Logika : apakah possible the Spirit of the dead Saints Omni ?

BTT.

Sesudah itu berbicaralah Samuel kepada Saul: “Mengapa engkau mengganggu aku dengan memanggil aku muncul?”

Ayat diatas menggambarkan, —atas kuasa Allah— arwah Samuel TAU bahwa dirinya dipanggil.

Q :
apakah possible Allah memberikan power-nya to the Spirit of the dead Saints ?

A :
Possible.

Apabila jawabnya :
Impossible

Maka
begimana itu ceritanya arwah Samuel bisa tau dirinya dipanggil ?
retorik : karena kemampuan/kekuasaan arwah si Samuel itu sendiri ?

Semoga thread ini udah bisa ngebungkemin oknum yang hobi tereak2 :
setiap orang setelah modar ya impossible bisa keliatan di bumi - impossible pula bisa tau apa apa lagi !

In fact,
dari gak ada kelanjutannya thread ini dengan tidak ada tanggapannya dari oknum2 yang hobi tereak2 ungu - disini telah menunjukkan bahwa mereka memang bungkem karena gak mampu lagi melanjutkan pembenaran thdp sanggahan yang dilontarkan oleh mereka ke pihak lain.

  1. penampakan arwah orang mati
  • Musa terlihat di event transfigurasi oleh murid.
  • arwah2 orang kudus terlihat ketika Yesus mati
  • Yesus tidak mengeluarkan sanggahan yg semacem “arwah orang mati impossible keliatan di bumi” diketika murid2Nya mengira sosok tsb adalah arwah Yesus (hantu)
  1. arwah orang mati masih bisa tau apa apa
  • arwah Samuel tau ketika dirinya dipanggil
  • arwah Musa tau ketika dipanggil

Dengan adanya beberapa contoh diatas, maka kesimpulan yang bisa ditarik adalah :
orang2 setelah mati POSSIBLE bisa keliatan di bumi dan POSSIBLE pula bisa tau apa apa…

Kesimpulannya bukan yang ungu !


Q :
bagaimana dengan kalimat2 ayat yang menuntun ke kesimpulan ungu ?

A :
thread ini TIDAK sedang mau menyatakan bahwa [SETIAP arwah pasti bisa keliatan di bumi dan SETIAP arwah pasti masih bisa tau apa apa].

Q :
lalu ?

A :
thread ini sedang mao menunjukan bahwa kesimpulan ungu itu SALAH :tongue:

:slight_smile:
salam.

Ayatnya sangat jelas kok:

1Ch 10:13-14 Demikianlah Saul mati karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh karena ia tidak berpegang pada Firman Tuhan, dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, dan tidak meminta petunjuk TUHAN. Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.

Dari situ sudah sangat jelas kalau tidak berpegang kepada Firman Tuhan, tidak setia terhadap Tuhan dan minta petunjuk kepada arwah itu merupakan kejahatan yang serius di mata Tuhan,

Jadi kalau ada yang mempertanyakan apakah memanggil arwah itu diperbolehkan atau tidak, ayat itu bisa menjadi jawaban yang sangat jelas bahwa itu merupakan kejahatan serius bagi Tuhan. Tanpa ayat inipun sudah sangat jelas kalau memanggil arwah itu hukumannya mati, karena tercatat di taurat.

Tapi entah mengapa manipulator seperti ente ini membolak-balik ayat alkitab seolah-olah pingin mengecilkan kesalahan dari dosa memanggil arwah.

Cobalah odading sang manipulator jawab dengan tegas pertanyaan singkat ini:
Apakah memanggil arwah itu dosa yang sangat serius bagi Tuhan?
Tinggal jawab YA atau TIDAK, lalu renungkan sendiri.

Kalau orang yang bener-bener mau belajar alkitab memang mengerti ada beberapa hal yang tampaknya kontradiksi seperti misalnya hal ini. Dimana di satu bagian Tuhan membuat larangan untuk berhubungan dengan arwah orang mati tapi di bagian lain tercatat seolah arwah Musa dan arwah Samuel berbicara dengan manusia.

Ada beberapa tafsiran yang menjelaskan hal ini yaitu Musa itu dibangkitkan Tuhan (seperti Lazarus) dan kemudian diangkat ke Surga (seperti Elia). Jadi sampai sekarang mereka belum mati. Nanti mereka akan kembali menjadi utusan bagi Israel. Meskipun tidak tertulis secara jelas di alkitab tapi ada ayat ayat yang menguatkan tafsiran ini, seperti di surat Yudas dan Wahyu.

Kemudian mengenai Samuel, juga ada tafsiran yang mengatakan bahwa itu bukan benar-benar arwah Samuel tapi iblis yang menyamar.

Tafsiran-tafsiran itu bisa didiskusikan dengan saling memberikan pandangan dengan dasar alkitab.

Itu kalau orang mau bener-bener belajar.

Sedangkan kalau manipulator busuk macam odading ini, cuma mau membenarkan secara ngotot pemikiran sendiri. Dengan modal ngarang dan ngotot, berkhayal menggunakan logical fallacy appeal to possibility berkata “Tuhan yang maha kuasa MUNGKIN AJA bikin arwah orang kudus menjadi omni”.

Jadi gak ada ujan gak ada angin, pokoknya bermodalkan ‘MUNGKIN’, si manipulator busuk ini ngarang seenaknya terus ngeyel.

Kalau pake logika si manipulator busuk ini, MUNGKIN aja manipulator busuk yang pake nama odading ini sebenarnya cuma seekor monyet yang kebetulan bisa nulis di forum. KEMUNGKINAN itu bisa aja bukan? Siapa yang berani membatasi kuasa Tuhan dengan mengatakan Tuhan tidak mampu menciptakan monyet semacam ini. MUNGKIN saja toh?

Sepanjang pengetahuan saya, nggak ada itu Katolik bilang “MAYAT itu masih iduuup —> MAYAT itu YA orang hidup bukan orang mati”.

Hanya orang abnormal mengajukan kalimat “orang mati ITU masih hidup”, sima.
Karena “masih hidup” artinya belon mati.
Dengan demikian nggak bisa dikatakan “orang mati”.

Yang ada kan begini :
Orang mati YA orang mati laaaah… (saya gak pake demonstrative pronoun “itu” agar mudahnya).
TAPIiiii… walopun orang sudah mati jasmaninya, namun atas kuasa Tuhan adalah possible disuatu ketika sosoknya keliatan di bumi
.

dan dengan sadar tidak mau tau kepada [b]ratusan ayat dalam Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa orang mati itu sudah tiada[/b]...
Ya.... Orang mati YA orang mati laaaah.

Abnormal sekali untuk nyampe ke ungu memerlukan dulu benda mati untuk dibaca, sima.

Abnormal sekali untuk menyampaikan logika spt ungu, memerlukan benda mati sebagai bukti pendukung, sima.

Nggak memerlukan Alkitab untuk nyampe ke logika ungu, sima.
Orang mati ya orang mati laaaah, udah nggak ada lagi itu perihal dirinya membutuhkan oksigen.


Point-nya disini kan kayak gini :
orang mati yang sudah tiada possible ato kagak bisa terlihat di bumi ?

kalo ada yang jawab kayak gini :
orang yang sudah mati itu ya sudah tiada - dengan demikian impossible bisa keliatan di bumi.
Apabila terlihat di bumi sosok yang menyerupai orang yang pernah idup, maka sosok tsb adalah iblis … karena sekali lagi, adalah kepastian orang yang sudah mati ya nggak akan mungkin keliatan di bumi.

respond oda :
dengan demikian sosok Musa yang diliat murid2 itu adalah iblis menyaru sbagai Musa.

Q :
alesannya oda ?

oda :
Karena ada ratusan ayat dalam Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa orang mati itu sudah tiada

:slight_smile:
salam.

Sudah saya jelaskan, ayat tidak sedang menyampaikan detail list kejahatan Saul ataupun secara struktur bertahap.

Ngebunuh imam2 Tuhan —> tidak berpegang kepada FT —> tidak setia thdp Tuhan.
Manggil arwah —> tidak berpegang kepada FT —> tidak setia thdp Tuhan.

Jadi kalau ada yang mempertanyakan [b]apakah memanggil arwah itu diperbolehkan atau tidak[/b], ayat itu bisa menjadi jawaban yang sangat jelas bahwa itu merupakan kejahatan serius bagi Tuhan.
Dirimu masih terussssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss aja gak nangkep2.

Obrolan saya dgn gocap di perihal Saul, BUKAN itu yang seperti bold !!!
Melainkan di perihal [Saul dibunuh Allah itu karena apa ?].

Gocap jawab :
karena manggil arwah, kalo Saul nggak manggil arwah Tuhan nggak akan bunuh
(saya tambahin : karena Tuhan nggak punya alesan utk ngebunuh Saul kalo Saul nggak manggil arwah).

Gue respond thdp jawaban tsb :
SALAH. Tuhan ngebunuh Saul bukan gara2 Saul manggil arwah, dimana kalo Saul nggak manggil arwah - maka Tuhan nggak akan bunuh Saul.

Lalu gocap ngutip ayat dengan cara spt sbb :

Demikianlah Saul mati
karena perbuatannya yang tidak setia terhadap TUHAN, oleh
karena ia tidak berpegang pada Firman Tuhan,
dan juga karena ia telah meminta petunjuk dari arwah, dan tidak meminta petunjuk TUHAN.
Sebab itu TUHAN membunuh dia
dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai

Dan saya sudah kasi tau, bahwa teknik kayak diatas itu nggak pantes utk digunakan.
Teknik “ungu” diatas dilakukan gocap DEMI mendukung pemikirannya bahwa :
Kalau Saul nggak manggil arwah
Maka Tuhan pasti nggak akan ngebunuh Saul

Tanpa ayat inipun sudah sangat jelas kalau memanggil arwah itu hukumannya mati, karena tercatat di taurat.
Kalimat diatas keluar hanyalah dari orang yang tidak ngerti/nangkep point pembicaraannya.
Tapi entah mengapa manipulator seperti ente ini membolak-balik ayat alkitab seolah-olah pingin mengecilkan kesalahan dari dosa memanggil arwah.
Kalimat diatas keluar hanyalah dari orang yang tidak ngerti/nangkep point pembicaraannya.
Cobalah odading sang manipulator jawab dengan tegas pertanyaan singkat ini: Apakah memanggil arwah itu dosa yang sangat serius bagi Tuhan? Tinggal jawab YA atau TIDAK
Ya.
, lalu renungkan sendiri.
Ga perlu renung2kan, karena iblis yg ngerasukin dirimu menyebabkan elo nggak bisa nangkep2 point pembicaraan-nya apa.

Iblis didalem diri elu ngebisikin elu kayak gini :
si oda bermaksud menyampaikan bahwa manggil arwah itu bukan dosa yang serius bagi Tuhan

Orang2 yang nggak ditunggangin iblis, dalam membaca tulisan2 saya - mereka TIDAK AKAN nyampe ke kesimpulan spt oranye

Selanjutnya si iblis nyuruh elu kayak gini :
nggak percaya ama yang gue bilang ? nah tanya aja lu sendiri langsung ke orangnya

maka selanjutnya terbacalah tulisanmu hasil suruhan si iblis :

Cobalah odading sang manipulator jawab dengan tegas pertanyaan singkat ini: Apakah memanggil arwah itu dosa yang sangat serius bagi Tuhan? Tinggal jawab YA atau TIDAK

Kalimat diatas BUKAN point pembicaraan pada thread ini.

Thread ini nggak ada sangkut-paut mengenai larangan.
Larangan tetep larangan. Nggak ada itu disini lagi kelibet libet kontradiksi.

Point yang lagi mao dibicarakan adalah :
arwah orang yang pernah idup di bumi POSSIBLE ato kagak keliatan di bumi ?
arwah orang yang pernah idup di bumi POSSIBLE ato kagak tau sesuatu ?

Ada beberapa tafsiran yang menjelaskan hal ini yaitu [b]Musa itu dibangkitkan[/b] Tuhan (seperti Lazarus) dan kemudian diangkat ke Surga (seperti Elia). [b]Jadi[/b] sampai sekarang [b]mereka belum mati[/b].
Kalimatmu itu AMBURADOL !

Musa dibangkitkan.
Dengan demikian / Jadi, Musa belum mati.

Logika macem apa itu ?

Orang berlogika beres nggak akan mengajukan ungu spt diatas, karena untuk nyampe ke event [Musa dibangkitkan] —> ya preceding eventnya [Musa itu mati] …

Musa mati
lalu dibangkitkan
dengan demikian / Jadi, sekarang Musa hidup.

begimana pula itu kok nyampenya ke [jadi Musa belon mati] ???

Kemudian mengenai Samuel, juga ada tafsiran yang mengatakan bahwa itu bukan benar-benar arwah Samuel tapi iblis yang menyamar.
Hanya orang yang lagi ditunggangi iblis memilih bahwa kosakata [Musa] yang terbaca di event Transfigurasi = itu Musa ... sementara kosakata [Samuel] yang terbaca di event Saul = itu iblis.
Sedangkan kalau manipulator busuk macam odading ini, cuma mau membenarkan secara ngotot [b]pemikiran sendiri.[/b]
Paparkan kata2 iblis yang lagi nunggangin elu itu mengenai APA APA AJA yang menurut iblis piaraan elo itu adalah pemikiran si odading.
Jadi gak ada ujan gak ada angin, pokoknya bermodalkan 'MUNGKIN', si manipulator busuk ini ngarang seenaknya terus ngeyel.
Nah itu. Iblis piaraan elo itu bisikin elu kayak gini : [i]si oda itu gak ada ujan gak ada angin, ujug2 bermodalkan "MUNGKIN" dia bilang [adalah mungkin Allah memberikan powernya ke arwah orang mati].[/i]

Dan bisa dimaklumi, karena diri elu itu abnormal - maka ya elu kemakan sama ocehan iblis piaraan elo itu.

sementara,
orang2 yang bukan anjing dan nggak miara iblis, dalam membaca tulisan2 saya NGGAK AKAN mereka nyampe ke ijo spt yang iblis piaraan elu itu katakan.

Hanya apabila :
tidak ada itu kisah Musa keliatan di bumi,
tidak ada itu kisah Samuel keliatan di bumi,
tidak ada itu kisah “terlihat orang2 Kudus bangkit sewaktu Yesus mati”
tidak ada itu kisah “murid2 ngliat sosok hantu Yesus”

Barulah statement saya yang berupa :
adalah possible Allah memberikan power-nya to the Spirit of the dead Saints

NYAMPE utk dikatakan seperti kalimat ijo yang iblis piaraan elo kasi tau itu.

Ayat diatas menggambarkan sikon orang Farisi saat itu.

Yakni :
orang yang mbayar persepuluhan TAPI mengabaikan keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan.

salah satu ciri ciri ahli taurat itu adalah: seperti yang kutandai merah diatas itu yaitu: "terlalu menekankan satu pengajaran, atau satu ayat, atau satu topik, [b]tetapi mengabaikan[/b], atau melupakan atau pura pura tidak tahu, atau tidak menganggap penting, [b]Firman yang lain[/b]
Ya. Dan sesuai sikon ayat terkait, maka [Firman yang lain] itu ada diperihal [keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan].
contohnya adalah: 1. Firman Tuhan berkata orang mati tidak tahu apa apa, [b]tapi para ahli taurat atau orang farisi jaman sekarang mengajarkan orang mati itu masih hidup[/b]. Pengkhotbah 9:5
Ngaco. Contoh yang sima sampaikan itu udah LARI dari konteks dari ayat tsb :D
2. [b]Firman Tuhan berkata orang mati itu tidak dapat memuji Tuhan[/b] dan tidak dapat pula mengucap syukur kepada Tuhan,

tapi
para ahli taurat atau orang farisi jaman sekarang ini bukan saja mengajarkan bahwa orang mati itu bisa memuji Tuhan, tetapi mengajarkan orang hidup dapat pula berdoa kepada Tuhan melalui perantaraan orang mati. Yesaya 38:18

Hanya orang abnormal yang membutuhkan BENDA MATI untuk menunjukkan bahwa ungu.

Demikian pula,
hanya orang abnormal yang merasa perlu bahwa statement ungu itu ada karena ada di BENDA MATI (baca : Alkitab).

Q :
kenapa abnormal ?

A :
karena tanpa perlu itu adanya BENDA MATI (baca : Alkitab) pun, orang normal tau bahwa [MAYAT tidak dapat memuji Tuhan dan tidak dapat pula mengucap syukur kepada Tuhan].

Q :
bagaimana dengan itu bacaan yang mengisahkan ada sosok2 berbaju putih yang berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba! ??

A :
walo itu orang2 yang pernah idup, namun sosok2 tsb BUKAN mayat.

orang mati (MAYAT) tidak dapat memuji Tuhan = correct.

However,
adalah possible orang yang pernah idup masih bisa memuji Tuhan - KARENA terbaca kisah spt sbb :
maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya

3. Firman Tuhan mengajarkan adanya kebangkitan orang orang mati, tetapi para ahli taurat atau orang farisi jaman now mengajarkan bahwa orang orang mati itu sudah bangkit, yaitu yang jahat di neraka dan yang baik sudah ada di firdaus.
Silahkan jawab pertanyaan sbb, sima : ke 24 tua tua yang duduk di 24 takhta yang mengelilingi satu takhta yang dimana Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis.... mereka (24 tua tua tsb) itu adalah :

A. orang2 yang pernah idup ?
B. orang2 mati ?
C. zombie ? (mayat, tapi mayat idup)
D. orang2 mati yang dibangkitkan ?
E. orang2 hidup yang belon pernah mati ?
F. orang2 hidup yang telah mati ?
G. orang2 mati yang telah mati ?

dengan mengutip beberapa ayat yang kurang tegas, para ahli taurat atau orang farisi jaman now, nngotot mengajarkan [b]orang mati itu masih hidup[/b].
Silahkan jawab pertanyaan sbb, sima : [i]Ke 24 tua tua tsb adalah orang mati ato bukan ?[/i]
dan dengan sadar tidak mau tau kepada ratusan ayat dalam Firman Tuhan yang mengajarkan[b] bahwa orang mati itu sudah tiada..[/b]
Sekali lagi,

kalo
nggak mau dibilang pemberhala benda mati -

maka
NGGAK PERLU referensi dari suatu benda mati utk mengetahui ataupun menyatakan bahwa orang mati itu ya udah nggak ada lagi, udah nggak membutuhkan oksigen lagi, udah nggak beol lagi, dlsb. Semua hal hal itu sudah tiada.

Nah… sekarang jawab itu pertanyaan saya diatas, sima. :smiley:

Elu memang guobloknya gak ketulungan.
Kesimpulan bahwa Saul dihukum Tuhan karena memanggil arwah itu ada dasarnya, yaitu peraturan di dalam taurat. Sedangkan ente cuma ngeyel, membolak-balik kalimat di Firman Tuhan dengan logika ngawur.

Lagipula kalau nurut ente Saul dihukum bukan karena manggil arwah terus relevansinya dengan diskusi apaan?
Apakah jadi memanggil arwah itu bukan dosa serius? Apakah jadi Tuhan itu gak konsisten karena melanggar hukumNya sendiri?

Ente itu cuma bisa tereak nuduh orang lain iblis sambil sok pinter nuduh orang lain gak ngerti. Ente gak sadar diri akan ketololan diri ente sendiri.

Ente disuruh ngejawab pertanyaan singkat yang relevan dengan diskusi aja langsung ngacir kayak cecurut busuk.

Jawab aja: Apakah memanggil arwah itu dosa yang sangat serius bagi Tuhan?
Tinggal jawab YA atau TIDAK.

Semakin ente pengecut gak berani menjawab pertanyaan itu, semakin ketauan kalau ente itu si manipulator busuk yang memang punya agenda membolak balik Firman Tuhan supaya cocok dengan ajaran iblis ente.

Ente ini guoblok tapi gak ngerti kebodohan diri ente sendiri lalu sok pinter.
Alkitab jelas sekali berkata orang mati tidak dapat berhubungan dengan orang yang masih hidup. Jadi kalau ente nanya possible gak arwah orang yang sudah mati keliatan di bumi lagi, jawabnya impossible. Itu menurut bible.

Memang ada bagian lain yang tampaknya bertentangan dengan hal ini yaitu kasus Musa dan Samuel.
Tapi kalau kita mau belajar, ada penjelasan yang bisa menjelaskan bahwa kasus-kasus ini tidak bertentangan dengan pernyataan ‘impossible arwah orang mati bisa berhubungan lagi dengan orang hidup’.

Saya sudah jelaskan kedua kasus Samuel dan Musa. Ente yang guobloknya gak ketulungan dan gak mau belajar, gak mau mencerna penjelasan saya tapi cuma dengan modal kata “MUNGKIN” terus nyerocos, ngarang seenak perut.

jika pertanyaanya: apakah roh orang mati omni
maka jawabannya tergantung seperti apa omninya?

jika omninya seperti tuhan (tidak terbatas) maka tidak mungkin
jika omninya tidak seperti tuhan (terbatas) maka mungkin

nah mengenai apakah roh orang mati bisa mendatangi orang yang masih hidup:
menurut @alephtav: bisa tapi harus dibangkitkan secara jasmani
menurut @odading: bisa tanpa harus dibangkitkan secara jasmani

A. Tunjukkan dimana itu terbaca jelas sekali di Alkitab bahwa :
roh orang mati (hantu) tidak dapat berhubungan dengan orang yang masih hidup.

Jadi kalau ente nanya possible gak arwah orang yang sudah mati keliatan di bumi lagi, jawabnya impossible

B. Tunjukkan dimana itu terbaca jelas jelas di Alkitab bahwa :
impossible arwah orang yang sudah mati keliatan di bumi

Dirimu tidak akan menjawab kedua point diatas,
karena palingan respondmu berupa : “Tuhan sendiri kok yang ngelarang”

1. Gak ada tercatat di alkitab roh orang mati mendatangi manusia yang masih hidup [b]2. Tuhan sendiri juga ngelarang[/b]

Yang nomor-1,
nggak masuk utk jadinya berlanjut ke “impossible roh orang mati keliatan di bumi” :
KARENA Gak ada tercatat di alkitab roh orang mati mendatangi manusia yang masih hidup
MAKA impossible roh orang mati keliatan di bumi

Yang nomor-2, (nanti elu jawab di thread Abraham/Orka aja) :
Tunjukkan dimana jelas sekali terbaca di Alkitab bahwa [Tuhan melarang roh orang mati utk terlihat di bumi].

Jangan ngejawab kayak gini :
KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati
MAKA roh orang mati impossible keliatan di bumi[/color]

Itu kronologika amburadol :
Penduduk kota B impossible memasuki kota A.
Error : ketua kota A membuat peraturan “penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A”

Orang buta impossible melihat.
Error : “dilarang memperlihatkan sesuatu kepada orang buta”.

Yang saya maksudkan yang bold :D.

Contoh kasus yang saya ambil kisah Saul - roh Samuel.
Dari kisah tsb, kelogisannya adalah [roh Samuel tau dirinya dipanggil].
Sekarang, kira kira kayak begimana itu roh Samuel bisa tau dirinya dipanggil ?
A. Tuhan kasih tau “eh Samuel, elu ada yang manggil tuh di bumi”
B. Tanpa Tuhan kasih tau, Samuel tau bhw dirinya dipanggil.

A tidak “omni” - B “omni”.
Nah… versi saya menjawab [mungkin A mungkin B].
Oleh karena itulah possible “omni”.

Then one of the [twenty-four] elders said to me, “Stop weeping! Look closely, the Lion of the tribe of Judah, the Root of David, has overcome and conquered! He can open the scroll and [break] its seven seals.”

Elders = roh bekas manusia idup di bumi.
A. Mereka dikasih tau Tuhan bhw [the lion of Judah has overcome and conquered and can open the scroll]
B. Mereka sendiri juga bisa ikutan tau mengenai apa yang telah terjadi (the lion of Judah has overcome and conquered) dan akan terjadi (can open the scroll).

So …
Kalo ada yang njawab A, maka saya respond “B juga mungkin”.
Kalo ada yang njawab B, maka saya respond “A juga mungkin”.

Tapi kalo ada yang njawab “B impossible —> impossible mereka bisa juga ikutan tau”, maka saya akan minta dasar informasinya apa sehingga bisa memastikan bhw itu yang A ?


And when he had taken it, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb. Each one had a harp and they were holding golden bowls full of incense, which are the prayers of God’s people

24 Elders = roh bekas manusia idup di bumi.
Mereka memegang cawan berisi doa2 orang di bumi.

A. Tuhan “nangkep” doa2 orang di bumi lalu doa2 tsb diserahkan ke 24 Elders
B. 24 Elders itu sendiri yang “nangkep” doa2 orang di bumi.

So …
Kalo ada yang njawab A, maka saya respond “B juga mungkin”.
Kalo ada yang njawab B, maka saya respond “A juga mungkin”.

Tapi kalo ada yang njawab “B impossible —> impossible mereka bisa juga ikutan tau”, maka saya akan minta dasar informasinya apa sehingga bisa memastikan bhw itu yang A ?

@odading

  1. KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati MAKA roh orang mati impossible keliatan di bumi
  2. Penduduk kota B impossible memasuki kota A maka ketua kota A membuat peraturan “penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A”

menurut saya kedua kalimat tersebut tidak sama karena:

  1. larangan baru kemudian ketidakmungkinan
  2. ketidakmungkinan baru kemudian larangan

jika ingin dibuat sama maka:

  1. KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati MAKA roh orang mati impossible keliatan di bumi (larangan baru kemudian ketidakmungkinan)
  2. KARENA ketua kota A membuat peraturan “penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A” MAKA Penduduk kota B impossible memasuki kota A (larangan baru kemudian ketidakmungkinan)
    atau
  3. roh orang mati impossible keliatan di bumi maka KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati (ketidakmungkinan disebabkan larangan)
  4. Penduduk kota B impossible memasuki kota A KARENA ketua kota A membuat peraturan “penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A” (ketidakmungkinan disebabkan larangan)

Betul, tidak sama. Dan betul kedua point rama diatas. Yang saya bilang aneh adalah yang nomor-2.

sikon pendahulu :
Perihal X yang tidak mungkin terwujud diketika aksi X dilakukan
on the contrary perihal Y lah yang pasti terwujud diketika aksi X dilakukan

apabila perihal Y lah yang tidak di inginkan terwujud
maka peraturannya yang gak aneh adalah “jangan beraksi Y”.

jika ingin dibuat sama maka: 1. KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati MAKA roh orang mati impossible keliatan di bumi (larangan baru kemudian ketidakmungkinan) 2. KARENA ketua kota A membuat peraturan "penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A" MAKA Penduduk kota B impossible memasuki kota A (larangan baru kemudian ketidakmungkinan)
Ya.... saya kan udah sempet ngasih tau bhw apabila kayak diatas, masih bisa keterima. Yet, yang diatas itu tidak menutup kemungkinan [roh orang mati keliatan di bumi].

Berangkat dari kalimat diatas, Q&A nya kan bisa kayak gini :
KENAPA impossible roh orang mati keliatan di bumi ?
KARENA tidak ada orang idup manggil roh orang mati.

KENAPA orang idup tidak manggil roh orang mati ?
KARENA orang idup dilarang Tuhan manggil roh orang mati.

atau 1. roh orang mati impossible keliatan di bumi maka KARENA Tuhan ngelarang orang idup memanggil roh orang mati [b](ketidakmungkinan disebabkan larangan)[/b] 2. Penduduk kota B impossible memasuki kota A KARENA ketua kota A membuat peraturan "penduduk kota A dilarang mengajak masuk penduduk kota B ke kota A" [b](ketidakmungkinan disebabkan larangan)[/b]
Ya, sependapat sama yang bold.

Nah… sekarang kita ke bunyi larangan —> yg ketauan itu (karena terbaca), yang dilarang itu kan orang idup - bukan roh orang mati-nya. Nah… kayaknya ada pihak yang “error” ngambil kronologikanya kayak gini :

KARENA Tuhan ngelarang orang idup manggil orang mati
MAKA Tuhan nglarang roh orang mati dateng ke orang idup

Padahal, [maka] dari kronologika ungu - nggak terbaca infonya.

Akibat dari kronologika ungu, terkait [roh orang mati nggak mungkin dateng ke orang idup] jadinya NGGAK JELAS gimana karena bias.

Satu udah cukup utk nyampe ke [ketidakmungkinan karena adanya larangan / larangan baru kemudian ketidakmungkinan] :
A. KARENA Tuhan ngelarang orang idup manggil roh orang mati
MAKA roh orang mati nggak mungkin dateng/keliatan oleh orang idup.

Begimana pula itu orang jadinya maksa bikin yang kedua, yakni :
B. KARENA Tuhan ngelarang roh orang mati datengi/keliatani orang idup
MAKA roh orang mati nggak mungkin dateng/keliatan oleh orang idup

Masukin ke Q&A… jadinya kayak gini :
KENAPA roh orang mati nggak mungkin dateng/keliatan oleh orang idup ?
KARENA A dan B.


Belon lagi yang “error” ke [ketidakmungkinan baru kemudian larangan] :
Orang tuli tidak bisa mendengar —> orang tuli tidak mungkin mendengar.
Dilarang memanggil orang tuli

Lebih jauh aneh lagi… (bias)
KENAPA orang dilarang memanggil orang tuli ?
A. KARENA nanti yang dateng itu pasti orang yang gak tuli
simultan dengan
B. KARENA orang tuli gak mungkin bisa denger ketika dipanggil dan orang yang gak tuli tentu bisa mendengar ketika dipanggil.

Nah… sekarang masukin kayak gini :
orang tuli = si X = roh orang mati
orang gak tuli = si Y = roh iblis

KENAPA orang dilarang memanggil si X ?
A. KARENA nanti yang dateng itu pasti si Y
simultan dengan
B. KARENA si X gak mungkin bisa denger ketika dipanggil.

Akibatnya jadi gak jelas :
Jadi point-nya si pembuat larangan itu APA ?
Jawabannya : ya dua duanya, A dan B.

PADAHAL yang di B itu sudah terdefinisi duluan, dengan demikian nggak bisa dijadikan [KARENA]. Otomatis logikanya yang layak dipakai adalah [KARENA] yang hanya di A. However, apabila yang dipakai adalah [KARENA] yang hanya di A, maka peraturannya tidak berbunyi demikian (aneh), melainkan berbunyi [orang dilarang memanggil si Y].

So… kondisi yang berupa [ketidakmungkinan baru kemudian larangan] terkait hal yg lagi dibicarakan, jelas jelas aneh. Karena (pada asumsi) yang dipakai adalah [KARENA] yang hanya di A - ini kan kondisinya berupa [kepastian baru kemudian larangan], peraturan ijo jadinya aneh… “kenapa kok yang dilarang memanggil si X ?” :D.

bersambung

Yang lebih parah lagi,

menurut saya kedua kalimat tersebut tidak sama karena: 1. larangan baru kemudian ketidakmungkinan 2. ketidakmungkinan baru kemudian larangan

tambahan saya :
3. kepastian baru larangan

ketiga point diatas di jadi-in satu.

So, super-duper bias :cheesy:.

Nah... sekarang masukin kayak gini : orang tuli = si X = roh orang mati orang gak tuli = si Y = roh iblis

KENAPA orang dilarang memanggil si X ?

KENAPA orang dilarang memanggil si X ?

KARENA : (semua simultan)
A. nanti yang dateng itu pasti si Y
B. si X gak mungkin bisa denger ketika dipanggil
C. si X dilarang untuk ndatengi <—> orang dilarang memanggil si X


KENAPA si X nggak mungkin dateng ?

KARENA : (semua simultan)
A. nanti yang dateng itu pasti si Y
B. si X gak mungkin bisa denger ketika dipanggil
C. si X dilarang untuk ndatengi <—> orang dilarang memanggil si X

super duper bias :mad0261: :cheesy: