Lagu "Maukah kau jadi roti" biblikal?

Belum lama ini saat saya beribadah di gereja, adanya nyanyian lagu berikut:

[i]Maukah kau jadi roti
yang terpecah bagiKu
Maukah kau jadi anggur
yang tercurah bagiKu
Maukah kau jadi saksi
membritakan InjilKu
Melayani mengasihi lebih sungguh

Aku mau jadi roti yang terpecah bagi Mu
Aku mau jadi anggur yg tercurah bagi Mu
Aku mau jadi saksi membritakan Injil Mu
Melayani mengasihi lebih sungguh[/i]

Setelah direnung-renungkan mengenai makna mendalam dari lagu ini, timbul pertanyaan di benak saya.
Definisi “Roti yang terpecah” dan “Anggur yang tercurah” di dalam Alkitab sepengetahuan saya adalah Kristus, dan roti & anggur tersebut diberikan bagi jemaat-Nya.

Sedangkan di dalam lagu ini justru terbalik: Roti & Anggur itu posisinya ada di diri kita, lalu diberikan bagi diri Tuhan.

Dalam Alkitab, sepengetahuan saya, jemaat Tuhan dilambangkan dengan hal lain seperti garam, terang dunia, domba, dll.

Apakah FT pernah mengajarkan agar kita menjadi roti yang terpecah atau anggur yang tercurah bagi Dia?
Saya paham konteks lagu ini tidak untuk menciptakan ajaran baru, tetapi ajakan untuk melayani Dia, maknanya bagus juga.
Tetapi… istilah yang “diadopsi” dari FT tersebut malah rasanya berkebalikan dengan FT itu sendiri.

Ataukah… mungkin saya yang salah, ternyata ada bagian dari FT yang mengkonotasikan jemaat Tuhan sebagai roti dan anggur juga? Please advise :rolleye0014:

kalau saya melihatnya ya

roti itu tubuh
anggur itu darah

maka maukah kita menyerahkan tubuh dan darah kita kepadaNya, dan tetap bersaksi (melayaniNya)
lalu dijawab direff-nya : aku mau menyerahkan tubuh dan darahku (nyawaku) untukMu dan jadi saksiMu

harus tanya sama yang nyiptain lagunya sih sebenarnya untuk yakin

:slight_smile:

‘setubuh’ dan ‘sedarah’ dengan pendapat om Hen Hen :afro:

IMO, liriknya mengandung makna yang kontroversial dan sangat-sangat debatable.

Tapi ane coba melihatnya dari apa yang tertulis di PB bahwa setelah YK mengadakan perjamuan terakhir, besoknya YK disalib. Semoga hal yang sama tidak menjadi acuan buat yang ingin mendalami lirik lagu ini lebih dalam.

IMO, lagu ini sangat pas buat mereka yang terpanggil dan siap menjadi “penginjil martir”. Kalo buat ane yang tinggal di kota besar seperti sekarang ini, mendingan cari lagu lain deh.