Kristen Suriah dalam Bahaya jika AS Menyerang

Sementara Kongres AS sedang dalam perdebatan akan serangan ke militer Suriah atas penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil, dampak dari aksi tersebut terhadap orang-orang Kristen di negara ini telah menjadi keprihatinan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik dari situasi tsb, The Christian Post berbicara dengan Rupen Das, direktur pengembangan masyarakat dan bantuan di Masyarakat Lebanon Pengembangan Pendidikan dan Sosial.
Das, yang memimpin upaya bantuan di Suriah untuk LSESD, memperingatkan bahwa serangan terhadap Suriah bisa berakibat hal-hal buruk bagi orang Kristen di sana, yang saat ini telah diserang oleh beberapa pasukan pemberontak yg anti-Kristen.
“Jika pasukan rezim Bashar Al Assad melemah atau kehilangan kontrol, ada indikasi bahwa kelompok radikal akan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan serangan mereka pada komunitas Kristen dan Alawit,” kata Das.
LSESD telah bekerja di Suriah sejak April 2011. Organisasi ini membantu sekitar 5.000 keluarga, atau lebih dari 20.000 orang, dengan makanan, obat-obatan, perlengkapan musim dingin, pendidikan, kegiatan untuk anak-anak dan juga bantuan kemanusiaan.
Pasukan pemberontak adalah campuran dari golongan islam radikal, yg berafiliasi dengan al-Qaeda, muslim moderat dan kekuatan sekuler. Meski golongan islam radikal merupakan minoritas di antara para pemberontak, mereka adalah yang terbaik dalam ketrampilan bersenjata, terbaik terlatih dan yg paling kejam. Secara tepat proporsi pasukan pemberontak islam radikal sulit untuk ditentukan, jelasnya, tetapi beberapa perkiraan menempatkan mereka antara 10 s/d 40 persen dari total pasukan pemberontak.
Das bukan yang pertama dlm memperingatkan situasi berbahaya Kristen Suriah. Geoff Tunnicliffe dari World Evangelical Alliance mengirim pernyataan ke Gedung Putih Kamis memperingatkan bahwa intervensi militer AS bisa memiliki “efek yang membahayakan” terhadap umat Kristen di wilayah tersebut. Dan, Senator Rand Paul (R-Tenn.) berpendapat di NBC “Meet the Press” Minggu bahwa jika Bashar al-Assad digulingkan dia akan digantikan oleh sebuah negara Islam yang akan menganiaya orang Kristen.
Kristen di Suriah tidak memiliki milisi sendiri, kata Das. Pada hari Rabu kemarin, salah satu kelompok pemberontak al-Qaeda menyerang desa Kristen Maaloula .
Maaloula, Das menjelaskan, adalah salah satu komunitas Kristen tertua di dunia, dan satu-satunya tempat di dunia di mana mereka masih berbicara dlm bahasa Aram, bahasa yang diucapkan Yesus. Sementara serangan itu menjadi berita utama, itu bukan insiden terisolasi, katanya. Sudah ada “ratusan” insiden serupa sebelumnya di Suriah.
Meskipun ada pemberontak Muslim sekuler dan moderat yang ingin mendirikan sebuah pemerintahan yang demokratis jika Assad digulingkan, dan pemerintah ini akan memiliki hubungan damai dengan tetangga Kristen mereka, Das tidak percaya mereka akan cukup kuat untuk memperoleh kekuasaan dan memelihara kontrol pemerintahan di Suriah.
Dengan Kristen Suriah terjebak di antara seorang diktator brutal dan islam radikal, solusi yang tepat sulit untuk ditemukan. Mark Tooley, presiden Institut Agama dan Demokrasi, mengatakan: "Tidak ada opsi yang ideal di Suriah, sebuah kediktatoran brutal didukung oleh jihadis syiah dilawan oleh oposisi inklusif jihadis sunni … Pihak Kristen, dalam mengomentari krisis Suriah, perlu menjaga sikap karena tidak adanya jawaban yang jelas dlm krisis tsb. Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan situasi ini. "

belum zaman antikris sudah bakal banyak umat Kristen yg mati di Syria.
Pembalasan ada di tangan Bapak YAHWE.

Semakin dihambat semakin merambat !!! Haleluyah , priest the Lord

minoritas,… selalu jadi korban dimana2. setuju dengan artikel diatas, tidak ada solusi ideal bagi umat kristen disana. semua serba mematikan. jadi kompensasi kekesalan atau kemarahan para pihak yg bertikai.

ini saya cuplik dari Time.

Tentang penggunaan senjata kimia itu kayaknya mencurigakan. Banyak orang tidak percaya bahwa pemerintah syria yang menggunakan senjata kimia itu. Saya setuju dengan sebagian orang yang mengatakan itu hanya alasan saja untuk kelompok NWO bisa menyerang syria. Sama seperti september 11.

Coba bayangkan bahwa akan diadakan penelitian tapi penelitian ini terbatas hanya menjawab apa benar digunakan senjata kimia, tapi tidak akan meneliti siapa yang menggunakan senjata kimia itu.

Apa ada permainan dibalik semua ini? Kenapa tidak tuntas sampai siapa yang menggunakan senjata kimia ini? pemerintahkah atau orang2 nwo cari alasan untuk menyerang syria? Rakyat mulai pinter banyak yang curiga jangan ulangi permainan september 11. Ada kelompok bayangan yang menggerakan semua ini untuk tujuan New World Order.

Jendral Clark pernah mengatakan bahwa ketika dia ke pentagon dia ketemu jendral disana dan dia tunjukan dokumen rahasia tentang rencana perang itu.

Tapi dia tidak mau baca karena itu rahasia kalau dia baca dia tidak boleh beberkan ke umum jadi dia minta ringkasannya saja. dan ringkasannya ya ada perintah dari atasan untuk menyerang irak dll. Tapi waktu dan urutannya tidak tepat seperti yang dikatakan Jendral itu mungkin dokumen salah atau rencana gagal memenuhi jadwal. Cuma memang terjadi serangan2 ke negara2 bersangkutan. Jendral di pentagon ditanya oleh Jendral Clark Kenapa kok Nyerang2, Jendral pentagon tidak tahu yang jelas ada rencana ini dalam dokumen itu.

Jendral2 ini mungkin tidak baca alkitab jadi tidak terlalu tahu adanya pemerintahan tunggal antikris hanya tahu ada perintah ini dibalik itu siapa? Bushkah? kayaknya dia juga hanya pupet, dia tahu rencana itu akan berjalan melampaui masa jabatannya. Jadi dibalik itu pasti ada yang lebih atas dari dia.

The U.N. has acquiesced to a Syrian government request to send an investigation team to Khan al-Asal; it is expected to arrive on site this week. The team will be headed by Ake Sellstrom, a veteran chemical-weapons inspector from Sweden who was instrumental in investigating and dismantling Iraq’s chemical- and biological-weapons programs in the 1990s. It is not yet clear if the U.N. team will investigate other accusations of chemical-weapons use in Syria, nor is it clear how much access it will have. The final details for the trip will be worked out in the coming days. The team’s mandate is limited to a technical investigation, which means it will only be able to ascertain whether or not chemical weapons were used, not who used them — a frustrating outcome for those seeking clarity. Nevertheless, the findings could be a strong indication of who might have been behind the attacks. The Syrian government is believed to possess one of the biggest stockpiles of chemical weapons in the world, including nerve agents Sarin and VX, as well as mustard gas, though it has repeatedly said it would never use such weapons against its own people. The opposition, though it also says it would never use chemical weapons, does have access to at least one item that could be used in a chemical attack: Sabbagh’s chlorine gas.

Read more: Syria's Civil War: The Mystery Behind a Deadly Chemical Attack | TIME.com

Sebelumnya kita berbicara lebih lanjut, perlu kita bertanya :
Siapa yang mendapat keuntungan terbesar apabila USA menyerang Syria ?

Syria didukung oleh Rusia, Iran, Hisbullah dan opposition didukung oleh Saudi Arabia dan Qatar.
Syria dan Iran adalah Islam Shiah, dan Saudi Arabia adalah Islam Sunni.

Telah menjadi kenyataan bahwa pada tgl.21 Agustus jam 4 pagi telah meledak sebuah bom yang mengandung Chemical weapons berupa gas Sarin, yang mematikan 1429 orang, 421 adalah anak-anak.

Perlu dipertanyakan, siapakah yang mengirim bom itu ?
Jawabannya: ada 4 kemungkinan.

  1. Pemerintah Syria atas perintah President Assad.
  2. Tentara Sirya, tanpa setahu Assad.
  3. Opposition, atas bantuan Saudi Arabia melalui Libanon.
  4. Amerika sendiri.

ad.1 : Rasanya tidak mungkin. Sebab Syria selama 2 tahun selalu diteropong oleh semua negara didunia, sebab dari semula setelah jatuhnya Libya, Amerika sungguh bernafsu untuk menyerang Syria sebab semakin banyak korban berjatuhan dari pihak opposisi, akan tetapi gagal sebab di Veto oleh Rusia dan China.

ad.2 : Mungkin, tidak ada yang tahu.

ad.3 : Mungkin, sebab dengan diserangnya Syria, Saudi Arabia adalah negara yang mendapatkan keuntungan yang paling besar.
Dia ada rencana untuk memasang pipa, yang disalurkan ke Europa untuk menjual minyaknya, akan tetapi gagal sebab pipa tsb harus melalui Syria.

ad,4 : Mungkin, Dari semula Amerika sudah ingin menyerang Syria, dan didalam penyelidikan gas Sarin yang dilakukan oleh UN, dalam waktu 2 minggu belum tuntas, Obama secara pribadi sudah memutuskan untuk menyerang Syria.
Ingat peristiwa yang terjadi didalam negara kita sendiri, apakah Dewan Jendral itu ada ?
Mengapa Soekarno yang dicintai oleh rakyatnya, setelah dia membentuk NASAKOM, dan dia mulai dekat dengan Chou En Lai, sehingga Amerika takut kalau negara Indonesia yang miskin cenderung untuk menjadi negara komunis, sebab PKI makin hari semakin kuat.
Yang terakhir Amerika menawarkan bantuan, dan dijawab oleh Soekarno, go to hell with your aids.
Tidak lama kemudian, terjadilah peristiwa Dewan Jenderal itu.

sayang sekali syria tdk memiliki Putra bangsa selihai dan seApik bangsa ini.
bayangkan, berapa banyak korban yg telah jatuh dan akan jatuh di Syria ?
di sini cuma perlu sehelai kertas pernyataan SUPER SEGAR (surat perintah semakin segar)
untuk pengalihan kekuasaan.!!! :afro:
amat sulit bukan utk ditandingi bangsa2 lain, bahkan bangsa israel sekalipun belum tentu sanggup
menandinginya, hanya dgn membuat sebuah surat pendek dgn tulisan tangan, semua beres.!
yg buat siapa gak penting ! yg penting ada Surat dgn 4 kata2 sakti “Aku turun Kamu naek”
jika hal ini bisa ditiru bangsa2 sedunia niscaya dunia akan aman sejahtera Ya Toh ? Toh Yaaa.

:smiley: :smiley: :smiley: