KOTBAH YG MENYESATKAN!

Duh!! Makin tidak terjembatani yah antara pemikiran satu dengan yang lain. Postingan pertama itu yang menjadi permasalahannya adalah “yang disampaikan” oleh pendeta X …dimana terlalu riskan untuk diserap bulat-bulat oleh jemaat yang belum paham betul “makna” nya.

waham/doktrin yang mati-matian dibela ini sesungguhnya tidak bisa dianggap berlaku untuk KESELURUHAN jemaat kristen. Oleh karena itu wajar dianggap “menyesatkan” namun di satu sisi “sudah benar”. Okelah kalau memang ternyata ada beberapa gereja dengan pemahaman / doktrin /waham yang serupa dengan khotbah tsb (dan memiliki dasar utk memperkuat)…Namun, bagaimana dengan jemaat gereja lain yang tidak memiliki waham yang serupa? Apabila mereka mendengarkan doktrin tsb (contoh melalui bacaan/khotbah) yang sangat BERBEDA dengan waham/doktrin yang telah mereka yakini dari gereja tempat bersekutu dan berjemaat…sukur2 kalo mampu berpikir kritis utk mengkaji terlebih dahulu. Tidak semua jemaat kaan terbiasa utk kritis?

Utk intermezzo aja yaah…bahasa yang digunakan dalam iklan itu terkadang dijumpai juga kaan “hal-hal” yang sesungguhnya bisa mengundang pengambilan simpulan tergesa-gesa bagi penonton yang “tidak terbiasa” utk kritis? Yang membuat / menciptakan kreasi bahasa iklan tersebut bukanlah tidak memiliki “dasar pemikiran”…ADA… Apakah sang kreator tersebut PASTI bertujuan untuk menyesatkan penonton? BELUM TENTU.

Sekali lagi saya katakan ini semua tergantung dari PERSEPSI INDIVIDU.

Ohya! Saya memandang usaha saudara/i dalam membela waham gereja itu sebagai “pengayaan” untuk saya. Namun yang saya harapkan tujuan dari doktrin2 tersebut serta motivasi saudara/i dalam membela tertuju kepada SATU-SATUNYA SUMBER HAKIKAT IMAN DAN KEPERCAYAAN UMAT KRISTEN … Tuhan memberkati :slight_smile:

Bukannya bela, tapi cuma mendudukkan pada porsi yang sebenarnya. Seingat saya selama 3 tahun terakhir di gereja X, baru sekali koq dengar khotbah begitu. Tepat minggu sebelumnya adalah topik yang bertolak belakang :

“Seorang pengusaha meninggalkan usahanya dan menjadi hamba Tuhan di daerah miskin. Suami istri itu selalu tidak tega melihat penderitaan orang lain sehingga selalu memberi dan makin lama makin habis. Kemudian pendetanya malah mati, ketinggalan istrinya. Bertahun-tahun doa pada Tuhan tidak ada jawaban, hingga dalam kesusahannya diejek keluarga almarhum suaminya yang kaya : salah sendiri ikut Yesus!” Tetapi istri pendeta ini tetap tabah dan teguh berdiri dalam iman"

Jika dikatakan khotbah mengenai uang menyentuh salah satu segi, memang betul. Saya pikir, tidak salah selama bertahun-tahun ada 1 khotbah yang membahas salah satu segi kebenaran Firman Tuhan. Bukankah Yesus adalah all in all bagi kita di mana kepadaNya kita bersandar dalam segala hal. Dalam segala segi.

GBU

hati2 ama Gereja yg khotbahnya ngomongin duit mlulu…brarti 'kan mata duitan donk…apalagi kalo ngomong bri skian nanti dpt kembali lipat ganda. menjelang akhir zaman koq spertinya banyak skali gereja yg sperti itu ya? weleh…

Yesus juga mengajarkan seperti itu

Mar 10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
Mar 10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Jadi Firman Tuhan gak dipotong-potong supaya kelihatan saleh.

GBU

yap… Baca secara menyeluruh… klo setengah2 bisa Brabe pengertiannya…

my comment:
“DIA rela menjadi miskin, sehingga dengan kemiskinannya kita menjadi Kaya…”

Tuhan gak miskin secara Rohani di dunia ini… jadinya ini berbicara tentang perihal ‘Materi’ …

Promosi ye, dimane mane ande promosi ye… :azn: :azn: :azn:

Hebat lu ye … :angel: :smiley: :smiley: :afro:

IMHO: sabda Tuhan Yesus berikut bermakna rohani, bukan materi.

Mar 10:29 Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,
* meninggalkan/tidak mencintai/tidak terikat pada harta maupun saudaranya. Hanya satu kecintaannya yaitu mencintai BAPA dalam ANAK dgn segenap hati jiwa akalbudi kekuatan, dan mengasihi seama manusia.
Atau kalo lebih extreem, meninggalkan/tidak menganggap harta sebagai miliknya… tapi dibagi2kan pada orang lain, hanya menyisakan secukupnya bagi kehidupan mereka sendiri, dan memilih berkelana mengelilingi dunia mewartakan Injil kemana2 dgn karunia ROH KUDUS…
Caranya ?

Mar 10:30 orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.
* Dunia ini adalah rumahnya… langit adalah atapnya… dimana2 dia akan disambut, dijamu… sebab dia diberi karunia healing, karunia hikmat, etc…
juga semua orang yg taat pada Tuhan Yesus adalah saudaranya, ibunya… jadi ibu dan saudaranya ada seratus kali lipat, rumahnya ada seratus kali lipat… plus di zaman akan datang menerima hidup kekal.

Contoh: Rasul Petrus, Paulus, dan murid2 Tuhan Yesus…

Kalau saya mah, biasa kalo khotbah dihayati dengan seksama dan dipilah mana yang bisa diterima mana yang gak , emang biasanya sih kalo udah ngomongin berkat melimpah otak langsung merespon ;D karena hati individu2 biasanya mau cari “tips-tips” biar dapat berkat melimpah ;D tapi kalau sudah dikasih embel2 yang biasa kagak masuk akal alias palsu, biasanya ROH langsung bekerja untuk menolak :slight_smile: makanya sebelum masuk gereja atau sebelum gereja mulai saya biasa berdoa minta hikmah dan ajak ROH KUDUS untuk bekerja dalam membantu menerima khotbah di gereja2 :slight_smile:

Tapi jaman sekarang yang laku kan yang “begini” bro…masa ikut Tuhan jadi susah, mana mauuuu… :ashamed0004:

tapi kalo kita bijak, kita pasti tahulah yang benarnya, masa sudah “tahu” masih aja mau ikutan :cheesy: nanti kalo masih aja mau ngikutin kayak gituan, Tuhan bakalan bilang kayak gini “oalah sudah tahu ajaranKu kok diselewengkan tapi kok masih aja ngikutin ginian ya???” :mad0261:
LOL

ya emank jikalau ada yang seperti itu salah…
namun kan ga semua greja seperti ini kan… di sini anda menyebut katolik begini dan kristen begini
coba anda berpikir apa tidak menggoyahkan iman s’seorang untuk pindah agama atau batu sandungan dengan kata-kata seperti itu?
kita s’mua sadar bahwa kita bukan orang yang benar sebelumnya, bahkan ada yang dari s’orang jinah, brengsek, pembohong, dll yang ga bner.
Sadar… akan kasih Tuhan dalam hidup kita …karena Dia mengubah hidup kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
untuk itu kita mengerti harusnya bersatu …membangun satu dengan yang lain supaya pada saat waktunya Tuhan memanggil kita, kita siap di angkat bersama-sama dengan Dia di sorga.

“Tetapi aku menasihatkan kamu… demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.” (1 Korintus 1:10)

S’moga dapat menjadi berkat Gbu :afro: :angel:

ember mas :slight_smile: tapi kenyataan kudu tetap dibuka karena kasihan kalo mereka2 yang sudah “tertanam” dengan khotbah yang salah dan tersesatkan. kalau masalah mereka jadi goyah keyakinannya bukan salah mereka yang membongkar kebenaran itu mas, karena itu sudah individu masing2, hanya alasan itu. seharusnya sikap yang benar karena terbongkarnya hal tersebut, mereka semakin rindu untuk terus mencari kebenaran dalam Alkitab dan tidak akan mau tersesatkan kembali :slight_smile:

ps: ember=emang bener

Satu lg bro, Yesus jadi miskin biar kita kaya…ini ayat andalan pengagum TK dan herannya beberpa pndeta senang khotbah “beginian”, karena memang menarik, siapa yg mau hidup susah sih? Semua juga mau kaya…tp ga tau setelah kaya jadi berkat atau maksiat… :tongue:

Yesus jadi miskin, supaya kita menjadi kaya. Ini bermakna jasmani dan rohani.
Namun kekayaan yang dimaksud Yesus bukan kekayaan dari sudut pandang ketamakan.

GBU

Ikut Yesus untuk tau kebenaran, bukan untuk kaya, urusan kaya itu tambhan, kalau kaya bersyukur, kalau tidak kaya bersyukur juga… :slight_smile:

Ikut Yesus pasti kaya, karena pewaris kerajaan surga, Orang punya rumah seharga seratus milyard aja dianggap kaya raya, Bagaimana kalau punya istana surga yang hargannya triliyunan.

Itu jangan ditanya, dah psti lah… ;D

Itulah sebabnya Paulus secara jasmani tidak kaya tapi bahagia.

Kalau orang punya simpanan di bank satu triliun masihkah orang itu memikiri barang2 murahan?

Orang itu kalau kehilangan sejuta tetap tertawa saja. Dan dia tidak akan mengejar2 keuntungan seribu rupiah yang tidak ada artinya lagi dibanding dengan kekayaannya yang bertriliun2.

Demikian juga bagi Paulus yang sudah yakin dan tahu bahwa dia pemilik kerajaan Surga yang harganya bertriliun2.

Dia tidak lagi mengejar2 harta duniawi.

Jadi kita yang masih mengejar2 berkat duniawi ini mungkin tidak percaya bahwa kita pemilik istana surga.

Selamat bergabung dengan apa yang mas sebut ‘Teologi kemakmuran’ ! :afro: :tongue:

GBU

Maaf ya, jangan suka “asal” kalau ngomong…tidak tau maksud saya kok “ngoceh?”

Anda penganut TK silakan, jangan ajak-ajak saya, ga usah pake “bgituan” jg dah makmur… :azn: