Mari kita ulurkan tangan kita untuk sesama yang membutuhkan bantuan kita.

Teman-teman yang terkasih.
Dalam menyambut Natal 2011 ini marilah kita berbuat kebaikan untuk sesama kita.
Ada seorang bapak bernama Tjong Thin Kweet yang memerlukan uluran tangan kita.
Bapak ini terkena serangan stroke yang menyebabkan pembuluh darah di otak pecah dan harus dioperasi pengangkatan tempurung kepala.

Keluarga Bapak Tjong Thin Kweet terkenal ramah, baik hati, dan suka membantu sesama.
Mereka dari keluarga sederhana, tetapi demi papa mereka tercinta, anak-anaknya membawa papa mereka ke Rumah Sakit Siloam Karawaci dikarenakan ahli bedah saraf Dr. Eka praktek disana, tanpa pikirkan biaya lagi.
Bapak Tjong Thin Kweet dirawat di RS Siloam Karawaci lantai 8 room 826 dari tanggal 25 April 2011 sampai sekarang. Sempat rawat di ruang ICU karena koma selama 2 minggu.

Hampir 8 bulan Bapak Tjong Thin Kweet rawat inap di rumah sakit, dan sudah menghabiskan biaya 700an juta rupiah.
Demi kesembuhan papa tercinta anak-anaknya sudah menarik semua tabungan dan menjual segala harta tetapi masih belum cukup untuk membayar biaya rumah sakit dan masih hutang 400an juta rupiah.
Kondisi Bapak Tjong Thin Kweet sudah membaik hanya menggunakan selang ditenggorokannya untuk mengeluarkan dahak.

Teman-teman yang terkasih marilah kita membantu Bapak Tjong Thin Kweet ini supaya dia bisa segera melunasi utang-utang rumah sakitnya.
Dengan memberikan sedikit saja akan sangat berarti untuk bapak ini.
Dan Tuhan pasti akan membalas segala kebaikan dari teman-teman semua.

Teman-teman bisa menghubungi anaknya
Hanton HP 0817 6789 199
Rek BCA 7580032791 atas nama Hanton

Foto terbaru dari Bapak Tjong Thin Kweet


Untuk saat ini, saya cuma bisa berharap dan berdoa TUHAN membuka jalan untuk kesembuhan Bapak Tjong Thin Kweet dan ketabahan untuk keluarga…

Diluar kasus Bapak Tjong… Sebenarnya saya sendiri sering berpikir, apa yang membuat hidup ini begitu berarti… sehingga kita rela mengeluarkan uang beratus2 juta bahkan ada yang sampai milyar-an, yang kita kumpulkan dengan susah payah untuk memperpanjang waktu kita/orang yang kita kasihi… TANPA ADA JAMINAN KESEMBUHAN DARI RUMAH SAKIT/DOKTER.

Baru kemarin malam saya mengunjungi satu keluarga Kristen yang menjadi pedagang asongan di wilayah Cakung… seorang ibu dengan suami yang pengangguran & perokok berat, memiliki 3 orang anak yang masih bersekolah… ibu ini banting tulang bekerja dari jam 5 pagi sampai jam 8 malam… modal per harinya 300.000 dan keuntungan per hari 50.000, kalau bagus bisa 100.000… Ibu ini mendapat kabar bahwa warungnya akan digusur bulan depan…

Saya juga bertemu dengan teman yang bekerja sebagai debt collector kartu kredit, dengan seorang istri yang bekerja sebagai buruh pabrik dan 1 anak yang ditinggal di kampung… saya dulu berpikir jelek tentang pekerjaan ini… saya bertanya berapa penghasilan terbesar/bulan yang pernah dia terima? jawab dia 5 juta rupiah kalau dia berhasil recovery hutang nasabah sekitar 250 - 300 juta rupiah… untuk mendapatkan itu, setiap hari dia harus mengelilingi kota Jakarta dan Bekasi dengan motor kredit-annya… tetapi berhubung kasus Citibank yang mengakibatkan kematian nasabah… kantor teman saya ini harus ditutup… sekarang dia luntang-lantung & terlilit hutang.

Saya bertanya kepada mereka (umur mereka antara 40 - 50 tahun) berapa besar uang yang pernah mereka pegang/miliki di rekening bank dengan segala susah payah & kerja keras mereka? 100 juta… jawab mereka sambil tertawa: “boro-boro… 10 juta aja kaga pernah,”

Saya juga mengenal seorang pendeta yang memiliki 4 orang anak bekerja melayani TUHAN selama 30 tahun, melayani jemaatnya dengan sepenuh hati… gaji terakhir sampai hari kematiannya adalah 4.5 juta… pensiun yang diterima keluarganya 400 ribu/bulan…

Semoga sebagian kisah hidup orang-orang ini bisa menginspirasi kita untuk lebih bijak menjalani hidup, mampu menjawab pertanyaan apa arti kehidupan, apa arti kematian, apa arti uang, apa arti kasih, apa arti mengikut Kristus di tengah “kegilaan” dunia dan segala permainannya yang menyesatkan…