Lazarus, Abraham dan orka.

Nongolnya bold itu ya karena orang udah duluan pake patokan dimana patokan itu sendiri adalah kesimpulan, jamu. Yakni : roh orang mati tidak bisa datang.

Selanjutnya setelah suatu event [roh orang mati datang dan keliatan di bumi] terjadi, barulah nongol “kecuali” tsb. Jadinya kayak gini : [roh orang mati tidak bisa datang kecuali hanya pada saat event transfigurasi].

Sekali lagi, oranye adalah kesimpulan.
Nah… dapet dari mana itu kesimpulan oranye ?
Berdasarkan informasi terbaca yang mana sehingga akhirnya nyampe ke “dengan demikian oranye” ?


roh orang mati tidak bisa datang ini idem dengan roh orang mati tidak bisa keliatan oleh orang idup.

kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit

Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang

Nah… sosok yg kayak begimana itu “orang kudus” sewaktu penulis liat bangkit ?
dan sosok yg kayak begimana itu “orang kudus” yang penulis+banyak orang liat sewaktu “orang kudus” menampakkan diri nya ?

A. sosok roh (hantu/spirit)
B. sosok berdaging-bertulang

jangan ngelantur kemana-mana Ding.
Elu bilang larangan memanggil arwah orang mati itu aneh kalau arwah orang mati tidak bisa datang.
Lalu ente pake contoh “Jangan memanggil orang tuli…dll”

Tapi saya bilang TIDAK ANEH, karena pelarangan itu adalah untuk mencegah akibat dari tindakan pemanggilan arwah. Yaitu Roh Iblis yang datang.

Sama seperti contoh elu, “Jangan memanggil orang tuli”, itu gak aneh, karena bisa jadi keluarganya akan marah ke elu karena mengganggap elu ngeledek, udah tau tuli dipanggil-panggil. Jadi larangan itu TIDAK ANEH karena beralasan.

Jadi argumen elu bahwa larangan memanggil arwah orang mati itu ANEH kalau arwah orang mati tidak bisa datang, jadi gugur.

ngerti?


Nah kemudian elu bawa kasus Saul dan Samuel. Kalau menurut saya, roh yang datang ini bukan roh Samuel. Alesannya bukan semata-mata karena sudah terpatok kepada kesimpulan roh orang mati tidak bisa datang. Tapi alesannya antara lain adalah perkataan “Samuel” tidak terjadi, dan seharusnya Samuel tahu kalau pemanggilan arwah merupakan kekejian bagi Tuhan.

TAPI,
kalau elu mau menafsirkan bahwa ini benar-benar roh Samuel, boleh-boleh aja. Saya gak maksa dengan tafsiran saya. Tapi elu harus konsisten dengan konteks bahwa pemanggilan arwah ini merupakan kekejian bagi Tuhan.

Elu jangan cuma kemukakan half-truth: “Jadi menurut alkitab possible roh orang mati menampakkan diri kepada orang hidup.”

Lalu dari kesimpulan ini dijadikan dasar ajaran-ajaran lain seperti “Berdoa dan memohon kepada orang kudus yang sudha meninggal”.

Itu namanya manipulasi.


Kemudian kasus Musa (dan Elia) di mount of transfiguration.
Kalau nurut saya Musa setelah mati, dia dibangkitkan secara fisik lagi oleh Tuhan. Indikasi akan hal ini adalah di Yud 1:9, dimana ada perselisihan mengenai mayat Musa antara Malaikat dan Iblis.
Jadi saya percaya Musa dibangkitkan secara fisik lalu diangkat ke surga, sama seperti Elia.
Musa dan Elia ini nanti yang akan kembali kepada bangsa Israel pada waktu akhir zaman.

Itu tafsiran saya.
Kalau nurut elu yang datang itu adalah arwah Musa, maka elu harus jelasin, kenapa bisa Allah yang melarang orang menghubungi arwah kok malah bawa arwah Musa ketemu Yesus dan 3 murid.

teman-teman sepertinya kita ada dua definisi yang harus di clear kan dulu supaya kita berangkat dari pemahaman yang sama yaitu bisa dan tidak bisa dengan boleh dan tidak boleh.

silahkan pilih satu jawaban yang menurut anda benar
menurut anda, roh orang mati itu:
a. bisa terlihat dan boleh terlihat (seperti perbuatan baik yang bisa kita lakukan)
b. bisa terlihat tapi tidak boleh terlihat (seperti perbuatan tidak baik yang bisa kita lakukan)
c. tidak bisa terlihat tapi boleh terlihat (seperti perbuatan baik yang tidak bisa kita lakukan)
d. tidak bisa terlihat dan tidak boleh terlihat (seperti perbuatan tidak baik yang tidak bisa kita lakukan)

Samuel mendatangi Saul setelah dipanggil oleh perempuan dari En-Dor. Jelas-jelas tertulis di Alkitab bahwa yang datang adalah Samuel, bukan yang lain.

Justru karena bisa datang, maka dilarang. Kalau tidak bisa datang, ngapain dilarang?

Semua yang dilarang di Alkitab, PASTI BISA dilakukan manusia. Kalau memang ada yang dilarang dan tidak bisa dilakukan manusia, mohon contohnya satu saja disini.

Terimakasih.

Kisah dalam topik ini sudah membuktikan ajaran Yesus bahwa tidak ada yang turun dari alam kematian kedunia.

Orang yang bangkit jangan disamakan dengan roh/arwah yang turun dari alam kematian,logika anda tidak bisa membedakan tubuh kebangkitan yang akan naik ke Sorga dengan arwah orang mati yang turun kedunia.

Tubuh kebangkitan tidak sama dengan arwah/roh orang mati,tubuh kebangkitan artinya orang mati yg hidup/bangkit kembali sedangkan arwah artinya orang yang sudah mati.

ok, jadi orang hidup dapat berhubungan dengan arwah orang mati tapi Tuhan melarang.
Begitukah kesimpulannya?

Ya.

Saya tidak menekankan perihal yg bold, rama. Istilah-nya disini roh orang mati bisa terlihat di bumi.= ini ada di satu pov.

Nah, dari ungu itu - saya tidak menekankan perihal [begimana/kenapa] —> apakah karena dipanggil oleh orang idup maka ungu ? apakah karena sosok terkait menampakkan (tanpa ada orang idup yang manggil) sehingga ungu ? apakah karena diperbolehkan oleh pihak lain ? dlsb.

Nah, diketika ada Mr.X bilang B —>[orang mati tidak boleh terlihat], maka preceding sikon-nya ya tetep [orang mati bisa terlihat (oleh karena itu dilarang oleh pihak lain)]. Tapi memilih B itu berangkat dari pemikiran sendiri, karena sepanjang yang saya ketahui - nggak ada ayat yg bisa menuntun ke kesimpulan “dengan demikian roh orang mati dilarang oleh pihak laen utk terlihat”.

Taroh kata dilain sisi saya bilang yang A, dimana selanjutnya saya dan Mr.X ngotot2an antara A dan B, maka baik saya dan B itu berangkat dari argumen kopong, karena ngotot2an-nya cuma berangkat dari khayalan masing2 aja.

Secara logika,
X. hasil kesimpulan [roh orang mati bisa dilihat/dipanggil] tidak memerlukan contoh event realita —> karena dari adanya info bahwa [orang idup dilarang memanggil roh orang mati] —> dari info ini saja, logika yg mesti “ada” duluan adalah [roh orang mati bisa dipanggil (otomatis bisa diliat atopun bisa diketahui kehadirannya)].

Y. Namun ada kisah Samuel/Saul terbaca —> ini asumsinya kan kisah tsb adalah event realita.

So…
yang duluan itu yang X.
Yang Y itu cuma sekedar semacem bukti bhw logika di X = correct.

Dilain sisi,
semisal tidak ada info bhw [orang idup dilarang memanggil roh orang mati] sehingga kisah Y itu jadinya “berdiri sendiri”, maka berangkat dari kisah di Y, ya kembali lagi logika kesimpulan-nya kayak yang di X, yakni : [roh orang mati bisa dilihat/dipanggil]. Nah disini, ungu nggak bisa nongol duluan karena harus “menunggu” sampai ada pernah terjadi event realita (pada asumsi truly happened) spt Y - barulah bisa nyampe ke ungu.

c. tidak bisa terlihat tapi [b]boleh terlihat[/b] d. tidak bisa terlihat dan [b]tidak boleh terlihat[/b]
Yang C masih masuk, tapi yang D itu terasa aneh :D karena pada yang C, disitu kan otomatis sudah termasuk perihal [boleh/tidak_boleh].

Yang C melibatkan pihak lain (dua pov). So… secara detail pengertiannya :
In general, roh orang mati tidak bisa terlihat - tapi MUNGKIN2 saja bisa terlihat KALAU diperbolehkan oleh pihak lain. KALAU nggak diperbolehkan, ya nggak terlihatlaaah.

Walopun seperti yg udah saya sampaikan di atas point saya itu satu pov, namun yang C dgn 2 pov itu (melibatkan pihak lain di perihal boleh/gak_boleh) masih bisa masuk logika pabila maksudnya spt ijo.

Ya aneh lah, leph.

Lalu ente pake contoh "Jangan memanggil orang tuli...dll"
Orang buta tidak bisa melihat. Begimana pula itu membuat peraturan [i]"jangan memperlihatkan sesuatu ke orang buta"[/i] ?
Tapi saya bilang TIDAK ANEH, karena [b]pelarangan itu adalah untuk mencegah akibat dari tindakan pemanggilan arwah. Yaitu Roh Iblis yang datang[/b].
Pertama, bold itu adalah kesimpulan. Kedua...

A.
jangan manggil roh orang mati, bisa2 nanti yang nongol roh iblis

B.
jangan manggil roh orang mati, karena pasti yang dateng roh iblis.
Kenapa pasti yang nongol roh iblis ? Karena roh orang mati gak bisa dipanggil.

Nah, kalo yang A - saya sependapat. Dimana yang A tidak menihilkan posibilitas bahwa roh orang mati emang bisa dipanggil. Dan saya pun masih bisa menerima pabila yang A itu [“most likely” yang nongol/dateng roh iblis] —> dari 1000 event pemanggilan roh dalam upaya ketemu roh orang mati, ada 100 event dimana terjadi datangnya roh —> maka dari 100 event tsb, 80 roh yang datang itu adalah roh iblis.

Tapi kalo yang B, saya gak sependapat.

Sama seperti contoh elu, "Jangan memanggil orang tuli", itu gak aneh, karena bisa jadi keluarganya akan marah ke elu karena mengganggap elu ngeledek, udah tau tuli dipanggil-panggil.

karena beralasan.

Dari ilustrasi diatas, ya iya lah larangan itu beralasan. Alesan keluarganya : karena itu sama aja elu ngeledek, udah tau tuli dipanggil-panggil.

However, terkait hal yang lagi dibicarakan…

Jadi [b]larangan itu TIDAK ANEH[/b]
[b]Larangan itu ANEH ![/b]

Liat ini :
B2. Jangan manggil si X, karena nanti yang dateng pasti si Y.
Kenapa yang dateng pasti si Y ? Karena si X nggak bisa denger sedangkan si Y bisa denger.

B3. Jangan memperlihatkan sesuatu ke si X, karena nanti yang ngliat pasti si Y.
Kenapa yang ngliat pasti si Y ? Karena si X nggak bisa ngliat sedangkan si Y bisa ngliat.

Nah… point-nya APA dari pihak yang ngelarang tsb ?
Dari B1/B2/B3 bisa keliatan, bhw peraturan yang gak aneh itu adalah [jangan manggil si Y - jangan memperlihatkan sesuatu ke si Y].

Jadi argumen elu bahwa larangan memanggil arwah orang mati itu ANEH kalau arwah orang mati tidak bisa datang, jadi gugur.
TIDAK GUGUR. Peraturan yang berkondisi seperti B1/B2/B3 adalah peraturan ANEH.
Nah kemudian elu bawa kasus Saul dan Samuel. Kalau menurut saya, roh yang datang ini bukan roh Samuel. Alesannya bukan semata-mata karena sudah terpatok kepada kesimpulan roh orang mati tidak bisa datang. Tapi alesannya antara lain adalah perkataan "Samuel" tidak terjadi, dan seharusnya Samuel tahu kalau pemanggilan arwah merupakan kekejian bagi Tuhan.

TAPI,
kalau elu mau menafsirkan bahwa ini benar-benar roh Samuel, boleh-boleh aja. Saya gak maksa dengan tafsiran saya. Tapi elu harus konsisten dengan konteks bahwa pemanggilan arwah ini merupakan kekejian bagi Tuhan.

Bold, sudah saya sampaikan, memang terbaca itu adanya larangan memanggil roh orang mati. Kecerewetan saya bukan di perihal larangannya, melainkan logika orang yang menempatkan background sikon dari larangan tsb yang menyebabkan bunyi larangan tsb aneh.

Elu jangan cuma kemukakan half-truth: "Jadi menurut alkitab possible roh orang mati menampakkan diri kepada orang hidup."

Lalu dari kesimpulan ini dijadikan dasar ajaran-ajaran lain seperti “Berdoa dan memohon kepada orang kudus yang sudha meninggal”.

Ini laen lagi… kalo mao di"lari-in" ke perihal Katolik, point-nya gue (OOT dari thread) adalah [tidak tuli - tidak buta], dimana “berdoa kepada orang mati” —VS— “memanggil arwah orang mati” itu BEDA walopun sama sama hal yang supranatural.

Itu namanya manipulasi.
Thread ini muncul justru gue ngliat ada manipulasi. Kisah ALO dimanipulasi :
dari kisah ini pula dapat dipetik pelajaran bahwa [b]mereka yang sudah meninggal dunia tidak diizinkan hadir turun lagi kedunia[/b] menemui manusia meski sudah ada di pangkuan abraham sekalipun.
Karena kisah ALO tidak akan nyampe ke kesimpulan spt bold.
Kalau nurut elu yang datang itu adalah arwah Musa, maka elu harus jelasin, kenapa bisa [b]Allah [/b]yang [b]melarang orang menghubungi arwah[/b] kok malah bawa arwah Musa ketemu Yesus dan 3 murid.
Lah ya itu A yang paling atas ---> [i]Jangan manggil roh orang mati karena bisa bisa nanti roh iblis yang nongol.[/i]

Saya nggak ngomongin perihal turun/naek, jamu.

Tinggal jawab saja, yang penulis bilang : Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang —> ini yang diliat oleh banyak orang tsb begimana ? Orang mati yang berdaging-bertulang ? ataukah orang mati yang tidak berdaging - tidak bertulang (roh) ?

Orang yang bangkit jangan disamakan dengan roh/arwah yang turun dari alam kematian
Kalimat di quote atas hanyalah permainan kata kata saja, jamu. Karena tetep aja tidak ada jawaban thdp pertanyaan diatas.
logika anda tidak bisa membedakan [b]tubuh[/b] kebangkitan yang akan naik ke Sorga dengan arwah orang mati yang turun kedunia.
Idem. Kalimat diatas hanyalah permainan kata kata, karena....

kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit

Karena tidak menjawab tubuh orang mati yang bangkit tsb tubuh yg berdaging-bertulang ? ataukah tubuh yang tidak berdaging - tidak bertulang ?

However, kalimatmu yg seperti ini :

logika anda tidak bisa membedakan [b]tubuh[/b] kebangkitan yang akan naik ke Sorga dengan arwah orang mati yang turun kedunia.
menunjukkan bhw dirimu akan menjawab : itu tubuh yang tidak berdaging - tidak bertulang. Yang diliat banyak orang itu adalah roh orang2 mati yang tidak berdaging dan bertulang.

Nah… pabila memang demikian, STOP sampe disitu.
Karena jawaban ungu sudah SAMA dengan apa yang saya bilang, yakni [roh orang mati tidak berdaging - tidak bertulang bisa keliatan dibumi].

Tubuh kebangkitan tidak sama dengan arwah/roh orang mati,tubuh kebangkitan artinya orang mati yg hidup/bangkit kembali sedangkan arwah artinya orang yang sudah mati.
Lagi, kalimat diatas itu hanyalah permainan kata kata, jamu.

Ya tidak aneh dong ding

Orang buta tidak bisa melihat. Begimana pula itu membuat peraturan [i]"jangan memperlihatkan sesuatu ke orang buta"[/i] ?
Bisa jadi supaya mencegah keluarganya tersinggung.
Pertama, bold itu adalah kesimpulan. Kedua...

A.
jangan manggil roh orang mati, bisa2 nanti yang nongol roh iblis

B.
jangan manggil roh orang mati, karena pasti yang dateng roh iblis.
Kenapa pasti yang nongol roh iblis ? Karena roh orang mati gak bisa dipanggil.

Nah, kalo yang A - saya sependapat. Dimana yang A tidak menihilkan posibilitas bahwa roh orang mati emang bisa dipanggil. Dan saya pun masih bisa menerima pabila yang A itu [“most likely” yang nongol/dateng roh iblis] —> dari 1000 event pemanggilan roh dalam upaya ketemu roh orang mati, ada 100 event dimana terjadi datangnya roh —> maka dari 100 event tsb, 80 roh yang datang itu adalah roh iblis.

Tapi kalo yang B, saya gak sependapat.


kenapa tidak?

Dari ilustrasi diatas, ya iya lah [u]larangan itu beralasan[/u]. Alesan keluarganya : karena itu sama aja elu ngeledek, udah tau tuli dipanggil-panggil.

However, terkait hal yang lagi dibicarakan…Larangan itu ANEH !


Larangan itu TIDAK ANEH !

Liat ini : B2. Jangan manggil si X, karena nanti yang dateng pasti si Y. Kenapa yang dateng pasti si Y ? Karena si X nggak bisa denger sedangkan si Y bisa denger.

B3. Jangan memperlihatkan sesuatu ke si X, karena nanti yang ngliat pasti si Y.
Kenapa yang ngliat pasti si Y ? Karena si X nggak bisa ngliat sedangkan si Y bisa ngliat.

Nah… point-nya APA dari pihak yang ngelarang tsb ?
Dari B1/B2/B3 bisa keliatan, bhw peraturan yang gak aneh itu adalah [jangan manggil si Y - jangan memperlihatkan sesuatu ke si Y].


Larangannya adalah memanggil arwah orang mati. Itu kekejian bagi Tuhan.
Iru pake kuasa iblis dan iblis yang datang.

Itu larangan dari Tuhan dan gak aneh.

TIDAK GUGUR. Peraturan yang berkondisi seperti B1/B2/B3 adalah peraturan ANEH.
GUGUR. Karena larangannya tidak aneh.
Bold, sudah saya sampaikan, memang terbaca itu adanya larangan memanggil roh orang mati. Kecerewetan saya bukan di perihal larangannya, melainkan logika orang yang menempatkan background sikon dari larangan tsb yang menyebabkan bunyi larangan tsb aneh.
Kecerewetan elu tu karena elu cuma bisa ngotot, Ding.
Ini laen lagi.... kalo mao di"lari-in" ke perihal Katolik, point-nya gue (OOT dari thread) adalah [tidak tuli - tidak buta], dimana "berdoa kepada orang mati" ---VS--- "memanggil arwah orang mati" itu BEDA walopun sama sama hal yang supranatural.
Kalau maksud dari trit elu adalah elu mau bilang "alkitab menyatakan possible arwah orang mati dipanggil", maka silakan buktikan dasar-dasarnya.

Kenyataannya elu cuma bisa manipulasi sana-sani, ngotot nyalahin pendapat orang, tapi tanpa bisa memberikan dasar argumen.

Thread ini muncul justru gue ngliat ada manipulasi.
Karena elu juga mau manipulasi.
Kisah ALO dimanipulasi : Karena kisah ALO tidak akan nyampe ke kesimpulan spt bold.
Dari awal saya katakan, kalau elu nuntut secara literal di alkitab harus tertulis "arwah orang mati impossible untuk datang", memang tidak ada. Tapi tidak ada satupun kasus di alkitab tentang arwah orang mati datang kepada orang hidup. Dikisah Abraham Lazarus dan orang kaya-pun TIDAK.

Maka saya simpulkan impossilbe, apalagi Tuhan melarang.

Kalau elu ngotot bilang possible, silakan jelaskan dasarnya.
Kalau elu pake kasus Samuel lalu karena ini elu bilang possible, ya udah silakan, agree to disagree aja. Karena penafsiran kita tentang kasus Samuel, berbeda.

Nah dari sini sih, saya mau liat elu arahnya kemana? Kenapa sampai ngotot dengan possibility arwah orang mati bisa datang kepada orang hidup, berdasarkan suatu peristiwa pemanggilan arwah yang merupakan kekejian bagi Tuhan.

Lah ya itu A yang paling atas ---> [i]Jangan manggil roh orang mati karena bisa bisa nanti roh iblis yang nongol.[/i]
Jadi itu arwah Musa atau bukan? Silakan jelasin.

Versi sola scriptura:

1Sa 28:14 Kemudian bertanyalah ia kepada perempuan itu: “Bagaimana rupanya?” Jawabnya: “Ada seorang tua muncul, berselubungkan jubah.” Maka tahulah Saul, bahwa itulah Samuel Iblis, lalu berlututlah ia dengan mukanya sampai ke tanah dan sujud menyembah.
1Sa 28:15 Sesudah itu berbicaralah Samuel Iblis kepada Saul: “Mengapa engkau mengganggu aku dengan memanggil aku muncul?” Kata Saul: “Aku sangat dalam keadaan terjepit: orang Filistin berperang melawan aku, dan Allah telah undur dari padaku. Ia tidak menjawab aku lagi, baik dengan perantaraan nabi maupun dengan mimpi. Sebab itu aku memanggil engkau, supaya engkau memberitahukan kepadaku, apa yang harus kuperbuat.”
1Sa 28:16 Lalu berbicaralah Samuel Iblis: “Mengapa engkau bertanya kepadaku, padahal TUHAN telah undur dari padamu dan telah menjadi musuhmu?
1Sa 28:17 TUHAN telah melakukan kepadamu seperti yang difirmankan-Nya dengan perantaraanku, yakni TUHAN telah mengoyakkan kerajaan dari tanganmu dan telah memberikannya kepada orang lain, kepada Daud.
1Sa 28:18 Karena engkau tidak mendengarkan suara TUHAN dan tidak melaksanakan murka-Nya yang bernyala-nyala itu atas Amalek, itulah sebabnya TUHAN melakukan hal itu kepadamu pada hari ini.
1Sa 28:19 Juga orang Israel bersama-sama dengan engkau akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin, dan besok engkau serta anak-anakmu sudah ada bersama-sama dengan daku. Juga tentara Israel akan diserahkan TUHAN ke dalam tangan orang Filistin.”
1Sa 28:20 Pada saat itu juga rebahlah Saul memanjang ke tanah sebab ia sangat ketakutan oleh karena perkataan Samuel Iblis itu. Juga tidak ada lagi kekuatannya, karena sehari semalam itu ia tidak makan apa-apa.

Dahsyat sekali ya efek sola scriptura itu…

Bagaimana ini, para sola scripturis?

Peraturan :Jangan manggil roh orang mati —> nggak aneh.

Peraturan tsb menjadi aneh diketika orang bilang bhw peraturan itu idem dgn peraturan [jangan memanggil orang tuli].

[b]Bisa jadi[/b] supaya mencegah keluarganya tersinggung. kenapa tidak?
Ya... BISA JADI. Tapi itu kan menurutmu. Karena jelas kalo[u] orang tau[/u] bhw si X tuli - tapi masih aja manggil2 : "[i]X kemari.... kemari[/i]" didepan keluarga si X ---> maka jelas2 yang manggil2 si X ini emang bertujuan mengejek keluarga terkait.
[b]Larangan itu TIDAK ANEH ![/b]Larangannya adalah memanggil arwah orang mati. Itu kekejian bagi Tuhan.
Tidak ada logikanya sesuatu yang tidak akan bisa dilakukan, namun dikatakan itu perihal kekejian. Baca itu roderick punya logika.

Yang namanya orang bisu tidak akan bisa mengeluarkan suara.
Keluar peraturan untuk orang bisu “jangan berisik - jangan mengeluarkan suara”.

Kita nggak akan kelar2 karena dirimu tidak melibatkan logika, melainkan cuma [ya percaya aja APA KATA ORANG].

Yang saya ngototin BUKAN perihal percaya, melainkan logika.
Peraturan untuk orang bisu yg berupa “jangan bersuara” = ANEH.
Namun karena dirimu percaya apa kata orang, akibatnya dirimu bilang peraturan dgn kondisi spt demikian nggak aneh, leph.

Iru pake kuasa iblis dan iblis yang datang.
Jangan pakai kuasa iblis. Jangan manggil roh iblis. Simple. :D
Itu larangan dari Tuhan dan gak aneh.
Saya nggak bilang larangan-nya itu sendiri aneh. Melainkan ada [u]orang yang ngajarin[/u] bahwa sikon dari larangan tsb idem dengan [Tuhan melarang orang bisu utk berswara] ---> sikon inilah yang aneh. Barulah selanjutnya jadi menyebabkan bunyi larangan itu aneh.

Point-nya disini adalah yang roderick telah sampaikan.
Melarang suatu perbuatan, sementara padahal perbuatan itu sendiri impossible terwujud.

Kalau maksud dari trit elu adalah elu mau bilang "alkitab menyatakan possible arwah orang mati dipanggil", maka silakan buktikan dasar-dasarnya.
Dirimu sudah tau dan bahkan sudah bilang bhw thdp orang yang membaca kisah Samuel/Saul dan berkesimpulan "itu roh Samuel" bisa keterima. Maka dgn sendirinya di pov orang yg bilang bhw "itu roh Samuel" itu adalah [Alkitab telah menyatakan bhw roh orang mati bisa dipanggil]. Begimana pula itu dirimu masih ngotot ke ungu [i]"itu impossible roh Samuel"[/i] ?

bersambung

Kenyataannya elu cuma bisa manipulasi sana-sani, ngotot nyalahin pendapat orang, tapi tanpa bisa memberikan dasar argumen.Karena elu juga mau manipulasi.Dari awal saya katakan, kalau elu nuntut secara literal di alkitab harus tertulis "[b]arwah orang mati impossible untuk datang[/b]", memang tidak ada.
Saya tidak mengatakan bhw HARUS terbaca spt bold. Yang saya bilang, kisah Saul/Samuel itu sendiri telah menunjukkan bhw : [i]ada orang idup yg BISA manggil roh orang mati - ada roh orang mati yang BISA keliatan di bumi.[/i]
Tapi tidak ada satupun kasus di alkitab tentang arwah orang mati datang kepada orang hidup.
Lah ya jelas dirimu bilang kayak di quote atas, karena versimu itu sendiri thdp kisah Samuel/Saul berupa [i]"itu iblis"[/i] koook...
Dikisah Abraham Lazarus dan orang kaya-pun TIDAK.
Mao apapun itu yang diajukan berdasarkan kisah terbaca di Alkitab, dirimu akan selalu bilang TIDAK. Karena dirimu udah terlanjur percaya dari APA KATA ORANG pendahulumu.

Thdp kisah ALO, orang pendahulumu ngajarin umatnya “kisah ALO itu maksudnya Lazarus bangkit secara berdaging-bertulang”. Dimana argumen orang pendahulumu adalah sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati

Maka saya simpulkan impossilbe, apalagi [b]Tuhan melarang[/b].
Makanya saya tanya : dikisah ALO itu Tuhan ngelarang siapa ?
[b]Kalau elu ngotot bilang possible, silakan jelaskan dasarnya.[/b] Kalau elu pake kasus Samuel lalu karena ini elu bilang possible, ya udah silakan, agree to disagree aja. Karena penafsiran kita tentang kasus Samuel, berbeda.
Lah ya itu. Dirimu udah tau kok, jadi gak perlu itu kamu bilang bold.
Nah dari sini sih, [b]saya mau liat elu arahnya kemana?[/b] Kenapa sampai ngotot dengan possibility arwah orang mati bisa datang kepada orang hidup
Arahnya : (pada asumsi saya orang Kristen) [i]kalo ada orang idup jaman now yang bilang ngliat roh orang mati maka itu mungkin2 aja emang roh orang mati yang dia liat[/i]

Yang saya ngotot itu ya karena yang terbaca [Samuel], bukan [iblis].
Konsisten bhw yang terbaca itu [Samuel], maka ya tentu saya ngotot dengan kesimpulan ijo saya lah.

ngotot versi saya berangkat dari ngotot :
KARENA yang terbaca itu Samuel.

ngotot versi-mu berangkat dari ngotot :
KARENA orang idup gak bisa manggil roh orang mati.

berdasarkan suatu peristiwa pemanggilan arwah yang merupakan kekejian bagi Tuhan. [b]Jadi itu arwah Musa atau bukan?[/b] Silakan jelasin.
Sebenernya pertanyaan diatas mestinya udah beda topik, karena point awal dari thread ini adalah spt yang terbaca di awal post.

However saya jawab aja deh :
Itu arwah Musa. Witch of Endor bisa manggil arwah orang mati, otomatis ya nggak menjadi aneh diketika terbaca informasi bhw dilain saat ada orang laen yang bisa manggil roh orang mati lainnya.

Q :
Lah… itu kan kekejian bagi Tuhan, manggil roh orang mati.

oda :
Orang yang manggil roh orang mati itu pakai kuasa RK.
Jadi itu bukan kekejian bagi Tuhan.

Q :
Lalu dari mana orang bisa tau, ketika di jaman now ada orang manggil2 roh orang mati itu dia pakai kuasa RK ato kagak ?

oda :
meneketehe kepastiannya.
namun yang masih bisa diduga-duga, kalo itu dalam rangka/tujuan yg misal : [menyakiti orang, minta kaya / cari duit] —> maka most-likely ini nggak pakai kuasa RK.