Kristen Mesir Rencanakan Demo Besar Atas Bom Gereja

Lamban menangani kasus pengeboman gereja pada malam tahun baru lalu, pemerintah Mesir akan di demo secara besar-besaran oleh para umat Kristen Koptik. Gereja menilai pemerintah berjalan lamban menangani kasus ledakan bom di depan gereja Ortodoks Koptik Santo Markus Alexandria yang menewaskan 23 dan melukai 97 orang lainnya.

Dilansir ChristianToday, lambannya pengusutan ini membuat berang banyak jemaat dan pemuda gereja. Menurut pengacara gereja, Yusuf Malak, demo itu akan dilaksanakan Kongregasi Gereja Koptik Mesir bersama Pusat Pengembangan dan Studi Hak Asasi Manusia yang akan merilis pernyataan bersama agar Perdana Menteri Essam Sharaf, Menteri Dalam Negeri Mansour al-Essawy, dan Menteri Kehakiman Mohamed Abdel Aziz al-Guindi segera menyelidiki kasus tersebut dan dan mencari tahu siapa dibalik para pengebom tersebut.

Saat ini lembaga investigasi Mesir masih menunjuk al-Qaeda sebagai pihak yang bertanggungjawab atas ledakan tersebut. Tapi sebulan kemudian, lembaga ini melaporkan jika mereka sedang memusatkan perhatian pada kelompok ekstremis lokal yang tidak secara langsung terkait dengan al-Qaeda.

Serangkain kekerasan terhadap umat kristen di Mesir membuat umat yang jumlahnya sekitar 10 persen dari 80 juta orang Mesir itu cemas tentang masa depan mereka. Kelompok-kelompok ekstremis yang sebelumnya hanya aktif di bawah tanah, pasca penggulingan pemerintahan presiden dari Hosni Mubarak mereka justru aktif dalam kancah sosial politik.

Sejak kejatuhan Mubarak, sedikitnya 24 orang Kristen telah tewas, 20 orang diantaranya luka-luka, sedangkan tiga gereja hancur. Dipercaya secara luas kelompok-kelompok ekstrimis konservatif berada di belakang serangan-serangan tersebut.

Source : ChristianToday - dpt