lagi2 tentang preman

mohon masukan.
orang tua saya punya ruko yang disewakan. sekarang ini ada yang mau menyewa, sudah selesai urusan di notarisnya, tapi belum dibayar uang sewanya. pertamanya ngomong kalau untuk jual beli kendaraan bekas. kemudian waktu di notaris, disebutkan untuk bank. beberapa hari kemudian ada kepala preman daerah ruko itu datang ke tempat usaha saya, untuk tanya2 soal ruko itu, siapa yang menyewa, digunakan unuk apa dan disewakan berapa pertahun. saya bilang nama yang menyewa tidak tahu, digunakan untuk bank dan saya tidak tahu nilai kesepakatannya antara orang tua saya dan pihak bank itu. kemudian kepala preman ini sepertinya tertarik. saya jadi kuatir, dulu penyewa ini bilang ke orang2 kalau buka usaha jual beli kendaraan bekas (bukan bank) untuk menghindari preman2 yang minta jatah lebih awal, dan saya yang membocorkan. saya kuatir sekarang kepala preman itu minta “jatah” ke bank ini sebelum uang sewa di transfer dan kesepakatan jadi batal. sekarang saya jadi merasa sangat menyesal karena ketakutan dengan kepala preman ini, saya jadi ngomong tentang bank. gimana menurut saudara seiman?
terima kasih. Gbu

sebenarnya ga ada urusan si preman dgn anda fren… kemungkinan besar si preman mau menjadi juru parkir di ruko tsb… biarkan itu urusan si preman dgn si penyewa, bukan urusan anda… yg penting transaksi sewa menyewa sdh di sepakati, dan minta pembayaran secepatnya agar tidak batal, ok fren… :happy0025:

terima kasih masukannya. parkiran di ruko itu sudah dikuasai kelompok preman itu. apakah saya terlalu banyak bicara? apa seharusnya saya omong tidak tahu (meskipun saya tahu)? karena terus terang saya pertama liat si preman ini ketakutan, jadi sewaktu ditanya, saya jawab terus terang. sekarang saya merasa bersalah, karena mungkin si penyewa ingin merahasiakan dulu kegunaan ruko itu sewaktu merenovasi ruko itu untuk bank. harusnya saya bisa merangkai kata agar tidak bicara terus terang

bro klo lu ngomong apa adanya gak masalah asal jgn ngomong ada apanya…:smiley:
lagian sehebat apa sih premannya paling juga kelas teri, kelas kakap bukan levelnya buat parkiran…
bank juga banyak duitnya…tinggal panggil kapolda udah deh beres semua…

Salam Damai.

Betul Bro.
Bank juga punya bagian yang ngurusin aneh2 kayak gini.
Yang penting cepet2 diberesin pembayarannya dan jangan sampai batal.

GBU
:slight_smile:

terima kasih atas masukan2nya
Gbu