Lukas 16:16, kata "berlaku" yang sebenarnya tidak ada

(Lukas 16:16 [LAI TB] Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.)
Ὁ νόμος καὶ οἱ προφῆται μέχρι Ἰωάννου· ἀπὸ τότε ἡ βασιλεία τοῦ θεοῦ εὐαγγελίζεται καὶ πᾶς εἰς αὐτὴν βιάζεται.
Transliteration: Ho Nomos kai Hoi Prophetai mekhri Yoannou, apo tote he basileia tou theou evangelizetai kai pas heis auten biazetai

Well, kritikan itu perlu, karena jika manusia, lembaga, atau apapun namanya tidak pernah dikritik, tentu tidak baik dampaknya buat ke depan. Jadi, orang atau lembaga apapun yang ingin maju pasti selalu mau menerima kritikan.

Dalam ayat diatas tertulis bahwa Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi “Berlaku” sampai kepada zaman Yohanes. Padahal dalam teks Yunaninya, kata “berlaku” sama sekali tidak ada. Padahal ayat tersebut dalam bahasa Yunaninya, jika diterjemahkan, hanya berbunyi seperti ini:

(Lukas 16:16 [TERJEMAHAN BEBAS] Hukum Taurat dan Kitab Para Nabi hingga Yohanes, dari waktu itu, kerajaan Allah sedang diberitakan dan setiap orang berusaha untuk masuk ke dalamnya
Ὁ νόμος καὶ οἱ προφῆται μέχρι Ἰωάννου· ἀπὸ τότε ἡ βασιλεία τοῦ θεοῦ εὐαγγελίζεται καὶ πᾶς εἰς αὐτὴν βιάζεται.
Transliteration: Ho Nomos kai Hoi Prophetai mekhri Yoannou, apo tote he basileia tou theou evangelizetai kai pas heis auten biazetai

Well, sebenarnya hanya itu saja bunyi ayat diatas. Sama sekali tidak ada kata “Berlaku” di dalam ayat diatas. Nah, apa yang sebenarnya yang dimaksudkan dalam ayat diatas? Perhatikan kata “apo tote ἀπὸ τότε (Dari waktu Itu)”. Kata “apo tote ἀπὸ τότε (Dari waktu Itu)” ini mengacu kepada waktu yang mana?

Kata “apo tote ἀπὸ τότε (Dari waktu Itu)” itu mengacu kepada frase sebelumnya, yaitu “Hukum Taurat, Kitab Para Nabi hingga Yohanes”. Jadi, maksudnya, dari zaman Hukum Taurat (Kejadian-Ulangan), zaman Kitab Para Nabi (Yosua sampai Malekahi [catatan, bagi kanon Yahudi, kitab para nabi itu dimulai Yosua dan diakhiri dengan Maleakhi]), dan sampai pada zaman Yohanes, kerajaan Allah itu sedang diberitakan. Itulah yang sebenarnya sedang dimaksudkan oleh ayat diatas.

“Jadi ayat diatas sama sekali tidak berbicara bahwa Hukum Taurat hanya berlaku sampai kepada zaman Yohanes sebagaimana yang sayangnya banyak sekali diajarkan oleh banyak pendeta dan juga banyak teolog. Penambahan kata 'berlaku” jelas salah satu faktor yang membuat munculnya teologi tersebut"

Jadi, sudah jelas sekarang, bahwa ayat diatas sama sekali tidak pernah sedikitpun mengatakan bahwa Hukum Taurat hanya berlaku sampai pada zaman Yohanes. Hukum Taurat kekal sebagaimana yang dilanjutkan sendiri oleh ayat berikutnya

(Lukas 16:17 [LAI TB] Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.)

Jadi, apa kita masih mau meyakini sebuah teologi yang dihasilkan dari terjemahan yang tidak sesuai fakta bahwa Hukum Taurat hanya berlaku sampai pada zaman Yohanes dan masih mau mengajarkan hal ini kepada orang lain?

Salam. TUHAN YESUS memberkati

LAI TB memang tidak menterjemahkan “sesuai” kata harfiahnya. LAI-TB menggunakan gaya terjemahan secara kontekstual, bukan kata-per-kata.

Dan dalam mengkaji ayat Lukas 16:16 ini, kata kunci yang harus dilihat adalah kata Yunani “heos” (until, sampai), dan jika Anda memahami ini, Anda secara kontekstual akan memahami mengapa team penerjemah LAI-TB menerjemahkannya seperti itu.

Mari kita kaji naskah bahasa aslinya, sbb:

* Lukas 16:16
LAI TB, Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.
KJV, The law and the prophets were until John: since that time the kingdom of God is preached, and every man presseth into it.
TR, ο νομος και οι προφηται εως ιωαννου απο τοτε η βασιλεια του θεου ευαγγελιζεται και πας εις αυτην βιαζεται

Translit Interlienar, ho nomos {(kitab) Taurat} kai {dan} hoi prophêtai {(kitab) nabi-nabi} heôs {hingga} iôannou {yohanes} apo tote hê basileia tou theou euaggelizetai kai pas eis autên biazetai

Translit Interlienar, ho {the} nomos {law} kai {and} hoi {the} prophêtai {prophets} heôs {a conjunction, preposition and adverb of continuance, until (of time and place), until} iôannou {john} apo {from} tote {then} hê {the} basileia {kingdon} tou {of} theou {God} euaggelizetai {is being well messagized} kai {and} pas {every} eis {into} autên {her} biazetai {is being forced}

Dalam LAI-TB, kata “berlaku” memang tidak ada dalam naskah bahasa Asli Yunani. Dan, kita boleh mengabaikan kata tersebut. Namun, yang seharusnya yang digaris bawahi dalam Lukas 16:16 adalah kata “sampai” (Yunani: heôs) bukan yang lainnya.
Kata heôs seperti keterangan di atas adalah a conjunction, preposition and adverb of continuance, until (of time and place). Dan kata heôs dalam bahasa Yunani selalu menunjukkan batasan waktu.

Kata “Berlaku” tidak ada dalam naskah bahasa Asli Yunani, kata ini adalah penambahan dari team penerjemah LAI-TB. Meski Kata “berlaku” adalah tambahan dari penterjemah sebagai sajian terjemahan kontekstual. Namun hal tsb tidak “sepenuhnya salah” (jikalau ini hendak dipermasalahkan).
Kita juga dapat mengabaikan kata “berlaku” dalam terjemahan tsb. Tetapi kita tetap akan menemui “kata spesifik” terhadap batasan waktu yaitu kata Yunani εως - “HEÔS”.

bersambung…

Kita akan pelajari kata Yunani εως - “HEÔS”, “hingga” yang jelas merujuk kepada waktu sebelum sesuatu terjadi, yang tidak dapat diterapkan sesudahnya. Sebagai contoh, kita lihat ayat-ayat berikut ini :

* Matius 5:26
LAI TB, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum (HEÔS) engkau membayar hutangmu sampai lunas.
KJV, Verily I say unto thee, Thou shalt by no means come out thence, till (HEÔS) thou hast paid the uttermost farthing.
TR, αμην λεγω σοι ου μη εξελθης εκειθεν εως αν αποδως τον εσχατον κοδραντην
Translit, amên legô soi ou mê exelthês ekeithen heôs an apodôs ton eskhaton kodrantên

* 1 Korintus 16:8
LAI TB, Tetapi aku akan tinggal di Efesus sampai (HEÔS) hari raya Pentakosta,
KJV, But I will tarry at Ephesus until (HEÔS) Pentecost.
TR, επιμενω δε εν εφεσω εως της πεντηκοστης
Translit, epimenô de en ephesô heôs tês pentêkostês

Yesus menyatakan Taurat HINGGA Yohanes. Artinya “Yohanes” disini adalah sebagai tanda dari batasan waktu itu.

Kata “berlaku” memang tidak ada secara harfiah, namun kata ini secara kontekstual tidak dapat dipersalahkan. Kalaupun kaat “berlaku” ini masih dipermasalahkan. Ya abaikan saja kata ini. Ketika kata “berlaku” ini “dicoret” Lukas 16:16 hasilnya akan seperti misalnya dalam terjemahan MILT di bawah ini:
Torat dan para nabi ada sampai Yohanes, dari sejak itulah kemudian kerajaan Allah diinjilkan dan setiap orang memaksa masuk ke dalamnya.

Kata “sampai” adalah batasan waktu, dan sosok Yohanes Pembaptis adalah sebagai tandanya. Yesus menyatakan durasi Torat dan para nabi sampai kepada Yohanes Pembaptis. Oleh sebab itu dalam kesempatan yang lain Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis adalah nabi yang terbesar (Lukas 7:28, sebutan “terbesar” itu tidak dikenakan untuk Musa ataupun Elia). Sebab Yohanes Pembabtis inilah yang mengakhiri sebuah era.

Pengertian Lukas 16:16, The Law i Taurat[/i] dan The prophets i nabi-nabi[/i], di bawah ini saya kutip beberapa Bible Commentary:

The Wycliffe Bible Commentary, Vol 3, Gandum Mas, 2001, hlm. 267:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis (yang digelari Nabi Terbesar) menandai akhir sebuah zaman. Sistem keagamaan yang lama dengan Hukum Taurat berlaku sampai Yohanes Pembaptis mulai memberitakan keatangan Sang Mesias dan memperkenalkan Kerajaan Allah.

Matthew Henry Commentary, Injil Lukas 13-24, Momentum, 2009, hlm 612:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS memberitakan kepada orang Farisi yang sombong, bahwa tata aturan Perjanjian Lama hanya berlaku bagi kalian, hai orang Yahudi, berlanjut hingga kedatangan Yohanes Pembaptis. Sejak Yohanes Pembaptis muncul, Kerajaan Allah diberitakan, yakni suatu tata aturan Perjanjian yang Baru yang sama sekali tidak menilai manusia dari sejauh mana mereka mendalami atau mengetahui Hukum Taurat.

Dr. BJ Boland, Tafsiran Alkitab, Injil Lukas, BPK Gunung Mulia, 2001, hlm394:
Hukum Taurat dan kitab para nabi sampai kepada zaman Yohanes. YESUS berkata: zaman taurat seperti yang tercantum pada kitab-kitab Musa (dan dalam kitab nabi-nabi yang juga tergolong kepada zaman dahulu itu!) sudah lewat. Yohanes Pembaptis adalah nabi penghabisan yang dihitung kepada zaman itu. Sekarang sudah datang zaman baru, yaitu zaman pemberitaan Kerajaan Allah yang pada azasnya mulai datang. Zaman dahulu itu, cirinya adalah Hukum Taurat yang terbatas kepada orang Yahudi, tetapi kini sudah datang waktunya untuk memberitakan kasih Allah yang tak terbatas. Sebab Allah telah menyediakan keselamatan yang daripadaNya kepada semua orang (bandingkan Lukas 14:23, http://www.sarapanpagi.org/30-orang-orang-yang-berdalih-vt2125.html )

bersambung…

Tarfsir Alkitab Perjanjian Baru, Dianne Bergant & Robert Karris, Lembaga Biblika Indonesia, Kanisius, 2001, hlm. 145:
Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes. Yohanes Pembaptis adalah titik balik. Ia adalah nabi yang terakhir dari nabi-nabi Perjanjian Lama.

Keempat commentary di atas sepakat bahwa Ayat ini berbicara mengenai periode, Yohanes Pembaptis (nabi Yahya) sebagai tanda akhir dari sistem keagamaan yang menggunakan Hukum Taurat. Jika dikaitkan dengan gelar yang diberikan YESUS kepada Yohanes Pembabtis yang menggelarinya “NABI TERBESAR” kita akan semakin mengerti mengapa justru Yohanes Pembabtis mendapat gelar seperti ini, dan gelar ini tidak dikenakan kepada Musa ataupun Elia ataupun nabi-nabi yang lain. Sebab dialah tanda yang mengakhiri Era Perjanjian Lama dan dia adalah saksi yang merujuk langsung ke hidung “Allah yang inkarnasi,” yaitu manusia yang bernama YESUS Sang Mesias yang membawa Hukum yang Baru.

Blessings,
BP

1.Mengapa harus ada hukum taurat ?.
Umumnya kita mengatakan bhw spy manusia itu tahu akan dosa ( segala sesuatu yg melanggar ketentuan taurat = dosa ), sebenarnya akan lebih jelas kalau dikatakan " supaya manusia itu tahu kalau dirinya = mati ".
Kalau taurat itu hanya berisi satu ketentuan, mk akan kurang kerasa untuk manusia tapi kalau sepuluh, seratus atau lebih dari seratus ( termasuk larangan2 di kitab para nabi ) mk diharapkan akan semakin efektif menyadarkan manusia akan keadaannya yg mati itu, tapi apa kenyataannya ?, selama berabad abad manusia itu tdk juga sadar akan kenyataan mati itu, ini terbukti dg tetap berusahanya manusia itu unt melakukannya spy kudus ( aneh bukan ? manusia yg mulia /segambar dan serupa Allah saja tdk dapat memenuhi ketentuanNya yg hanya satu, tapi manusia yg telah [b]mati/b merasa masih mampu memenuhi ketentuanNya yg sepuluh bahkan yg lebih ), sampai digenapiNya/dimanifestasikanNya anugerah hidup itu , itu sebagai bukti bhw kenyataannya sampai waktu verifikasi akan kenyataan bhw “manusia itu mati dimata Allah” telah habis , manusia tdk juga sadar akan keberadaannya di mata Allah.

2.Apakah dg hukum itu manusia bisa selamat ?.
Dengan ketentuan yg sebanyak itu tdk dapat disangkal lagi : tdk ada satu manusiapun yg sapat melakukan hk taurat dg penuh dan benar, ini artinya tdk ada manusia yg bisa selamat krn melakukan hk taurat.

3.Mengapa setelah zmn Yohanes pembabtis dikatakan taurat berakhir ?.
Dg dimanifestasikan anugerah hidup itu oleh sang Mesias , mk manusia dipaksa “dicelikkan matanya” akan keberadaannya yg mati dimata Allah, ini artinya sejak saat itu manusia dipaksa mengakui bhw tdk mungkin manusia itu bisa mencapai selamat krn upayanya sendiri sebaik apapun itu (Ef2:8), untuk kemudian sampai pada pengakuan bhw :" hanya karena belaskasihanNya/hanya karena anugerahNya saja manusia itu bisa selamat", dari mengerti akan kenyataan inilah manusia itu akhirnya bisa mengatakan " kemuliaaan itu hanya untuk Allah saja " = inilah tujuan dari penciptaan manusia.

Jadi sejak akhir zmn Yohanes , barulah manusia itu mulai tahu “apa dan bagaimana anugerah itu”, shg dikatakan taurat hanya sampai zmn Yohanes.

Salam.

jadi Daud, Yeremia, Yehezkiel, semua hakim2 dan nabi2 yang ada saat hukum taurat berlaku semuanya tidak selamat?

Mereka selamat karena anugerah Allah , bukan krn melakukan hk Taurat.

Salam.

kalau mau dikatakan seperti itu, maka
karena mereka bertekun dalam hukum taurat
makanya mereka menerima anugrah Allah

hukum taurat itu baik pada masanya, tentunya juga membawa keselamatan pada masanya
kalau hukum taurat sampai dikatakan tidak membawa kehidupan buat apa itu diturunkan, hukum taurat juga jelas bukan produk gagal

Musa yang mengeluarkan hukum taurat berkata kepada Israel untuk memilih kehidupan

Ulangan 30
15. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
16. karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
19. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

dipertegas dengan Paulus

Roma 10
5. Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

kalau mau dikatakan seperti itu, maka karena mereka bertekun dalam hukum taurat makanya mereka menerima anugrah Allah
Ini artinya sdr HenHen belum cukup mengerti : mengapa Allah memberikan hk Taurat kepada milikNya ( bgs Isrl) bisa di review point 1. di reply saya di atas.

Selamat = anugerah tdk mensyaratkan dilakukan sesuatu ( prakondisi ) , pada si penerima anugerah itu.
Si penerima anugerah itu : bisa seorang sarjana teologi dg iq 140, seorang pendeta terkenal, seorang buruh kasar yg buta huruf, seorang yg tdk pernah bisa sekolah krn iq nya hanya 40/idiot, seorang cacat mental/gila.

hukum taurat itu baik pada masanya, tentunya juga membawa keselamatan pada masanya kalau hukum taurat sampai dikatakan tidak membawa kehidupan buat apa itu diturunkan, hukum taurat juga jelas bukan produk gagal
Kalau hk taurat membawa keselamatan , itu artinya tdk perlu ada mesias krn manusia dg upaya ketekunannya akan hk taurat bisa sampai kepada selamat. Hk taurat diturunkanNya untuk [b]mencelikkan[/b] manusia akan kebebalannya dimana mrk tdk satupun yg mau mengakui bhw mrk adl [b]mati [/b]dimata Allah ( Kej2:17 ).
Musa yang mengeluarkan hukum taurat berkata kepada Israel untuk memilih kehidupan

Ulangan 30
15. Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
16. karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
19. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

dipertegas dengan Paulus

Roma 10
5. Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”


Memang benar yg dikatakan di Ul 30 dan Rm10:5 itu, tp kesadaran akan ketidak mampuan manusia memenuhi ketentuan itu adl inti dr FT tsb, mirip spt ungkapan sbb: " kalau mau hidup terang, tdk ada gelap , tinggallah di matahari " review di Kej2:17, itu adl dasar yg mengokohkan bhw selamat adl anugerah.

Salam.

kalau benar
artinya hukum taurat pada masanya memang membawa kehidupan

itu saja yang mau saya sampaikan

Itu tidak mungkin, semua yg menerima keselamatan dari Allah haruslah berupa anugerah, dan bukan hasil pekerjaan/upah suatu ketaatan.
Untuk jelasnya :

Ef1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
Sama artinya dg : Sebab dg anugerah yg akan diberikanNya sendiri Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan…

Ayat FT di atas, mengatakan bhw: sebelum ada dunia dan isinya (sebelum manusia diciptakan ) Allah telah berencana bhw semua manusia milikNya yg direncanakan sejak semula untuk memuliakanNya haruslah melalui anugerah hidup yg diberikanNya sendiri, ini berarti pula tanpa ada kecuali baik yg hidup di PL maupun di PB.

Salam.

Varalla, kalau soal bahasa asli, saya sama sekali tidak mengerti. Jadi Anda berdiskusi sama dengan Pak Sarpag. Saya hanya dapat mengamati dan memetik hasil diskusi kalian berdua.

Tapi kalau boleh berbagi, Anda melupakan satu hal yang cukup krusial di dalam hukum Taurat. Hal yang saya maksud adalah pengenaan sanksi bagi pelanggar-pelanggar ketetapan hukum Taurat. Berusaha menjalankan hukum Taurat sepenuhnya, berarti tidak melupakan sanksi-sanksi yang harus diberikan kepada pelanggar-pelanggar hukum Taurat.

Saya tetap percaya bahwa hukum Taurat tidak membawa keselamatan. Saya tetap percaya bahwa imanlah yang membawa keselamatan. Pada masa hukum Taurat, maka karena seseorang beriman, dia menjalankan hukum Taurat. Tapi di sisi lain, juga dimungkinkan orang yang tidak beriman tetap menjalankan hukum Taurat. Contohnya orang-orang Saduki.

Lalu apa fungsi hukum Taurat?
Jika saya coba sederhanakan memakai bahasa saya, maka hukum Taurat berfungsi untuk mengekang keliaran keinginan daging. Oleh karena itulah hukum Taurat juga mengandung unsur-unsur sanksi bagi para pelanggar.

artinya anda berdua tidak percaya ayat ini :

Roma 10
5. Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

pada masanya, itulah yang menyelamatkan
masa itu orang tidak mengenal kasih karunia, hanya tahu taat sama hukum aja
kalau tidak artinya Allah kita adalah Allah yang penipu, cuman mau ngerjain manusia aja
ngasih hukum tapi tidak menyelamatkan, ujung2nya hukumnya dipakai untuk sangsi aje
seolah2 hukum taurat adalah hukum yang gagal

Asumsi sdr HenHen diatas, membawa kepada kesimpulan sbb:
1.Jadi kalau dikatakan manusia di PB menerima kasih karunia sedang di PL belum ada kasih karunia maka ini berarti semua manusia di PL tdk ada yg selamat.

2.Atau kenyataan bhw manusia itu mati di mata Allah adalah tdk benar, sebab manusia di PL tetap ada yg selamat dimana yg selamat itu karena melakukan pekerjaan keselamatan (selamat =upah ketaatan akan hk Allah ), maka konskwensi dari ini adl bhw tdk ada yg dikatakan “kasih karunia” itu, yg berarti pula tdk dibutuhkan adanya penebus/ mesias karena sudah terbukti bhw manusia ada yg sampai kepada selamat oleh karena pekerjaan yg dilakukannya sendiri (manusia itu hidup di mata Allah ).
Kedua point diatas bertentangan dg apa yg alkitab katakan:
Ternyata sejak PL pun manusia mutlak selamat karena karya juruselamat/selamat karena penebusan, bukan karena pekerjaan yg dilakukan manusia itu sendiri/keselamatan sbg upah suatu ketaatan akan hk Allah.

Yes49:26 Aku akan memaksa orang-orang yang menindas engkau memakan dagingnya sendiri, dan mereka akan mabuk minum darahnya sendiri, seperti orang mabuk minum anggur baru, supaya seluruh umat manusia mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, adalah Juruselamatmu dan Penebusmu, Yang Mahakuat, Allah Yakub."

Gal2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: “tidak ada seorang pun yang dibenarkan” oleh karena melakukan hukum Taurat.

Kalau di ay di atas dikatakan “tidak seorangpun”, maka ini berarti manusia yg hidup di PL pun termasuk pula.

Kalau di ay di atas dikatakan “hanya” oleh karena “iman”, sedangkan “iman” adalah kasih karunia maka artinya semua manusia termasuk di PL butuh kasih karunia untuk sampai selamat.

Adanya kasih karunia atau anugerah Allah mensyaratkan bhw manusia itu “mati di mata Allah”, ini artinya tidak akan dapat disebut kasih karunia kalau manusia itu sebelum menerimanya dalam keadaan hidup /berdaya di mata Allah.
Dan ini sudah terbukti dg FT berikut:
Kej2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Keadaan “mati” di mata Allah ini diperjelas dg diusirnya manusia itu dari Eden, karena manusia yg telah mati itu pasti akan mengaktualisasikan matinya itu dg cara "oleh kehendaknya sendiri memakan buah pohon kehidupan " yg artinya menuju mati permanen , kita tahu: “memakan buah pohon kehidupan oleh karena kehendaknya sendiri = mati kekal, memakan buah pohon kehidupan oleh karena dikaruniai = hidup kekal” ,seperti itulah dikatakan pula selamat itu bukan karena melakukan perbuatan/pekerjaan termasuk melakukan hk taurat, tetapi selamat itu adl kasih karunia/anugerah Allah, sama pula dg siapa yg bekerja pada hari sabat harus dibinasakan, karena harisabat itu adl gambaran anugerah hidup dari Allah (shg sang mesias yg melakukan mukjizat/kiasan dr keselamatan ,melakukannya pada hr sabat ).
Kita juga bisa merenungkan : mana yg lebih mudah untuk dipenuhi 1. Melakukan hk taurat yg seabrek itu, atau 2.Mematuhi untuk tdk memakan buah pohon kehidupan krn kehendak sendiri ?.
Tentu dg mudah rasio kita akan mengatakan mematuhi unt tdk memakan buah pohon kehidupan itu adl jauh lebih mudah, tapi mengapa manusia itu diusirNya pula dr Eden spy tdk bisa memakan buah itu ?, bukankah ini bukti bhw manusia itu pasti tdk dapat mematuhinya unt tdk memakannya?, lalu kalau yg mudah itu saja pasti tdk dapat mematuhinya, kenapa kita masih yakin akan kemampuan mematuhi hktaurat yg se abrek itu yg jelas2 jauh lebih tdk mungkin?, lalu bagaimana kita masih mengatakan bhw org di PL selamat krn melakukan hk Taurat ?.

Salam.

Kan ada lanjutannya, Hen.

Roma 10:6
Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian… (kata tetapi saya beri penekanan khusus).

Akan lebih mengasyikkan jika kedua bagian tersebut (ayat 5 serta ayat 6-8) dilihat dari sumber aslinya.

Imamat 18:5
Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN.

Lalu silahkan Anda bandingkan dengan Ulangan 30:11-15 (tidak saya kutip karena terlalu panjang). Dan akhirnya saya tutup pada ayat 16.

Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, …

pada masanya, itulah yang menyelamatkan masa itu orang tidak mengenal kasih karunia, hanya tahu taat sama hukum aja kalau tidak artinya Allah kita adalah Allah yang penipu, cuman mau ngerjain manusia aja ngasih hukum tapi tidak menyelamatkan, ujung2nya hukumnya dipakai untuk sangsi aje seolah2 hukum taurat adalah hukum yang gagal
Ya, saya setuju. Pada masa tersebut orang belum mengenal kasih karunia. Tapi untuk orang-orang yang mau mengasihi Tuhan, mau beriman kepada Allah Israel, maka mereka akan menjalankan hukum Taurat dengan serius. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, hukum Taurat memang tidak menyelamatkan. Tapi, hukum Taurat menjaga keliaran keinginan daging seseorang. Keinginan daging belum dapat ditundukkan, tapi keinginan daging untuk sementara dapat dikandangkan. Jadi fungsi hukum Taurat sangatlah besar.

perhatikan kata tetapi disitu bro,
itu sudah masuk penjelasan hukum kasih karunia, itu bukan menjelaskan tentang taurat
Musa bilang kepada bangsa Israel : nih saya beri kamu taurat, pilihlah kamu mau kehidupan atau kematian
Paulus mempertegas pernyataan Musa : memang hukum taurat membawa kehidupan, tetapi kita ini sekarang hidup di kasih karunia, karena itu taurat sudah tidak berlaku bagi kita kalau kita menerima hukum kasih karunia itu

baca aja sampai selesai itu semua Paulus menjelaskan tentang kasih karunia

kalau anda bilang hukum taurat tidak menyelamatkan/tidak memberi kehidupan
artinya Musa bohong bro
dan Firman Tuhan yang bilang taurat membawa kehidupan pun anda tolak

bukti2 lanjutan yang mendukung :
sering sekali pada jaman PL Allah berfirman “Jikalau kamu mengikuti jalan2Ku dengan segenap hati, maka …”

1Samuel 12
14. asal saja kamu takut akan TUHAN, beribadah kepada-Nya, mendengarkan firman-Nya dan tidak menentang titah TUHAN, dan baik kamu, maupun raja yang akan memerintah kamu itu mengikuti TUHAN, Allahmu!

Nehemia 1
8. Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa.

Yeremia 26
4. Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman TUHAN: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu,

dan masih banyak lagi Firman yang demikian

Beberapa hari ini saya melihat frasa kata ‘hukum kasih karunia’, dan saya ingin sekali ikutan nimbrung di sana. Hukum kasih adalah hukum kasih, hukum kasih bukanlah hukum kasih karunia. Kasih karunia adalah kasih karunia. Kasih karunia bukanlah sebuah hukum. Kasih karunia lebih tepat dikatakan sebuah keadaan, sebuah kondisi, sebuah situasi, dan akhirnya untuk umat manusia, sebuah kisah, dimana Tuhan memilih untuk menyelamatkan manusia.

Roma 10:6 diambil Paulus dari kitab Ulangan, dimana umat Israel belum hidup pada masa kasih karunia seperti kita sekarang. Lalu akhirnya Musa pun memerintahkan bangsa Israel untuk mengasihi Tuhan. Perintah Musa ini adalah bagian dari hukum Taurat, dimana ditegaskan kembali oleh Tuhan Yesus, lalu seolah-olah menjadi sebuah hukum baru, yaitu hukum kasih.

Hukum kasih inilah yang menjadi tuntutan hukum Taurat sebenarnya. Hal ini juga dijelaskan Paulus pada kitab Roma.

Begini loh Hen. Saya coba ubah dalam kondisi saat ini.

Apakah untuk selamat butuh syarat-syarat lain selain percaya kepada Tuhan Yesus?
Kita berdua pasti kompak menjawabnya: TIDAK.

Apakah bila seseorang menjadi percaya kepada Tuhan Yesus, lalu tiba-tiba mati mendadak, dia kehilangan keselamatannya?
Kita berdua pasti kompak menjawabnya: TIDAK.

Apakah bila seseorang sudah percaya kepada Tuhan Yesus, lalu tidak hidup seperti Tuhan Yesus hidup, akan selamat?
HenHen: … (walaupun menurut saya HenHen pasti ingin berkata TIDAK, tapi karena saya kenal HenHen, HenHen akan menjawabnya lebih sopan).
Saya: ke laut aja loe (maklum, Hen, petobat baru, jadi mungkin lebih vulgar dalam berkata).

Nah, ketiga poin ini kan kita sudah sepakat.

Lalu bagaimana dengan hukum Taurat? Saya jawab saja idem. Pada masa hukum Taurat berlaku, karena seseorang mengasihi Tuhan dengan amat sangat, dia akan berusaha melakukan seluruh hukum Taurat, terlepas dari apakah dia bisa atau tidak melakukan semua hukum Taurat. Setuju kan, Hen?

Lalu terjadilah perkembangan diskusi. Apakah fungsi hukum Taurat pada masanya? Saya sudah memberikan pandangan saya, bahwa hukum Taurat berfungsi sangat besar. Hukum Taurat menjaga keliaran dari keinginan daging atas seseorang. Tapi keinginan daging tersebut masih ada. Belum dapat dijinakkan, melainkan masih sebatas dikurung di bawah hukum Taurat.

Roma 3:28
Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.

Bolehkan pertanyaan Anda dijelaskan lebih lanjut. Saya masih belum bisa menangkap maksud pertanyaan Pak Membayangi.

Mereka-reka maksud pertanyaan Pak Shadowing, mata malah tambah melek. Tidur ah.

Kelupaan sedikit sebelum tidur:
Kacang, kacang.
Kacangnya, Pak, Kacangnya, Bu.
Juga ada minyak angin, minyak kayu putih, minyak nyongnyong, minyak sayur.

Zzzz… Zzzz… Zzzz…