Manusia tidak lagi memiliki roh: Yang ada padanya tinggal jiwa dan raganya saja?

Demikianlah Yesus Kristus mengungkapkannya:

Luk. 9:60 Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Bagi rekan-rekan yang ingin berkomentar, dipersilahkan :smiley:

Salam,

To all, jangan kaget membaca tread ini, karena teman kita ini sizxvbn memang bukan orang Kristen, jadi orang ini seperti golongan saduki pada jaman YESUS masih hidup yang tidak percaya adanya roh;

23:8 Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya.

Alkitab banyak menuliskan bahwa manusia mempunyai roh;

26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu YESUS menyuruh mereka memberi anak itu makan.

7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan YESUS, terimalah rohku."

10:10 Ia merasa lapar dan ingin makan, tetapi sementara makanan disediakan, tiba-tiba rohnya diliputi kuasa ilahi

11:5 "Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.

22:17 Sesudah aku kembali di Yerusalem dan ketika aku sedang berdoa di dalam Bait Allah, rohku diliputi oleh kuasa ilahi.

Nah sudah jelaskan apa yang di tulis, jangan heran dengan sizxbn ini karena alkitabnya berbeda dengan Allkitab umat Kristen :smiley: :coolsmiley:

Salam.

Baik orang Saduki maupun orang-orang Farisi, semuanya tidak mengenal ALLAH sama seperti kau! :smiley:

Yesus mengatakan hal itu –“roh memang penurut, tetapi daging lemah.”– hanya ditujukan kepada murid-muridnya karena Ia berasal dari roh manusia itu sendiri.

Selain dari itu, Kitab Suci juga –dengan jelas– mengatakan:
Kej. 6:3 Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.”
Dan sejak saat itu, manusia tidak lagi memiliki roh di dalam dirinya.

Hal itu dipertegas lagi oleh Yesus dengan mengatakan: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati”
Itu artinya, semua orang yang tidak mengikuti ajaran Kristus tidak memiliki roh –termasuk semua orang yang mengikuti ajaran gereja– :smiley:

Salam,

mmm…
wah diterima setjara tekstoeal…
itoe adalah kiasan…

silahkan batja keseloeroehan dari perikoep jang dimaksoedkan…

Stiap mahkluk hidup pasti memiliki roh, yg terjadi pada roh manusia setelah kejatuhan Adam adalah seperti sumbu yg hampir padam :

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.” Yesaya 42:3, TB.

8:55 Maka kembalilah roh anak itu dan seketika itu juga ia bangkit berdiri. Lalu YESUS menyuruh mereka memberi anak itu makan.

7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: “Ya Tuhan YESUS, terimalah rohku.”

;D ;D :2funny: :2funny:

Apakah sodara mau mengatakan: “lihat tuh anak kecil yang juga bukan murid-Nya, tapi dikatakan Kitab Suci punya roh!!”… begitu kan? :azn:

Perlu sodara pahami bahwa apa yang saya katakan “bahwa YESUS hanya mengatakannya kepada murid-murid-Nya” adalah dalam pengertian, hanya kepada mereka yang percaya dan mengikuti ajaran KRISTUS sesuai dengan kebenaran yang telah disampaikan-Nya; Sehingga mereka menerima roh-nya kembali.
Bukan hanya untuk diri mereka –yang percaya kepada-Nya– saja yang menerima roh-nya kembali, tetapi juga kepada orang-orang seisi keluarganya (termasuk isterinya, anaknya, orang tuanya dan semua orang-oang yang terikat bahtin dengannya) sesuai dengan pengertian yang disampaikan oleh Kitab Suci berikut:

Kis. 16:31 Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan YESUS KRISTUS dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.

Oleh karena orang-tuanya yang percaya kepada YESUS, maka anaknya pun diberikan roh-nya kembali. Baca Kisah Injil Lukas itu selengkapnya.

Luk. 8:41 Maka datanglah seorang yang bernama Yairus. Ia adalah kepala rumah ibadat. Sambil tersungkur di depan kaki YESUS ia memohon kepada-Nya, supaya YESUS datang ke rumahnya,
Luk. 8:42 karena anaknya perempuan yang satu-satunya, yang berumur kira-kira dua belas tahun, hampir mati. Dalam perjalanan ke situ YESUS didesak-desak orang banyak.


Luk. 8:49 Ketika YESUS masih berbicara, datanglah seorang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!”
Luk. 8:50 Tetapi YESUS mendengarnya dan berkata kepada Yairus: “Jangan takut, percaya saja, dan anakmu akan selamat.”

Bandingkan dengan pernyataan Rasul Paulus di atas (Kis. 16:31).

Woii… jangan ketawa-ketiwi!!
Baca penjelasan saya di atas… nanti kamu akan ‘menangis’ loh :’(

Salam,

16:22 Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: “Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?”

27:16 "Biarlah TUHAN, Allah dari roh segala makhluk, mengangkat atas umat ini seorang

32:8 Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi kepadanya pengertian.

20:27 Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

;D ;D :2funny: :2funny:

Rupanya kau memang tidak punya nafas Yang Mahakuasa di dalam dirimu!!

[i]Why. 2:7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."

Why. 2:11 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Why. 2:17 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."[/i]

Salam,

Kalo menurut saya sih,
pengertian dari kata “roh” itu sendiri bisa kemungkinan :

  1. roh sebagai entitas being
  2. “roh” sebagai sebutan simbolis.
  3. belon lagi no.1 dan 2 terbagi dalam dua kelompok (positif dan negatif).

Entah masuk kategori yang mana,
namun sepertinya roh itu ada boanyak.

Dari judul pertanyaan vbn, IMO - manusia pasti punya roh…entah pula roh kategori yang mana pada point123 tsb …mungkin juga malah semuanya ada di dalam diri manusia… :slight_smile:

tapi mungkin ada satu yang kayaknya bisa dipastikan jenis roh yang gak ada didalam manusia : “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia” —> yaitu jenis Roh-KU(dus ??) :char11: :rolleye0014: :smiley:

Mengenai Luk. 9:60, kayaknya itu parabel kan ?

:slight_smile:
salam.

Tidak parabel [email protected]
Pernyataan Yesus Kristus di Lukas itu memang begitu kebenaran-nya sesuai dengan pernyataan ALLAH dalam
Kej. 6:3 Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

Dan sejak saat itu, manusia tidak lagi memiliki roh yang dari pada ALLAH.

Salam,

Kej. 2:16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
Kej. 2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

“…pastilah engkau mati”

Apakah Adam dan Hawa mati? saat mereka makan buah pengetahuan… tidak.
Secara fisik jasmaninya mereka tetap hidup –bahkan mereka dapat melahirkan anak–

Kematian yang dimaksudkan oleh TUHAN, Allah –ketika itu– adalah pada saat TUHAN, Allah menyatakan: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia,…”
Pada saat itulah manusia mati dalam arti tidak lagi memiliki roh yang dari pada TUHAN, Allah.

Pengertian itu diteguhkan oleh YESUS dengan mengatan:

Luk. 9:60 Tetapi YESUS berkata kepadanya: “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.”

Salam,

zvbn,

saya berpendapat itu parabel, karena saya ngerangkum dari ayat 57 - 62 —> sehingga membimbing saya pada pengertian yg di 60 adalah parabel, dimana yang di 58 dan 62 adalah juga parabel … :slight_smile:

Yang saya liat, ucapan2 YESUS di 58, 60 dan 62 itu —apabila dimaknai literal— “tulalit”… orang ngomong apa, respondnya opo… itulah sebabnya saya asumsikan kalimat2 YESUS tsb parabel :

Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya
Bukan literal YESUS gak ada tempat utk meletakan kepalaNYA, melainkan ibarat “merendahkan” diriNYA bagai orang yang tidak punya rumah. —> : “Saya ini gak punya apa apa loh…”

Biarlah orang mati menguburkan orang mati
Bukan literal orang yang gak ada rohnya (or mati kekal) menguburkan mayat, melainkan ibarat : “itu urusan duniawi, gak usah di risau-kan”.

Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang
Bukan literal ttg orang yg (bahkan) baru siap2 untuk membajak menoleh kebelakang, melainkan ibarat : “Fokus !”.

Pula dgn saya interpretasikan respond YESUS itu maksudnya yg ungu, maka jadinya kan respond tsb nggak tulalit…hehehe :slight_smile:

Ya… kalo ada yg berpendapat itu literal… ya bisa bisa aja siii … :slight_smile:
cuma kalo buat diri saya sendiri jadi aneh kalo literal : YESUS gak punya tempat utk taro kepalaNYA, orang mati ngubur orang mati, yg bersiap utk ngebajak gak boleh nengok kebelakang utk dpt Kerajaan Allah … :char11: + serasa jadi tulalit.

:slight_smile:
salam.

@bro.oda.
Yang saya maksudkan tidak parabel itu bukan dalam arti jadi literal, melainkan tentang Kebenaran yang ingin disampaikan-Nya. Penjelasan itu sudah saya lengkapi kemudian di atas bro. :smiley:

Salam,

:smiley: wah…wah… jadi seruni antara @oda vs @sizxbn :happy0025: tapi jangan sampai saling maki ya kayak yang lain :happy0062:

:azn: @sizxbn, jadi roh manusia yang sudah mati itu adalah jiwanya /menjadi jiwa ya? (menunggu dihidupkan)
:rolleye0014: @oda, tidak ada tempat tuk kepalaNya → tempat tuk Dia sebagai kepala dari tubuh-Nya (gerejaNya) ya ?
:happy0062: @sizxbn, umur manusia 120 tahun saja bukankah itu menunjuk kepada umur Adam dan Hawa mulai sejak kejahatan meningkat dibumi sampai pada saat Adam dan Hawa benar-benar mati secara jasmani, jadi sejak Adam dan Hawa memakan buah terlarang mereka berlahan-lahan mati rohani, tetapi keturunannya sudah mati rohani sejak lahir, dan yang ada pada mereka adalah jiwa sebagai rohnya ya?

Salam

hehehe… gak lah bro :smiley:

Jiwanya belum mati, tapi rohnya yang sudah berangkat alias tidak ada :smiley:

Ya betul.

Salam,

Re: Manusia tidak lagi memiliki roh: Yang ada padanya tinggal jiwa dan raganya saja?

adalah binatang.

apakah kamu sama dengan binatang ?
tentunya tidak.
binatang tidak punya roh.

ini adalah ajaran saksi jehova, bahwa manusia mati → habis, sama seperti binatang matyi → habis.

Mungkin maksud @sizxbn tidak begitu sobat, (ctt. dalam hal ini saya tidak memihak, ok sobat)

Tapi marilah kita coba diskusikan apa maksunya ok!

Salam

Apa kau tidak sadar diri? bahwa dirimu tidak ada bedanya dengan binatang?
Pernah baca ini:?
Pkh. 3:19 Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia.

Salam,

Pada yang hijau di atas pada Reply#18, apakah kita masih bisa melihat kelebihan manusia dari hewan ?

Maksud saya bahwa, “Jiwa Manusia” yang merupakan hasil pertemuan dari Roh dan Raganya = “roh manusia” pada umumnya?

Dengan kata lain bahwa Roh Manusia yang telah pergi kepada Pemilik-Nya itu meninggalkan “Benih” seperti “Biji”

Yang kita bisa katakan itu sebagai “Nurani/Hati Nurani” yang menungguh dihidupkan oleh “ROH KUDUS” ?
(Hati Nurani = Tahu Tentang Yang Baik dan Yang Jahat)

Kerajaan Sorga itu seumpama “Biji Sesawi” mati lalu dibangkitkan/dihidupkan menjadi “Pohon Kehidupan”

Salam, YBU