Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)

Kej. 2:7 ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

Hal itu diperkuat oleh pernyataan Yesus Kristus di bawah ini.

Mrk. 2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,

Ada komentar? :slight_smile:

lalu di Kejadian 2:9, dikatakan Tuhan Allah menciptakan tumbuh tumbuhan setelah hari ke 7… :smiley: :smiley: :smiley:
bukan berarti bahwa tumbuh tumbuhan itu diciptakan Tuhan pada hari ke 8

kalau menurutku, Kejadian pasal 2 itu bukanlah cerita penciptaan, tapi merupakan cerita Nenek Moyang kita yang pertama itu ketika berada di Taman Eden. Kisah Penciptaan adalah di buku Kejadian Pasal 1.

pelajaran yang ku dapat dari buku Kejadian pasal 2 itu adalah, bahwa tujuan dari penciptaan adalah untuk kebahagiaan manusia manusia.
Tuhan Allah menciptakan, langit dan bumi lalu mengisinya dengan tumbuh tumbuhan yang berbuah dan berbiji sebagai makanan manusia dan binatang, dan Tuhan Allah juga menciptakan binatang untuk di pelihara dan disayangi manusia itu, dan pada akhirnya Tuhan Allah memberika Hari Sabat, sebagai Hari Peringatan bahwa Allah adalah Pencipta makhluk makhluk itu.

dengan kata lain 7 hari Penciptaan adalah untuk Kebahagiaan manusia.
6 hari untuk bekerja
1 hari untuk untuk beristirahat.

salam
TYM

Berdasarkan ini:

tidak kutangkap indikasinya bahwa Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat).

Lebih lagi menurut ini:

bukan menyatakan pengadaan manusia pada hari sabat.
Yang merah menginformasikan bahwa Hari Sabat dijadikan ada untuk manusia. Artinya, Hari Sabat itu dijadikan menjadi ada, untuk manusia. Bukan sebaliknya, bahwa manusia dijadikan ada untuk Hari Sabat.

Jika dianalogikan dengan peraturan, bahwa peraturan dibuat untuk manusia, bukan manusia untuk peraturan. Jadi, lebih tepat menghancurkan peraturan demi manusia, daripada menghacurkan manusia demi peraturan.

Salam olahraga.

Maksud yang merah bukan seperti Yang kamu analogikan… kalo seperti itu logikanya maka seolah-olah pada saat Yesus mengucapkan imerah, Ia mau menghancurkan aturan hari Sabat… apa begitu maksud kamu? :slight_smile:

Lho, kalau Yesus Kristus menghancurkan aturan Sabat, apa masalahnya dengan Anda?

(28) Karena Anak Manusia (Yesus Kristus) adalah Tuhan atas hari Sabat

BTW, apakah Anda merayakan Sabat dengan segala peraturannya?

Sama saya gak ada masalah…
Yang jadi masalah adalah apabila maksudnya menghancurkan hari Sabat, maka itu artinya Yesus mengingkari Firman yang diucapkan-Nya sendiri di Mat. 5:18.

Bagaimana tanggapan kamu?

Bold merah : “Hari Sabat diadakan untuk manusia”.

Kronologika pada umumnya adalah : (tidak mlulu di perihal dulu2an didalam waktu)
manusia eksis dulu, barulah hari Sabat belakangan.

Kalo menurut vbn gimana ?
apakah menurut vbn : manusia dibentuk/dijadikan pada hari Sabat ?

Yes!!

(1) Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. (2) Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. (3) Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

IMO, rangkaian kalimat diatas selesai sampai ayat 3.

Selanjutnya di ayat 4, seolah-olah ada penulis lain yang juga menceritakan tentang asal-usul langit dan bumi… keliatan dari yg versi bahasa inggrisnya : (4) This is the account of the heavens and the earth when they were created, when the LORD God made the earth and the heavens.

Kalimat ayat 4 diatas (imo) udah gak ada hubungannya lagi dgn perihal hari ketujuh yg ada di ayat 2 dan 3.
IMO, ayat 4 berfokus secara lebih general dimana kalimat di ayat 4a ibarat kalimat pembuka —> “berikut adalah kisah langit dan bumi when they were created” TITIK. Selanjutnya di ulang lagi di ayat 4b : “pada saat Allah made the earth and the heavens,” KOMA… masuk ke ayat 5 "belon ada apa apa tuh di bumi".

Yang ungu span waktu-nya “full” —> waktu si unyil bikin kue, KOMA
Yang oranye ngerujuk sikon yg ada didalam span waktu ungu —> kuenya belon ditaburin mesies diatasnya.


Tapi kalo vbn ambil-nya secara kesinambungan antara ayat 3 dan 4, (IMO) ya possible jadinya bisa nuntun ke logika kesimpulan : manusia dibentuk/dijadikan pada hari Sabat.

:slight_smile:
salam.

IMO, it doesn’t matter karena secara kronologika : manusia eksis dulu, Sabat blakangan.

Hari Sabat diadakan untuk manusia (imo) bisa didalam dua pengertian :

A. secara dulu-duluan, menurut vbn Sabat-nya eksis duluan - barulah manusia eksis.
B. it doesn’t matter yg mana duluan, yang pasti Sabat itu ada karena ada manusia. So, sekalipun manusianya belon ada tapi Sabatnya ada duluan ya bukan “problem”, karena pada sebuah keluarga - ranjang goyang bisa ada duluan walopun bayinya belon lahir. Ranjang goyang diadakan untuk si bayi. :char11:

:slight_smile:
salam.

Ayat 4 justru merangkan saat mana TUHAN pada hari ketujuh tsb menjadikan manusia.

Dan oleh sebab itu Yesus Kristus mengatakannya lagi: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

Kenapa Yesus Kristus mengatakan seperti itu?.. ya itu; karena Yesus Kristus adalah TUHAN yang ada pada saat itu dan juga yang menjadikannya sehingga Ia tahu persis apa yang sesungguhnya terjadi :smiley:

Dengan demikian, hari ketujuh adalah hari yang lumayan padet acaranya. :char11:

Pada hari ketujuh :
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu

di hari yang sama, hari ketujuh, Tuhan :

  1. bikin Adam
  2. bikin taman Eden
  3. numbuhin berbagai pohon dibumi
  4. mungut Adam yg entah tadinya ada dimana lalu di taroh ke Eden
  5. bikin hewan2
  6. nyuruh Adam namain hewan2
  7. bikin Hawa

Pertanyaannya :
Ayat mengisahkan Adam tidur.
Berapa lama Adam tidur ?
Itu tidur siang ato tidur malem ?

Kalo tidur malem, logika selanjutnya Hawa dibikin malem2 di hari ketujuh.
Jadilah petang - jadilah pagi.

Konklusi :
Allah beristirahat di hari ke delapan :char11:

Anyway, bahkan kalopun tidur siang (taroh kata jam 3 sore hari ke tujuh) …
maka 3 jam lagi masuk hari ke delapan.
Taroh kata Adam tidur sampe 3 jam, bangun2 cling! eh ada cewe moleg —> ini udah mulai masuk hari ke delapan.

Konklusi-nya idem :
Allah beristirahat di hari ke delapan.

Berangkat dari kisah di ayat, kisah menggambarkan Allah itu kerja nge-gedur selama 6 hari poll - gak tidur gak makan. Barulah di hari ke tujuh Allah istirahat —> and He rested on the seventh day from all His work which He had done

Nah, silahkan di padu-in dengan kronologi diatas yg saya paparkan… terus di cocokmologi timing di tiap event-nya agar jatoh sesuai dgn kalimat merah. Misal :

Pada hari ketujuh, yakni dimulai sekitaran jam 6 sore

  1. jam berapa kira kira Adam dibikin ?
  2. selanjutnya jam berapa Eden dibuat ?
  3. jam berapa pohon2 ditumbuhkan ?
  4. jam berapa Adam ditaruh di Eden ?
  5. jam berapa bikin hewan2 ?
  6. jam berapa Adam namain hewan2 dan berapa lama ?
  7. jam berapa bikin Hawa ? yakni saat Adam tidur ?
    Barulah setelah semuanya itu selesai, Allah beristirahat di hari yg sama.
Dan oleh sebab itu Yesus Kristus mengatakannya lagi: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat."
Ya... (imo) perkataan Yesus di ayat tsb TULALIT. Gak ada koneksinya.

Ibarat orang ngomong kayak gini :
ranjang goyang diadakan utk bayi
bukan bayi diadakan utk ranjang goyang
jadiii… saya adalah juga boss atas ranjang goyang karena saya ngadain duluan ranjang goyang sebelon bikin bayi

respond :
lah apa hubungannya, jeng ? :char11:

:slight_smile:
salam.

Hari Sabat itu adalah hari ke-7 (ketujuh).
Dimulainya hari ke-7 (ketujuh) ini adalah diketika hari ke-6 (keenam) berakhir.

Jika hari-hari penciptaan (1-6) tidak bisa dihitung/disamakan dengan waktu satu hari 24 jam, demikian pula dengan hari Sabat (hari ke-7); Ia tidak mempunyai ukuran waktu tertentu.
Artinya, sejak berakhirnya hari terakhir penciptaan, yaitu hari ke-6 (keenam), maka barulah dimulainya hari Sabat (hari ke-7) itu… dimana TUHAN mulai menjadikan isi bumi.

Adapun pertanyaan2 diatas timbul adalah dikarenakan bro.oda menggunakan ukuran2 logikanya sendiri yang tidak memahami kebesaran dan kekuasaan hari TUHAN tsb.

Jika orang2 Israel diperintahkan hanya boleh bekerja selama enam hari –sedangkan hari ketujuh– harus beristirahat adalah dikarenakan pada hari ketujuh itu adalah waktu bagi TUHAN untuk bekerja…“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”

Dan oleh karena itu Yesus Kristus mengatakan: “Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”

Yang tulalit gak ada hubungannya itu justru ‘gambaran’ yang bro.oda kemukakan di atas :smiley:

coba deh denger lagi ini :

Yesus :
Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, DENGAN DEMIKIAN manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)

nah… bold itu gambaran vbn, bukan gambaran saya.
Kalimat Yesus itu TULALIT jadinya.

Cek juga yang ini :

Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat KARENA manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)

Idem.
Yang bold itu gambaran vbn, bukan gambaran saya.

[b]JIKA [/b]hari-hari penciptaan (1-6) tidak bisa dihitung/disamakan dengan waktu satu hari 24 jam
Ya... JIKA demikian. Kan yang saya lagi maksudkan bukan yg jika ungu, melainkan JIKA hari penciptaan literally 6 x 24 jam.
[b]JIKA[/b] [u]orang2 Israel diperintahkan[/u] hanya boleh bekerja selama enam hari --sedangkan hari ketujuh-- harus beristirahat adalah dikarenakan pada hari ketujuh itu adalah waktu bagi TUHAN untuk bekerja
Kembali lagi, JIKA. Ya... JIKA oranye. Tapi kan yang saya lagi maksudkan bukan yg JIKA oranye, vbn. Melainkan JIKA [u]orang2 non-Israel TIDAK diperintahkan[/u] hanya boleh bekerja selama enam hari, adalah dikarenakan pada hari ketujuh adalah hari Allah beristirahat [b]waktu dulu itu[/b] :happy0062: . He rested on the seventh day from all His work which He had done.

“Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga.”
Lah iya donk… setelah hari ketujuh kan masuk lagi hari pertama… ya kerja lagi laaaahhh…
memangnya hari ketujuh berhenti, the end ? memangnya mao ongkang2 kaki terus ? :char11:

Lah, dimana tulalitnya antara pernyataan Yesus dengan pernyataan saya? :slight_smile:

Yang TULALIT itu pernyataan yang seperti ini:
ranjang goyang diadakan utk bayi
bukan bayi diadakan utk ranjang goyang
jadiii… saya adalah juga boss atas ranjang goyang karena saya ngadain duluan ranjang goyang sebelon bikin bayi
:azn:

Nah, ya itu yang salah; karena menganggap 6 hari penciptaan literally 6 x 24 jam. :char11:

Lagi-lagi ‘arah pikir’-nya bro.oda lari kemana-mana yang gak ada hubungannya.
Lah kalo TIDAK diperintahkan, ya gak usah disinggung dan dibicarakan dunk?. :cheesy:

Hari Sabat (hari ketujuh) itu tidak pernah akan berhenti sampai kapanpun; sebab kata Yesus Kristus: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, …” :char11:

Lah… text ayat terkait dari kalimat Yesus itu sendiri tidak ada menyatakan “Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)”.

Kenapa juga vbn ngajuin ayat tsb bhw dari kalimat tsb Yesus bermaksud menyatakan bhw “Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)”

Yang TULALIT itu pernyataan yang seperti ini: [b][i]ranjang goyang diadakan utk bayi bukan bayi diadakan utk ranjang goyang jadiii.... saya adalah juga boss atas ranjang goyang [b]karena saya ngadain duluan ranjang goyang sebelon bikin bayi[/b][/i][/b] :azn:
Wong itu idem kok dengan pernyataanmu bhw kalimat Yesus itu menunjukan KARENA "Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)".
Nah, ya itu yang salah; karena menganggap 6 hari penciptaan literally 6 x 24 jam. :char11:
Lah wong vbn sendiri juga masih menggunakan kosakata [jika] kooook ---> [i][b]JIKA[/b] hari-hari penciptaan (1-6) tidak bisa dihitung/disamakan dengan waktu satu hari 24 jam[/i]

Dengan demikian vbn sendiri tidak tau, apakah penciptaan bisa dihitung atokah tidak bisa dihitung dgn wkt 1 hari 24 jam.

Hari Sabat (hari ketujuh) itu tidak pernah akan berhenti sampai kapanpun; [b]sebab kata Yesus[/b] Kristus: [i]"Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, ..."[/i] :char11:
vbn, tidak diperlukan SEBAB kata Yesus merah ... semua orang tau bhw setelah hari ketujuh, masuk lagi hari kesatu...kedua ketiga dst ketemu lagi hari ketujuh. Jadi ya hari ketujuh tidak akan berhenti selama setelah hari ketujuh masuk lagi hari kesatu dst ketemu lagi hari ketujuh.

Jadi, hari ketujuh tidak akan stop atopun ilang puff! gone BUKAN DISEBABKAN Yesus berkata merah.
TANPA Yesus berkata merah PUN di lokasi x waktu y, hari ketujuh lalu hari kesatu, kedua ketemu lagi hari ketujuh ada terus.

Tidak ada hubungan antara “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang” dengan “Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)”, vbn.

Tidak juga ada hubungan antara “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang” dengan He rested on the seventh day from all His work which He had done. Kalimat ijo adalah kalimat keterangan mengenai masa lampau —> bahwa, DARI hari kesatu sampe keenam Allah bekerja, pada hari ketujuh Dia rested.

Yang sekarang saya mau tau adalah :

Jadi secara menurut versimu yang katamu sendiri versimu adalah berdasarkan Alkitab,
Yang eksis di hari ke-enam dan lalu diberkati itu siapa ?
Yang blakangan baru eksis di hari ke-tujuh dan lalu diboyong ke taman Eden itu siapa ?

:slight_smile:
salam.

Itu kata bro.oda…
Kalimat: “Hari Sabat diadakan untuk manusia, …” itu menunjukkan bahwa hari Sabat itu diadakan adalah untuk menjadikan manusia. :char11:

Ya gak sama lah pernyataan oda dengan pernyataan saya.

Pernyataan saya jelas bahwa hari sabat diadakan TUHAN untuk TUHAN menjadikan manusia dan bukan manusia diadakan TUHAN untuk TUHAN menjadikan hari Sabat,

Sedangkan oda sendiri berbicara soal ranjang goyang… dan itu gak sama bro. :smiley:

Itu juga kan kata bro.oda bahwa saya tidak tahu…

Saya jawab dengan tegas pertanyaan bro.oda di atas: Masa penciptaan yang selama enam hari tsb tidak bisa dihitung/disamakan dengan waktu 1 hari 24 jam disetiap harinya…

Hari Sabat (ketujuh) yang saya maksud yang tidak akan pernah berhenti itu bukan hari sabat (hari ketujuh) berdasarkan perputaran hari-hari dalam seminggu; tapi hari-hari ini (minggu s/d sabtu) adalah termasuk dalam Hari Sabat TUHAN. Yaitu yang dimulainya dari sejak selesainya hari keenam dalam masa penciptaan langit dan bumi. Hari Sabat yang seperti itulah yang saya maksudkan yang sesuai dengan pernyataan Yesus Kristus: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, …” :smiley:

Lah, siapa juga yang menghubung-hubungkan “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang” dengan “Manusia dibentuk dan dijadikan pada hari ketujuh (Hari Sabat)” oda? :slight_smile:

Yang saya ingin sampaikan dari pernyataan Yesus Kristus: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang” ini adalah mengenai hari Sabat (ketujuh) TUHAN yang besar itu yang tidak terbatas-batasi oleh ruang-ruang waktu seperti bro.oda uraikan di atas. :azn:

Ya memang gak ada hubungannya… lantas apa yang mau oda sampaikan? :huh:

Ya tinggal baca sendiri saja oda… toh di sana itu sudah jelas kok. :slight_smile:

Kedjadian pasal doea ajat satoe hingga empat adalah ringkasan pentjiptaan, sedangkan ajat ajat selandjoetnja adalah pendjaabaran dari proses pentjiptaan…

Meh?!??

Kejadian 2:4-25 menuliskan penjelasan detil apa yang sudah dilakukan Allah dalam Kejadian 1:24-31, yaitu pada hari ke-6, khusus tentang manusia. Pada hari ke-7 Allah berhenti dari segala pekerjaan-Nya dijelaskan dalam Kejadian 2:1-3. Sama seperti kitab Wahyu terkadang cerita peristiwa yang satu dengan yang lain tidak saling bersambung tetapi saling tumpang tindih atau balik bebalik. Demikian juga Kejadian 2:4-35 bukan sambungan hari ke-8 atau terjadi pada hari ke-7, melainkan menjadikan detil bagaimana manusia diciptakan pada hari ke-6 tersebut.

Sedangkan tentang hari Sabat.

Mrk. 2:27, Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, Hari sabat atau hari perhentian adalah hari yang ditetapkan dalam hukum Taurat, diberikan kepada manusia agar manusia beristirahat dari kesibukannya untuk mencari Allah. Bukan manusia diciptakan Allah untuk merayakan hari Sabat.

Jika anda beranggapan seperti yang anda katakan, maka anda beranggapan manusia diciptakan untuk hari Sabat. Sedangkan Yesus sudah menjelaskan bukan karena hari Sabat lalu manusia diciptakan, melainkan hari Sabat ditetapkan oleh Allah untuk manusia.

Kalau tidak paham ungkapan Yesus, mungkin ada hal yang serupa yang sering disebutkan di masyarakat, “manusia hidup bukan untuk makan, tetapi manusia makan untuk hidup” - Manusia diciptakan Allah bukan untuk merayakan hari Sabat, tetapi hari Sabat ditetapkan Allah untuk manusia beristirahat. Sabat arti hurufiahnya adalah istirahat.

Hari keberapa-kah Allah berhenti dari segala pekerjaan penciptaan-Nya?