Kristen dan adat batak (masalah marpadan)

Saya sudah berhubungan cukup lama dengan pacar saya, kebetulan dalam adat batak walaupun tidak sedarah kami dianggap semarga. Orang Tua saya terutama kurang setuju dengan hubungan kami, tapi saya sendiri sangat menyayangi dan memang ingin membina hubungan yang selamanya dengan pacar saya saat ini, kebetulan dari pihak pacar saya orang tuanya sudah menerima saya. Kalau memang kami bukan sedarah dan tidak punya hubungan kandung kenapa kami harus diikat dengan peraturan yg cukup membatasi orang batak untuk berhubungan menurut saya *dulu yang menikah seperti ini dibunuh. dan menurut sumber yg saya baca, hubungan kekeluargaan padan (dianggap sedarah walaupun tidak ada hubungan darah sama sekali) jika diteruskan bisa menimbulkan kecacatan bagi anak dan lain2, dan ini merupakan karena sumpah nenek moyang yg dulu membuat peraturan ini. Apakah ini ciri-ciri orang kristen ? utk menyumpahi keturunannya sendiri? Padahal jika dipikir-pikir untuk kegunaan janji padan ini juga hampir tidak ada gunanya. Apalagi skrg banyak org batak yg jadi lari ke suku lain bahkan agama lain. Adat Batak memang saya akui secara keseluruhan sangat baik, tapi utk hal padan (dianggap semarga) ini saya masih kurang setuju. Mohon tanggapannya teman-teman. Saya mau membina hubungan yg benar2 serius dengan pasangan saya sekarang, dan secara Kristen memang saya rasa kami tidak ada masalah. Mohon ditanggapi ya kawa. Jesus Bless you

Sekedar sumbang saran, bro.

Perkawinan di dunia Timur, buknlah hanya antar dua manusia, tetapi antar dua keluarga. Apalagi bagi suku Batak, perkawinan antar dua pribadi menjadi perkawinan dua kelompok Marga yang sangat besar.
Dengan pertimbangan itu, walau sepertinya tidak ada larangan dalam Kristen, kita (anda) harus tunduk pada larangan keluarga, selama anda ingin tetap berada dalam hubungan harmonis keluarga.
Karena, jodoh bisa dicari, tetapi keluarga besar tidak bisa diganti. Bukan begitu?

Syalom

Hmmm… Bagi saya, ikuti saja adat yang ada. Bukannya takut pada kutukan; ato pro orang tua. Tapi, lebih baik untuk tidak menjadi batu sandungan. Tokh, jodoh bukan hanya dia seorang ? Kecuali, Anda nekad menerjang semua adat istiadat yang ada. Mampukah Anda menanggung resikonya ? Sudah siap unt resiko terburuk? Jangan turuti hawa nafsumu, turuti Hikmat. Berdoa, agar Roh Kudus melembutkan hati kedua orang tuamu.

Waduh Lae, pertama kali saya baca postingan Lae Manurung ini sebagai orang batak juga sangat paham…Memang Lae, di Alkitab tidak ada ajaran menikah dengan marga lain yang masih satu padan dengan marga Lae manurung meskipun hubungan darah tersebut masih sangat jauh…Namun sepengetahuan saya Lae, karena sudah terlalu sering ikut pernihkahan dan sedikit tau tata cara orang batak menikah; bingunglah orang-orang tua nantinya untuk mengasapi (melamar si perempuan) dan pengaturan pesta adatnya juga…
Resiko Terkecil : siapkah Lae Manurung dan perempuan yang Lae sayang untuk bertangung jawab kepada orang tua dan tidak melakukan adat-adat tersebut dengan resiko terbesarnya keluarga besar Lae dan perempuan Lae yang sukai dikucilkan karena hanya melakukan pernikahan dengan pemebrkataan di gereja saja???Atau
Resiko Terbesar, jika salah satu pihak orang tua baik itu orang tua Lae Manurung tidak setuju atau pihak orang tua perempuan yang Lae sukai tidak setuju, yang berakibat Lae Manurung dan perempuan yang Lae sayangi mau tidak mau harus kawin lari tanpa persetujuan orang tua???

Salam,
Saya menganggap masing-masing kita diciptakan oleh Tuhan sebagai bagian suatu suku pasti bukan kebetulan. Demikian juga saudara Jeriko Manurung sebagai suku batak harus bersyukur. Saya pribadi berpendapat adat itu tidaklah buruk seperti yang dikatakan oknum2(dalam hal ini yang dibahas batak), karena didalamnya terkandung norma2 yang mengatur mengenai hak2 dan kewajiban yang tujuannya agar adanya keharmonisan dalam keluarga yang merupakan bagian sukunya. Sebelum lahir hukum bernegara dan adanya agama, adat sudah menjalankan peranannya “sebagai hukum kebiasaan” dalam suatu suku agar sesama anggotanya tidak berperilaku seenaknya layaknya binatang antara satu dengan yang lain. Yang jadi masalah layaknya negara, juga gereja didalam adat juga selalu ada oknum2 yang memanfaatkan fungsi jabatannya dalam adat untuk kepentingannya sendiri, atau ada juga oknum yang menjelek2kan adat karena mengatasnamakan ego pribadi sehingga membawa2 Firman Tuhan, atau HAM. Padahal tidak sedikit yang ada didalam adat itu justru sejalan dengan Firman Tuhan itu sendiri.
Sepengetahuan saya marpadan memang dilarang keras untuk saling menikahi, dalam kasus saudara Jeriko Manurung pantangan marpadan itu belum seberapa dibandingkan kumpulan Parna yang ada puluhan tidak boleh saling menikahi(koreksi kalau saya salah). Tapi sekali lagi adat itu juga Hukum yang tidak Tertulis(Costum law) yang diakui oleh negara. Nah sebagai hukum tidak tertulis yang hidup dalam masyarakat tentu tidak boleh comot2 yang ini dipatuhi, yang lain tidak.(sama seperti comot2 ayat alkitab sesuka hati). Sekali lagi berdasarkan pengamatan saya di adat batak bukan hanya marpadan yang dilarang keras tapi ada juga istilah seperti dilarang marboru sileban, dimana seorang pria/wanita batak sangat pantang(dilarang keras) menikah dengan yang bukan satu suku(tapi kalau sekarang sudah banyak yang melakukannya/korup). Demikian juga dengan memberi marga(manuhor marga) sekarang juga sudah banyak dilakukan(korup) , (kasih marga ketokoh2 tertentu atau kepada non suku batak), padahal secara adat sebenarnya jelas juga merupakan Pantang/tidak boleh dilakukan. Tapi herannya hal2 tersebut dilakukan dengan acara adat resmi. benar tidak?

Menarik nih postingannya saudara Jerico Manurung untuk dibahas.
Kalo boleh tahu, padannya manurung itu marga άpά? Satu L̲̅åƍɪ, kalo boleh tahu boru άpά kekasih saudara?
Sebenarnya sih aķu kurang setuju kalo padan ini, kenapa begitu. Yaa contohnya aja kasus Ɣg̲ dialami saudara, istilahnya th behama naung marsihaholongan jala nga mansai balga holong i. Intinya begini, kalo memang cinta di antara kalian berdua sudah sangat besar, apapun halangannya harus dihadapi dan perjuangkan cinta itu.
Trims

Berdoa terus bro, Tuhan pasti kasih jawaban.
Jangan ambil keputusab tergesa2.
Gbu.

wah…
saya mau berbagi pengalaman sedikit ito…
sebenarnya menurut saya ini aib untuk diceritakan tapi saya kasihan sama ito sebelum terlanjur melanjutkan pernikahannya. saya juga orang batak (Batak karo),kakek (bulang) saya juga menikah dengan perempuan semarga. Kalau dulu hukumnya di kampung orang yang menikah semarga di usir dari kampung halaman alhasil mungkin sangkin Cintanya kakek saya memboyong nenek saya keluar dari kampung halaman dan tinggal di salah satu kota di sumatera Barat dan meninggalkan semua keluarga/ kerabat di kampung, mungkin kakek saya dulu berpikir dia bisa lepas dari semua keluarga di kampung dan bahagia bersama nenek saya, tapi kenyataannya tidak seperti itu menurut kakek dan nenek saya dia sering benar-benar rindu pulang kekampung tapi ngga punya keberanian jadi selama Bapak saya, kakak dan adik2nya masih kecil kakek saya tidak pernah pulang kampung, sampai suatu saat setelah anak2nya dewasa (Bapak dan bibik ) saya mereka sangat ingin tau asal-usul mereka dan mencoba untuk mencari kerabat/keluarga yang sudah lama ditinggalkan ternyata sampai sekarang kalau kami pulang kampung kami sangat di kucilkan ito dan itu sampai ke saya sebagai cucunya merasa malu karena kisah cinta kakek dan nenek saya diceritakan turun-temurun oleh setiap keluarga di kampung agar jangan terjadi lagi. Mungkin bagi ito dan kekasih ito untuk sekarang itu tidak apa-apa karena kalian saling mencintai tapi suatu saat ketika ito punya anak dia akan sangat ingin tau asal-usulnya seperti Bapak saya, tapi karena pelanggaran adat yang dilakukan oleh kakek saya Bapak saya juga ikut merasa malu. sebelum meninggal kakek Saya pernah Bilang kepada kami anak dan Cucunya Jangan Pernah mengabaikan Keluargamu dan menyuruh kita pulang ke kampung halaman mungkin itu bentuk Penyesalan kakek saya karena dia pernah mengabaikan saran keluarganya jadi ito sebelum terlambat di pikirkan dulu matang2… Buatlah semua Keluarga Bahagia dengan pernikahan anda maka Doa akan melimpah dalam rumah tanggamu, tapi jika awal pernikahanmu saja kamu udah buat keluargamu kecewa dan merasa malu tentu tidak banyak yang akan mendoakanmu.

orang batak kan selain marga ada sub marga nya juga kan?
kalo marga dan sub marga nya sama…
sebaiknya jangan bro…
kemungkinan besar anak nya nanti cacat mental gitu loh…
lebih baik mencegah daripada ‘mengobati’…
kecuali kalo sub marga nya beda ya ga masalah…
saya bukan org batak… tau dari teman saya yang batak… kira2 seperti itu…