manusia petama

kenapa di Alkitab menceritakan awal penciptaan manusia adam dan hawa, sedangkan buku sejarah adalah awalnya monyet… gmn cara jelasinnya?? tolong bantu help help… terima kasih

Coba tengok thread lain, tentang manusia pertama, Adam dan Hawa dst, di thread2 lain sis. Karena sudah dibahas berulang ulang, walau belum berujung.

;D

Syalom

mari kita buktikan…

yang merasa keturunan adam dan hawa berdiri disebelah kanan dan yang merasa keturunan monyet berdiri disebelah kiri… he…he… sis lianty sebelah mana?

canda aja…

sis, tentang teory darwin itu,… kan masih teory…sesuatu yang belum pasti dan masih perlu pembuktian. sama seperti dengan teory2 yang lainnya.

sekarangpun dengan segala kemajuan teknologinya, orangpun masih melahirkan teory2 baru… salah satunya tentang kemungkinan hidup di mars, tentang adanya satu atau beberapa planet lain di alam semesta ini yang mirip dengan bumi… dll…dll…

sekarang dengan berdasarkan “teory darwin” ini…yang masih berupa TEORY,… layakkah kita menggugat Alkitab?

titip satu pertanyaan juga sis… mengapa dari seluruh mahluk hidup di dunia ini… dari jaman purbakala sampai sekarang… cuma manusia yang pake baju…? :smiley:

salam
YBU

Alkitab adalah Firman Allah,
Allah adalah pencipta manusia itu sendiri,
Jadi apa yg Allah sampaikan adalah benar bagiamana sebenarnya Dia menciptakan manusia.

Buku sejarah mencoba menyelidiki asal manusia berasarkan science,
jadi penelusuran dari data2 yg masih ada /kerangka2/fosil yg diduga ada hubungannya dgn manusia.
Pembuktian secara ilimiah memang dgn mengenyampingkan data2 teologis yg ada dlm Alkitab.
Jadi dgn keterbatasan manusia maka ilmu pengetahuan hanya seolah meraba2 dlm kegelapan dlm menelusuri asal manusia pertama.
Buktinya sampai saat ini katanya msih mencari missing link? :slight_smile: berapa banyak missing link nya? :smiley:
Jadi percaya saja seperti apa yg dituliskan dlm Alkitab yg adalah Firman Allah.
GBU

Sedikit pandangan,

Kalau manusia ada dalam taman di Eden itu, umur manusia belum dihitung, tetapi kita bisa mengambil dasar:

1 hari dihadapan TUHAN = 1000 tahun bagi manusia

Sedangkan fosil-fosil manusia purba yang ditemukan usianya diperkirakan kurang lebih 1 juta tahun …!??

dan fosil-fosil manusia moderen yang seperti dengan kita yang ada sekarang usianya kira-kira 6000 sd 7000 tahun

Jadi hari ke 6 (enam) seperti ditulis dalam kitab kejadian itu yang diciptakan adalah mahluk hidup seperti binatang melata, mamalia (seperti kera dan sejenisnya) dan lain-lain (termasuk fosil manusia kera/manusia purba)

Dan Manusia diciptakan dipenghujung hari ke 6 (enam), jadi kita dapat menarik perhitungannya :

Hari ke 6 = 1000 pangkat 2 = 1000 x 1000 = 1.000.000 (1 Juta) tahun

Hari ke 7 = 1000 pangkat 1 = 1000 tahun

Jadi manusia berada dalam Taman di Eden lebih dari 1000 tahun, tetapi umur manusia belum dihitung, karena umur manusia dihitung setelah manusia jatuh kedalam dosa dan diusir dari taman di Eden.

Kesimpulan, jika ditemukan fosil manusia purba yang mirip manusia yang berusia kurang lebih 1 Juta tahun itu wajar, tetapi mereka tetap dalam golongan mahluk hidup lainnya/hewan, jadi mereka bukanlah Manusia.

Jadi Manusia yang diciptkan oleh TUHAN sebagai mahluk mulia dan Fosil manusia moderen atau yang sama dengan kita yang ada sekarang itu fosilnya ditemukan yang tertua kira-kira berusia kurang lebih 6000 s/d 7000 tahun

Salam

Kalo memang manusia itu berasal dari monyet, dan evolusi itu berkelanjutan, kenapa monyet-monyet jaman sekarang ngga’ ada yg jadi manusia?

teori evolusi kan intinya perubahan untuk bertahan hidup

lalu klo dikoneksika manusia yg mengklaim klo manusia dari monyet

seharusnya tidak ada lagi monyet didunia ini…bukan??

tp sebenarnya teori evolusi adalah teori yg sudah usang :stuck_out_tongue:

Sebenarnya, Teori DArwin tidak mengatakan bahwa manusia modern berasal dari kera. Itu adalah cara membantah teori Darwin yang kurang bijak, menurut saya.

Karena Darwin mengatakan, bahwa nenek moyang manusia dan nenek moyang kera berasal dari ranting yang sama. Jadi, sudah pasti tidak ada kera yang menjadi manusia, karena memang sudah terpisah/bercabang. Maka kera yang ada, jika pun bereolusi, akan menjadi kera yang lain dibanding kera awal, begitu pula manusia, jika berevolusi, maka menjadi manusia yang semakin berbeda dari kera/manusia awal. Bukan semakin dekat, tetapi semakin jauh.

Syalom

lah tetep aja salah om…

setelah ditemukan ilmu pengetahuan lebih canggih

DNA Manusia # DNA Kera :stuck_out_tongue:

Ya sudah pasti beda bro. DNA komodo dan DNA kadal juga beda kan? Padahal itu masih hubungan keluarga dekat lho.

:smiley:

Revolusi Neolitik, adalah sebuah perbedaan mencolok yang dapat dijumpai dari jaman-jaman sebelumnya. Dimana manusia mengusahakan pertanian, perkebunan dan alat-alat dari tanah liat dan seterusnya perubahan sangat cepat dan drastis, hanya dalam hitungan ribuan tahun, manusia mulai menggunakan tembaga, besi dan kertas dan kemudian tahu-tahu manusia menggunakan komputer dan mobile phone.

Jaman Neolitik oleh para arkeologi disebut jaman revolusi besar-besaran, dari sebelumnya jutaaan tahun lamanya “manusia” menggunakan batu-batu sebagai alat, sama seperti kera dan monyet hari ini, memakai batu-batuan untuk memecah kulit atau biji dan untuk melempari musuhnya, tahu-tahu mereka jadi “pandai”. Bisa bercocok tanam ada system agraria, ada irigasi dan sebagainya.

Revolusi tersebut terjadi pada akhir jaman Neolitik, yaitu sekitar 6000-5000 SM. Sedangkan jaman Neolitik sendiri diperkirakan 8000 SM atau 7000 SM sampai 5000 SM (http://en.wikipedia.org/wiki/Neolithic_Revolution).

Jika kita komparekan dengan catatan Alkitab, Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden dan usianya mulai dihitung sejak mereka jatuh dalam dosa dan menerima hukuman maut (mati) adalah sekitar 6000-5000 SM.

Merenung sejenak memperhatikan tahun-tahun yang hampir sama, dimana menurut catatan Alkitab, manusia yang diciptakan Allah seturut gambar dan rupaNya, baru ada 6000-5000 SM, sedangkan menurut catatan Arkeologi, “manusia” baru memulai peradapannya sekitar tahun 6000-5000 SM. Ada sesuatu yang menarik untuk kita sadari bersama bahwa apa yang jutaan tahun sebelumnya para saintis menyebut kumpulan tulang serupa manusia dan monyet itu sebagai nenek moyang manusia dan monyet, menjadi sedikit lebih terang.

Tulang belulang mahluk yang disebut moyang manusia dan monyet, sejatinya adalah moyang dari monyet dan kera, bukan moyang dari manusia. Seperti halnya moyang dari Singa dan Kucing, jutaan tahun lalu menggunakan taring dan cakarnya untuk mendapatkan makanan, demikian juga monyet dan kera sampai hari ini menggunakan batu dan ranting sebagai tools sejak ribuan tahun lampau sama seperti binatang-binatang lainnya. Tidak ada bukti yang jelas tentang proses evolusi itu menjadi lebih baik atau lebih buruk, menjadi lebih cerdas atau bahkan menjadi lebih bodoh, yang ada bahwa proses evolusi adalah proses adaptasi terhadap alam dan lingkungan, bukan sebuah proses menjadi mahluk yang lebih sempurna.

Teori Evolusi dari Darwin memang sangat luar biasa, tetapi ada satu yang sering diabaikan yaitu evolusi manusia dari moyang yang sama dengan kera, ada hubungan yang hilang atau dikenal dengan istilah “Missing Link” dari mahluk primitif kera menjadi mahluk yang seperti sekarang, berbeda dengan monyet dan kera, proses evolusi yang ditemukan tulang-tulangnya berevolusi dengan sempurna dari primitif ke bentuk sekarang.

Banyak bahasan tentang “Missing Link” dari evolusi manusia ditulis dan banyak juga klaim-klaim yang mengatakan telah menemukan link yang hilang tersebut. Tetapi sampai hari ini tidak ada satupun ilmuan sepakat tentang klaim penemuan “Missing Link” tersebut.

Mengapa ada “Missing Link” dalam evolusi manusia? Karena manusia adalah ciptaan Allah dimulai dari Allah menciptakan Adam dan Hawa dan seterusnya adalah keturunannya sampai hari ini, sejak 6000-5000 SM yang lalu.

Lalu mengapa ada mahluk lain jika Adam dan Hawa diciptakan 6000-5000 SM?

Sebab Adam tidak diciptakan 6000-5000 SM, tetapi Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden pada saat itu. Manusia diciptakan Allah jauh sebelumnya, tinggal di Taman Eden, dimana ada dua buah pohon penting, satu Pohon Kehidupan dan satunya Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Allah hanya melarang memakan buah dari salah satu pohon tersebut, yang artinya buah dari Pohon Kehidupan tidak dilarang oleh Allah.

Jika Allah tidak melarang memakan buah dari Pohon Kehidupan, bukankah artinya Adam dan Hawa memakannya dan mereka hidup lebih dari usia manusia sepanjang sejarah? Mereka bisa jadi hidup jutaan tahun, mereka bisa jadi hidup ribuan tahun didalam Taman Eden, tempat yang terpelihara dan hari ini tempat tersebut tertutup bagi manusia dan keluar dari dunia jasmani kita. Selama Adam dan Hawa tinggal di taman Allah, ada juga mahluk-mahluk yang diciptakan diluar taman Allah, mereka hidup didunia liar ini, berevolusi dan memenuhi bumi.

Demikian sedikit mengenai moyang monyet dengan Adam. Penemuan peradapan manusia menjawab semuanya. Ribuan tahun lalu tidak sebanding dengan jutaan tahun sebelumnya dan tidak tampak seperti sebuah evolusi tetapi revolusi (perubahan mendadak).

@krsipus

Mengapa ada "Missing Link" dalam evolusi manusia? Karena manusia adalah ciptaan Allah dimulai dari Allah menciptakan Adam dan Hawa dan seterusnya adalah keturunannya sampai hari ini, sejak 6000-5000 SM yang lalu.

Lalu mengapa ada mahluk lain jika Adam dan Hawa diciptakan 6000-5000 SM?

Sebab Adam tidak diciptakan 6000-5000 SM, tetapi Adam dan Hawa diusir dari Taman Eden pada saat itu. Manusia diciptakan Allah jauh sebelumnya, tinggal di Taman Eden, dimana ada dua buah pohon penting, satu Pohon Kehidupan dan satunya Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Allah hanya melarang memakan buah dari salah satu pohon tersebut, yang artinya buah dari Pohon Kehidupan tidak dilarang oleh Allah.

Jadi dari ulasan ada, bisa disimpulkan bahwa :

Selain Adam, di bumi sudah terdapat juga mahluk hidup lain, termasuk manusia, betul?

Dan karena Adam keluar dari taman Firdaus 6000 SM, sedangkan pada tahun itu kebudayaan manusia sudah cukup tinggi, dengan sudah eksisnya Mesir dan Babilonia, sedangkan Adam bahkan berpakaianpun belum. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa Adam adalah manusia yang sagat tertinggal kebudayaannya dibanding manusia lain. Begitukah?

Syalom

Anda menulis tanpa memahami posting anda.
Kebudayaan Mesir kuno 3150 SM baca http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Egypt
Kebudayaan Babilonia kuno tidak lebih dari 2500 SM baca http://en.wikipedia.org/wiki/Babylonia
Atau jika anda ingin melihat list kerajaan di Timur Tengah silahkan buka http://en.wikipedia.org/wiki/Ancient_Near_East#Periodization

Tidak ada yang lebih tua dari 6000-5000 SM. Jadi bagaimana anda katakan Adam keluar Taman Eden peradapan sudah maju??? Ada pula manusia lain di bumi? Manusia yang mana?

Pandangan anda seperti pandangan muslim tentang Adam, dan lagi pula kita tidak pernah menggunakan istilah Firdaus untuk menyebut Taman Eden. Firdaus adalah istilah muslim, Eden berasal dari bahasa Ibrani.

Digaris bawahi penemuan arkeologi yang dikategorikan peradapan manusia adalah peninggalan agraria yang dinyatakan berusia sekitar tahun 6000 - 5000 SM, artinya sama dengan perhitungan mundur usia manusia sampai ke Adam waktu usianya mulai di hitung berdasarkan Alkitab.

Dengan kata lain, bukti itu menunjukan bahwa manusia ada sekitar tahun 6000 - 5000 SM. Sebelumnya tidak ada peradapan manusia. Sehingga dikatakan mereka bukan manusia alias moyang kera dan monyet.

Kejadian 1 dan 2, menjelaskan bahwa Adam dan Hawa berada di Taman Eden dan diluar taman Eden adalah bumi yang liar, yang memiliki mahluk-mahluk semacam dinosaurus dan sejenisnya berevolusi sampai menjadi mahluk yang sekarang ini. Kejadian 2:19 adalah mahluk yang diciptakan ditaman Eden (perhatikan kata
שׂדי שׂדה {saw-deh’} saw-dah’ee yang artinya sebuah tempat yang subur, sebuah kebun atau ladang) berbeda dengan Kejadian 1:20-25, mahluk yang ada di luar taman atau kebun.

Sudah coba lihat yang lain?

Mesopotamia
Main articles: History of Mesopotamia, Sumer, and Ubaid period
Historically, the ancient city states of Mesopotamia in the fertile crescent are most cited by Western and Middle Eastern scholars as the cradle of civilization, as this was the area they knew best. The convergence of the Tigris and Euphrates rivers produced rich fertile soil and a supply of water for irrigation. The civilizations that emerged around these rivers are among the earliest known non-nomadic agrarian societies. Because Ubaid, Sumer, Akkad, Assyria and Babylon civilizations all emerged around the Tigris-Euphrates, the theory that Mesopotamia is the cradle of civilization is widely accepted.[15]

The Mesopotamian civilization of Sumer emerges in the Ubaid period (6500-3800 BC) and Uruk period (ca. 4000 to 3100 BC), culminating in the mid-3rd millennium before giving rise to the Akkadian Empire in the 24th century BC. This is often identified as the first empire in history.

Eridu was the oldest Sumerian site, settled during the proto-civilized Ubaid period. Situated several miles southwest of Ur, Eridu was the southernmost of a conglomeration of early temple-cities, in Sumer, southern Mesopotamia, with the earliest of these settlements dating to around 5000 BC. By the 4th millennium BC in Nippur we find — in connection with a sort of ziggurat and shrine — a conduit built of bricks in the form of an arch. Sumerian inscriptions written on clay also appear in Nippur. By 4000 BC an ancient Elamite city of Susa, in Mesopotamia, also seems to emerge from earlier villages. Whilst the Elamites originally had their own script, from an early age they adapted the Sumerian cuneiform script to their own language. The earliest recognizable cuneiform dates to no later than about 3500 BC. Other villages that began to spring up around this time in the Ancient Near East (Middle East) were greatly impacted and shifted rapidly from a proto-civilized to a fully civilized state (e.g. Ebla, Mari and Assur).

-bersambung-

=lanjutan=

Atau silhkan lihat ini :

Mesopotamia
Many experts, as mentioned above, believe that Mesopotamia being located in the Fertile Crescent, is the oldest civilization in the world. The reason for this is that Mesopotamia is where the Tigris and the Euphrates rivers converge, making the area extremely suitable for agriculture. Many agrarian societies are therefore believed to have been established here. Also since the Ubaid, Sumerian, Akkad, Babylon, and Assyrian civilizations are all located in this area, Mesopotamia is widely considered to be the oldest civilization in the world. Settlements can be traced in Mesopotamia to the start of the Early Bronze age, which is much before 7000 BC. The earliest sites were in Jarmo, and the earliest cities were established in Sumer under the Uruk period. Mesopotamia, over the years, has been ruled by the Hellenists, Persians, Mongols, and Turks. Mesopotamia is the area that we now identify as Iraq.

Egypt
One of the oldest civilizations in the world, there is archaeological and anthropological evidence that points towards the existence of a settlement in the area as early as 10000 BC, but there is no definite evidence to determine the time period. The settlement then took to farming as their main source of sustenance, but remains of another settlement found in the area, that can be dated back to the same period, shows practice of hunting and fishing. It is indicated by studies that the land around Sahara was not as arid as it is today and was perfect for grazing ground. It was around 2500 BC that the settlements moved towards the Nile due to change in climate and inhospitable conditions, where the civilization was established as a more complex society. The civilization of Ancient Egypt has been responsible for several lasting legacies for humankind as a whole, including pyramids, mathematical systems, practice of medicine, glass making techniques, and also paper, in its earliest form.

Ancient India
Settlements have known to exist in the area since before 6000 BC, as there is evidence that has been found that dates back to this period. Studying the history of the Indus valley civilization tells us that this was a well-developed society. These settlements were very self sufficient with remains of granaries, burial tombs, drills for stones and copper, etc., found in the area near present day Balochistan in Pakistan. The Indus Valley Civilization, which saw complex societal structures, have known to exist since 4000 BC, with the major cities being Harappa and Mohenjo-daro. Both these cities have been discovered to be large cities with many structures of great magnitude inside city limits. The decimal fraction system is one of the gifts of the Indus Valley Civilization to the modern-day world. Excavation of the sites that are believed to be a part of the civilization have been on since 1920 and the most recent discovery was in 1999.

China
Along with being a contender for the title of the oldest civilization in the world, China is already heralded as the world’s oldest continuous civilization. Pre-civilized settlement relics dating back to 7000 BC have been found in China. In fact, in some cases, the date variance ranges between 9000 BC and 5500 BC. There is evidence of agricultural practice, pottery, craft work, and even animal husbandry. The civilization can be traced back to the establishment of city states in the Yellow River Valley around 2200 BC. But this claim is disputed with the first dynasty that is archaeologically definable being traced to the Shang Dynasty of Ancient China which started its reign somewhere around 1750 BC. There is very little verifiable data about earlier settlements in the area due to the lack of written records or any such documents.

http://www.buzzle.com/articles/oldest-civilization-in-the-world.html

Intinya, open your eyes, bro. Jangan tinggal di bawah tempurung saja.

;D

Syalom

Pertanyaan yang selalu menarik buat saya. Walaupun bagi banyak orang pertanyaan dan pembahasan hal ini belum berujung, tapi bagi saya, ujung itu sudah jelas. mari kita lihat hal ini secara lebih luas, yaitu tentang penciptaan, baik bumi, semua makhluk, termasuk manusia, dari segi science dan teologi.

Banyak yang berpendapat bahwa science dan agama tidak bisa berjalan beriringan bergandengan tangan, ini saya tidak setuju. Apa yang tertulis di alkitab dan yang menjadi hasil penelitian science buat saya tidak bertentangan. Lho bagaimana bisa? bisa! kita lihat.

berdasarkan science, bumi terbentuk secara alami selama jutaan tahun. Ada yang namanya evolusi dsb yang membuat kita sekarang bisa menggali kembali fosil fossil peninggalan makhluk purba. Sedangkan alkitab menyatakan penciptaan bumi dan seisinya hanya dalam hitungan hari. mana yang benar? dua duanya benar. Science adalah nyata. Fosil itu adalah bukti nyata evolusi. lapisan kerak bumi juga bukti nyata usia bumi. Lalu bagaimana dengan bible?

Banyak orang menafsirkan apa yang ditulis di Bible secara literal. Artinya ketika disana disebutkan penciptaan bumi dalam hitungan hari, mereka percaya apa yang ditulis disitu tanpa mencernanya lebih lanjut. Yang telah saya pahami, banyak hal dalam Alkitab itu ditulis secara metaforikal. artinya secara kias, bukan secara literal. pencitpaan bumi dan seisinya dalam hitungan beberapa hari itu artinya bumi itu terbentuk melalui sebuah proses, bukan jadi begitu saja. Dan mengapa bible harus mengemasnya secara metaforikal? karena dengan demikian bible itu akan selalu relevan dari masa ke masa.

Science mengungkap tentang eksistensi dan fakta tentang alam, serta manusia, dan bible mengungkap esensi darialam dan manusia itu sendiri. Sehingga dua sisi itu saling melengkapi. Science dan alkitab bukan dua hal yang harus dipertentangkan, tapi justru saling melengkapi. Jadi lagi lagi saya mengajak saudara saudari sekalian untuk menjadi orang dewasa dalam beriman. Beriman itu tidak seharusnya menjadikan kita buta dan bodoh. Tapi beriman itu melengkapi kita menjadi bukan saja orang yang pintar secara keilmuan, tapi juga bijak. :slight_smile: salam.

Mengapa Allah memulai Alkitab dengan memberitahu bahwa Dia menciptakan dunia selama enam hari dan istirahat pada hari ketujuh?

Adalah supaya manusia mengetahui hari Sabat. Yang Allah ingin beritahukan kepada manusia pertama-tama adalah Dua Kasih Terutama dan Sepuluh perintah menurut hukum Taurat, dan salah satu isi darinya adalah tentang Sabat.

Isi sepuluh perintah menurut hukum Taurat telah diketahui semua orang. Dan Sepuluh perintah menurut hukum Taurat itu, sebelum diperintahkan oleh Allah kepada Musa untuk ditulis pada kedua loh batu, telah ada tertulis yaitu di hati tiap-tiap manusia.

Manusia itu (Adam) adalah manusia pertama yang ditetapkan oleh Allah untuk menyatakan hal itu kepada manusia.

manusia pertama adalah adam,
monyet pertama yang menjadi manusia adalah darwin… hehehe…

The concept ‘cradle of civilization’ is the subject of much debate. The figurative use of cradle in the sense of “the place or region in which anything is nurtured or sheltered in its earlier stage” is traced by the OED to Spenser (1590). Rollin’s Ancient History (1734) has “Egypt that served at first as the cradle of the holy nation.”
The phrase “cradle of civilization” plays a certain role in national mysticism. It has been used in Eastern as well as Western cultures, for instance, in Hindu nationalism (In Search of the Cradle of Civilization 1995), and Taiwanese nationalism (Taiwan — The Cradle of Civilization[6] 2002). The terms also appears in esoteric pseudohistory, such as the Urantia Book claiming the title for “the second Eden,” or the pseudoarchaeology related to Megalithic Britain (Civilization One 2004, Ancient Britain: The Cradle of Civilization 1921).

Teks diatas ada di link yang anda sampaikan…

Cek juga paling bawah timelinenya, atau langsung aja klik link ini http://en.wikipedia.org/wiki/Cradle_of_Civilization#Timeline

Lantas sudah punya kesimpulan apa bro?