap orang yang terbukti korupsi dan pemerintah China sendiri pernah mengatakan gara-gara seorang koruptor bisa membahayakan miliaran orang, jadi lebih baik satu orang dimusnahkan daripada miliaran penduduk China yang musnah.

Saya rasa jika Indonesia mau menjadi negara yang maju, maka Indonesia harus mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah China. Karena jika korupsi tidak diberantas sampai ke akar-akarnya niscaya Indonesia tidak akan menjadi negara yang maju walaupun sampai dunia ini sudah kiamat.

Dan yang lebih menyedihkan lagi kehidupan rakyatnya yang semakin terpuruk dari tahun ke tahun karena menanggung hutang luar negeri yang tidak tahu sampai baru bisa selesai. Kalau negara kita kaya, untuk apa pinjam uang sama negara lain? Sama halnya dengan kita sendiri, kalau kita banyak uang, kenapa kita mau pinjam sama orang lain?

Salah satu faktor kalau negara mau jadi negara maju ya korupsi harus benar-benar diberantas dan bukan sekedar wacana saja, tapi dibuktikan dengan tindakan yang nyata.

sebenarnya ngga perlu dihukum mati… cepat apa lambat ya’pasti mati sendiri koq :smiley:
tinggal tunggu waktu

hahaha… dasar… mau aman aja… hahahaha

Kalo tunggu tuh koruptor mati, jutaan rakyat Indonesia yang tidak berdosa sudah keburu mati duluan karena tidak kuat menanggung beban hidup ini, sebelum koruptor mati, dia dan konco-konconya terus saja menggerogoti negara ini. Jadi meminjam istilah kedokteran “Jangan menunggu tumor membesar dan membunuh manusia yang mengidap tumor tersebut, harusnya tumor itu dibuang melalui operasi supaya nyawa orang yang mengidap tumor bisa terselamatkan”, itu adalah analogi yang sesuai untuk penyelesaian korupsi, harus cepat ambil tindakan tegas supaya jutaan rakyat Indonesia yang tidak berdosa bisa kembali hidup normal yang manusiawi.

dirumah besikan ditempat yang ngga nyaman… diberi makan yang tidak enak… cepat atau lambat mati sendiri koq …krn stress :cheesy:

orang bilang… dibunuh secara berlahan lahan :huh:

Itu kan lebih kejam donk…

Lebih baik ya seperti di China saja, ditembak, jadi si koruptor juga ngga merasa apa-apa karena prosesnya begitu cepat, paling kayak seperti digigit semut saja.

Yang penting bisa membuat orang-orang yang mau korupsi bisa berpikir seribu kali untuk korupsi.

Karena jika tidak begini, banyak calon-calon koruptor yang akan bermunculan dari tahun ke tahun.

Soalnya yang jadi koruptor di Indonesia itu masih dimanjain dengan fasilitas ini dan itu, jadi siapa sih yang tidak pengen korupsi kalo dimanjain terus?

Setuju dit… Kalo pemerintah gak brani hukum mati, kita hukum sendiri aja…