Kumpulan Petuah Abang Ari

MENIKMATI KEBOSANAN

Di tengah perbincangan seorang pria muda kepada seorang renta nan yang bijak.

Pria muda :“Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak?”

Sang bijak :“Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,mendambak an sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Pria muda :“Kenapa kita merasa bosan?”

Sang bijak :“Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Pria muda :“Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Sang bijak :“Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Pria muda :“Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Sang bijak :“Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Pria muda :“Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak .”

Sang bijak :“Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Pria muda : “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Sang bijak :“Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.” Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian pria muda itu mengunjungi Sang Bijak lagi.

Pria muda :“Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Sang bijak :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan. "

Pria muda :"Contohnya? "

Sang bijak :“Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, pria muda itu datang lagi ke rumah sang bijak…

Pria muda :“Pak, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak?”

Sambil tersenyum sang bijak berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

“I Try Not Become A Man Of Success But Rather To Become A Man Of Value, Significance, Quality & Inspiration In Life”
“God Has Not Called Me To Be Successful But He Has Called Me To Be Faithful”
“If I Die Tomorrow…I’ d Be Allright…Because I Believe…That After We’re Gone…The Spirit Carries On…”

PUTUS ASA

Catatan: Artikel ini diambil dari Buku terbaru Andrew Ho “The New Inspiration”

Di sebuah situs internet diungkapkan kisah fiksi tentang seorang tentara bernama kopral Yono. Saat itu sekitar jam tujuh malam, ia duduk melamun. Pandangannya kosong, sembari tangannya mengaduk es teh. Salah seorang temannya, sebut saja Ricky, tiba-tiba menyambar minuman yang sedang ia aduk. Tanpa basa-basi, Ricky langsung menenggak isi gelas itu sampai tak tersisa sedikit pun.

Sebenarnya Ricky hanya bermaksud bercanda. Bukannya marah atau tersenyum, tetapi Yono justru menangis meraung-raung sambil beruraian air mata. Kontan reaksi Yono membuat Ricky panik. “Kamu nih cengeng banget sih? Katanya kamu tentara? Masa sih gara-gara es teh, kamu nangis keras begitu,” komentar Ricky di antara perasaan kesal dan bingung.

“Kenapa seharian ini hidupku kok apes terus?” rintih kopral Yono sambil terus menangis.

“Kamu kenapa? Ceritakan saja, siapa tahu aku bisa menolongmu,” kata Ricky penuh empati pada karibnya itu.

“Tadi pagi aku dipecat, gara-gara teledor menghilangkan senjata komandan,” kata Yono diselingi isak tangis.

“Ah gitu aja dipikir. Body-mu kan tinggi besar kuat perkasa. Kamu pasti masih laku jadi pengawal pribadi atau minimal jadi preman pasar,” ujar Ricky berusaha membesarkan hati sahabatnya.

“Itu sih belum seberapa. Tadi pagi habis dipecat, aku langsung pulang ke rumah. Tapi pas aku masuk kamar, ternyata aku memergoki istriku selingkuh dengan teman kerjaku sendiri,” ucap kopral Yono pelan. Air matanya terus mengucur deras. Ekspresi Yono mengisyarakan beban di hatinya benar-benar berat.

“Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Kelakuan istrimu kan memang selalu begitu (selingkuh). Baiknya kamu cepat-cepat ceraikan dia. Masih banyak kok wanita cantik, pintar, kaya dan setia yang bersedia menjadi istrimu,” timpal Ricky memberi semangat.

“Itu sih belum seberapa. Aku sudah putus asa, ingin mati saja. Makanya aku beli racun potas (racun tikus), terus aku campurkan ke minuman es teh tadi. Eh belum sempat aku minum, sudah kamu habiskan,” kata kopral Yono kemudian menangis sejadi-jadinya.

“Hhaaahhh……???!!!#$%$%~ @#~” desis Ricky ternganga. Pantas saja Yono begitu terpukul.

Pesan:

Dalam kehidupan sehari-hari kita juga sering dihadapkan pada persoalan-persoalan-persoalan yang sulit. Bahkan ada beberapa diantara persoalan tersebut yang membuat kita hampir putus asa. Yono dalam kisah di atas adalah satu di antara gambaran orang-orang yang putus asa atau pesimis, karena di saat ditimpa kemalangan ia tidak mampu lagi berpikir positif tentang diri dan dunia di sekitarnya.

Sikap pesimis adalah sikap yang memandang penderitaan hidup ini sebagai beban yang tidak akan pernah berakhir. Sikap demikian sangatlah berbahaya, tak hanya bagi diri kita sendiri tetapi juga orang lain. Dalam kisah di atas dicontohkan, seandainya kopral itu tidak bersikap pesimis, mungkin Ricky tak harus menelan racun potas dalam es tehnya. Bisa jadi mata rantai kemalangan yang terus dihadapi Yono sebenarnya merupakan dampak dari sikapnya yang pesimis sejak awal.

Belajar dari kebodohan Yono yang memilih pesimistis, kita haruslah mencoba bersikap lebih bijaksana dalam menghadapi masa-masa sulit. Salah satu langkah yang dapat kita tempuh adalah menanamkan dalam pikiran kita bahwa masa-masa sulit yang mesti kita hadapi dalam kehidupan ini tidak akan berlangsung selamanya, melainkan hanya sementara saja. Dengan demikian, kita akan dapat melihat sisi terang dari kehidupan ini.

Lawan dari pesimisme adalah optimisme, sangat diperlukan untuk meraih kehidupan yang lebih bahagia dan berhasil. “For myself, I am an optimist–it does not seem to be much use being anything else. – Bagi saya sendiri, saya adalah seorang yang penuh optimisme – karena tak akan lebih menguntungkan dengan menjadi yang lain,” kata Winston Churcill. Karena rasa optimis adalah sumber kekuatan untuk mencari berbagai solusi secara realistis dan semangat untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan. Sehingga kemungkinan untuk meraih kehidupan yang sukses dan bahagia akan jauh lebih besar.