malu

Beberapa hari lalu saya ke dokter untuk mengantar mama saya (bukan kristen)untuk berobat. Di ruang tunggu banyak yang menunggu karena dokter terlambat datang. Sewaktu saya masuk ada 2 orang bicara keras. Setelah saya duduk, baru dengar kalau mereka berdua sedang membicarakan kristus, tapi hanya salah satu yang mendominasi pembicaraan (sebut saja A), dari kesaksian pribadi sampai tentang ayat2 Alkitab. Waktu itu teman si A bilang jangan ramai2 kalau bicara, si A berkata dengan keras “saya sedang membicarakan tentang Kristus, agar semua orang mendengar tentang Yesus sang juru selamat”, kemudian mereka kembali bicara tentang kekristenan. Kemudian saya lihat pasien yang menunggu dan keluarganya ada wajah2 yang merasa terganggu dengan suara mereka, dan saya jadi merasa tidak enak tapi berusaha menguatkan diri dengan berkata dalam hati “mungkin Tuhan mau pake orang ini dengan keberaniannya berbicara”. Tak lama kemudian dokter datang dan ternyata kenal si A dan bicara2 sebentar di ruang tunggu tentang sakit si A. Setelah dokter masuk ruangannya, si A mulai ngomong lagi dan salah satunya “segala masalah kalau doa dalam nama Yesus akan terima mujizat, yang sakit disembuhkan, yang perlu berkat akan diberkati”. Kemudian ada yang yang bisik2 di sebelah saya “gitu kok ke dokter”. Setelah dengar itu entah kenapa saya jadi malu terhadap si A. Apakah saya salah karena merasa malu kepada si A?

Klo secara alkitabiah, aku ga tau.
Tapi klo secara diri saya aku rasa ga salah kok merasa malu.
Kan barangkali anda malu bukan karena anda orang kristen atau malu akan Tuhan.
Kan barangkali anda malu karena dia melakukan hal yg menganggu dalam nama kristen (ga mau judging A, tapi aku rasa yg A lakuin malah jatuhin kristen)

Klo aku disituasi anda aku akan merasa malu, sedih, kecewa, kesel, dan marah.
Aku satu2nya kristen di keluarga ku.
Jadi aku marah soalnya A bakal kemungkinan besar bikin mama jadi semakin ga seneng kristen (which also mean dia mundur lebih jauh dari mengenal Tuhan).
Secara alkitab, barangkali kita bisa ajak A ngomong pelan2 4 mata (well, klo berani)

Bersaksi tt Yesus itu harus dgn hikmat, bukan dgn cara show off spt itu
Bersaksi lbh kena kalau dgn perbuatan kasih, bkn hanya dgn omong tt konsep
bicara mujizat di tempat spt itu sangat tdk berhikmat, terkesan arogan
Kesembuhan yg Tuhan berikan tdk selalu hrs berupa kesembuhan illahi/mujizat,
tapi bisa juga melalui pengobatan dokter, Tuhan yg berikan hikamt kpd dokter tempat berobat
tentunya ini diperlukan doa agar Tuhan memberikan hikmat kpd dokter yg memeriksa

Mungkin si A ini ngerasa sangatt bangga gtu punya Tuhan Yesus
hehehe

tapi ttp harus liat kondisi…
boleh bangga tapi jangan terkesan sombong gtu…