Kristen India Maafkan Pelaku Serangan Berdarah Punjab

Umat Kristen India dengan keteguhan hati menerima permohonan maaf para pelaku serangan berdarah anti Kristen di kota Punjab, Gojra, dua tahun lalu. Permohonan maaf itu disampaikan dua tokoh Muslim Sufi pada seminar antar agama yang menyampaikan penyesalan mereka atas kekerasan itu.

Pada bulan Agustus 2009, lebih dari 800 kelompok yang mengatasnamakan umat Muslim menyerang komunitas-komunitas Kristiani di Gojra dan sebuah di desa tetangga, membakar gedung dan menyerang orang-orang yang tinggal di situ. Pengadilan anti terorisme di Faisalabad pada bulan Juni membebaskan 70 orang yang ditahan terkait serangan-serangan itu.

Pastor James Paul, direktur komisi dialog antaragama dan Faisalabad menyatakan permintaan maaf kedua orang itu sebagai momen yang sangat penting. “Meskipun mereka tidak terlibat dengan cara apapun pada hari kejadian itu, tokoh Sufi itu dapat menggambarkan bahwa agamanya sebagai agama yang tidak mengajarkan pembunuhan dan mengutuk pembantaian itu.” Ujarnya kepada Aid to the Church in Need.

Menurut Pastor James umat Kristen India secara keseluruhan dapat menerima permintaan maaf tersebut secara keselurahan tanpa memelihara dendam, walau sebagian kecil mempertanyakan kepada pengadilan mengapa tidak ada pihak bertanggungjawab yang dihukum hingga hari ini.

Salah satunya adalah Victor Babu yang masih ingat bagaimana keluarganya dibunuh dalam serangan pembakaran itu. “Pengumuman yang menakutkan dari rumah ibadah di sekitar menggema dalam rumah kami, istri dan anak saya yang waktu itu sedang hamil bergegas lari ke rumah mertuanya ketika kami mendengar bahwa ayah mertuanya telah ditembak mati. Keduanya lalu dibakar hidup-hidup,” kata Victor.

Inilah salah satu bukti kekuatan Firman Tuhan yang harus dipakai oleh seluruh umat percaya yaitu kekuatan kasih yang mengampuni. Melepaskan pengampunan akan membuat kedamaian itu meluas keseluruh dunia dan menjadi bukti suci hadirat Tuhan Yesus.

Source : ucanews - dpt