Malaikat Jatuh

Melanjutkan pembahasan kita tentang pohon pengetahuan dan rahasia pembaptisan mengenai bagaimana dosa kita dapat diampuni, maka saat ini kita akan memasuki ulasan tentang mengapa kita manusia, saat jatuh dalam dosa masih memperoleh kesempatan untuk diselamatkan sementara malaikat yang jatuh dalam dosa, tidak memiliki kesempatan tersebut?

Pertanyaan ini ada saja yang memunculkannya entah dengan maksud apa? Mungkin hanya sekedar ingin tahu, ataupun sekedar iseng. Namun yang jelas, saat pertanyaan ini sepertinya tidak terjawab maka disadari ataupun tidak, dapat memberikan kesan seolah-olah Tuhan jadi pilih kasih dan tidak adil terhadap mahluk ciptaanNya sendiri.

Saat seseorang sudah masuk pada tahap ini,… hati-hati saudara, sebab imanmu terhadap Tuhan bisa dipertaruhkan!

Sebelum kita membicarakan lebih jauh mengapa malaikat yang jatuh sepertinya tidak mendapatkan kesempatan kedua itu, maka terlebih dahulu kita pahami tentang apa itu dosa dan bagaimana dosa dapat ditebus.

Saya disini tidak membahas apa definisi dari dosa itu sendiri. Tetapi penekanan saya lebih pada dosa yang sudah kita pahami bersama, dan bagaimana dosa tersebut harus dibayar oleh kita masing-masing. Dalam Alkitab dikatakan demikian :

Roma

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Dosa, - tanpa mengenal besar ataupun kecil -, hanya dapat dilunasi dengan kematian. Tanpa kematian, dosa tidak akan pernah lunas. Saat seseorang ingin melunasi semua dosa-dosanya, maka orang tersebut harus mati lebih dulu, dan setelah itu barulah dosa-dosanya menjadi lunas.

Roma

6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

Jadi menurut Alkitab, siapapun dia yang ingin membayar dosanya, maka dia harus mati. Kematian ini adalah kematian di dalam dosa. Dan tiap orang yang mati di dalam dosa, maka sudah tentu orang ini bukanlah orang yang diselamatkan. Kita semua telah paham kemana orang yang mati dalam keadaan tidak selamat ini berada.

Tuhan menciptakan manusia dan setelahnya menempatkan mereka di taman firdaus. Di sana Tuhan telah mencukupkan segalanya. Dia telah memberikan aturanNya, termasuk juga proteksi yang dibutuhkan manusia. (mohon baca kumpulan sharing buku ke V pada judul “Pohon Pengetahuan” Pohon Pengetahuan - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com )

Manusia mengenal dosa pertama kalinya dari Adam, dimana karena bujukan iblis, maka Hawa telah menjadi perantara bagi masuknya dosa dalam sejarah umat manusia. Dan sesuai dengan konsekwensinya, maka sejak itu jugalah manusia bisa mati.

Tentang kematian ini sendiri saudara, sebenarnya ada satu rahasia besar yang tersembunyi di sana.

Kejadian

2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Dalam versi inggrisnya sebagai berikut :

Kejadian

2:17 But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die.

Kata “die” disini juga dipergunakan juga untuk menggambarkan terhadap kematian secara fisik.

Matius

26:35 Peter said unto him, Though I should die with thee, yet will I not deny thee. Likewise also said all the disciples.

Dalam kitab kejadian ini, jelas sekali dikatakan pada saat memakan buah itu, maka pada saat itu juga manusia bisa mati secara jasmani. Terbukti setelah manusia di usir dari taman itu, Adam kemudian dapat mati. Tentang kematiannya secara rohani itu tidak perlu dibahas sebab segala sesuatu yang melanggar perintah Tuhan jelas menghasilkan dosa, dan dosa membuat kita terlepas dari Tuhan. Hal ini juga berlaku pada malaikat. Saat melakukan perbuatan yang menghasilkan dosa, maka terlepaslah kita dari Tuhan.

Kejadian

5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

Awal mulanya Adam tidak diciptakan untuk mati, tetapi endingnya dia mengalami kematian.

Tentang hukuman mati saat makan buah pengetahuan ini saudara, memang sepertinya terlalu “kejam”. Coba kita bayangkan, ada larangan seperti ini, “Jangan makan buah ini – padahal tidak beracun – , saat kau makan maka kau harus mati.”

Mengapa hukuman yang diberikan sepertinya sangat maksimal sekali, yaitu kematian. Padahal kan cuma makan buah saja? Toh buahnya juga tidak beracun yang bisa membuat kita mati?

Saudara, kematian karena memakan buah pengetahuan ini, ternyata memiliki satu rahasia besar. Sebab dengan kematian itulah maka kita bisa diselamatkan. Nanti kita akan sampai ke ujung pembahasan ini.

Kejatuhan manusia bersifat jasmani. Saat Adam makan buah pengetahuan itu, yang dilakukan secara jasmani, maka saat itu juga penghukuman jasmanipun diterima, yaitu dari hidup kekal secara jasmani menjadi hidup fana secara jasmani pula. Yaitu bisa mengalami kematian. Dosa memakan buah pengetahuan ini, telah dilakukan secara jasmani dan telah menghasilkan akibat secara jasmani juga.

Sekarang karena manusia sudah terpisah dari Tuhan karena dosa, manusia juga mengalami kematian secara jasmani pula karena hal di atas. Jadi penghukuman kita jelas, yaitu terpisah dari Tuhan secara rohani dan dapat mengalami kematian secara jasmani.

Nah, mengacu pada keterangan di atas, sebenarnya dibalik kematian kita secara jasmani ini ada satu rahasia besar bagi penyelamatan. Seandainya kita tidak mengalami kematian secara jasmani dan hanya terpisah saja secara rohani dari Tuhan, maka sudah tentu kita tidak mungkin dapat diselamatkan.

Tetapi disinilah letak “keberuntungan” kita, kalau boleh saya katakan demikian, bahwa saat Adam melakukan pelanggaran secara jasmani, yaitu memakan buah pengetahuan, yang dapat berakibat pada kematian secara jasmani, secara berbarengan kita juga telah memiliki pintu keselamatan yang nantinya akan menyelamatkan kita saat Yesus menggenapinya.

Saudara, seperti ulasan kita pada (buku sharing ke VI pada judul “Bagaimana Dosa Kita Ditebus?” Bagaimana Dosa Kita Ditebus? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com ) bahwa di sana dikatakan karena pembaptisan dalam nama Yesus, membuat kita telah mati sama seperti Yesus mati.

Roma

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

Meskipun sekarang ini kita masih hidup, pada dasarnya kita telah mengalami kematian sama seperti Yesus telah mati.

Dan menurut firman Tuhan di kitab

Roma

6:7 Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa.

Maka secara tidak langsung kita telah melunasi hutang dosa ini. Yaitu kita telah membayar hutang dosa dengan “kematian” kita yang dimungkinkan di dalam Yesus Kristus. Inilah letak rahasia keselamatan kita. Yaitu kita dapat membayar hutang dosa kita dikarenakan kita dimungkinkan oleh Tuhan Yesus Kristus untuk membayarnya dengan “kematian” kita di dalam namaNya.

Siapa yang telah mati untuk membayar dosanya, dia telah lepas dari kuasa dosa. Dan Tuhan telah menetapkan bahwa manusia hanya mati satu kali saja. Tidak lebih.

Ibrani

9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,

Tetapi di dalam Yesus, kita telah mengalami kematian satu kali itu, yaitu saat kita dibaptis di dalam namaNya.

Kalau saat ini kita masih hidup, itu karena kita hidup dalam Yesus.

Roma

6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

6:15 Jadi bagaimana? Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak!

Galatia

2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Jadi saudara, kita manusia meskipun telah jatuh dalam dosa, masih memungkinkan untuk diselamatkan karena Adam, yang telah melakukan perbuatan dosa itu, telah menyebabkan kita dapat mati secara jasmani. Dan kematian secara jasmani ini memungkinkan kita untuk diselamatkan dengan cara mengalami “kematian” secara jasmani itu untuk melunasi dosa melalui baptisan kita di dalam nama Yesus, yang adalah Tuhan dan Juru Selamat kita. (perlu diingat kalau kita bicara baptisan, jangan diartikan dengan baptisan selam ataupun percik, bukan itu yang saya maksudkan. Untuk memahami baptisan yang saya maksudkan ini saudara dapat membaca buku sharing ke V dengan judul “Baptis!” Baptis ! - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com )

Tanpa Yesus Kristus yang adalah pintu keselamatan, kita tidak mungkin bisa mengalami “kematian” yang merupakan satu-satunya cara melunasi dosa.

Nah, kembali kepertanyaan awal yang mungkin secara iseng dipertanyakan, mengapa malaikat yang berbuat dosa sepertinya tidak ada pengampunan?

Saudara, apabila saudara telah memahami ulasan kita di atas, sebenarnya pertanyaan ini sendiri telah terjawab dengan sendirinya. Tetapi saya akan coba untuk merangkumkannya sebaik mungkin.

Malaikat jelas berbeda dengan manusia. Malaikat adalah mahluk roh. Bukan mahluk jasmani seperti manusia. Saat malaikat melakukan dosa, malaikat melakukannya dengan kehendak dan kesadarannya sendiri.

Manusia pertama, melakukan dosa karena pengaruh luar (bujuk rayu iblis - malaikat jatuh), bukan dari dalam dirinya sendiri. Namun demikian karena telah melakukan hal yang melawan perintah Tuhan, maka akibat yang ditimbulkannyapun sama seperti yang dilakukan oleh malaikat jatuh. Yaitu hidup terpisah dari Tuhan.

Akan tetapi yang paling menentukan di sini adalah, saat malaikat melakukan perbuat dosa, perbuatan dosa yang dilakukan itu adalah bersifat rohani, yaitu ingin menyamai Tuhan.

Perbuatan dosa Adam, adalah perbuatan dosa jasmani, yaitu memakan buah pengetahuan. Sehingga efek dari hal ini maka manusiapun akan mati secara jasmani.

Malaikat jatuh, tetap tidak akan mati, karena dia roh adanya dan perbuatan dosanyapun hanya bersifat rohani yaitu terpisah dari Tuhan.

Manusia juga begitu, dosanya membuat dia terpisah dari Tuhan, namun manusia bisa mati secara jasmani.

Kematian manusia secara jasmani ini, memungkinkan manusia dapat diselamatkan karena dosa, baru lunas setelah yang berbuat dosa mengalami kematian, sesuai roma di atas.
Karena manusia memungkinkan mengalami “kematian” di dalam Yesus Kristus, makanya manusia memiliki pengharapan untuk dapat diselamatkan.

Sementara malaikat yang berdosa, karena tidak memungkinkan mengalami kematian, maka keterpisahannya dari Tuhan, tidak memiliki jalan kematian untuk melunasi dosanya. Sebab dosa yang diperbuatnya sendiri bersifat rohani yaitu ingin menyamai Tuhan. Dosa manusia bersifat jasmani karena makan buah pengetahuan yang memungkinkan manusia mengalami kematian.

Semoga sharing yang sederhana ini dapat membantu kita mengalami pergumulan atas hal di atas. Saya seperti juga saudara, hanyalah berusaha memahami hal yang terjadi. Sudah tentu untuk kebenaran yang sesungguhnya hanya akan kita dapatkan dari Tuhan Yesus sendiri. Apabila saudara memiliki pemahaman yang lebih membangun, saya mohon hendaknya saudara mau berbagi sehingga kita dapat saling menguatkan. Semoga Tuhan berkenan memberikan kita pemahaman yang sebenarnya.

Segala kemuliaan hanya bagi Bapa di Sorga, amin.
:slight_smile:

klo kematian melunasi dosa lalu bagaimana dgn henok,elia yg tdk mengalami kematian ?

salam kenal bro crux.

terima kasih untuk pertanyaan anda bro crux. terus terang, memang pertanyaan bro bisa menjadi suatu ganjalan untuk memahami ulasan di atas, bahwa hanya kematian sajalah yang dapat melunasi hutang dosa kita. yaitu sesuai Firman Tuhan di kitab Roma terutama pada pasal 6:7 dan pasal2 yang lainnya juga.

Tuhan Yesus juga pernah bilang di Yohanes 3:13 bahwa tidak ada seorangpun yang sudah naik ke sorga selain Dia yang turun dari sorga. dalam hal ini Yesus sendiri.

kalau mengacu pada ayat ini lalu dimana si Henokh dan Elia itu?

bro crux, sebenarnya saya ingin mempostingkan ulasan tentang Henokh dan Elia ini di sini, tetapi mengingat ulasan yang ditulis oleh Herbert W. Armstrong ini cukup panjang, jadi sepertinya sulit dapat saya postingkan disini. karena itu saya sarankan bro crux untuk membacanya di blog saya ini

mohon maaf, ini bukan bermaksud promosi blog… cuma memang karena kesulitan seperti yang saya sebutkan di atas.

semoga apa yang telah di ulas oleh Herbert W. Armstrong di sana dapat membantu bro crux. satu hal lagi bro crux, untuk membuktikan tentang Elia, bro dapat menuliskan masa2 raja2 yehuda dan israel pada kertas berdasarkan ayat2 dari Alkitab. (hal ini sudah saya lakukan untuk membuktikannya) dan memang kalau bro tidak salah dalam urutan waktu masa raja2 tersebut, bro pasti akan menemukan bukti bahwa pada masa Elisa sebagai nabi, raja yehuda tiba2 menerima surat dari Elia (yg katanya sudah ke sorga itu?)

salam kasih.
YBU

Anda membaurkan antara kematian jasmani dengan kematian rohani, bro. Di satu sisi mengatakan “kematian jasmani” membuka kesempatan menerima keselamatan yang dijanjikan, di sisi lain mengatakan dengan dibaptis kita mengalami “kematian rohani” dan diselamatkan.

Kaco.

Dalam kitab kejadian ini, jelas sekali dikatakan pada saat memakan buah itu, [b]maka pada saat itu juga manusia bisa mati secara jasmani.[/b] Terbukti setelah manusia di usir dari taman itu, Adam kemudian dapat mati. Tentang kematiannya secara rohani itu tidak perlu dibahas sebab segala sesuatu yang melanggar perintah Tuhan jelas menghasilkan dosa, dan dosa membuat kita terlepas dari Tuhan. Hal ini juga berlaku pada malaikat. Saat melakukan perbuatan yang menghasilkan dosa, maka terlepaslah kita dari Tuhan.

Perintah Tuhan :

Kej. 2 : 16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."


keadaan sebelum makan :

Kej. 2 : 21 ¶ Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
22 Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
23 Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.”
24 Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.
25 Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu.


setelah mereka makan :

Kej. 3 : 6 Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.
7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

ada perbedaan sebelum mereka makan dan setelah mereka makan yaitu “telanjang”

kenapa ketika sebelum mereka makan, mereka bertelanjang, tetapi tidak merasa malu ?
kenapa setelah mereka makan, mereka bertelanjang, mereka merasa malu ?

ada perbedaan.
dimana perbedaan tersebut ? karena mereka makan? karena bertelanjang? pada saat mereka makan ROH ALLAH / KEMULIAAN ALLAH undur dari hidup mereka, sehingga mereka bertelanjang dan malu.

apakah mereka mati ? kej. 2 : 17 mereka makan, mereka mati. tetapi Allah mengusir mereka keluar dari Taman Eden.

mereka memang mati. . . .

sebab mereka tidak sampai pada 1 hari Tuhan. pada hari mereka makan, mereka mati.
1 hari Tuhan = 1000 tahun

Mzm 90:4 Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.

2Ptr 3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.

Umur adam

Kej. 5 : 4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.
5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

bro BJ, terima kasih untuk tanggapan bro….

saya sebenarnya tidak mencoba mencampur adukkan antara kematian fisik dan rohani bro BJ. Mengenai kematian rohani, kira2 apa yang bisa bro tangkap dari sini?

bukankah kematian rohani adalah hidup dalam keterpisahan kita dengan Tuhan?, dan ini sudah terjadi jauh sekali dimasa adam sampai dengan sekarang.

pembaptisan bukan diartikan kematian rohani, tetapi lebih pada kematian yang sama seperti Yesus mati. Sudah tentu Yesus tidak mengalami kematian rohani akan tetapi kematian jasmani di atas kayu salib.
karena Yesus mati secara jasmani di atas kayu salib, maka jika ayat ini berbicara :

Roma 6:5 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang [b]sama dengan kematian-Nya,[/b] kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.

sudah tentu kitapun mengalami kematian yang sama persis seperti Yesus mati, yaitu kematian secara fisik.

jika kita telah menjadi satu dengan apa yang [b]sama dengan kematian-Nya,[/b]

lalu jika kita mengalami kematian “fisik” sama seperti Yesus mati, mengapa kita sekarang masih hidup?

Itulah yang saya bahas di atas,… bahwa itu memungkinkan karena Yesus Kristus.

Tanpa karya penyelamatan Yesus Kristus,…. Kita tidak akan pernah bisa……

salam kasih.
YBU.
:slight_smile:

@Sdr Duo Alva.
Malaikat diciptakanNya unt melayaniNya, jumlahnya cukup banyak, dan tdk semua memberontak, mk ktk diantara mereka ada yg berontak, mrk langsung dibuang ( Allah tdk mengalami kegagalan dg sebagian malaikat yg berontak ).

Manusia diciptakan unt memuliakanNya, manusia di perintahkan beranak cucu ( tambah banyak ), ketika mns pertama jatuh mk semua manusia ( termasuk anak cucu yg bakal lahir ikut mati rohani ), artinya tdk ada lagi yg bisa memuliakanNya, mk hrs ada yg Allah anugerahi hidup unt nantinya bisa memuliakanNya.Gby

Roma

6:23 Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita :slight_smile:

Terima kasih ^^ AyaT hafalan hari ini !

mereka hidup berkenan dihati ALLAH, sebab itu mereka tidak mengalami kematian tubuh. . . .

nantinya kita yang hidup ini pun juga ada yang tidak akan mengalami kematian tubuh, tetapi dalam sekejap di robah dan terangkat bertemu YESUS DI “UDARA”

1 Tes. 4 : 17 sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.

prosesnya :

1 Kor 15 : 51 Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah,
52 dalam sekejap mata,
pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah.

Ada beberapa sebab Penghulu Malaikat dan pengikutnya tidak bisa diampuni dosanya :

1.Malaikat adalah mahluk roh sehingga dosanya bersifat kekal karena ketentuan Tuhan hanya manusia yang bertubuh daging yang bisa mengalami penebusan,sehingga Anak Allah berinkarnasi menjadi daging untuk menebus dosa manusia.

2.Manusia berdosa karena digoda sedangkan malaikat tidak digoda melainkan sifat sombong yang tumbuh dari dalam dirinya sendiri.

3.Manusia berdosa karena pengaruh dusta dari luar yaitu si Iblis sedangkan si Iblis tidak berdasarkan dusta dari luar melainkan merupakan bapa dusta karena pertama kali dusta berasal dari dirinya sendiri ( Yohanes 8:44 “Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta).”

4.Malaikat sudah menyaksikan dan melihat sendiri kemuliaan Allah karena mereka adalah pelayan pelayan Allah disurga sehingga kalau masih berdosa setelah,menyaksikan sendiri kemuliaan Allah maka dosanya tidak bisa diampuni. (Yohanes 20:29 Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya).”

5.Karena Allah sendiri tidak mempunyai rencana membuka pintu untuk mengampuni dosa malaikat.

Shalom

bro alamak, terima kasih atas pendapatnya…
point 1-3 prinsipnya ok, memang itulah yang menjadikan dosa mereka awet, karena mereka mahluk roh yg melakukan dosa dari kehendak sendiri dan bersifat rohani, yaitu ingin “Menyamai Yang Maha Tinggi.”

point 5 sepertinya saya kurang sependapat. andai mungkin bisa diselamatkan, saya rasa Tuhan pasti selamatkan juga… tetapi karena seperti ulasan kita di awal threat, memang tidak mungkin untuk diselamatkan karena ketidak bisa matian mereka, sehingga kekallah hidup dalam keterpisahan dengan Tuhan.

tapi apapun itu, sekali lagi terima kasih bro alamak. :slight_smile:

Kalau anda memperhatikan seluruh ajaran keselamatan didalam Alkitab maka satu prinsip yang tidak bisa ditawar lagi adalah bahwa keselamatan hanya atas dasar karunia dan anugerah Allah saja.

Efesus 2:8,9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Kehendak Allah didalam keselamatan melampaui apa yang dianggap adil oleh pengertian manusia :

Roma 9:12 - 16 dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,” seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau.” Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! Sebab Ia berfirman kepada Musa: “Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati.” Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Jadi tidak mungkin ada kontradiksi didalam sifat sifat Allah karena semua berada secara harmonis satu sama lain.

Shalom

Keselamatan hanya atas dasar anugerah memang benar demikian. Bukankah memang itu yang saya tulis?

lalu jika kita mengalami kematian "fisik" sama seperti Yesus mati, mengapa kita sekarang masih hidup?

Itulah yang saya bahas di atas,… [b]bahwa itu memungkinkan karena Yesus Kristus.

Tanpa karya penyelamatan Yesus Kristus,…. Kita tidak akan pernah bisa……[/b]

Jadi bro alamak, memang keselamatan kita semata2 anugrah dari Tuhan, dan anugerah itu diberikan melalui Yesus Kristus yaitu memungkinkan kita mati sama seperti Yesus mati.

Kalau malaikat, karena mahluk roh maka sepertinya jalan itu tidak akan bisa.
Seandainya malaikat juga mahluk daging sama seperti kita (sebut saja malaikat daging), yang memungkinkan diselamatkan dengan “kematian”… mengapa tidak? Bukankah Tuhan itu adil?

Kalau kita butuh keselamatan, begitu juga dengan “malaikat daging”. Kalau kita takut ke neraka, begitu juga dengan “malaikat daging”. Kalau kita ingin kembali dapat hidup bersama-sama Tuhan, begitu juga dengan “malaikat daging”.

Apa bro kira malaikat jatuh ini akan dengan penuh suka cita dan kebahagiaan berjalan menuju ke neraka? Sudah tentu tidak.
Mereka juga takut. Dan sekiranya mungkin, mereka juga tidak akan mau ke neraka. Tetapi karena tidak ada pengharapan, dan mau tidak mau, suka tidak suka, mereka harus terpaksa ke sana, maka dalam ketidak relaan mereka, mereka berusaha juga mengajak teman (untuk balas dendam dengan Tuhan), yaitu kita manusia.

Kalau mereka begitu senangnya utk pergi ke neraka, ngapain juga mereka dengan berbagai cara bahkan dengan paksa mengajak kita ke sana juga?

Jadi bro alamak, karena tidak ada jalan keluar bagi mereka, maka tidak ada juga juru selamat bagi mereka.

Mengenai Roma 9:12-16, nas ini membicarakan tentang ribka dan kedua anaknya.
Bro alamak mungkin ingin menjelaskan bahwa Tuhan bebas mau pilih siapa saja tanpa ada yg bisa protes. Termasuk juga kalau Tuhan hanya memilih menyelamatkan manusia saja, dan memilih untuk tidak mau menyelamatkan malaikat jatuh.

Sebenarnya bro alamak, ada pengertian yang berbeda dari ayat di atas.
Bukankah Tuhan maha tahu? Saat ribka mengandung, Tuhan jg tahu siapa nanti yang keluar lebih dulu dari rahim ribka, Tuhan jg tahu bagaimana esau dan yakub akan hidup, begitu pula hal yang terjadi pada mereka berdua. Tuhan membicarakan hal itu karena memang Tuhan tahu apa yang bakalan terjadi dimasa depan. Jadi sebenarnya ini bukan diartikan Tuhan tidak mau menyelamatkan malaikat jatuh sekiranya malaikat jatuh ini bisa diselamatkan seperti manusia.

Saya lebih setuju pendapat bro di muka bahwa malaikat itu mahluk roh maka dosanya bersifat kekal… karena dosanya itu dosa rohani. Dan mahluk roh, tidak bisa mati. Jadi konsekwensi dari perbuatan dosanya, yang tidak bisa di tebus dengan kematian (lebih dikarenakan malaikat itu sendiri tidak bisa mati) membuat mereka tidak bisa memiliki juru selamat… otomatis juga tidak dapat menerima anugerah Tuhan.

Itu kurang lebihnya bro.

Salam.
GBU
:slight_smile:

Kita masih berbeda pendapat didalam proses keselamatan karena :

1.Saya berprinsip keselamatan hanyalah berdasarkan rencana kekal Tuhan yang berdaulat dengan tidak melihat usaha manusia untuk selamat (unconditional). Kemauan manusia untuk selamat juga hanya berdasarkan pekerjaan Allah didalam dirinya (Fil.2:13).

2.Anda beranggapan bahwa Tuhan memilih karena kemahatahuannya akan pilihan manusia tsb kelak (conditional).

Masalahnya kalau Tuhan memilih berdasarkan Dia tahu manusia akan memilih maka akan timbul permasalahan anugerah dan karunia didalam keselamatan disini,karena keselamatan tetap karena pilihan manusia bukan karena pilihan Tuhan yang berdaulat . Kalau manusia sudah memilih maka keputusan Tuhan hanya bisa mengikuti pilihan manusia saja.

Roma 11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

Shalom

bro alamak, untuk point 1 dimana bro mengacu pada filipi 2:13, sebenarnya ayat tersebut konteksnya agar kita senantiasa menjaga dan bekerja dalam keselamatan yang sudah kita peroleh. jadi sebenarnya ini diluar konteks diskusi kita.

diskusi kita lebih pada bagaimana manusia diselamatkan dan mengapa tidak begitu dengan malaikat jatuh.

untuk point 2,

Masalahnya kalau Tuhan memilih berdasarkan Dia tahu manusia akan memilih maka akan timbul permasalahan anugerah dan karunia didalam keselamatan disini,[b]karena keselamatan tetap karena pilihan manusia bukan karena pilihan Tuhan yang berdaulat [/b]. Kalau manusia sudah memilih maka keputusan Tuhan hanya bisa mengikuti pilihan manusia saja.

bro, sepertinya ada sedikit salah mengerti disini.
keselamatan tetaplah anugerah dari Tuhan. itu pasti! sama seperti sekarang ini Yesus sudah menganugerahkan keselamatan itu bagi semua manusia, tetapi tetap saja ada yang tidak selamat. karena apa? bukan karena Yesus tidak mau menyelamatkan mereka. tetapi lebih kepada mereka sendiri yang menolak Yesus!

jadi kalau boleh saya ilustrasikan…
jika ada 2 orang A dan B, kepada mereka diberitakan keselamatan dalam Yesus. Tuhan sudah tau siapa dari mereka berdua yang akan terpilih untuk diselamatkan karena Tuhan sudah tahu di masa datang, hanya si A (misalkan) yang merespon keselamatan itu.

jadi dalam hal ini bukan berarti Tuhan hanya mengikuti saja kehendak manusia itu dan bukan juga karena Tuhan tidak berdaulat. tetapi karena Tuhan sudah tau siapa dari mereka berdua yang merespon keselamatan itu di masa depan.

untuk keselamatan sendiri, tetap atas anugerah Tuhan. yaitu melalui Yesus Kristus. tanpa anugerah dari Tuhan ini, tetap saja baik si A maupun si B tidak dapat diselamatkan. tetapi si A baru dapat diselamatkan kalau dia merespon anugerah keselamatan yang Tuhan berikan melalui Yesus itu. (inilah kehendak manusia itu, mau menerima atau menolaknya)

jadi intinya, keselamatan manusia tetap karena kedaulatan Tuhan untuk menyelamatkan manusia melalui anugerah Yesus Kristus. namun begitu tidak semua manusia bisa diselamatkan, hal ini lebih dikarenakan manusia ybs yang menolaknya. bukan karena Tuhan pilih kasih antara satu manusia dengan manusia lainnya.

roma yang bro kutip di atas

Roma 11:6 Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia.

ini lebih menjelaskan bahwa manusia, tidak mungkin ke sorga kalau tidak melalui anugerah Yesus. jadi bagaimanapun manusia itu berbuat baik, tidak mungkin ke sorga kalau lepas dari Yesus. itu inti dari ayat roma di atas.

anugerah keselamatan dari Yesus ini, biarpun sudah tercurah bagi kita, tetap saja memerlukan “perbuatan” kita (dalam tanda kutip) untuk meresponnya… terima atau tolak.

kalau terima selamat kalau menolak yah kagak selamat. ayat roma di atas bukan membicarakan perbuatan dalam arti menerima atau menolak, tetapi perbuatan dalam arti mencari jalan ke sorga dengan mengandalkan perbuatan baik manusia. jelas ini tidak bisa!

demikianlah bro alamak.

GBU.

Benar bro tetapi keselamatan awal yang kita peroleh hanyalah berdasarkan pemberian atau karunia Tuhan saja bukan hasil uasaha atau perbuatan manusia :

Efesus 2:8,9 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Keselamatan hanya melalui kelahiran kembali seperti kata Kitab Suci :

Titus 3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh ROH KUDUS,

Jelas keselamatan itu hanyalah pekerjaan Tuhan dan inisiatif Tuhan saja bukan manusia yang sudah mati secara rohani didalam dosa dosanya.

diskusi kita lebih pada bagaimana manusia diselamatkan dan mengapa tidak begitu dengan malaikat jatuh.

Benar bro makanya saya menegaskan bagaimana keselamatan itu diperoleh agar jangan disalahtafsirkan.

Keselamatan hanyalah hak prerogatif Tuhan saja karena Tuhan tidak pernah berhutang keselamatan baik kepada manusia maupun malaikat.

Jadi kalau Tuhan mau menyelamatkan manusia dan tidak kepada Malaikat itu hanyalah hak kedaulatan Tuhan belaka karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan,dan semua sifat Tuhan adalah harmonis satu dengan lainnya.

untuk point 2, Quote Masalahnya kalau Tuhan memilih berdasarkan Dia tahu manusia akan memilih maka akan timbul permasalahan anugerah dan karunia didalam keselamatan disini,karena keselamatan tetap karena pilihan manusia bukan karena pilihan Tuhan yang berdaulat . Kalau manusia sudah memilih maka keputusan Tuhan hanya bisa mengikuti pilihan manusia saja.

bro, sepertinya ada sedikit salah mengerti disini.
keselamatan tetaplah anugerah dari Tuhan. itu pasti! sama seperti sekarang ini Yesus sudah menganugerahkan keselamatan itu bagi semua manusia, tetapi tetap saja ada yang tidak selamat. karena apa? bukan karena Yesus tidak mau menyelamatkan mereka. tetapi lebih kepada mereka sendiri yang menolak Yesus!

jadi kalau boleh saya ilustrasikan…
jika ada 2 orang A dan B, kepada mereka diberitakan keselamatan dalam Yesus. Tuhan sudah tau siapa dari mereka berdua yang akan terpilih untuk diselamatkan karena Tuhan sudah tahu di masa datang, hanya si A (misalkan) yang merespon keselamatan itu.

jadi dalam hal ini bukan berarti Tuhan hanya mengikuti saja kehendak manusia itu dan bukan juga karena Tuhan tidak berdaulat. tetapi karena Tuhan sudah tau siapa dari mereka berdua yang merespon keselamatan itu di masa depan.

untuk keselamatan sendiri, tetap atas anugerah Tuhan. yaitu melalui Yesus Kristus. tanpa anugerah dari Tuhan ini, tetap saja baik si A maupun si B tidak dapat diselamatkan. tetapi si A baru dapat diselamatkan kalau dia merespon anugerah keselamatan yang Tuhan berikan melalui Yesus itu. (inilah kehendak manusia itu, mau menerima atau menolaknya)

jadi intinya, keselamatan manusia tetap karena kedaulatan Tuhan untuk menyelamatkan manusia melalui anugerah Yesus Kristus. namun begitu tidak semua manusia bisa diselamatkan, hal ini lebih dikarenakan manusia ybs yang menolaknya. bukan karena Tuhan pilih kasih antara satu manusia dengan manusia lainnya.

roma yang bro kutip di atas

Disiniliah perbedaan anda dengan saya karena Alkitab banyak sekali mengajarkan bahwa keselamatan sudah direncanakan Allah sebelum dunia diciptakan.

Efesus 1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.

Demikian pula Allah yang memilih manusia terlebih dahulu sehingga memampukan manusia memilih Allah sebagaimana Allah lebih dahulu mengasihi manusia sebelum manusia mengenal Allah dengan benar.

1 Yoh. 4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita

Kolose 3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Manusia yang sudah mati rohani tidak mungkin bisa memilih Tuhan dengan benar kalau dia tidak dihidupkan kembali rohaninya dpl Lahir Baru secara rohani yang dikerjakan oleh ROH KUDUS.

Efesus 2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.

Bersambung

Ada 3 syarat dari apa yang namanya ‘kasih karunia’ Tuhan yaitu :

  1. Bukan berdasarkan kelayakan manusia (unconditional)

  2. Bukan berdasarkan hasil usaha dan perbuatan manusia karena semua manusia sudah berdosa dan mati secara rohani (Ef.2:1).

  3. Hanya berdasarkan kemurahan Allah saja.

Roma 9:16 Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Shalom

benar, tetapi dalam John 3 : 16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

tergantung siapa yang merespons

sebab itu sebelum Yesus kembali ke rumah Bapa, Ia berpesan :

Mat 28 : 19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,
20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."