Maksud Allah???

Salam knal buat suhu2 FK yg terkasih :afro:
Ijinkan nubi jelata ini minta PENDAPAT suhu2 FK sekalian tanpa maksud ingin berdebat atau yang lainnya
Siapa tau ada pendapat yg bisa menjadi pencerahan untuk sy :ashamed0002:

Sy ingin tau pendapat2 suhu mengenai maksud Allah menciptakan manusia dan seluruh isi alam semesta ini.
Allah tentunya adalah pencipta segala sesuatu yang memiliki KUASA YANG TIDAK TERBATAS.
Lalu mengapa Allah menciptakan dunia ini dengan segala kekacauannya? Padahal Allah tentu
sanggup menciptakan dunia yang sempurna,mungkin seperti surga dalam bayangan kita saat ini.
Bila dunia ini adalah seleksi untuk kita menuju surga toh Allah sudah tau siapa
saja yang akan terpilih ke surga.Lalu kenapa pula ada tempat penyiksaan atau tempat pengasingan
bagi orang2 yang tdk terpilih,mungkin seperti neraka dalam bayangan kita dan lagi2 toh Allah sudah tau
siapa saja yang akan menuju ke neraka. Lebih2 mengapa Allah menciptakan seseorang yang Allah tau kalau
orang tersebut akhirnya hanya akan mengalami siksaan kekal di neraka? :mad0261:
(yang sy maksudkan bukan konsep takdir/nasib seperti konsep milik sodara tiri kita tetapi lebih ke
Allah yang mahakuasa dan mahatahu)

Sempat terlintas dipikiran sy bila sy boleh mengatakan dengan agak kasar bahwa
Alam semesta ini adalah suatu ‘permainan’ yg diciptakan Allah,yg sama sekali tidak menarik bagi Allah
karena Allah sendiri tau dengan sangat detil jalan ‘permainan’ tsb bahkan Allah tau ending ‘permainan’ tsb

Tapi bagaimanapun kita sebagai ciptaannya hanya dapat mengikuti segala kehendak dan ketetapan Allah serta mensyukuri segala yang ada.

So,bagaimana dengan pendapat2 suhu?
Tuhan Memberkati… :wink:

Sy ingin tau pendapat2 suhu mengenai maksud Allah menciptakan manusia dan seluruh isi alam semesta ini. Allah tentunya adalah pencipta segala sesuatu yang memiliki KUASA YANG TIDAK TERBATAS. Lalu mengapa Allah menciptakan dunia ini dengan segala kekacauannya? Padahal Allah tentu sanggup menciptakan dunia yang sempurna,mungkin seperti surga dalam bayangan kita saat ini.

Allah tidk pernah menciptakan kekacauan, semua yang Allah ciptakan adalah baik adanya. Kekacuan yang dibuat oleh manusia akibat dari kehendak bebas (freewill) manusia dan sama sekali bukan rencana Allah.

Bila dunia ini adalah seleksi untuk kita menuju surga toh Allah sudah tau siapa saja yang akan terpilih ke surga.Lalu kenapa pula ada tempat penyiksaan atau tempat pengasingan bagi orang2 yang tdk terpilih,mungkin seperti neraka dalam bayangan kita dan lagi2 toh Allah sudah tau siapa saja yang akan menuju ke neraka. Lebih2 mengapa Allah menciptakan seseorang yang Allah tau kalau orang tersebut akhirnya hanya akan mengalami siksaan kekal di neraka? (yang sy maksudkan bukan konsep takdir/nasib seperti konsep milik sodara tiri kita tetapi lebih ke Allah yang mahakuasa dan mahatahu)

Allah menginginkan SELURUH manusia untuk selamat dan terhindar dari neraka, itulah sebabnya Allah mengutus PutraNya Yang Tunggal kepada manusia, untuk memberi jaan keselamatan agar diikuti.

{quote]Sempat terlintas dipikiran sy bila sy boleh mengatakan dengan agak kasar bahwa
Alam semesta ini adalah suatu ‘permainan’ yg diciptakan Allah,yg sama sekali tidak menarik bagi Allah
karena Allah sendiri tau dengan sangat detil jalan ‘permainan’ tsb bahkan Allah tau ending ‘permainan’ tsb
[/quote]
Allah TAHU dengan tepat apa yang akan terjadi, tetapi Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan jalannya sendiri. Karena Allah bukan menciptakan robot yang berjalan di atas rel, tetapi manusia yang dengan bebas dapat menyatakan cintanya kepada Tuhan berdasarkan hati dan pikirannya.

Allah tidak pernah ‘bermain main’ dengan ciptaanNya, segala sesuatu diciptakan secara sempurna. Dan dengan kesempurnaan pikiran untuk menentukan itulah kita memiliki pikiran dan kebebasan untuk memilih, mana yang baik dan mana yang tidak. Kebebasan untuk menentukan sendiri, apakah jalan keselamatan ataukah jalan kehancuran yang akhirnya kita pilih.

Seperti kita manusia, kita lebih menyukai anak yang bisa mengasihi kita dengan pikirannya sendiri, bahkan kita lebih menyayangi anjing daripada aibo (anjing root yang cuma bisa bertindak sesuai program yang kita berikan). Kita dengan antusias dan penuh kasih, mengikuti perkembangan fisik dan mental serta cara berpikir anak-anak kita untuk menjadi manusia dewasa yang penuh rasa syukur. Bukan robot yang hanya bisa berkata ‘thak-you sir’.

Tapi bagaimanapun kita sebagai ciptaannya hanya dapat mengikuti segala kehendak dan ketetapan Allah serta mensyukuri segala yang ada.

Tidak, kita ataupun anda bisa membangkang ataupun bahkan menghujat Allah. Semua itu bisa dengan bebas kita atau anda lakukan, tetapi sebagai Pencipta, tentu Ia memiliki aturan yang harus kita ikuti, dan para pelanggar aturan tentu akan berhadapan dengan konsekuensi yang kitapun sudah mengetahuinya.

Allah itu penuh Kasih, karena Allah itu adalah sumber Kasih itu sendiri, tetapi Allah itu sungguh ADIL.

Syalom

bruce:
Allah tidk pernah menciptakan kekacauan, semua yang Allah ciptakan adalah baik adanya. Kekacuan yang dibuat oleh manusia akibat dari kehendak bebas (freewill) manusia dan sama sekali bukan rencana Allah.
sithep:
Kalau Allah tidak mengijinkan kekacauan ada maka tidak akan ada kekacauan
Kalau Allah tidak mengijinkan dosa/iblis ada maka tidak ada dosa/iblis

bruce:
Allah menginginkan SELURUH manusia untuk selamat dan terhindar dari neraka, itulah sebabnya Allah mengutus PutraNya Yang Tunggal kepada manusia, untuk memberi jaan keselamatan agar diikuti.
sithep:
Kalau Allah menginginkan seluruh manusia selamat maka terjadilah demikian…

bruce:
Allah TAHU dengan tepat apa yang akan terjadi, tetapi Allah memberi kebebasan kepada manusia untuk menentukan jalannya sendiri. Karena Allah bukan menciptakan robot yang berjalan di atas rel, tetapi manusia yang dengan bebas dapat menyatakan cintanya kepada Tuhan berdasarkan hati dan pikirannya.

Allah tidak pernah ‘bermain main’ dengan ciptaanNya, segala sesuatu diciptakan secara sempurna. Dan dengan kesempurnaan pikiran untuk menentukan itulah kita memiliki pikiran dan kebebasan untuk memilih, mana yang baik dan mana yang tidak. Kebebasan untuk menentukan sendiri, apakah jalan keselamatan ataukah jalan kehancuran yang akhirnya kita pilih.

Seperti kita manusia, kita lebih menyukai anak yang bisa mengasihi kita dengan pikirannya sendiri, bahkan kita lebih menyayangi anjing daripada aibo (anjing root yang cuma bisa bertindak sesuai program yang kita berikan). Kita dengan antusias dan penuh kasih, mengikuti perkembangan fisik dan mental serta cara berpikir anak-anak kita untuk menjadi manusia dewasa yang penuh rasa syukur. Bukan robot yang hanya bisa berkata ‘thak-you sir’.
sithep:
sejak Allah menciptakan seseorang lahir ke dunia ini Allah tahu pasti jalan2 mana saja yang akan orang tersebut pilih sampai akhir hidupnya.ngerti maksud sy? :slight_smile:

bruce:
Tidak, kita ataupun anda bisa membangkang ataupun bahkan menghujat Allah. Semua itu bisa dengan bebas kita atau anda lakukan, tetapi sebagai Pencipta, tentu Ia memiliki aturan yang harus kita ikuti, dan para pelanggar aturan tentu akan berhadapan dengan konsekuensi yang kitapun sudah mengetahuinya.

Allah itu penuh Kasih, karena Allah itu adalah sumber Kasih itu sendiri, tetapi Allah itu sungguh ADIL.
sithep:
Tapi Allah juga dapat mengubah hati seseorang

Thanks buat pendapatnya :afro:
Tuhan Memberkati

Kalau Allah tidak mengijinkan kekacauan ada maka tidak akan ada kekacauan Kalau Allah tidak mengijinkan dosa/iblis ada maka tidak ada dosa/iblis

Betul, dan Allah memang mengijinkannya terjadi. Karena seperti juga anda akan membiarkan anak/adik anda jatuh saat belajar berjalan, betul?

Kalau Allah menginginkan seluruh manusia selamat maka terjadilah demikian..

Betul, tetapi Allah tidak menginginkan manusia yang tidak sepenuh hatinya mencintai Allah. Allah dengan sifat Mahasuci Nya tidak dapat bersama dengan manusia yang tidak suci jiwanya.

sejak Allah menciptakan seseorang lahir ke dunia ini Allah tahu pasti jalan2 mana saja yang akan orang tersebut pilih sampai akhir hidupnya.ngerti maksud sy?

Betul, tetapi Allah tidak menentukan seseorang masuk neraka atau Surga sejak awalnya. Ini kalau anda paham. :slight_smile:

Tapi Allah juga dapat mengubah hati seseorang

Betul, tetapi kalau orang tersebut membuka hatinya. Seperti banyak dikisahkan bahwa Tuhan mengetuk pintu, dan kita bisa menerimaNya ataupun menolakNya.

Luk 10:10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:

Luk 10:11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.

Luk 10:12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."

GBU bro

jagoh , nih si bruce :slight_smile: ( pake HA lagiiii)…

Betul, dan Allah memang mengijinkannya terjadi. Karena seperti juga anda akan membiarkan anak/adik anda jatuh saat belajar berjalan, betul?

Betul,tp jika sy tahu anak/adik saya akan berjalan dan jatuh ke jurang,sy tentu tak akan membiarkan itu terjadi…

Betul, tetapi Allah tidak menginginkan manusia yang tidak sepenuh hatinya mencintai Allah. Allah dengan sifat Mahasuci Nya tidak dapat bersama dengan manusia yang tidak suci jiwanya.

Anda sepertinya kurang mengerti dengan maksud sy.
Satu contoh kecil,Allah tahu pasti jika Ia mengijinkan dosa/iblis ada maka dari 10miliar manusia ciptaannya akan ada 1miliar yg selamat dan 9 miliar sisanya tidak.Jadi mengapa Allah tetap menciptakan yang 9 miliar tsb padahal Allah tahu mereka tak akan selamat?

Betul, tetapi Allah tidak menentukan seseorang masuk neraka atau Surga sejak awalnya. Ini kalau anda paham. :)

Sy tidak paham,bs diperjelas bro…
Yg saya pahami,Allah tahu pasti jika seseorang yg diciptakannya akan masuk neraka tetapi Allah tetap menciptakannya.

Betul, tetapi kalau orang tersebut membuka hatinya. Seperti banyak dikisahkan bahwa Tuhan mengetuk pintu, dan kita bisa menerimaNya ataupun menolakNya.

Sy menulis Allah dapat mengubah hati manusia bukan hanya mengetuk hati manusia.
Apakah seseorang harus membuka hatinya baru Allah bisa mengubah hatinya?
Ada beberapa kisah dalam alkitab dimana Allah mengubah hati seseorang bukan hanya mengetuknya.

Tuhan Memberkati

Tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk beranak cucu di Bumi ini. memenuhi Bumi dan hidup bahagia selama-lamanya di Bumi ini, tanpa kematian.

Baca kejadian 1 :28.

Namun kematian mulai ada saat Adam dan Hawa tidak taat kepada Allah.

Baca Kejadian 2 : 16 - 17.

Namun jangan lupa Allah tetap pada janjinya di Kejadian 1 : 28.

Baca Yesaya 55 : 10 - 11.

Jadi untuk tetap melaksanakan janjinya agar manusia dapat hidup berbahagia dan beranak cucu, Allah mempersiapkan tebusan dosa melalui putranya.

Allah mengutus putranya ke bumi. Baca Yohanes 3 : 16.

Jadi Bumi yang sekarang sudah banyak polusi dan rusak ini akan diperbaharui. Baca 2 petrus 3 : 13.

Dengan begitu, manusia bisa hidup kekal/selamanya di bumi ini di masa depan.

Syarat Hidup kekal Baca Yohanes 17 : 3.

Gitu,
Sudirman

Thanks uda memberi pendapat bro sudirman :afro:
Tuhan Memberkati

@sithep

Anda sepertinya kurang mengerti dengan maksud sy. Satu contoh kecil,Allah tahu pasti jika Ia mengijinkan dosa/iblis ada maka dari 10miliar manusia ciptaannya akan ada 1miliar yg selamat dan 9 miliar sisanya tidak.Jadi mengapa Allah tetap menciptakan yang 9 miliar tsb padahal Allah tahu mereka tak akan selamat?

Bro, apakah Allah menciptakan iblis/dosa? Tidak bro, Allah tidak menciptakan iblis, dosa, kejahatan, dan segala sesuatu yang buruk. Silahkan cari di Alkitab, saya yakin Allah tidak pernah menciptakan iblis dan dosa.

Mengapa iblis dan dosa itu ada? Karena Allah memberi kehendak bebas bagi ciptaanNya, apakah akan menurut kehendakNya atau menolak kehendakNya.

Semakin jauh kita dari Allah, maka semakin dekat kita dengan iblis dan kejahatan, itu sudah hukumnya.

Jadi, Allah tidaklah mungkin menciptakan seseorang untuk kemudian menentukan seseorang itu akan masuk neraka.

Yg saya pahami,Allah tahu pasti jika seseorang yg diciptakannya akan masuk neraka tetapi Allah tetap menciptakannya.

Kembali ke jawaban saya di atas, bahwa Allah tidak menciptakan seseorang untuk masuk neraka. Allah menciptakan segala sesuatu dalam kondisi baik adanya. Seseorang lah dengan kehendaknya sendiri untuk selamat atau masuk neraka.

Sy menulis Allah dapat mengubah hati manusia bukan hanya mengetuk hati manusia. Apakah seseorang harus membuka hatinya baru Allah bisa mengubah hatinya? Ada beberapa kisah dalam alkitab dimana Allah mengubah hati seseorang bukan hanya mengetuknya.

Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk menerimaNya.

Jika anda pakai contoh Saulus, maka mungkin anda bisa membantu saya dengan menjawab, apakah mungkin Saulus menolak ? Ya, Saulus bisa saja dengan ‘kebencian hatinya’ berkeras dan tetap menjadi pembunuh jemaat Kristen awal.

Begitu juga dengan Yunus, walau telah di dalam perut ikan, apakah mungkin Yunus tetap berkeras? Ya, Yunus bisa dengan keras kepala menolaknya.

Jika anda teliti lebih jauh, bahkan Adam dan Hawa diberi pilihan, Nuh diberi pilihan apakah membangun bahtera atau tidak dan termasuk juga orang orang yang menolak untuk ikut ke dalam bahtera. Lot dan istrinya juga memiliki pilihan, apakah ikut atau tinggal. Abraham pun memiliki pilihan apakah ikut perintah untuk pindah atau tidak, begitu juga saat pengorbanan Ishak, Abraham memiliki pilihan turut sabda Allah atau tidak.

Allah memberi pilihan kepada kita bro, pilihan itu kadang bersifat halus, kadang seolah ‘paksaan’, tetapi tetap berupa pilihan. Karena Allah ingin kita dengan kesadaran kita sendiri mau menerima DIA, bukan dengan bujukan ataupun paksaan.

GBU

Makasih bro, btw apa sih HA ?

:smiley:

ttp pemainnya itu justru Allah dan iblis … kita sbg penonton :smiley:
sekadang penonton diajak main dlm arena tersebut … itu yang mengasikkan

Bro bruce,sy hanya mencoba berlogika mengenai maksud Allah akan semesta ini sehubungan dengan Allah yang mahakuasa dan yang tidak terbatas.

Sy tidak pernah mengatakan Allah yg menciptakan dosa/iblis,yg saya katakan adalah Allah mengijinkan dosa/iblis ada dgn kata lain jika Allah tidak mengijinkan dosa/iblis ada maka semua akan selamat tapi mungkin hal ini akan membuat ‘permainan’ semakin tidak menarik :cheesy:

Kembali ke jawaban saya di atas, bahwa Allah tidak menciptakan seseorang untuk masuk neraka. Allah menciptakan segala sesuatu dalam kondisi baik adanya. Seseorang lah dengan kehendaknya sendiri untuk selamat atau masuk neraka.

Jawab pertanyaan sy:
Apakah Allah tahu kalau seseorang yg akan diciptakanNya akan selamat atau masuk neraka?

Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk menerimaNya.

Jika anda pakai contoh Saulus, maka mungkin anda bisa membantu saya dengan menjawab, apakah mungkin Saulus menolak ? Ya, Saulus bisa saja dengan ‘kebencian hatinya’ berkeras dan tetap menjadi pembunuh jemaat Kristen awal.

Begitu juga dengan Yunus, walau telah di dalam perut ikan, apakah mungkin Yunus tetap berkeras? Ya, Yunus bisa dengan keras kepala menolaknya.

Jika anda teliti lebih jauh, bahkan Adam dan Hawa diberi pilihan, Nuh diberi pilihan apakah membangun bahtera atau tidak dan termasuk juga orang orang yang menolak untuk ikut ke dalam bahtera. Lot dan istrinya juga memiliki pilihan, apakah ikut atau tinggal. Abraham pun memiliki pilihan apakah ikut perintah untuk pindah atau tidak, begitu juga saat pengorbanan Ishak, Abraham memiliki pilihan turut sabda Allah atau tidak.

Allah memberi pilihan kepada kita bro, pilihan itu kadang bersifat halus, kadang seolah ‘paksaan’, tetapi tetap berupa pilihan. Karena Allah ingin kita dengan kesadaran kita sendiri mau menerima DIA, bukan dengan bujukan ataupun paksaan.

Bro bruce belum mengerti juga ya…
Pendapat2 yg sy uraikan disini adalah dalam konteks Allah yang tidak terbatas.Jd sebelum Allah menanyakan/memberi pilihan/mengetuk hati atau apapun istilahnya Allah telah lebih dahulu tahu apa yg Saulus,Yunus,dll akan jawab/pilih.Baca Kel 4:21

Sebenarnya contoh yg akan sy pakai saat Allah mengubah hati seseorang adalah bukan dari yg bro bruce sebutkan tp dari kisah di Keluaran tersebut,yaitu saat Allah ‘bermain-main’ dengan Firaun melalui Musa.
Baca kisah 10 tulah di Keluaran

Tuhan Memeberkati :afro:

:onion-head48:

Jawab pertanyaan sy: Apakah Allah tahu kalau seseorang yg akan diciptakanNya akan selamat atau masuk neraka?

Saya jawab pertanyaan anda :

Ya, Allah tahu bhkan sebelum menciptakan.
Tetapi anda pasti tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Allah yang Maha Tahu.

Bro bruce belum mengerti juga ya.. Pendapat2 yg sy uraikan disini adalah dalam konteks Allah yang tidak terbatas.Jd sebelum Allah menanyakan/memberi pilihan/mengetuk hati atau apapun istilahnya Allah telah lebih dahulu tahu apa yg Saulus,Yunus,dll akan jawab/pilih.Baca Kel 4:21

Sebenarnya contoh yg akan sy pakai saat Allah mengubah hati seseorang adalah bukan dari yg bro bruce sebutkan tp dari kisah di Keluaran tersebut,yaitu saat Allah ‘bermain-main’ dengan Firaun melalui Musa.
Baca kisah 10 tulah di Keluaran

Rupanya anda yang kurang paham bro, apakah anda menganggap bahwa Allah itu BERUBAH ? Apakah Allah dalam Kitab Kejadian itu BERBEDA dengan Allah dalam Saulus, Yunus, dll itu?

Allah tidak berubah bro, baik sat penciptaan, saat sebelum Jesus hadir di bumi, saat Jesus sudah kembali ke Surga, saat sekarang, bahkan saat kelak pada akhir jaman, Allah tidak pernah berubah.

Jadi, anda boleh pakai contoh yang manapun, sifat Allah adalah tetap.

:slight_smile:

@shitep
Boleh tanya gak bro?
Satu aja. Kuasa Terbesar Elohim itu apa bro?? Kuasa paling hebat Nya Dia apa?

Jadi kalau menurut bro bruce apa yg dimaksud dengan Allah yg Maha Tahu?
Mohon pencerahannya…

Rupanya anda yang kurang paham bro, apakah anda menganggap bahwa Allah itu BERUBAH ? Apakah Allah dalam Kitab Kejadian itu BERBEDA dengan Allah dalam Saulus, Yunus, dll itu?

Allah tidak berubah bro, baik sat penciptaan, saat sebelum JESUS hadir di bumi, saat JESUS sudah kembali ke Surga, saat sekarang, bahkan saat kelak pada akhir jaman, Allah tidak pernah berubah.

Jadi, anda boleh pakai contoh yang manapun, sifat Allah adalah tetap.

:slight_smile:

Nah…bro bruce salah mengerti lg…Darimana bro bruce bisa berpikiran bahwa sy menganggap Allah itu BERUBAH?Pernyataan sy yg mana yg membuat bro bruce berpikiran demikian?Kapan pula sy mengatakan Allah dalam Alkitab berbeda-beda?
Kitab Kejadian?Kapan sy menyebut Kitab tersebut? :onion-head33:

Sy hanya menggunakan contoh KISAH YANG BERBEDA dr yg bro bruce sebutkan,sehubungan dengan Allah yg mempunyai kuasa atas hati manusia.

Lagian kenapa bro bruce jd OOT?Kan kita diskusi tentang Allah yang memiliki kuasa atas hati manusia,kok bro jadi ngomongin Allah yg berubah lah, Allah yg berbeda lah? :tuzki10:

Tuhan Memberkati

Gak boleh tanya bro… ;D
Katanya satu,kok dua?tanda tanyanya ada 3 lg…
wakakakaka… :char11:
peace bro…

Emmm…gak tau bro
Terbesar/Paling Hebat tu tolok ukurnya apa?
Mungkin salah satu kuasa terbesar Allah adalah saat Ia menciptakan Alam Semesta dan segala isinya

DUNIA INI ADALAH LADANG PERSEMAIAN ROH MILIK ALLAH

GBU

@sithep

Nah..bro bruce salah mengerti lg..Darimana bro bruce bisa berpikiran bahwa sy menganggap Allah itu BERUBAH?Pernyataan sy yg mana yg membuat bro bruce berpikiran demikian?Kapan pula sy mengatakan Allah dalam Alkitab berbeda-beda? Kitab Kejadian?Kapan sy menyebut Kitab tersebut?

Sorry, salah tulis, maksud saya Kitab Keluaran, seperti yang anda maksudkan dengan ini :

Pendapat2 yg sy uraikan disini adalah dalam konteks Allah yang tidak terbatas.Jd sebelum Allah menanyakan/memberi pilihan/mengetuk hati atau apapun istilahnya Allah telah lebih dahulu tahu apa yg Saulus,Yunus,dll akan jawab/pilih.Baca Kel 4:21

Sebenarnya contoh yg akan sy pakai saat Allah mengubah hati seseorang adalah bukan dari yg bro bruce sebutkan tp dari kisah di Keluaran tersebut,yaitu saat Allah ‘bermain-main’ dengan Firaun melalui Musa.
Baca kisah 10 tulah di Keluaran

Jadi apa bedanya antara sikap Allah pada kiab Keluaran dan pada kisah Yunus dan Saulus ?

Lagian kenapa bro bruce jd OOT?Kan kita diskusi tentang Allah yang memiliki kuasa atas hati manusia,kok bro jadi ngomongin Allah yg berubah lah, Allah yg berbeda lah?

OOT bagaimana ? Bukankah anda sendiri yang menyatakan terdapat perbedaan ?
Atau supaya jelas, coba anda jelaskan dahulu maksud anda dengan Allah bemain main dengan Firaun melalui Musa itu ?

GBU

Sekali lagi sy perjelas bahwa itu adalah contoh KISAH YANG BERBEDA,bukan SIKAP ALLAH YANG BERBEDA.

Pada kisah Firaun diceritakan dengan begitu lugas saat Allah berkali-kali mengeraskan hati Firaun (Allah berkuasa atas hati Firaun),sedangkan pada kisah Saulus dan Yunus,diceritakan Allah mengubah hati mereka melalui cobaan(Yunus ditelan Ikan sedangkan Saulus dibutakan).

OOT bagaimana ? Bukankah anda sendiri yang menyatakan terdapat perbedaan ? Atau supaya jelas, coba anda jelaskan dahulu maksud anda dengan Allah bemain main dengan Firaun melalui Musa itu ?

OOT karena kita sedang sampai pada diskusi tentang Allah yang memiliki kuasa atas hati manusia.
Coba bro bruce baca postingan2 sebelumnya,bukankah bro bruce sendiri yang OOT dengan beranggapan sy
memunculkan ide Allah yang berubah atau Allah yang berbeda?
Jangan terburu-buru bro bruce,santai aja bacanya dan dihayati dulu :afro:

wedew…
kalo sy harus jelaskan lg soal ‘bermain-main’ bukankah akan semakin OOT?Anda sendiri tentunya paham dong dengan kisah tersebut?
Singkat saja, ‘Allah bermain-main’ hanyalah istilah yg sy gunakan saat sy membaca kisah tersebut,
saat Allah menunjukkan mujizatNya melalui Musa dan kedaulatanNya atas hati Firaun.

Tuhan Memberkati