Mana yang harus saya pilih?

Sebelumnya saya ucapkan terima kasih buat yang mau memberikan saran dan konseling… :afro:

Saya saat ini ada dalam kebimbangan dalam memilih pasangan hidup… :char12: :char12:

Saya saat ini sudah dalam status bertunangan, sebut saja namanya “E”
Kami menjalani masa pacaran hingga saat ini sudah 7 tahun (masuk tahun ke 8), kami lamaran pada Dec 2008. Sejak awal masa pacaran, kami jalani biasa saja…, hub monoton… dan dingin

Disaat sepi ini, secara ga sengaja aku dikenalin “I” sama temen (Juni 2007), soalnya mereka tau kalau aku sangat kesepian… awalnya aku bersikap biasa saja, tapi setelah beberapa kali ketemu, kami sepakat mengisi waktu luang bareng… makan bareng, karaokean bareng… tidak lama kemudian “I” mengungkapkan perasaannya ke aku. Aku menolak secara halus dan mengatakan kalau aku sebenarnya sudah ada pacar. Tapi kegiatan kami tetap berlanjut, malam hari kami selalu bertelpon, dalam perjalanan dinas luar kota, dia juga selalu menemani via telpon… sedangkan pacarku “E” tidak. Dalam hubungan dengan “I” aku selalu bisa curhat mengenai permasalahanku dengan “E”, dia dengan sabar sll memberi aku masukan, bahkan membantu aku memilihkan kado buat “E”.

Permasalahan mulai muncul ketika aku memutuskan bertunangan (Dec 08)dengan “E”, “I” memutuskan buat menjauhi aku karena aku sudah bertunangan…, aku berusaha untuk menerima keputusannya…
Tapi permasalahan dalam kehidupanku mulai muncul, situasi kerja yang tidak memungkinkan membuat aku terjun dalam wirausaha. Pada naik turunnya roda kehidupanku, pada titik titik terendah (Mei 09)aku merasa tidak ada penghiburan yang pas dari “E”, apalagi hubungan kami dingin… Aku mulai merindukan “I”, aku merasa dia jauh lebih membuatku nyaman… disaat aku jatuh, aku merasa “I” sll memeluk dan memberi semangat… Aku bicara terus terang pada “E” bahwa aku merasa sangat kesepian dan butuh dukungan dari dia…, diluar perkiraan “E” malah mengatakan “Lha kl kamu mintanya diperhatiin terus kayak cewe ya susah, mending hubungan ini dipikirin lagi!!”. :mad0261:

Hal ini yang membuat aku sangat sakit, dan merasa “I” jauh lebih baik. Aku akhirnya putus dari “E”, dan kembali mencari “I”. Aku mengatakan kalau sudah putus dengan “E”, namun belum bisa terus terang dengan ortu “E” karena ortu “E” memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke.
Oleh ortu aku diminta untuk memikirkan lagi hub dengan “E”, dan setelah putus “E” mendadak jadi sering datang (1x seminggu), aku menolak jg tidak mungkin karena “E” bikin janji sendiri dengan adik ku kalau mau main ke kota ku dan tidur di rumahku, sehingga mau ga mau aku menemani. Aku terus terang dengan “I” dan dia bisa memahami…
Ortu ku menentang keras hub ku dengan “I”, mereka menganggap “I” adalah perusak hub orang dan cewe ga bener. Aku didesak untuk kembali dengan “E”. :’( :’(

Perdebatan terus terjadi dalam batinku, disatu sisi ortu meminta aku untuk berbaikan dengan “E” dan aku merasa “E” sangat mencintai aku, dia mengakui kalau selama ini karakternya cuek dan dia mau mengubah… dia juga pernah membandingkan aku dengan orang lain yang lebih mapan, dan dia mengakui kalau itu salah…, dia bilang kalau dia bisa menerima aku apa adanya… yang aku tau, hub kita sering didera masalah, namun “E” selalu berusaha mempertahankan… (padahal kami belum berhubungan sex), dia selalu mengatakan akan berubah… :huh: :huh:
Aku bingung, karena hatiku dengan “E” dingin…, bahkan ketika digandeng tangan aku merasa ga nyaman…, ketika secara tidak sengaja berciuman aku langsung menghindar. Bahkan ketika dia berganti pakaian didepanku pun aku tidak bernafsu. Apakah ini bisa dipertahankan? apakah nanti kalau aku menikah dengan “E”, nafsu bisa segera muncul?

Dengan “I” aku merasa sangat nyaman…, aku merasa hub kita hangat, semua segi kehidupanku, bahkan sampai terkecil dan pribadi (diluar sex) selalu dia perhatikan… saat ini aku selalu teringat dia, sering aku khawatir dengan kehidupannya…, aku merasa tidak rela kalo kehilangan dia… :’(, “I” mengatakan kalau misal ortu belum setuju, dia mau berusaha bersabar untuk mengubah image negatif itu… :’(

Selama ini, aku sudah berusaha melakukan konseling gereja, tapi hasilnya kurang memuaskan. Aku putus asa, hingga aku bersimpuh dihadapan Tuhan…
Aku beberapa waktu terakhir Doa Puasa, aku berjanji pada Tuhan, kalau aku bisa jalan dengan “I”, aku berjanji untuk menjaga kekudusan sampai menikah nanti…
Saat ini aku bingung harus bagaimana, aku hanya bisa doa karena aku percaya Tuhan memiliki rancangan terindah… :rolleye0014:

Kalau memang aku ditakdirkan dengan “E”, semoga hatiku yang dingin bisa Tuhan ubahkan…, dan Tuhan menjaga dan melindungi “I”, aku sangat khawatir “I” sakit hati dan membenci aku, karena aku dianggap mempermainkan dia… :’( :’( :’( :’( :’(

rekan sekalian, kalau ada masukan mohon pencerahannya…
sebenarnya cerita ini uda aku singkat2, tapi masih tetep panjang banget, makasih buat yang uda sabar membaca dan memberi masukan… GBU :slight_smile: :slight_smile:

bro cold,

memang rentang waktu anda bersama dengan E sudah sangat lama, mungkin bro sedang mengalami suatu anti klimaks atau titik jenuh dengan E

namun bro sudah memiliki komitmen bersama dengan E dalam bentuk pertunangan dan keluarga bropun cenderung lebih memilih E sebagai pasangan hidup bro

masalahnya bro dalam komitmen tersebut, tanpa direncanakan telah jatuh hati kepada I, sehingga membuat situasi hati bro semakin berkecamuk ketika harus memilih antara E dan I

ditenggah lingkungan bro nampaknya bro tidak dapat menemukan seseorang yang mendukung hubungan bro dengan I, malah lebih banyak menilai I sebagai perusak komitmen dengan E

permasalahan dihadapan keluarga atau lingkungan bro adalah komitmen dan waktu yang sudah sangat lama (7 tahun) dalam berhubungan

sangat dimengerti lingkungan terdekat bro menganjurkan bro memilih E karena mereka sudah sangat kenal dengan E dan keluarga E

sebelum memilih antara E atau I

apakah memang bro tidak ingin mempertahankan komitmen yang sudah bro pernah buat? dalam bentuk hubungan pertunangan?

mungkin pokok doa itu yang menjadi fokus dalam pergumulan doa bro tersebut

setelah bro sudah mendapatkan jawaban dari masalah komitmen tersebut

pertimbangkanlah kemudian dari E atau I, yang mana yang paling mencintai TUHAN atau mendorong bro untuk semakin mencintai TUHAN, tanpa ingin memiliki sama sekali

dari situ bro akan semakin mantap dalam memilih antara E atau I

namun yang harus diingat bagaimana bro nanti rekonsiliasi dengan yang tidak bro pilih, pasti E lebih merasa hatinya sakit (sudah 7 tahun bersama) dibandingkan dengan I, karena E telah menginvestasikan waktunya untuk bro selama 7 tahun lebih

semoga apa yang saya berikan ini bisa bermanfaat buat bro

tetap terus bergumul dalam doa dan percayalah TUHAN akan memberikan yang terbaik dalam permasalahan yang bro hadapi

:slight_smile:
GBU

Karna sering meluangkan waktu bersama, secara tidak sadar perasaan cinta itu muncul.

Maaf sebelumnya,
Bukan bermaksud menyalahkan, tapi jelas sekali terlihat kalau “I” berusaha merebut hati kamu dengan menunjukkan sikap baiknya.

Sekarang ini, ditengah kejenuhanmu sama “E”, membuat kamu mudah untuk luluh dan cinta orang lain.
Itu hal yang wajar karna hubungan yang monoton dan terjalin begitu lama.

Tapi,
Kamu juga udah mengambil keputusan untuk mengikat janji setia dengan “E”.
Kamu jangan lupakan hal itu juga.

Yang mengganjal di pikiranku,
Apa dia benar-benar berganti pakaian di depan kamu? Kalo hal ini nggak baik.

Tapi,
Hal yang membuat kamu nggak nafsu, menurutku karna kamu udah sayang sama dia. Kamu nggak mau melukai dia dengan mengambil keperawanannya.
Sehingga begitu kontak fisik sedikit, kamu langsung mundur dan menjauh.

Sementara kalau kamu nafsu saat melihat “I” demikian, artinya kamu nggak menyayangi dia seluruhnya.
Kamu cuma sayang sama fisiknya, hanya nafsu belaka.

Kini, “E” berusaha untuk berubah.
Dengan memperlihatkan keperhatian dia terhadap kamu.

Sekarang keputusan ada di tangan kamu,
Dengan gambaran yang aku kasih, semoga bisa membuka jalan pikiran kamu.

Jangan lupa berdoa, bro untuk permasalahan ini. :afro:

GBU

Menurut saya, pasangan hidup itu bukanlah hal yang bisa ditentukan oleh orang lain. Kalau mau bahagia, kamu yang harus pilih sendiri, sesuai dengan hati kamu. Minta hikmat dari Tuhan.

Jangan sampai, ada teman yang mendorong kamu untuk pilih si A dan kemudian tidak bahagia, kamu akan cenderung untuk menyalahkan diri sendiri dan berpikir yang macam-macam.

Jangan terlalu gegabah dalam ambil keputusan. Yang penting, berdoa, minta Tuhan kasih hikmat.

yang ini kabarnya gimana yah… jadi merit dengan E atawa I?? :mad0261:

he…he…kalao spt ini koq bisa menuju jenjang pertunangan yah? :smiley:
seharusnya kalo pacaran ngga sreg yah… jangan dilanjut ke jenjang…yang lebih serius…kasian tungangan sodara 7 / 8 tahun bukan waktu yang sebentar .

pernahkan tunangan sodar …berselingkuh selama mjd pacar sodara??
-jika iya …sodara bisa putuskan

  • jika tidak … dia adl type yang setia :smiley:
Ortu ku menentang keras hub ku dengan "I", mereka menganggap "I" adalah [b][i][u]perusak hub orang[/u][/i][/b] dan cewe ga bener. Aku didesak untuk kembali dengan "E". :'( :'(

sepakat deh dengan ortu sodara :smiley:
sbg wanita … sy kasian dengan tunangan sodara… bisa patah arang…membuat hatinya tertutup untuk menjalin hub dengan pria lain

@Cold mountain

Kalau aku kutip pernyataan berikut:

“Aku beberapa waktu terakhir Doa Puasa, aku berjanji pada Tuhan, kalau aku bisa jalan dengan “I”, aku berjanji untuk menjaga kekudusan sampai menikah nanti…”

Menurutku doamu kurang tepat karena udah minta “restu” Tuhan supaya bisa jalan sama “I” tapi aku ga menyalahkan karena kalau aku dalam posisimu mungkin akan berbuat sama sebab “I” sudah begitu “menawan hati”.

Mungkin doanya perlu dirubah supaya berserah kepada Tuhan mana yang baik, berkenan dan “sempurna” di mata Tuhan dan minta petunjukNya supaya dapat memilih sesuai kehendak Tuhan.

GBU

Aq bingung sekali dgn kondisi sprti ni,aq sayang banget ma dia, aq pengen dia jd yg trakhir untukq,tp sikon yg ad d kantor yg tdk d prbolehkan adx pacaran cz alsnx akan mnggu goal bisnis k dpn,FKERS tlng donk solusix n’ doax,aq gak mw jauh apa gy hrs kehilangan dia…Thank’s B’4…JELOU…

Yup!! b’tul itu kebijaksanaa perusahaan …krn disinyalir akan ada kolusi :smiley:
(ini pun… jadi kebijakan di mana sy bekerja)
solusinya : kalo ingin langgeng hubungannya …salah satu harus pindah kerja(resign)

anggap sbg persiapan …kalo hubungan itu serius dan meningkat ke hubungan pernikahan… malah enak , artinya ketika menikah 2-2 nya masih tetap bisa bekerja

Bicara soal pilihan… maka akan kembali kepada standard… Dan yang punya standard itu kamu sendiri… Aku juga udah pacaran 9 tahun… jenuh itu kadang ada… perhatian dari orang lain untuk mengusik hati ini juga tak usai… bahkan mungkin sampai menikah juga… Tapi, kalau kita punya standard dalam mengukur kualitas hubungan… apapun masalahnya… serahkan kembali kepada standard yang telah ditetapkan… Misalnya standard saya dengan co saya adalah komitmen… Kalau yang lain mulai mencari celah untuk mendapat perhatian saya, saya akan kembali kepada komitmen… Co saya tidak selingkuh… co saya masih memperhatikan saya (walau yang lain lebih memperhatikan saya)… co saya tetap menghormati saya, pendapat saya, dan pekerjaan saya… Oleh karena itu, saya akan membayar mahal jika saya mengingkari komitmen…

Bila masalah sudah sedemikian berkecamuk di dalam hatimu… utarakan kepada E… katakan sebelum semuanya terlambat… cari solusi yang tepat untuk kalian berdua… Akan tetapi, kamu juga harus siap menerima segala resiko dari solusi yang telah kalian temukan…

iya bagus nih sarannya.

sama dikasih pupuk , pohon aja ngga dikasih pupuk jadi kuntet malah mati. he he :happy0062: