Learn from Tionghoa Indonesia

Kami datang belakangan, awalnya kami datang dalam kemiskinan,
Anda sudah tiba sejak Generasi nenek moyang anda

Kami duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami,
disaat anda meminta bagian anda untuk uang “keamanan”

Kami mengayuh sepeda berjualan bakpao
disaat anda sedang menikmati makanan kesukaan anda.

Kami menghitung berapa kuat kami bisa menanggung beban dan berapa yg bisa kami tabung,
disaat anda menghitung apa yang bisa anda beli dengan uang anda.

Kami berusaha dan mencari apa yang bisa kami jadikan uang,
ketika anda sedang mencari barang apa yang bisa dibeli dengan uang anda.

Kami berhubungan dengan orang-orang yg berpengaruh agar kami bisa lancar mencari makan,
ketika anda sedang menikmati hidangan makan malam anda dimeja.

Kami berani menanggung resiko atas pinjaman2 dengan bunga tinggi,
disaat anda sedang merasa berpuas diri akan penghasilan rutin anda

Kami rela makan nasi sekali sehari demi masa depan,
disaat anda menuntut makan 3 kali sehari.

Kami mengirit dan rela menggunakan pakaian ala kadarnya,
disaat anda menggunakan pakaian mewah buatan Perancang & Butik terkenal

SETELAH BERPULUH TAHUN BERLALU …

Kami menikmati apa yang telah kami perjuangkan,
disaat anda mengumpat dan berkata " sialan, lu nguasain negara gueee "

Kami menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri bersama keluarga
Untuk melihat indahnya alam ciptaan Tuhan,
disaat anda ribut akan kenaikan harga sembako.

Kami bersyukur atas hasil kerja keras kami,
disaat anda sedang sibuk mengutuki negeri ini dan berdemo anarkis merusak negeri ini.

Kami berjalan menyisir pantai, melihat tenggelamnya matahari ,
ketika anda melihat matahari tenggelam dari jendela tempat kerja anda.

Kami melakukan pesta syukuran keluarga karena ada anggota keluarga kami yang pergi menuntut ilmu ke Luar Negeri,
ketika anda sedang pusing memikirkan bagaimana menyekolahkan anak anda.

Kami menikmati dan bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini,
ketika anda bercerita tentang susah dan pahitnya hidup ini.

Kami berpikir besok mau makan apa,
ketika anda berpikir apa besok bisa makan.

Saat kami menikmati puncak kesuksesan,
anda menyalahkan kami atas kemiskinan anda.

Saat kami masuk ke pintu ruang pabrik kami,
anda datang minta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan

Kami tahu sebagian dari anda menganggap kami hanya pendatang,
tapi kami tahu bagaimana membuat hidup ini menjadi lebih berarti,
kami telah tunjukan bagaimana kami berjuang lebih keras dalam hidup ini.

Kami tahu sebagian dari anda menanggap kami ini hanya numpang,
tapi kami telah tunjukan bahwa kami bukan penumpang gelap yang tak membayar,

kami telah tunjukan bahwa kami adalah juga pejuang yang gigih,
bahkan banyak dari kami juga telah ikut berjuang bahu membahu dengan para pejuang lain.

Kami ini adalah turunan pengusaha ulet yang menganggap uang bukan jatuh dari langit, tapi harus dibayar dengan keringat dan kadang dengan darah maupun air mata.
Tapi anda mengutuki kami, mengapa negeri ini penuh dengan keturunan kami yang sukses,
Banyak dari anda yang mengiri akan kesuksesan kami.

Bukan kami menjauhkan diri dari komunitas anda,
tapi karena kami hanya menjaga agar anak2 kami lebih terjaga tingkah lakunya.

Kami bukannya sombong dan kami sama sekali tidaklah membenci anda,
tapi kami hanya ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,

" JANGAN PERNAH MEMINTA, TAPI BERUSAHALAH "

Bukan kami tak mencintai Negeri ini, percayalah Hati kami telah tertaut dan milik Negeri ini
Kami ini ditakdirkan lahir di Negeri ini , mencari hidup dan ingin mati di negeri ini.

Tapi sebagian dari anda membenci kami dan bahkan ingin menyakiti kami .
Percayalah kami ini hanya berkorban , kami hanya berbuat yang terbaik untuk anak-cucu kami

Kami ini berjuang dari kemiskinan untuk mencapai kemakmuran,
kami ini tidak meminta dengan gratis, kami membayar apa yang harus kami bayar,

KAMI KETURUNAN TIONGHOA, KAMI BANGGA

Meski kami kenyang tapi kadang tidur kami tak nyenyak, kami dalam ketakutan ,
Takut diserbu dan kembali disakiti, Kami dihantui mimpi buruk ,
nyawa bisa hilang dan rumah pun bisa jadi abu,
kadang kami merasa berdiri diatas Bom Waktu yang bisa meledak setiap sa’at.
Kami telah terlahir di Indonesia, kebanggaan dan Tumpah Darah kami tentulah Indonesia.

jangan tanya Tuhan kenapa kami dilahirkan disini ,
Jangan lagi bicara sipitnya mata kami ,
jangan lagi bicara kuningnya kulit kami,
jangan lagi masalahkan kesukuan kami ,
karena Tumpah Darah kami tetaplah Indonesia
karena Minum kami adalah air Indonesia ,
makan kamipun juga nasi Indonesia
Maka Darah kami pastilah juga Darah Indonesia.

Sumber: Indonesian Young Executives Community

Monolog yg Inspiratif (tanpa mengungkit SARA) :angel:

Wisdom-nya jelas:

Apa yg kita tabur, itulah yg kita tuai…

Siapapun kita…
Asal punya visi, integritas, mental baja, ketekunan, mau bekerja keras, punya sifat pantang menyerah, tidak suka bermalas-malasan, berani keluar dari ‘zona nyaman’ dan yg pasti tidak lupa akan pencipta :love0030:

maka dia lah yang berhak akan sebuah kesuksesan dan kelimpahan
ingat, kesuksesan hanyalah sebuah akibat :onion-head33:

hidup hanya sekali, bertindaklah tepat dan raih mimpimu!! :onion-head30:

Renungan yang bagus. Bisa untuk di-share nih :slight_smile:

Salam

yup…
SEMANGAAAAAT!!!

belajar dari kerja keras dan ketangguhan saudara kita ini…
^^

silahkan dishare bro…
sy juga sgt diberkati dgn monolog ini…

sgt inspiratif…mengingatkan kita utk tdk iri dgn kesuksesan org…
bahwa utk sukses ada harga yg harus dibayar… :happy0144:

learn the good n leave the bad…

ho oh. kaya kunyah permen karet.

Aku juga keturunan Tionghoa, meski banyak gak keliatannya…hehehe

tapi itulah ajaran nenek moyang kita, dan jujur, meski sampai sekarang jaman reformasi, kami tetap saja merasa di diskriminasikan dan selalu jadi bulan2an olok2an…tapi aku tak ambil pusing akan hal itu… :slight_smile:

Dan untuk sukses, aku kira sudah banyak suku2 lain yang juga sudah sukses kok… semua itu bukan karena suku, ras, atau agama, tetapi murni karena diri kita sendiri…hanya mungkin KEBETULAN ras/suku kita yang mayoritas bisa hidup berlebihan, tetapi sebenarnya juga tidak sedikit yang hidup sederhana bahkan cenderung tak mampu…

God Bless… :slight_smile:

“If you are born into poverty is not your fault, but if you die in poverty, it is your fault.”
“If you Mess up it’s Not your Parents Fault”

–Bill Gates–

Manusia terkaya didunia

“Tidak ada yang salah apabila anda lahir sebagai orang miskin, pribumi atau keturunan, yang salah apabila anda mati dalam kemiskinan dan kesirikan”

–St Yopi–

Manusia terbahagia didunia

hehehehehehehe… :smiley:

buat yang merasa pribumi, “lihat dan pelajari, jgn malah memelihara dengki dan curigation”

salam dari “pribumi” (jika istilah ini masih relevan)

Ndak tahu barangkali saya salah baca atau kurang bisa memahami monolog diatas…Jadi seperti mengorek luka yang hampir sembuh…

Hidup NKRI !! :slight_smile:

coba jangan baca sebagian atau beberapa kalimat saja,ko…tetapi keseluruhan… :slight_smile: mungkin pemikiran tiap orang berbeda2 yaa…haha

Ironis ny zaman sekarang masih ada aja masalah ttg SARA…

sbnrny saya cukup bingung masyarakat Indonesia ini mauny apa?

BTW, cerita monolog ny hampir senyata kehidupan nyata…^^

Ya itu dah, pemikiran orang bisa beda…hehe.

ho oh, sama. yang menyakitkan kalo yang melakukannya orang di dalam persekutuan (kristen). bikin keki tuh orang. :tongue:

Hmm… Aku sendiri pribumi, tapi aku gak pernah benci orang tionghoa… Temen2 ku bnyk orang tionghoa…

Memang terkadang ada beberapa orang yg pernah mengatakan bahwa dirinya gak suka org tionghoa, but aku gak ngerti alasan mereka kenapa gak suka org tionghoa…

Dan sekarang selesai baca postingan pertama, aku bisa ‘sdkit’ mengerti alasan mereka… Tp bagi aku pribadi itu tetap gak bisa dijadiin alasan untuk membenci. Orang memang gak ada salahnya kok…

Keberhasilan, kekayaan, kesuksesan itu semua bisa kita dapatkan jika kita mau berusaha dan tentunya lakukan itu dgn tdk menyimpang dari jalanNYA…

Hahaha, jd inget suka di sebut “babeh liong” klo ketemu orang dijalan waktu dulu… klo udah gede c, ga pernah…wkwkwk… tp kadang kita sebagai orang tionghoa, kadang meng-eksklusifkan diri, klo di sebuah lingkungan… hehe… pokoknya satu dalam Kristus mahh… hehe

Awalnya emang agak gimana gitu bro, tapi lebih baik jangan diambil hati, anggap ajah becandaan…kalo aku sih kadang aku katain balik, jadi seolah itu menjadi alat untuk kita buat lebih akrab, karena kita ini juga satu keluarga dalam Kristus… :slight_smile:

Aku dipanggil A CONG, padahal nama ku A LUNG…hahahahhaa

Kalo sekarang2 sih rasanya nggak bro, meski di jawa, ada beberapa orang ekslusif gtu tapi ada juga yang gak…tergantung dari orangnya masing2 sih. tapi kalo di luar jawa, aku akui memang…contoh di banjarmasin, kadang satu kota itu mereka kenal lho semua orang tionghoa di sana, tau ajah ini anaknya siapa, ini sodaranya siapa…hehe (soalnya mantan ane dulu orang sana,red) :stuck_out_tongue:

Yupe, itu point yg sy maksud dlm thread ini :afro:
meski memang cerita dlm monolog itu “ada benarnya” juga…

Like this…