Kristus Yesus nabi yang seperti Musa; nabi yang didengarkan oleh manusia

Salam damai sejahtera dalam Kristus Yesus untuk semua.

Dalam Kristus Yesus semua manusia mendapat kesempatan untuk hidup dalam Dua Kasih Terutama.

Sebab itu ingatlah, seorang anak dibawah kuasa Allah ketika dalam kandungan sampai berumur delapan hari.

Jika orangtuanya memiliki kuasa manusia atas manusia dan anak itu laki-laki, maka anaknya disunat pada hari kedelapan, yang dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat harus disunat antara hari kedelapan dan saat berusia tiga belas tahun.

Seorang ibu berkuasa atas anaknya sebelum anak itu disapih, dalam hal ini hidup dan mati anaknya berada di bawah kuasa ibunya.

Jika anak itu perempuan maka haruslah ibunya menguduskan Sabat pada salah satu hari yang dipilihnya tiap minggunya, selama ia berkuasa atas anak perempuannya itu.
Baik orangtuanya memiliki kuasa atas manusia ataupun tidak memiliki kuasa itu.

Jika anak itu kembar maka anak sulungnya harus berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, sekalipun orangtuanya memiliki hak menebus anaknya itu karena mereka hidup dalam Dua Kasih Terutama, tetapi anak yang bukan sulung bolehlah ditebus supaya pada masa remajanya berada di bawah kuasa ayahnya.

Anak perempuan yang tidak di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat; karena berada di bawah kuasa ayahnya, hendaknya ditunangkan.
Selama ia dekat dengan tunangannya haruslah ia bertudung kepala.
Dan anak perempuan ini haruslah menguduskan salah satu hari yang dipilihnya pada tiap-tiap minggu.

Pada masa menyapih maka orangtuanya; ayah dan ibunya berkuasa atas hidup dan mati anaknya itu, sampai usia dua belas tahun.

Pada usia remaja yaitu tiga belas tahun sampai dua puluh tahun, seorang remaja hidup dan matinya berada di bawah kuasa hukum Allah yaitu sepuluh perintah menurut hukum Taurat; jika anak itu tidak ditebus oleh orangtuanya yang memiliki kuasa manusia atas manusia.
Sedangkan anak yang ditebus supaya tidak berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, hidup dan matinya berada di bawah kuasa ayahnya.

Seorang remaja harus di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat dan tidak dapat ditebus jika orangtuanya hidup di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.
Seorang remaja yang di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat boleh menikah dalam usia remaja.

Seorang ayah yang berkuasa atas hidup dan mati anaknya, hendaknya mengetahui bahwa mengasihi Allah lebih utama daripada mengasihi anaknya. Jagalah supaya anaknya tidak merusak kekudusan pernikahan untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama. Sebab barangsiapa saja yang tidak berhak menggunakan kuasa manusia atas manusia tidak akan tinggal di surga selama-lamanya. Lebih baik tidak memiliki kuasa atas manusia daripada tidak berhak menggunakan tetapi menggunakan kuasa itu.

Seorang anak yang telah berusia dua puluh satu tahun dan belum memiliki pernikahan dan memang layak menerima kuasa manusia atas manusia karena Dua Kasih Terutama maka akan dibaptis air.

Seorang yang telah bertunangan boleh dibaptis secara bersamaan tetapi keduanya harus telah berusia di atas dua puluh satu tahun dan menjaga kekudusan Dua Kasih Terutama.

Pada waktu menikah, mereka yang menikah dalam pernikahan untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama akan menerima baptisan Roh Kudus.

Seorang suami berkuasa atas isterinya karena laki-laki diutamakan mengasihi Allah dan perempuan diutamakan dalam mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Dan dalam pernikahan ini tidak ada perceraian dan keduanya hanya memiliki pernikahan satu kali seumur hidupnya; karena kuasa manusia atas manusia berlaku di dunia dan di surga.

Keduanya harus berpakaian enam hari tetapi mereka tidak wajib menggunakan penutup aurat.
Keduanya membuka pakaian untuk berhubungan badan hanya di saat isterinya menguduskan Sabat pada salah satu hari yang dipilih pada tiap minggunya.

Seorang isteri akan bertudung kepala pada saat jauh dari suaminya.

Mereka yang telah bertunangan boleh tidak menikah dan tetap dalam pertunangan mereka, jika mereka menghendakinya asalkan keduanya tidak membuka pakaian untuk berhubungan badan.
Dan perempuan ini bertudung kepala bukan pada saat jauh tetapi pada saat dekat pasangannya.

Pernikahan untuk memperoleh keturunan berada di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat.
Seorang suami tidak berkuasa atas isterinya begitu juga sebaliknya; keduanya adalah setara dan tidak menggunakan kuasa manusia atas manusia.

Mereka wajib berpakaian dan memakai penutup aurat, dan tidak ada perceraian karena perceraian mereka hanya sah jika karena telah meninggal.

Dalam pernikahan ini tidak berdosa (melanggar sepuluh perintah menurut hukum Taurat yang berkata ‘jangan berzinah’) dengan memiliki lebih dari satu pasangan.
Tetapi jika keduanya menerima Dua Kasih Terutama maka seharusnya memiliki lebih dari satu pasangan adalah bertujuan untuk memperoleh keturunan.

Keduanya memang di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat, tetapi keduanya memberikan perpuluhan dari segala hasil mereka.
Dengan memberikan perpuluhan maka mereka mengakui bahwa Allah mengetahui bahwa hidup sempurna menurut sepuluh perintah dalam hukum Taurat tidak membuat mereka hidup sesuai kehendak Allah; itulah sebabnya mereka memberikan perpuluhan supaya manusia yang memiliki kuasa manusia atas manusia menerima itu; karena Dua Kasih Terutama.

Pernikahan tanpa adanya mengasihi Allah adalah pernikahan yang dasarnya adalah pernikahan secara jasmani.
Tetapi dalam pernikahan ini perempuan cenderung lebih berusaha menguasai suaminya.

Mereka yang memiliki pernikahan ini dapat memiliki perceraian.

Setiap orang yang dalam pernikahan ini hendaknya mengetahui bahwa Allah telah menjadikan Dua Kasih Terutama supaya setiap orang menerima hidup dalam Dua Kasih Terutama itu.

Jadi sekalipun mereka tidak dalam pernikahan untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama dan tidak memiliki kuasa manusia atas manusia, alangkah baiknya jika mereka menerima bahwa mereka adalah hamba-hamba Allah.

Manusia yang dalam pernikahan untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama mewariskan hartanya untuk mereka yang tidak memiliki orangtua dan yang lanjut usia, supaya mereka terbantu terjaga kehidupannya.

Manusia yang dalam sepuluh perintah menurut hukum Taurat mewariskan hartanya adalah untuk anak dan keturunan mereka.

Setiap anak yang telah hidup dalam Dua Kasih Terutama, tetapi memperoleh warisan dari ayah dan ibunya karena orangtuanya itu di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat maka akan mewariskan hartanya sesuai orang-orang yang hidup dalam Dua Kasih Terutama.

Manusia yang hidup dalam pernikahan tanpa adanya mengasihi Allah akan bebas mewariskan hartanya kepada siapa saja.
Tetapi ingatlah kasihilah sesamamamu manusia seperti engkau sendiri mengasihi dirimu sendiri.

Sama seperti Musa didengarkan, demikianlah Yesus Kristus akan menjadi seperti itu, bukankah Dia Yang Menghidupi Dua Kasih Terutama dan telah mati bagi sepuluh perintah menurut hukum Taurat, sebab itu ia akan menghakimi manusia dan menjadi pembela setiap orang yang dalam Dua Kasih Terutama, hanya saja pergunakanlah kuasa itu seperti Yesus Kristus menggunakan kuasa itu yaitu dalam Dua Kasih Terutama.

Demikianlah Dua Kasih Terutama itu menjadi manusia dan datang sekali lagi sebagai manusia dan kembali menjadi Dua Kasih Terutama.

Muliakanlah Allah dengan Dua Kasih Terutama.

Perjanjian lama telah Usang
Hukum taurat telah batal
dan kitab para nabi berlaku smpai zaman Yohanes
Ibrani 8
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang PERJANJIAN yang BARU, Ia menyatakan yang pertama sebagai PERJANJIAN yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan USANG, telah dekat kepada KEMUSNAHANNYA
P. Baru: Efesus: 2
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,

Lukas 16
16:16a Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
Tuhan yesus memberkati
Han

Untuk mereka yang di bawah kuasa sepuluh perintah menurut hukum Taurat dan telah menikah pada usia remajanya, maka ditentukan juga untuk memberikan perpuluhan.

Dan jika mereka yang hidup dalam pernikahan untuk memperoleh keturunan menangguhkan perpuluhan mereka maka mereka akan memberikan perpuluhan adalah berdasarkan sepersepuluh dari seluruh hartanya.

Dan bagi mereka yang telah berhubungan badan sebelum menikah, dan memang mereka telah berusia dua puluh satu tahun ke atas dan memang telah pantas memiliki pernikahan atau mereka dalam pertunangan, maka pemimpin jemaat hanya akan memberkati mereka, dan keduanya belum memiliki kuasa manusia atas manusia.
Hanya saja jika mereka dapat melahirkan anak, dan anak mereka adalah kembar, maka nyatalah bahwa pernikahan keduanya adalah pernikahan untuk memperoleh keturunan, tetapi jika anak sulung mereka itu satu saja maka pantaslah mereka memiliki kuasa manusia atas manusia karena pernikahan mereka adalah memang untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama.

Tetapi jika mereka keguguran atau mati anak itu; tanpa adanya turut campur tangan manusia, yaitu antara masa kandungan sampai delapan hari (anak itu harus disunat pada hari kedelapan) maka keduanya ditetapkan menjadi hamba Allah.

Dan jika mereka tidak memiliki keturunan maka hendaknya mereka tetap hidup dalam Dua Kasih Terutama meskipun tidak memiliki kuasa manusia atas manusia.

Ingatlah, tempat berkumpul jemaat adalah diantara tempat tinggal bagi anak yatim-piatu dan tempat tinggal orang lanjut usia, yang menjadi satu bangunan.

Tempat tinggal mereka adalah seperti tempat tinggal untuk keluarga. Baiklah masing-masing memiliki kamarnya sendiri.

Pemimpin jemaat adalah suami-isteri yang memiliki pernikahan untuk mengawinkan Dua Kasih Terutama.