lanjutan...TriTunggal Yang Mutlak <-- segi matematis

Trinitas lagi (pendekatan saya, semoga bisa membuka tabir hehehe):

ALLAH adalah ESA
F(x,y,z)

Bapa adalah Allah,
Anak adalah Allah,
Roh Kudus adalah Allah,

ax(t),
by(t),
cz(t)

bukan TUHAN tanpa Bapa
bukan TUHAN tanpa Anak
bukan TUHAN tanpa Roh Kudus

bukan F(x,y,z) tanpa ax(t)
bukan F(x,y,z) tanpa by(t)
bukan F(x,y,z) tanpa cz(t)

TUHAN = Bapa + Anak + Roh Kudus
F(x,y,z) = ax(t) + by(t) + cz(t)

  1. Jika F(x,y,z) = ∞
    maka otomatis salah satu dari atau dua dari ax +by +cz ada yang sama dengan ∞

  2. jika ax(t) = ∞ maka
    F(x,y,z) = ∞

  3. jika bz(t) = ∞ maka
    F(x,y,z) = ∞

  4. jika cz(t) = ∞ maka
    F(x,y,z) = ∞

  5. by(t) adalah suatu fungsi yang bisa tak berhingga juga
    yaitu: g(t) = by(t)
    dimana t bisa dari -∞ → ∞, atau tepatnya dari 0 → ∞
    sehingga sangat bisa diterima kalau
    g(1) = b.1 = b, perihal Yesus menjadi manusia, tetapi pola g(t) = ay(t) nya tidak hilang

note:
ALLAH =TUHAN = Tetragrammaton

thx to CRUZADER

ups… jika logika trinitas Tuhan bisa terpecahkan lewat model matematika…
(koreksi dikit) F(x,y,z) = ax(t) + by(t) + cz(t), mis x=1, y=2, z=3, a=4, b=5, c=6, t=7
F(1.2.3) (7)3 = 4.1(7) + 5.2(7)+6.3(7)
2058 = 224
wuah apa saya yang salah hitung ya?

Tuhan tidak bisa disamakan dgn model matematika…sampai kapanpun

GBU

mas yang dikasihi Tuhan kita Yesus,
memang tidak ada yang bisa membuat rumusannya, karena TUHAN tidak tunduk kepada rumus…

F(x,y,z) = ax(t) + by(t) + cz(t)
rumus ini hanya menunjukkan, pendekatan, bahwa Allah adalah tritunggal, dimana pribadi itu masing-masing aktif di dalam TUHAN, F(x,y,z), Yang Esa,

dan Anda harus hati2 subsitusi Anda di atas itu salah, jadi tepat Anda salah hitung hehehe…

GBU2

btw rumus ini mengunakan logika matematika atau aplikasi matematika? karena simbol2 dalam matematika kan sudah ada aturan… saya hitungnya mengunakan aplikasi matematika atas dasar persamaan… mohon dimaafkan kalo salah :)…atau ada ahli matematikan disini? agar bisa mengkoreksi ini? he3x :slight_smile:

GBU

hmm… soal trinitas itu sangatlah luas, jadi sangat sulit otak manusia utk menafsirkannya! setidaknya gw percaya klo ada Allah “Bapa”, Allah “Anak”(mendapat gelar Allah, karena hidup benar “sempurna” hendaklah Engkau sempurna sama seperti Allah Bapa yg adlh sempurna) n Allah “Roh Kudus”(Roh Allah yg d’curahkan bagi manusia sbg penolong)!

yg terpenting adalah :
Bagaimana qt memperhatikan “buah” Kristus yaitu, firman Tuhan yg Kudus & perbuatanNya yg ajaib!

God bless Us…

ngga perlu ahli matematika saudaraku…

perhatikan ajah subsitusi Anda itu…

F(x,y,z) = ax(t) + by(t) + cz(t),
mis x=1, y=2, z=3, a=4, b=5, c=6, t=7

nah x(t) itu sendiri adalah suatu fungsi t, yang mana tidak dijelaskan di atas bentuknya seperti apa, apakah ordo 10 atau 11 dan sebagainya, tetapi Anda sudah men-set konstanta2 tanpa memperdulikan persamaan…

jadi penjelasannya gini:

-kita mengenal TUHAN yang esa,
-kita juga mengenal Bapa, Anak, Roh Kudus.
-tidak ada 3 Allah yang menjadi 1
dari sini kita dapat persamaan Tunggal F(x,y,z)
-kita tahu Bapa tidak pernah kita lihat, x
-kita tahu Anak pernah dilihat manusia, y
-kita tahu Roh Kudus bisa kita rasakan, z
dari sini kita dapat persamaan Tunggal F(x,y,z), dimana x,y, dan z adalah masing2 aktif, tidak pasif dan saling berinteraksi

jadi disimpulkan TUHAN adalah Bapa dan Anak dan Roh Kudus yang Esa, F(x,y,z)=ax(t) + by(t) + cz(t)
dimana persamaan ax(t), by(t),cz(t) tidak dapat diteruskan lagi karena memang kita tidak dapat menentukan detail TUHAN

amin

kalau x,ydan z adalah perumpamaan dari Bapa Putera dan Roh Kudus, saya lebih setuju tanda “+” diganti “*” (kali)
F(x,y,z) adalah fungsi dari Alam semesta, Jalan yang baik dan Kesadaran yang baik dari manusia, secara BERSAMAAN.

Tanda “+” menunjukkan bahwa satu saja cukup. Padahal tidak.
Maka paradigma fungsi itu mesti dipahami sebagai FAKTOR, bukan SUKU.
Mestinya persamaannya adalah perkalian, bukan penjumlahan.

karena saya bukan ahli matematika… seingat saya sebuah konstruski dalam persamaan perlu diujikan dengan memasukan nilai2 loh… lain halnya jika kita bicara logika matematika, tidak perlu diujikan dalam memasukan nilai (angka2)…
sepakat karena tidak bisa menemukan detil Tuhan persamaan itu menjadi tidak terbukti dan sebaiknya diabaikan saja, :slight_smile:

GBU

mmm… ckckckck… gw heran, mengapa sih masih membahas sesuatu yg g perlu d’persoalkan. apa kalian masih belum mengerti ttg kebaikan Tuhan lantas menilai Tuhan dgn tanda (+), (*), (-), (:), dsb?
saya rasa firman Tuhan itu sudah sangat jelas d’dalam kehidupan qt, oleh karna itu agar qt mengerti firman Tuhan itu, sucikanlah hati n pikiranmu! minta Roh Kudus untuk hidup d’dalam hatimu, agar engkau bisa mengerti mana yg d’inginkan Tuhan yg layak n berkenan d’hadapanNya!

God bless Us…

semisal saya menentukan x(t) = t10+t3+1
atau y(t) = t11+t2+1
atau z(t) = t9+t5+1
itu baru ngawur,… karena TUHAN tidak dapat dirumuskan sampai sedetail ini…
dan lebih parah lagi kalau kita memasukkan angka2… lebih parah lagi

rumus detailnya tidak kita ketahui, tetapi itu ada…
contoh TUHAN adalah Gembala… rumusan Gembala itu tidak ada, tetapi kita tahu TUHAN menyebut DiriNya Gembala…
jadi rumusan itu tidak perlu diabaikan, cuman jangan menjadi rumus baku, itu maksudnya saya kira…

ketika kita mengatakan TUHAN Baik, sebenarnya itu adalah perumusan,

cuman ada orang yang suka matematika, sehingga perumusan itu dilambangkan dengan notasi matematis

contoh:
TUHAN menyebut DIRINYA Gembala dinotasikan G
TUHAN menyebut DIRINYA Baik dinotasikan B
maka:
TUHAN adalah G+B
tidak salah kan?

hal itu tdklah salah namun unik (itu malah baik), namun jgn sampai tanda sperti itu malah membuat qt makin bingung n akhirnya menyebut — Tuhan itu “banyak” ingat Oprah (walaupun Oprah tdk merumuskannya dgn angka matematika)!
bahkan seorang Oprah yg sangat d’sanjung oleh sekian byk orang, akhirnya meragukan Tuhan itu, padahal dia seorang kristen.

so, be careful. penyesatan ada d’mana-mana, jgn sampai qt menggenapinya (ingat: berdoa).
hidup adalah pilihan, iblis tahu itu sehingga dia memberikan kpd qt byk pilihan yg akhirnya membuat qt bingung!

I’m Simpel_Man (bukan karna kuat n gagahku, namun semata-mata karna kebaikan Tuhan! tdkmaumencurikemuliaanAllahmodeon)

God bless Us…

seeep dahhh

[i][i]

berarti bro coba mengkonstruksikannya dari logika matematika kan? bukan dari aplikasinya?
menarik nie bro (walaupun cuma bt kita berdua)
tolong koreksi saya kalo salah…
ada dua pendekatan logika matematika, pertama dengan simbolisasi dan kedua mungkin dengan kita kenal dengan logika sistem (orang IT biasanya lebih paham ttg ini)
kalo simbolisasi biasanya paling disenangi oleh kalangan pemikir
sedangkan logika sistem biasanya disenangi oleh kelangan penemu
mungkin yg bro maksudkan simbolisasi?
jika simbolisasi, dasar logikanya hanya untuk membuktikan dengan persamaan-persamaan (dasar2 logika)
Contoh kalimat logis:

  1. Kalau besok matahari terbit dari barat, kamu aku beri 1 milyar.
  2. Besok matahari terbit dari barat.
  3. Kamu aku beri 1 milyar.
    note walaupun kalimat kedua tidak reasonable, tapi susunan kalimatnya tetap logis.

jika bro coba mengksontruksikan seperti itu maka, simbolisasi apapun yg bro buat akan membuktikan “apa” yg ingin bro buktikan…

lain halnya jika bro ingin mengunakan logika sistem, dimana input, proses dan output dapat terbuktikan sebagai suatu hasil penemuan baru misalnya…

bro kalo menurut saya Tuhan adalah Gembala bukan rumusan atau resep atau mantra… itu Firman…memang Firman jangan sampai diabaikan… tetapi rumusan-rumusan ttg konstruksi eksistensi Allah dapat mengalihkan perhatian kepada Allah itu sendiri yang adalah Firman yang Hidup

[/i][/i]

intinya dari tritunggal :
Allah itu KASIH yg SEMPURNA!

ada tertulis :
karna Bapa adalah SEMPURNA, maka patutlah qt utk sempurna selaku Anak2 Tuhan!
oleh karna itu, apa yg plg utama? tritunggal itukah? atau wujud dari Kasih itu sendiri?

=> marilah qt senantiasa hidup dlm Roh Kudus agar qt bs mengerti kehendak Tuhan yg sesungguhnya!

bokap gw pernah berkata ama gw, qt itu harus berpikir SMART. artinya: apa yg d’pikirkan itu mudah d’pahami n mudah utk d’jalani!

ttg gw, gw g terlalu suka berbicara dgn gaya bahasa yg g gw pahamin. so, gw orgnya simpel, berbicara ttg sesuatu yg sangat mudah d’terima logika n iman!

God bless Us…

di dalam matematika ada istilah PEMODELAN…
kasarannya, merumuskan sesuatu ke dalam persamaan matematis dari semua yang fisis.
jadi Tritunggal itu sendiri adalah pemodelan…saya hanya membuat kalimat matematis dari model Tritunggal (heheheh menarik buat kita berdua saja hehehe)

Beberapa Nabi telah memanggil TUHAN Gembala, Penyelamat, d.l.l…
artinya mereka telah merumuskan bahwa TUHAN itu seperti gembala, seperti penyelamat… bahwa memang TUHAN tidak kaku di dalam keharusan bahasa tertentu.
contoh:
TUHAN berkata Aku adalah @!#$%^ <— tidak terbaca dan tidak terdeteksi (bisa saja benar tetapi tidak bernilai karena kita tidak tahu)
TUHAN berkata Aku adalah Gembala Yang Baik <— terbaca dan terdeteksi (bisa saja salah karena ada gembala yang jahat, tetapi bernilai karena TUHAN melakukan yang baik, maka tidak mungkin IA tidak baik)
Firman Allah telah menjadi manusia, Yesus<— terbaca dan terdeteksi
Firman Allah ditulis di dalam Alkitab<-- terbaca dan terdeteksi…

cuman…

seperti kata prasetyopeuru, jangan lupa Roh Kudus-lah yang lebih Sempurna di dalam pengenalan akan TUHAN.

lanjut bro diskusinya :
pemodelan matematika ;Mengembangkan, dan menerapkan konsep-konsep yang berkaitan dengan pemodelan matematika, baik yang bersifat deterministik maupun probabilistik. (dari peminatan ITB)
dari model yg bro coba kembangkan, yg bro mau modelkan deterministiknya atau probabilistiknya

maksud saya kalo Firman, itu mau “dilenturkan” dalam bentuk rumus, kan harus juga tetap menjaga otentitas subtansialnya, tidak bisa secara parsial dilucuti pemaknaannya kemudian dikonotasikan secara deduktif dalam keberagaman konteks?

GBU

teknik pemodelan itu sebenarnya bukan hanya deterministik dan probabilistik, ada banyak…
dalam hal ini ada beberapa hal memang yang terlihat paradox…
kalau saya kata deterministik nyatanya TUHAN adalah ESA…
kalau saya kata probabilistik nyatanya hanya Firman yang menjadi manusia…
jadi saya hanya berani berkata F(x,y,z), di dalam Kesatuan ada 3 (x(t),y(t),z(t)) yang aktif.

setuju total…
makanya saya hanya berani sejauh F(x,y,z) tidak lebih tidak kurang…