Manusia butuh berhala

Waktu mereka berkata: “Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami,” perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN. TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. Tepat seperti yang dilakukan mereka kepada-Ku sejak hari Aku menuntun mereka keluar dari Mesir sampai hari ini, yakni meninggalkan Daku dan beribadah kepada allah lain, demikianlah juga dilakukan mereka kepadamu.”
(1 Samuel 8:6-7)

Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: “Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir — kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.”
(Keluaran 32:1)

Manusia secara umum, membutuhkan sosok yang dapat dilihat dan berwujud sebagai sosok yang dijadikan pemimpin, panutan, junjungan dan tuan atas hidupnya. YHWH dalam jaman Perjanjian Lama, adalah sosok Allah yang tidak dapat dilihat manusia, sering kali bangsa Israel kesulitan dan berakhir dengan menjadikan patung sebagai allah mereka (berhala).

Berhala atau Idol dalam bahasa Inggris, adalah sosok yang dipuja dan disembah, sosok berwujud yg dituhankan. YHWH hanya terdiri dari kata-kata saja, sedangkan Anak Lembu Emas wujudnya jelas, YHWH sebagai Raja wujudNya tidak nyata, tetapi Saul dapat dilihat mereka. YHWH itu seperti apa, tetapi Baal ada patung dan kuilnya. Mudah bagi manusia secara umum menyembah dan memuja sesuatu yang dapat dilihat dan wujudnya dapat terekam jelas dalam benaknya, dari pada wujud TUHAN.

Jika pada jaman lampau manusia menggantikan TUHAN yang tidak terlihat dengan sosok yang dapat dilihat jelas dan wujudnya nyata, maka jaman sekarang apakah tabiat manusia itu hilang? Saya yakin manusia jaman dahulu dan manusia jaman sekarang walau secara pengetahuan telah banyak berubah, tetapi secara spiritual masih tetap sama.

Kehadiran Idol dalam setiap agama adalah salah satu jalan bagi manusia untuk dapat tetap menyembah Tuhan dalam agama tersebut. Hindu punya dewa-dewa yang diwujudkan dalam gambar dan patung, sebagai Idol bagi mereka, Budha juga punya Siddartha sebagai sosok Idolnya, Islam juga punya Muhammad yg diidolkan, Kristen juga ada Yesus sebagai Idol dalam keagamaan. (Dulu lewat Samuel, Allah memberikan raja ganti YHWH, demikian juga Yesus diberikan TUHAN sebagai sosok yang dapat dilihat dan nyata wujudNya sebagai Tuhan dan Juruselamat). TUHAN memahami ciptaanNya dan keterbatasannya.

Saya mengajak anda berdiskusi tentang sosok Idol dalam agama Kristen, seberapa penting dan sampai dimana peran Idol yang dihadarikan agama kepada umatnya membantu kita mendekat kepada TUHAN dan kebenaranNya?

Yesus adalah sosok maskulin yang masih muda, kebanyakan pria tdk sulit mengasihiNya dengan kasih seperti Patrus, tetapi menjadi tantangan bagi wanita agar tidak menjadikanNya kekasih dengan cinta eros (bukan nafsu birahi tetapi cinta seperti kepada pacar). Saya dapati ada ibu-ibu begitu mengasihi Yesus tetapi dalam percakapan dengannya terasa kalau ia mencintai seperti pacar bayangan. Kerumitan ini membuat saya pribadi memikirkan sosok feminim yang mungkin dapat membantu mereka lebih lurus mencintai Tuhan Yesus sebagaimana Ia harus dicintai. Tidak ada TUHAN feminim, tetapi menghadikan Bunda Maria dan tokoh wanita lainnya mungkin dapat membantu. Sebagai figur Ibu, sahabat wanita yang bijak, bisa membantu menurut saya mengingat semua manusia butuh Idol.

Dalam gereja Kharismatik, ada pendeta “besar” menjadi Idol bagi mereka, seperti halnya Paus dalam gereja Katolik. Saya sering menerima selebaran dan postingan di wall Facebook, sosok pria yang tampak bak selebritis, tetapi ia adalah pendeta. Seperti Idol remaja, sosok pria yang berusia muda, bergaya trandy, berpakaian modis, badan bagus, tampan, cool dan hebat, sering kali menjadi drive kekristenan dewasa ini, dan itu sangat membantu. Berbeda dengan jaman lalu, sosok pendeta yang menjadi motor untuk ditonjolkan sebagai Idol keagamaan adalah pria separuh baya, berbadan besar tidak ideal, kebapakan, baik, lembut dan hebat. Beda jaman beda kebutuhan Idol tiap generasi.

Gereja Protestan menghadirkan bapa gereja sebagai Idol, sama seperti halnya dengan muslim menghadirkan Muhammad sebagai Idol mereka, demikian gereja protestan juga sama seperti muslim terbawa nuansa jaman lampau besarta konfliknya disaat Idol mereka hidup.

Idol sangat mempengaruhi gereja dan pekembangannya. Sampai seberapa kita dapat menerima kehadiran atau menghadirkan Idol/Berhala dalam kehidupan kekristenan?

Mohon tanggapan dan silahkan berbagi pendapat dan buah pikiran anda.

si TS lah yang butuh berhala…
klo GEREJA TUHAN TIDAK PERLU… karena itu adalah merupakan kenajisan dimata ALLAH.

Anda tidak paham apa artinya BERHALA. Bagi manusia jasmani, berhala itu patung dan gambar, tetapi TUHAN tidak cemburu kepada gambar dan patung, tetapi cemburu karena hati manusia.

Terima kasih sudah memberikan buah pikiran anda, setidaknya saya dapat memahami cara berfikir anda.

patung = gambar ?
wah macam macam l;agi…

berhala adalah berhala…
gambar adalah gambar…
gambar bukan berhala…

Rupanya harus clear dahulu apa itu berhala dan paham apa yang diperintahkan TUHAN.

Pertama-tama topik ini hanya untuk umat Kristiani, bukan Yahudi yang memelihara perintah dan peraturan dalam Hukum Taurat dan beribadah cara jasmani sesuai petunjuk pelaksanaan ibadah Musa. Maksudnya bahwa pembahasan tentang pelaksanaan hukum Taurat tidak dibahas disini, tetapi kita hidup dalam Perjanjian Baru, dimana hukum Taurat adalah penuntun kepada hukum Kristus.


Keluaran 20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.

Ini adalah perintah dan kehendak YHWH, bahwa tidak boleh ada yang lain yang dianggap sebagai allah. Selanjutnya apa maksud dan bagaimana kita menjadikan sesuatu itu sebagai allah.

Keluaran 20:4-6 menjelaskan maksud kata “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku”

Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.

TUHAN itu adalah Allah yang cemburu, Ia cemburu sama seperti suami cemburu akan isterinya yang memiliki kekasih lain (Yer 3:20, Yehz 16:35-43). TUHAN tidak cemburu kepada patung atau apapun yang disebut berhala, tetapi Allah cemburu kepada kita yang menjadikan yang bukan Allah sebagai allah. 1 Korintus 8:4-6 menyebutkan memang banyak yang disebut orang allah, tetapi sebenarnya tidak ada Allah lain selain YHWH. Jadi apakah Baal itu? Apakah Anak Lembu Emas itu? Mereka bukan allah walau dikatakan orang allah dan disembah sebagai allah. Apakah Allah cemburu kepada sesuatu yang tidak ada? Allah cemburu karena kita menjadikan yang bukan Allah sebagai allah. Itu tidak dibatasi dengan patung saja, tetapi segala sesuatu yang kita sembah, kita puja dan muliakan yang seharusnya semua itu untuk Allah kita berikan kepada manusia atau binatang.

Jaman sekarang kita memuliakan, memuja dan menyembah sosok tidak lagi pakai patungnya tetapi kemajuan teknologi dan pengetahuan, manusia memakai media jaman ini. Alkitab memuat unsur budaya dan peradapan dalam tiap tulisannya, jika kita mengadaptasi budaya dan peradapan yang ada disana dengan kehidupan sekarang, kita akan menemukan lebih lengkap kehendak Allah. Patung adalah gambaran yang terjadi pada jaman lampau, jaman ini patung bukanlah patung yang kita jumpai di toko cindramata, tetapi sesuatu yang kita gunakan sebagai media untuk menjadikan allah sosok yang bukan Allah.

Mamahami hal ini, adalah penting bagi iman Kristiani. Jika tidak kita akan terjemak dalam tipu daya semu iblis tentang patung tukang pahat padahal setiap harinya kita menyembah barhala yang membuat cemburu TUHAN. Topik ini saya angkat, tidak semua orang dapat mencerna dan memahami, tetapi jika ada. Itu adalah anugrah Allah bagimu.

Tentang berhala silahkan disimak penjelasan artinya jika ada yang masih bingng dengan bahasa yang sudah biasa didengar tetapi mungkin tidak juga paham artinya.

Arti katanya
http://alkitab.sabda.org/lexicon.php?word=Berhala

Bentuknya
http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=berhala

Ibrani (Inggris)
http://biblehub.com/hebrew/4676.htm

Referensi umum
Wikipedia Berhala - Wikipedia Bahasa Melayu, ensiklopedia bebas
KBBI http://kbbi.web.id/berhala

Berhala itu pada jaman Perjanjian Lama menunjuk kepada patung atau arca yang dijadikan allah dan disembah sebagai allah. Bentuknya pemujaan menurut sejarah tidak selalu dalam bentuk patung, tetapi juga lukisan untuk menggambarkan berhala. Alkitab bahasa Inggris rata-rata memakai kata image bukan statue (arca), sedang indonesia memakai kata patung untuk menggambarkan berhala. Berhala sendiri diterjemahkan Idol, yang dalam bahasa Indonesia kata Idol sama juga seperti idola. Persamaan berhala dan idola adalah dalam hal dipuja, disembah dan dimuliakan.

Ref: http://kbbi.web.id/arca
Ref: http://kbbi.web.id/idola

Lukas 16:15 menuliskan, “Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.” Segala yang ditinggikan atau diagungkan oleh manusia yang seharusnya hanya untuk Allah dibenci oleh TUHAN. Tidak terbatas hanya kepada patung dan sosok iblis saja yang disebut berhala, tetapi juga manusia.

http://www.orthodoxanswers.org/answer/24/
The Brass Serpent is critical to help us understand the fundamental difference between icon and idol. This object was ordained by God to serve as icon - and it was in fact an icon of the “Icon of the invisible God” (Col 1:15) who is the Lord Jesus Christ (John 3:14) - and it ended up being misused as an idol (2 Kings 18:4).

The difference between idol and icon is whether the latreia (divine service) is directed to the ultimate source (in Orthodox theology to God the Father) or stops at the person or thing which then becomes an idol. Proskunesis (to express adoration, to offer relative worship) is an act of reverence which can be suitable for things and people other than God, but this depends on the intention and context. Proskunesis is not idolatry if it is offered in a relative sense, with the intention to refer all things to the divine source. For instance, all honor is due to God, but we offer honor to parents and kings / rulers with reference to God who is the source and authority.

The fact is that representations of things, angels and people were used during Old Testament times and in people’s lives. Today, people who refuse the use of religious images are surrounded and surround themselves with all kings of images, and we have the strange situation of ‘iconoclastic Christians’ who have photos of people and animal all around them but nothing to remind them of Christ and the saints!

In the New Testament, the invisible God who could not be seen on Sinai has revealed himself through his Only Begotten Son and Icon, and we worship and honor the Father through the Son - the uncreated perfect icon of the Father, even as the Scriptures command. For this reason, all Christians - even those who reject icons - must admit that they do worship an icon, the Lord Jesus Christ himself. God the Father is in fact the great icon generating God - he eternally begets his co-eternal Son and Word, and in time he has created human beings in the “image (icon in Greek) and likeness of God.”

Saya bold yang menurut saya poin dari yang anda sampaikan.

Mengapa ada istilah Icon dan Image (dalam bahasa Inggris) untuk mengambarkan hal yang sama, tentang patung?

Ref: Merriam-webster.com - icon
Ref: Merriam-webster.com - image
Ref: Merriam-webster.com - idol

Bible memakai kata image bukan icon untuk mengambarkan patung. Sebab kata image artinya sesuatu yang dibuat mewujudkan sesuatu, sedangkan icon merupakan simbul atau representatif dari sesuatu hal. Benar yg anda ungkapkan, Ular Tembaga yang dibuat Musa itu adalah icon, bukan image. Hanya simbul saja bukan wujud sebenarnya yg berbentuk ular dari tembaga. Tetapi patung para dewa yg disembah yang tertulis dalam Alkitab adalah image, bukan icon, bukan sekedar simbul, tetapi wujud dari dewa itu sendiri. Sedang istilah Idol itu sesuatu hal yg berbeda dari image atau icon. Lebih jelas maksud katanya jika kita menambahkan awalan dan akhiran, “diberhalakan”, “dipatungkan” dan “disimbulkan”.

Icon juga dapat menjadi berhala, bukan hanya image. Sebab berhala itu bukan tentang patung, tetapi berkaitan dengan menyembah sesuatu yg bukan allah seperti menyembah Allah. Idol dalam bahasa Indonesia juga diterjemahkan dengan kata idola, yg dengan mudah membantu kita memahami sifat-sifat dari kata berhala (idol).

Yesus walau Ia adalah Allah, dapat juga menjadi berhala. Mungkin kedengarannya janggal, tetapi menyembah Yesus dengan cara-cara yang tidak tepat dapat menjadikan sosok image Yesus sebagai berhala.

“Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Kontra dengan ibadah Yahudi dan Samaria, dimana mereka menyembah Allah disuatu tempat dan dengan upacara tertentu. Yesus katakan “saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.”. Maksudnya juga bukan di Mekkah atau di tempat lain di bumi ini, tetapi kita tidak lagi menyembah Allah seperti menyembah berhala.

Seseorang bisa memakai patung Yesus atau gambar Yesus, didepan mereka, sebagai icon (simbul) untuk membantunya konsentrasi dan merasa berdoa kepada Yesus. Tetapi tidak semua orang yg menempatkan gambar atau patung itu sekedar sebagai icon, tetapi telah menjadikan sebagai image (wujud) dan disembah seperti berhala.

Hal ini bukan sesuatu yang perlu ditutupi atau disangkal, sebab kebutuhan manusia akan Idol adalah kebutuhan spritual manusia, tidak peduli agama apapun juga, selama disebut manusia akan cenderung memberhalakan sesuatu. Berbeda dengan menghormati orang tua, menghormati raja, atau pemimpin negara, ketua atau pendeta, kata berhala lebih kepada mengallahkan sesuatu yg bukan Allah. Contohnya adalah peritiwa tewasnya Herodes yang ditulis Kisah Para Rasul 12:21-23, Dan pada suatu hari yang ditentukan, Herodes mengenakan pakaian kerajaan, lalu duduk di atas takhta dan berpidato kepada mereka. Dan rakyatnya bersorak membalasnya: “Ini suara allah dan bukan suara manusia!” Dan seketika itu juga ia ditampar malaikat Tuhan karena ia tidak memberi hormat kepada Allah; ia mati dimakan cacing-cacing. Herodes tewas krn diberhalakan. Memberhalakan tidak sama dengan menghormati orang tua, raja dan orang yg mendapat kedudukan, baik dalam keagamaan maupun dalam dunia.

Allah tdk dapat diwakilkan untuk menerima penghormatan, penyembahan dan pujian dari umatNya. Tidak ada perantara baik berupa icon, image maupun manusia sekalipun untuk menerima kemuliaan yg seharusnya untuk Allah. Sebab apapun juga yg menempatkan diri untuk menerima apa yg seharusnya untuk Allah adalah menempatkan diri sebagai berhala. Jika anda membaca Alkitab, anda mendapati hanya Yesus yg ditinggikan dan dimuliakan dalam setiap ayat-ayat. Yesus bukan sebagai icon dari YHWH, tetapi Yesus dan BAPA itu adalah satu, pemujaan terhadap Yesus adalah pemujaan terhadap BAPA. Yesus adalah image yang hidup dari YHWH untuk manusia.

Demikian menanggapi postingan anda.

Kol 1:15 Ia adalah gambar (eikōn) Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

eikón: an image, i.e. lit. statue, fig. representation

Strong’s Exhaustive Concordance
image.
From eiko; a likeness, i.e. (literally) statue, profile, or (figuratively) representation, resemblance – image.

Anak = icon (eikon) Allah yg tak kelihatan.
Bapa = icon (eikon) … ?
HS = icon (eikon) … ?

kk isi iah titik2 diatas…

~~~
lampiran artikel.

APOLOGIA OF ST JOHN DAMASCENE AGAINST THOSE WHO DECRY HOLY IMAGES.
http://www.fordham.edu/halsall/basis/johndamascus-images.asp

http://biblehub.com/colossians/1-15.htm

Dalam semua terjemahan bahasa Inggris (link diatas), kata Yunani εικων (eikon) diterjemahkan menjadi image, bukan icon. Hal ini bukan artinya terjemahan Alkitab mengalami pelencengan, tetapi diterjemahkan sesuai dengan arti kata bahasa yang dipakai bukan dari arti kata asal bahasa serapannya. Arti kata tiap bahasa serapan akan berkembang mengikuti sosial budaya bangsa tersebut. Kata icon dan imange yang dibincangkan adalah dalam bahasa Inggris (mengingat anda memposting menggunakan bahasa Inggris), sehingga pemahamannya juga saya ulas dalam bahasa Inggris.

Agar anda paham, saya ambil contoh kata serapan dalam bahasa Indonesia, kata allah. Kata itu bagi umat Kristiani adalah al-illah tetapi bagi muslim adalah nama diri Allah dari kata لله‎ . Perkembangan pemakaian kata ini juga ada dalam bahasa-bahasa lainnya. Image dan icon dalam bahasa Inggris saya jelaskan dengan kamus Inggris pula, bukan dengan kamus Indonesia atau Yunani atau Latin. Benar bahwa kata icon (inggris) berasal dari bahasa Latin, yang juga serapan Yunani, tetapi pemahaman icon dalam bahasa Inggris tidak identik kata dengan εικων (eikon) dalam Yunani, jika memang identik tentu penterjemah Bible akan memakai kata icon bukan image. Mengapa mereka memakai kata image bukan icon, saya sudah beri gambarannya diatas.

Ref: Strong’s Greeak: εικων (eikon) (kata yang dipakai Kolose 1:15)

Yesus adalah image (inggris) bukan icon (inggris) dari BAPA. Sama sepeti mengatakan Yesus adalah gambaran Allah bukan simbul dari Allah.

Old Testament.
for the veneration of images/statues to violate the second commandment (konteks Keluaran), it would have to:

  1. Be an image of some type,
  2. We would have to bow to it,
  3. We would bow to it in order to serve it,
  4. And to serve it as a god, to supersede God.
    Thus, it would turn into worship and break the second commandment.

New Testament.
No matter what actions are being expressed, it is from the heart that the real line can be drawn.
Mat 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
Ef. 5:5 Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

so… seorang engga perlu sampe skinship untuk masuk kategori ‘penzinah’.
so… seorang engga perlu sampe sujud didepan ‘something selain Allah’ untuk masuk kategori ‘penyembah berhala’ - termasuk keserakahan akan wealth.

The real question should be, “What am I worshiping?”
In reality, if we are honest with ourselves, we tend to worship our own egos and intellects.
Venerating another person is humbling to ourselves, and our nature goes against that.
Yet, veneration of others is what Paul was talking about in Phil 2:3, that we esteem each other as more important than ourselves.

Tak bisa dipungkiri, bahwa pabila seseorang yang masih minim pengetahuannya akan Kristen, ia perlu mendekatkan diri kepada sosok Idol. Sosok yang lebih mungkin lebih dipandang lebih tinggi derajatnya dari yang lain (pemimpin ataupun gembala), hingga perlu manusia yang berpengetahuan minim tersebut mendekatkan kepada yang lebih tinggi tersebut baik itu, pendeta , gembala dan lainnya.

Namun yang menjadi persoalan, sang pendeta, gembala dan lainnya, tersebut apakah karena minimnya pengetahuan, atau terlalu menikmati sendiri, untuk di idolakan. Sehinga tidak mampu berkata sperti Petrus dibawah ini:
Kis 10:25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.”

Hingga tidak mampu memberi pernyataan yang mengarahkan hanya kepada Kristus. Dan juga hanya karena Kristus ia melakukan semua kebaikan yang diclaim sabgai kebaikan, semata ia melakukan itu hanya karena diajarkan Kristus.

Namun sebelumnya: “saya kurang setuju dengan mengarahkannya kepada Hal bahwa Kristus di Idol kan juga” saya menjadi tidak mengerti apa yang dimaksudkan meng_idolakan Kristus. Sebab bila seseorang meng_idol_kan Kristus, tentu bisa saja ia membuat Kristus menjadi panutan yang pantas ia tiru dan hendak samai.

jadi sesuai dengan apa yang Yesus maksudkan: “belajarlah padaNya”

Kadang para gembala, pendeta itu seolah seorang sosok yang begitu hebat, dalam tanda kutip hebat yang lain. Hingga tak jarang juga jemaat membeda2kan antara gembala yang satu dengan yang lainnya, dan pendeta yang satu dengan yang lainnya. Ketidak sukaan akan gembala yang ini bila dibanding dengan gembala yang itu, dan juga pendeta.

Mereka mendirikan sesuatu yang mereka pikir adalah baik padahal telah mencoreng nilai2 kasih itu sendiri. Sehinga tak jarang juga kita temukan pendeta, memperlengkapi dirinya AGAR BAGAIMANA BISA MENJADI IDOL OLEH JEMAAT.

Sama seperti Calon legislatif yang ada dinegara kita ini, yang berpikir bagaiman untuk mendapatkan kursi dan menghalalkan segala cara, hingga betul mereka mengeluarkan uang yang banyak, dan mereka mengabdi hanya untuk mendapatkan uang kembali uang mereka, dan mungkin lupa diri, mengambil lebih banyak lagi. Sehinga ia lupa bahwa ia adalah abdi negara, bahwa segala tindakan yang dia lakukan semata hanya untuk kesejahteraan bangsa, negara dan masyarakat tempat ia mengabdikan diri.

Demikian juga para pendeta yang menjadi Idol tersebut. Mereka yang sekolah di theologia, berharap bahwa ia akan sama dengan pendeta si anu, yang begitu dikagumi oleh banyak jemaat, hingga mungkin segala gerak gerik ditirukan, cara berbicara ia tirukan, cara berdiri ia terukan, agar pas dengan Pendeta atau gembala yang siswa theologia ini IDOL kan.

Dan itu menjadi jebakan yang berulang-ulang. Sebab yang mereka kejar dianggap sebagai IDOL, bukan lagi bagaimana menjadi Tubuh Kristus atau kawan sekerja Allah dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Itu adalah penyakit, dan sumber penyakit, yang bisa merambah kemana2. Itu bisa merugikan banyak pihak. bahkan Pihak di luar Kristen itu sendiri.

Itu terjadi menjadi siklus yang mengikat, dan entah mengapa bisa membuat buta kepada setiap yang memegang perannya. dan susah keluar dari hal tersebut. sebab semua pemainnya telah BERADA DALAM SEBUAH SISTEM IDOL TERSEBUT, dan telah menganggap hal tersebut sebagai hal yang benar. Dan melupakan kunci utama bahwa hidup untuk saling mengasihi, disamping mengasihi Allah.

Idol dalam Bible artinya bukan idola dalam bahasa Indonesia. Idol dalam kamus memang juga dapat diartikan idola dalam bahasa Indonesia. Tetapi pemakaian kata Idol dalam Bible itu maksudnya berhala. Kata Idol artinya berhala.

Memberhalakan Yesus, bukan maksudnya Yesus dianggap berhala, yaitu yang bukan allah tetapi dianggap Allah, melainkan tentang kehadiran patung dan gambar Yesus, yang kemudian diposisikan sebagai Yesus itu sendiri, sehingga diperlakukan seperti memperlakukan Yesus. Disanalah manusia jatuh dalam penyembahan berhala. Bukan sosok yang ditampilkan patung itu yang menjadikan dosa, tetapi hati yang menjadikan patung itu sebagai Allah adalah dosa.

Yesus adalah gambaran Allah, dalam bahasa Inggris dipakai kata image. Tetapi kita tidak dapat menjadikan patung sebagai image Yesus. Sebab berbeda dengan Yesus sebagai image Allah, Yesus adalah sosok yang hidup, sedang patung adalah buatan tangan manusia tidak dapat menjadi gambaran Yesus (hanya sekedar patung saja). Patung tidak dipermasalahkan selama hanya sebagai simbul saja, atau dalam bahasa inggris icon seperti yang dipresentasikan sdr. Seek d Truth. Tetapi jadi masalah saat patung diserupakan seperti Yesus dan diperlakukan kudus seperti allah. Inilah maksud saya bahwa Yesus juga dapat menjadi berhala, bukan sosokNya tetapi image(patung)-Nya. (ini masalah pemahaman bahasa).

Yesus sebagai pribadi, adalah teladan, anda dapat menyatakan sebagai idola (bahasa Indonesia) anda. Beda bahasa dan budaya, beda juga penggunaan katanya, walau memuat unsur atau maksud yang sama.

Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
(Kolose 3:5-6)

Perhatikan juga Efesus 5:5 dalam terjemahan lain untuk memahami maksud katanya agar tidak tersesat.

Karena ini kamu ketahui dengan sesungguhnya, bahwa tiada orang yang berzinah, atau orang yang cemar, atau orang yang tamak, yang menyembah berhala, beroleh warisan di dalam kerajaan Kristus dan Allah itu. (TL)

Perhatikan baik-baik: orang yang berkelakuan cabul, atau tidak senonoh, atau serakah (kelakuan seperti itu sama saja dengan menyembah berhala), orang itu tidak dapat menjadi anggota umat yang diperintah oleh Kristus dan Allah. (BIS/BIMK}

For this ye know, that no whoremonger, nor unclean person, nor covetous man, who is an idolater, hath any inheritance in the kingdom of Christ and of God. (KJV)

For of this you can be sure: No immoral, impure or greedy person–such a person is an idolater–has any inheritance in the kingdom of Christ and of God. (NIV)

Lainnya buka disini http://biblehub.com/ephesians/5-5.htm

Bukan maksudnya sudal, cemar dan serakah itu definisinya penyembah berhala dalam Perjanjian Baru, tetapi semua itu disamakan dosanya dengan dosa penyembah berhala yang mendatangkan murka Allah. Penyembah berhala bukan soal patung, tetapi soal hati seperti yang sudah saya sampaikan di awal pembukan diskusi ini. Patung Yesus bisa jadi biasa saja walau kita berdoa dihadapannya, memanfaatkannya, tetapi bisa jadi penyembahan berhala saat patung itu jadi ada apa-apanya. Maksudnya bukan ada setannya, tetapi kalau hati kita menjadikan patung itu sesuatu yang sama dengan Allah itu sendiri. Itulah dosa, bukan perbuatannya yang menjadikan dosa, tetapi hati penyembahnya, sama seperti perzinahan bukan lagi soal perbuatan fisik tetapi sikap hati.

The real question should be, "What am I worshiping?" [b]In reality, if we are honest with ourselves, we tend to worship our own egos and intellects.[/b] Venerating another person is humbling to ourselves, and our nature goes against that. Yet, veneration of others is what Paul was talking about in Phil 2:3, that we esteem each other as more important than ourselves.

Kesadaran adalah permulaan yang baik. Tiap orang dihadapkan kepada banyak keputusan, dan kita diharapkan memutuskan sesuai dengan kehendakNya.

coba anda telaah postingan anda sendiri ini, apakah saya yang salah?

belakangan anda menggunakan kata patung, patung buatan manusia , manusia bukan patung dan patung bukan manusia.

btw thx utk penjelasan lebih lanjutnya…

SI TS MENCINTAI BERHALA

segala macam patung yg ada di gereja dan (Sosok/arwah dibalik “image patung” itu) menjadi tujuan doa, adalah termasuk BERHALA.

waspadailah terhadap berhalaisme dalam gereja

Topik ini menarik dan mmancing banyak pmikiran.
Ayat yg hendak saya bawa utk mbahas topik ini adalah:

Yoh 4:23-24
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

  1. Ada perbedaan pola penyembahan dari jaman pra-Kristus dg jaman pasca-Kristus.

Yoh 4:21
Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.

Pd jaman pra-Kristus (PL),
Allah mengijinkan bentuk penyembahan yang cenderung bersifat ‘daging’.

Di jaman PL,
Krn manusia masih daging, maka Allah mengijinkan pola:

  1. Kepemimpinan ilahi diwakili oleh manusia khusus yg diutus Allah
    Pd masa ini, umat dpimpin oleh Nabi, Hakim, Raja sbg yg diurapi Tuhan & yg mbawa firman Allah.
    Orang-orang ini dbrikan kkuasaan besar oleh Tuhan utk mmrintah.
    Dlm konteks bahasan Krispus (saya mnggunakan bahasa Krispus yg mungkin tidak akan saya gunakan dlm konteks lain), orang-orang ini bisa saja dkategorikan sbg ‘idol’ atau ‘suatu ilah’ dlm artian:
    ilah-ilah yg diijinkan Allah utk mjadi perwakilanNya.

  2. Penyembahan diarahkan/ditujukan pd tempat-tempat khusus yg ditunjuk Allah
    Pd masa lalu, Allah mbuat Bait Suci yg didalamnya terletak Tabut. Tabut itu adalah representasi kehadiran Allah. Maka itu dahulu umat diperintahkan pergi ke tempat khusus (Bait Suci di Yerusalem) utk mnyembah Allah atau mnyediakan hari khusus (Sabat) utk perhentian dg Allah.
    Dlm konteks bahasan Krispus, tempat-tempat dan peralatan yg dgunakan utk penyembahan ini (tmsk Tabut dsb) dapat dkategorikan sbg ‘idol’ juga.

Apakah manusia mbutuhkannya?
Ya.
Manusia DAGING membutuhkannya.

Tuhan mbrikan smua itu pd manusia daging utk menahan mreka sampai saat kdatangan Mesias yg dijanjikan.

Di jaman PB, Tuhan Yesus berkata:

Yoh 4:23-24
Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

roh adalah ssuatu yg tidak kelihatan tetapi menjadi ‘kelihatan’ oleh iman.

Ibr 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Pnyembahan yg berdasarkan iman akan membenarkan seseorang sekalipun orang itu menyembah apa yang tidak dilihatnya.
Saya tidak melihat Yesus Kristus saat saya berdoa kepadaNya, tetapi iman saya berkata bhw Dia ada dan mendengar, maka doa saya itu dibenarkan.

Mengapa Yesus Kristus yang telah bangkit dari kematian kok tidak sering memperlihatkan diriNya?
Mengapa juga dalam bbrp ksempatan penglihatanNya kpd para murid, Ia malah menyatakan Diri dalam beberapa rupa berbeda (wajah bbeda)?
Mengapa ktika Ia mnyatakan diri pd Yohanes saat di pulau Patmos, Ia menyatakan diri dg wajah penuh kemuliaan?

Jawabannya, krn Tuhan Yesus tidak ingin pola lama di PL terjadi di PB.
Ia tidak ingin kita menyembahNya dg berorientasi pd perwujudkan fisik tertentu.
Ia ingin kita menyembah dg iman dan melatih kita menyembah dalam iman.

Ya, dlm konteks bahasan Krispus, idol (berhala) kita adalah Yesus Kristus dan beruntungnya, idol kita itu adalah Allah yang benar, Immanuel.

Ktika ‘berhala’ kita adalah Allah itu sendiri, maka definisi ‘berhala’ itu menjadi tidak akurat digunakan.
Berhala disebutkan ktika kita menyetarakan Allah dg yang bukan Allah.

-------bersambung

Namun bgitu,
Kita mmahami bhw kerohanian kita mengalami pertumbuhan.
Kita bertransformasi dari ‘cara-cara daging’ menuju ‘cara-cara Roh’.
Ptumbuhan ini butuh waktu dan proses.

Pd awalnya, adalah wajar (ssuai taraf ptumbuhan rohani) bhw manusia butuh figur manusia lain ataupun media/sarana utk mdekatkan diri pd Allah.
Maka itulah tkadang peran hamba Tuhan (pendeta/rohaniwan) jadi menonjol atau ‘ditonjolkan’ oleh jemaatnya.

Namun bgitu, kita mlihat contoh yg baik dari Yohanes Pembaptis maupun Paulus yg berkata bhw peran mreka pd jemaat adl seperti sahabat mempelai laki-laki yg menuntun mempelai perempuan pd mempelai laki-laki.

Ssudah mempelai perempuan bisa datang langsung pd mempelai laki-laki, maka mreka harus pudar.

Yoh 3:29-30
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.

Saya tidak tau sbrapa hamba Tuhan masa kini mengenali bhw cahaya mreka bagi jemaat itu hanya sementara.
Tugas utama mreka adalah mnuntun jemaat pd Kristus itu sendiri di dalam roh (yg tidak terlihat) dan kebenaran (iman) sampai para jemaat melepaskan diri dari cara-cara penyembahan daging (mengacu pd orang & media/ritual/metode) dan mampu bersekutu pribadi dg Kristus.
Stelah jemaat bsekutu pribadi dg Kristus, maka Kristus-lah cahayanya, bukan lagi hamba-hamba Tuhan itu.

benar dengan segala dalih dan argumen, mereka butuh berhala dalam kehidupan rohani mereka yang merupakan kekejian dihadapan ALLAH.

hati hati jangan sampai ajaran ini masuk kedalam gereja Tuhan…
inilah yang sedang giat giatnya dilancarkan oleh orang orang yang sudah disusupi oleh iblis
sama seperti ketika “ular” menipu hawa dan keliatan mulai terjadi lagi sekarang ini…
bagi gereja Tuhan, akan masuk dalam masa penampihan…
apakah dia seperti sekam yang akan terbuang atau “berisi” tetap dalam Tuhan.