Lemparkan dadumu / jalankan hidupmu

Bagaimana bisa kita memahami nasib? Saya tak bisa. Tetapi teman saya yang berumur lima tahun punya petunjuknya.

Saat itu saya sedang bermain berdua dengannya: Ular-Tangga. Setelah beberapa lama bermain dan bosan mulai merambati benak, saya meraih surat kabar dan mulai membaca-baca. Nanda, teman saya itu, kemudian berkata, “Ayo jalan! Gililan kamu. Kalo nggak jalan juga, Om bakal nggak naik-naik, di situ telus, dan mainnya nggak selesai-selesai.”

Saya tersadar…
Ular-Tangga, permainan semasa kita kanak-kanak, adalah contoh yang bagus tentang permainan nasib manusia. Ada petak-petak yang harus dilewati.
Ada Tangga yang akan membawa kita naik ke petak yang lebih tinggi. Ada Ular yang akan membuat kita turun ke petak di bawahnya.

Kita hidup… Dan sedang bermain dengan banyak papan Ular-Tangga. Ada papan yang bernama kuliah. Ada papan yang bernama karir. Suka atau tidak dengan permainan yang sedang dijalaninya, setiap orang harus melangkah.
Atau ia terus saja ada di petak itu.

Suka tak suka, setiap orang harus mengocok dan melempar dadunya. Dan sebatas itulah ikhtiar manusia: melempar dadu (dan memprediksi hasilnya dengan teori peluang). Hasil akhirnya, berapa jumlahan yang keluar, adalah mutlak kuasa Tuhan.

Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah lah yang mengatur. Dan disitulah Nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu.
Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu.

Mereka yang takut melempar dadu, takkan pernah beranjak ke mana-mana.
Mereka yang enggan melempar dadu, takkan pernah menyelesaikan permainannya.

Setiap kali menemui Ular, lemparkan dadumu kembali. Optimislah bahwa di antara sekian lemparan, kau akan menemukan Tangga. Beda antara orang yg optimis dan pesimis bila keduanya sama-sama gagal, Si Pesimis menemukan kekecewaan dan Sang Optimis mendapatkan harapan.
:afro: :afro:

thx :smiley:

Apakah Ular yang akan kita temui, ataukah Tangga, Allah lah yang mengatur. Dan disitulah Nasib. Kuasa kita hanyalah sebatas melempar dadu. Malangnya, ada juga manusia yang enggan melempar dadu dan menyangka bahwa itulah nasibnya. Bahwa di situlah nasibnya, di petak itu. Mereka yang malang itu, terus saja ada di sana. Menerima keadaan sebagai Nasib, tanpa pernah melempar dadu.

Sepertinya kurang cocok dengan iman Kristen ya bro. Karena orang Kristen seharusnya tidak percaya pada nasib.

Like This…
haha…
iya bro…

mmm…saya boleh tanya gak kakak? saya dlu pernah denger khotbah dari pendeta, n pendeta itu ngomong kl orang Kristen itu tidak pernah mengenal namanya NASIB. krn semua kehidupan sudah diatur oleh kehendak-Nya. itu gimana? sementara TSnya berulang kali membahas NASIB hidup? mohon pencerahannya kakak… :slight_smile:

menurut saya …
nasib/takdir = jalan Allah …

kita dilahirkan dan hidup di dunia ini dan hingga saat ini kita bisa bernafas itu semua karena memang Tuhan Allah yang telah mengaturnya …
dan saya rasa dari setiap aspek dan detail kehidupan kita itu adalah Jalan Allah atau nasib …
contoh > ada anak Tuhan yang menyesal dan berkata “kenapa saya lakukan itu semua?” … dari sini ini dapat dikatakan nasib dia memang melalukan itu semua, dan itu semua juga termasuk dalam rancangan Tuhan…

jadi, sesungguhnya nasib itu sama dengan jalan/rancangan Allah …
kita tidak bisa menolak, protes, dsb …

sebenarnya paradigma manusia di Indonesia telah terpengaruh dengan kata “nasib” yang berarti sebuah keadaan dimana kita manusia pasrah dengan keadaan dan menerimanya sekaligus tidak bertindak…

dan menurut saya;
nasib adalah suatu keadaan dimana kita sebagai subyek melakukan sesuatu yang memang sudah dirancangkan sebelumnya oleh pemilik hidup kita…

ada refrensi lagi jika anda ingin membaca di…
http://www.theologyforums.org/lang/id/What-does-the-Bible-say-about-fate-destiny.html

Gb

Nunggu Tuhan yang melempar dadu buat saya, karena saya tahu lemparan dadu dari tuhan adalah yang terbaik buat saya. Amin

Tuhan yesus memberkati
han