Mana yang benar: Anak kecil dibaptis atau diserahkan?

Ada sebagian gereja menolak pratek baptisan anak dan menganggap bahwa seorang anak kecil haruslah diserahkan bukan dibaptis?

Mohon penjelasan?

mnrt pendapat saya mas…

itu mah… pinter-pinternya orang jualan bikin gimmick aja…
biar kelihatan produk-nya different dan unique…
at least… Tidak sama dengan leading brand-nya…

gitu imo sih…

Dapat dikatakan bahwa dalam Alkitab tidak ada perintah yang aksplisit mengenai baptisan anak-anak. Ritual baptisan anak-anak adalah Tradisi Gereja, yang berawal dari Katolik dan diserap beberapa denom Protestan.
Saya pribadi tidak mempermasalahkan “Tradisi” ini. Baptisan bayi/ anak-anak dapat dijadikan tanda penyerahan anak kpd Tuhan.

Reff: http://www.sarapanpagi.org/baptisan-anak-anak-vt280.html#p614

Klo menurut saya praktek penyerahan anak dasarnya sangat lemah karena ini adalah bagian Alkitab yang bersifat despritif (hanya mengambarkan apa yang terjadi) bukan didaktis (yang bersifat pola/norma/hukum yang harus diikuti). Ayat didalam Mat. 19:13-15 itu hanya menceritakan bahwa Yesus memberkati anak-anak tapi itu bukan suatu perintah utk dilaksanakan, jadi praktek penyerahan anak dasarnya sangat lemah tidak perlu ditiru…Tetapi dasar baptisan anak-anak, ini mempunyai dasarnya yang kuat antara Allah dan Abraham sebagai tanda perjanjian yaitu tanda sunat dengan disunat, seorang anak dimasukan ke dalam perjanjian antara Allah dan Abraham walapun anak yang disunat sama sekali belum bisa beriman dari dirinya, lihat dalam Roma 4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman…dstnya…

Demikian dalam PB, sunat diganti dengan baptisan, maka dalam baptisan, anak kecil dari orang tua yang percaya harus dibaptis sekalipun belum beriman dari diri sendiri…

Jadi jelaskan utk baptisan anak saya kira lebih kuat dari praktek penyerahan anak yang dasarnya lemah!..

tapi kalau dipikir2 lagi
bukankah proses dibabtis di alkitab adalah sebagai berikut : mendengar firman tuhan, menjadi percaya dan lalu dibabtis?
bayi boro2 bisa percaya, denger aja blom ngerti yang didengar apaan

Dasar anda juga lemah, yang dibaptis itu harus mengaku percaya, bayi ga bisa mengaku percaya, apa maksud anda itu harus diwakilkan orangtuanya lalu anda anggap baptisan itu sah.

Yang buat selamat itu percayanya atau baptisannya?

Makanya penyerahan anak itu lebih tepat daripada maksa bayi harus dibaptis, itu kan namanya mengada-ada.

Salam… :slight_smile:

Siapa bilang ng’ bisa diwakilikan orang tua? buktinya anak kecil harus disunat yang berumur 8 hari yang sama sekali belum bisa beriman koq bisa.

lihat Roma 4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka.

Coba anda lihat sunat adalah meterai kebenaran berdasarkan iman. Jadi argument utk baptisan anak jauh lebih kuat dari pada praktek penyerahan anak.

Klo saya menolak praktek penyerahan anak karena emang saya punya alasan yang kuat menurut saya praktek penyerahan anak ini sangat lemah dengan alasan bahwa ayat Matius 19:13-15 hanya mengambarkan apa yang terjadi dan ayat ini bukan suatu perintah untuk dilaksanakan sehingga tidak perlu menjalankan itu juga bukan kewajiban…

Dan yang membuat selamat itu berimannya atau dibaptisnya?

Jawabannya ada 2 (dua):

  1. Syarat percaya/ beriman itu adalah syarat bagi orang dewasa, jelas jangan diterapkan pada anak-anak.
  2. Yang dicatat Alkitab adalah generasi pertama dari kekristenan sehingga memang yang ada hanyalah cerita tentang baptisan orang dewasa.

Jadi Para Bapa Gereja banyak memberikan kesaksian akan baptisan anak pada priode kedua dari kekristenan.
Dalam hal ini ordinasi sunat diganti dengan baptisan. Kol. 2:11 Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, 2:12 karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati

Makanya penyerahan anak itu lebih tepat daripada maksa bayi harus dibaptis, itu kan namanya mengada-ada.

Salam… :slight_smile:

Lihat justru penyerahan anak tidak bisa dikatakan mempunyai dasar dalam perjanjian antara Allah dan Abraham namun baptisan anak punya dasar yang kuat antara Allah dan Abraham walaupun belum bisa beriman dari diri sendir harus di sunat, maka dalam PB baptisan anak juga demikian walaupun belum bisa beriman dari diri sendiri harus di Baptis…Lalu mengapa harus membaptis mereka?

Baptisan anak adalah suatu perbuatan rohani ‘tanda’ walaupun masih kecil sudah diserahkan sebagai pengikut Kristus dan Bapa dan Ibunya itu berjanji utk mendidik anak-anak itu dan diajarkan ttg firman Tuhan dan keselamatan didalam Kristus.

mengenai sunat dan babtis
Walaupun keduanya paralel babtis dan sunat menyimbolkan 2 covenants yang berbeda

But well, yang manapun juga
Saya sih tidak lakukan
Biarin aja anak saya yang milih sendiri

yoi sunat itu bukan babtisan…

anda ini semakin aneh. Anda tidak mengerti FT atau sengaja mencampur adukkannya ?

saya curiga, anda tidak bisa membedakan antara dendeng sapi dan sayur gudeg.

klo anda mengatakan baptis dan sunat menyimbolkan 2 covenants yang berbeda, itu salah besar…

Orang-orang yang anti baptisan anak selalu bertanya : “Mana ada perintah di Alkitab untuk membaptis anak?”

Saya juga menjawab : “Mana ada larangan di Alkitab untuk membaptis anak?”

Jadi memang yang menjadi dasar baptisan anak itu bukannya ada perintah eksplisit melainkan pada sebuah teologia yang namanya “Covenant Theology” atau Teologia Perjanjian. Apa itu Teologia Perjanjian? Marilah perhatikan Gal 3:13-14.

Gal 3:13-14 - “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis : “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”

Setelah membaca ayat ini sesuai sesuai tuduhan anda bahwa menyimbolkan 2 covenants yang berbeda, yang sebenarnya hanya cuma 1 covenants yang tidak berbeda yaitu tertulis dalam Gal. 3 diatas Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain…

Jelaskan “apa itu berkat Abraham?” Atau “apa isi berkat Abraham itu?

Hal ini penting karena demi sampainya berkat itu kepada bangsa-bangsa lain (kita) Yesus Kristus bersedia menjadi kutuk di atas kayu salib. Yesus Kristus rela mati demi berkat itu. Mari perhatikan lagi Galatia 3:26 dan 29 :

Gal 3 :26, 29 – (26) “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. (29) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Di sini kita bisa melihat bahwa ketika kita percaya pada Yesus Kristus, secara rohani kita juga adalah keturunan Abraham dan dengan demikian kita berhak untuk menerima janji Allah itu. Janji apa itu? Itulah janji yang ada di dalam berkat Abraham. Sekarang marilah kita melihat isi dari janji itu dan dengan demikian kita harus kembali kepada kitab Kejadian pasal 17 di mana Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham.

Kej 17 :7 - “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu”.

Jadi rupanya berkat Abraham yang juga diterima oleh kita yang percaya kepada Kristus Yesus yang olehnya Yesus rela menjadi kutuk di atas salib adalah sebuah berkat rohani yaitu agar Allah menjadi Allah Abraham dan Allah keturunannya. Yesus rela menjadi kutuk di atas kayu salib agar Allah dapat menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya termasuk kita yang adalah keturunan Abraham secara rohani.

Selanjutnya untuk meneguhkan janji itu Allah memberikan suatu ordinasi yang harus dilakukan oleh Abraham dan keturunannya yakni ordinasi sunat.

Kej 17:10 - “Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat.”

Sunat di sini adalah lambang dari perjanjian rohani itu serta materai kebenaran berdasarkan iman.

Roma 4:11 - “Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai materai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat…”

Jika sunat ini adalah materai kebenaran berdasarkan iman, maka setiap orang yang disunat dimasukkan atau terhisap ke dalam perjanjian kekal ini atas dasar iman. Lalu kapankah seorang keturunan Abraham disunat ?

Kej 17:12 - Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

Bersambung.

Kita dapat banding dengan dalam Rom 4 :11 dikatakan bahwa sunat itu diterima sebagai ‘ materai kebenaran berdasarkan iman’.

Nah, kalau seorang anak disunat saat berumur 8 hari, maka iman siapa yang dipakai di dalam praktek sunat itu ? Iman anak itu sendirikah atau iman orang tuanya (Abraham) ?

Sudah pasti iman orang tuanya (Abraham). Jadi yang disunat ini adalah bayi yang belum mengerti apa-apa tentang masalah iman dan belum bisa beriman dari dirinya sendiri. Kalau begitu mengapa ia perlu disunat?

Sebab itu adalah perintah Allah ! Menolak menyunatkan seorang anak hanya karena ia belum bisa beriman adalah melawan perintah Allah.

Ingatlah bahwa Musa pernah mau dibunuh oleh Tuhan karena lalai menyunatkan anaknya.

Kel 4:24-26 – (24) Tetapi di tengah jalan, di suatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. (25) Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata: “Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku.” (26) Lalu TUHAN membiarkan Musa. “Pengantin darah,” kata Zipora waktu itu, karena mengingat sunat itu.

Jadi sunat itu adalah tanda perjanjian berdasarkan iman yang dilakukan pada keturunan Abraham secara jasmani pada saat mereka masih berumur 8 hari (belum bisa beriman dari diri sendiri).

Satu hal yang harus ditambahkan adalah bahwa Perjanjian yang ditandai dengan sunat ini bersifat kekal.

Kej 17:13 - Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

Anehnya adalah di dalam PB ada begitu banyak ayat Alkitab yang menganggap sunat tidak lagi penting dan mempunyai arti bagi seorang Kristen.

1 Kor 7:19 - Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak penting. Yang penting ialah mentaati hukum-hukum Allah.

Gal 5:2,6,15 – (2) Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. (6) - Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (15) - Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Mengapa demikian ? Karena tanda sunat tersebut telah diganti (atau adalah type) dengan baptisan. Ini berlaku setelah Yesus mati dan bangkit.

Kol 2:11-12 – (11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, (12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Gal 3:27, 29 – (27) Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. (29) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Justru dasar anda untuk menolak penyerahan anak dan mengatakan bahwa baptisan mempunyai dasar yang kuat itu sungguh tidak beralasan, itu cuma tafsiran saudara, sama seperti baptisan guyur itu.

Coba perhatikan ayat berikut:
Kejadian 17:10
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat.

Ini ayat jelas berbicara tentang perjanjian Tuhan dengan ABRAHAM dan keturunannya. Kalau memang anda merasa keturunannya, maka anda wajib disunat pada hari ke 8 kalau tidak maka janji Allah tidak berlaku pada anda. Pertanyaan saya, hari ke berapa anda disunat?

Anda jadikan ayat ini dasar bahwa baptisan anak lebih tepat daripada penyerahan anak. Menurut saya KONYOL sekali.

Baptisan anak dan sunat Abraham beda mas…sampean yang maksa untuk cocok-cocokin, kemarin bilang baptis guyur paling tepat, sekarang mengada-ada lagi, semoga kita semakin berhikmat.

Salam… :slight_smile:

Anda salah kapra dikira ini cuma perjanjian sunat saja namun perjanjian ini adalah perjanjian sampai pada kekal, Anda lihat suatu perjanjian yang tidak dapat dibatalkan oleh siapapun, antara Allah dan Abraham, perjanjiannya adalah supaya di dalam Yesus berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain…
Mari kita lihat acuan ayatnya supaya anda tidak bingung-bingung…

Gal 3:13-14 - “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis : “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.

Jadi jelaskan “apa itu berkat Abraham?” Atau “apa isi berkat Abraham itu?”

Hal ini penting karena demi sampainya berkat itu kepada bangsa-bangsa lain, Yesus Kristus bersedia menjadi kutuk di atas kayu salib.
Yesus Kristus rela mati demi berkat itu. Mari perhatikan lagi Galatia 3:26 dan 29 :

Gal 3 :26, 29 – (26) “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. (29) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Di sini kita bisa melihat bahwa ketika kita percaya pada Yesus Kristus, secara rohani kita juga adalah keturunan Abraham dan dengan demikian kita berhak untuk menerima janji Allah itu.

Janji apa itu? Itulah janji yang ada di dalam berkat Abraham. Sekarang marilah kita melihat isi dari janji itu dan dengan demikian kita harus kembali kepada kitab Kejadian pasal 17 di mana Allah mengadakan perjanjian dengan Abraham.

Kej 17 :7 - “Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu”.

Jadi rupanya berkat Abraham adalah perjanjian yang kekal yang juga diterima oleh kita yang percaya kepada Kristus Yesus yang olehnya Yesus rela menjadi kutuk di atas salib adalah sebuah berkat rohani yaitu agar Allah menjadi Allah Abraham dan Allah keturunannya. Yesus rela menjadi kutuk di atas kayu salib agar Allah dapat menjadi Allah bagi Abraham dan keturunannya termasuk kita yang adalah keturunan Abraham secara rohani.

Baptisan anak dan sunat Abraham beda mas...sampean yang maksa untuk cocok-cocokin, kemarin bilang baptis guyur paling tepat, sekarang mengada-ada lagi, semoga kita semakin berhikmat.

Salam… :slight_smile:

Tidak ada bedanya dan tidak maksa dan cocok-cocokin malahan saling meneguhkan janji Allah itu memberikan suatu ordinasi yang harus dilakukan oleh Abraham dan keturunannya.

Bersambung

Janji berkat Abraham yang juga diterima oleh kita yang percaya kepada Kristus Yesus yang olehnya Yesus rela menjadi kutuk di atas salib adalah sebuah berkat rohani yaitu agar Allah menjadi Allah Abraham dan Allah keturunannya

Kej 17:10 - “Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat.”

Sunat di sini adalah lambang dari perjanjian rohani itu serta materai kebenaran berdasarkan iman.

Roma 4:11 - “Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai materai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat…”

Jika sunat ini adalah materai kebenaran berdasarkan iman, maka setiap orang yang disunat dimasukkan atau terhisap ke dalam perjanjian kekal ini atas dasar iman.
Gal 5:2,6,15 – (2) Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. (6) - Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih. (15) - Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Mengapa demikian ? Karena tanda sunat tersebut telah diganti (atau adalah type) dengan baptisan.
Jika dalam ordinasi sunat, anak kecil yang belum bisa beriman sendiri harus disunat, maka sama (tidak beda) dalam baptisan, anak kecil yang belum bisa beriman sendiri harus dibaptis.

Lihat ini berlaku setelah Yesus mati dan bangkit.

Gal 3:27, 29 – (27) Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. (29) Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

Kol 2:11-12 – (11) Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, (12) karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

Dibaptis sama aja dengan diserahkan, dan diserahkan ya maksudnya dibaptis.
karena yang bekerja adalah iman orang tua. :slight_smile:

GBU

Saya mengerti mas, memang susah menjelaskan sama orang yang belajar teologi tapi ga pake hikmat Tuhan. Pertanyaan saya cuma satu…anda disunat umur berapa?

Itu aja jawab dulu, panjang lebar anda menjelaskan isinya “kosong”, maaf kalau tersinggung.

Salam… :smiley:

Lu kalau gak punya iman untuk membaptisa anak lu ya udah jangan dipaksain.
Bagi yang beriman, ya silahkan gak apa-apa juga. :slight_smile:

GBU

lho… pertanyaan mas rennati kok engga dijawab?

kok malah ngeles yg lain?

meneladani siapa sih tabiat hobi ngeles ini?
yesus kayanya engga pernah ngeles lho…
yg hobi ngeles itu iblis kan?
nah lho…

dijawab dulu ah…

Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.

Saya belum pernah disunat.

Fitnah lagi…capee dech…

Kalau ga pernah disunat ya kenapa bahas perjanjian abraham? Capee dech… :smiley: