MARIA MEMANG LAYAK DITINGGIKAN

Kalau status Maria lebih tinggi dari manusia lain (selama tidak lebih tinggi dari TUHAN sendiri) itu sudah selayaknya dan menjadi “keberuntungangan” bagi Maria sebagai yang terpilih diantara wanita di dunia dalam segala jaman tidak ada orang lain yang melahirkan Tuhan YESUS, dan tidak akan ada lagi orang yang olehnya Tuhan YESUS akan lahir. Karena YESUS lahir ke dunia hanya sekali, dan kedatangan-Nya yang kedua nanti adalah di akhir jaman. Diperlukan kerendahan hati untuk melihat “keistimewaan” Bunda Maria, yaitu untuk menerima bahwa hanya karena kesediaannya, maka KRISTUS dapat dilahirkan ke dunia. Paus Yohanes Paulus II menyatakan “sebab menjadi keajaiban alam yang luar biasa, ia mengandung Pencipta-nya”

http://images.forwallpaper.com/files/thumbs/preview/6/65168__mary-and-baby-jesus-with-cherubs_p.jpg

-for to the wonderment of nature, she bore her Creator.

Kenapa harus ada iri hati karena hal itu? TUHAN bebas memilih siapa saja sekehendaknya, Sebab TUHAN oleh karena kemurahan hati-Nya memilih dia menjadi Bunda-Nya. Kita yang iri akan itu akan ditegur oleh TUHAN “Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” Matius 20:15

Tidak ada yang salah dari sikap Katolik dalam mempertahankan Kehormatan Maria yang telah ia terima langsung dari Allah dan yang telah ia jaga. Jika Katolik menghormati Maria, maka penghormatan itu tidak lebih dari buah pemenuhan nubuat injil "Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia,". (Lukas 1:48) Dan dari semua penghormatan yang diberikan oleh Gereja Katolik kepada Maria tidak ada yang bisa menandingi penghormatan yang TUHAN berikan kepada Maria dengan memilih Ia sebagai BundaNya.

Jadi, penghormatan kepada Bunda Maria bukanlah ‘rekayasa’ Gereja Katolik, sebab yang pertama-tama menghormati Maria adalah Tuhan sendiri. Kita menghormati Bunda Maria sebab kita mengikuti teladan Allah sendiri, sebab Tuhanlah yang terlebih dulu mempercayakan Diri-Nya kepada Bunda Maria. Karena itu Bunda Maria disebut sebagai “penuh rahmat” seperti yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel.

Namun “keberuntungan” Maria bukan tanpa persoalan hidup. Seluruh hidup Maria sebagai Bunda TUHAN penuh dengan penderitaan. Maria dan Yosef adalah orang “termiskin di dunia” meskipun anak yang mereka asuh adalah Sang Raja diatas segala Raja pemilik Alam raya dan isinya. Sejak ia mengandung dari ROH KUDUS ia mengalami penderitaan.

Ia dan suaminya harus berjalan ke Betlehem yang jaraknya tidak dekat, belum lagi menjelang kelahiran TUHAN mereka mengalami penolakan2 dari tiap orang padahal TUHAN sudah dekat… sebentar lagi TUHAN hadir di dunia (ohh seandainya saja saya hidup pada jaman itu dan mengetahui bahwa Bunda Tuhan akan menumpang di rumah untuk melahirkan putra Allah, itu akan merupakan suatu suka cita besar bagi kami seisi rumah) Ini bukan peristiwa sederhana atau kecil meskipun hanya sedikit diulas di injil. Belum lagi setelah melahirkan mereka diperintahkan oleh TUHAN untuk mengungsi ke Mesir. Bayangkan dan renungkan ini…

Masih lagi banyak kesedihan yg ditanggung Maria sebagai Bunda Allah ketika di dunia, dan dari semua kesedihan ini, puncak dari semua kesedihan itu adalah menyaksikan putra kesayangannya di Tolak oleh dunia dan kemudian diadili dengan tidak adil, dihukum dengan didera, dimahkotai duri, dipaksa memanggul salib yg berat menuju puncak bukit yg mana dalam perjalanannya mengalami beberapa kali perhentian akibat jatuh. Dan Maria Harus menjalani ini semua dan menyertai putra-Nya. Dan pada akhirnya dia menyaksikan putra kesayanganya harus digantung telanjang di salib dihadapan ribuan mata dan akhirnya wafat secara mengenaskan diantara para penjahat.

http://cache3.asset-cache.net/xc/87733318-virgin-mary-mourning-jesus-christ-on-cross-photos-com.jpg?v=1&c=IWSAsset&k=2&d=49768722B86DC0FD091F1B810DB6DCF0D2DB7CB46B1590B833F407437FAB9707E30A760B0D811297

Penderitaan Yesus pada saat itu justru menjadi dobel, selain penderitaan fisik yg Ia terima, Yesus jg merasakan penderitaan batin yg dahsyat melihat duka bundanya yg teramat dalam. Sayapun bisa merasakan ini. Sebagai anak saya jg sedih misalkan melihat ibu saya harus merasakan duka akibat melihat penderitaan saya. Semua penderitaan ini memenuhi nubuat Simeon: "dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."(Lukas 2:35). salib,menggambarkan betapa pedihnya hati kebundaan Maria menyaksikan anaknya yang harus menderita demi menanggung dosa manusia.

Ini tentang Maria, pada diri Maria kita bisa melihat betapa pedih dan luka jiwanya menyaksikan ini semua. Dengan merenungkan penderitaan Maria akan sengsara putranya justru semakin menghantarkan kita pada perenungan yang lebih dalam lagi akan penderitaan Allah Bapa, sebab jika pada diri Maria saja kita bisa melihat betapa dalam luka batinnya, lantas bagaimanakah luka batin Allah Bapa sendiri? Yang pasti jauh lebih dalam luka Allah Bapa, karena Kasih Allah Bapa kepada PutraNya tidak bisa dibandingkan dengan kasih Maria kepada Yesus. Sebab kapasitas Cinta Maria terhadap Yesus tidakkah sama dengan kapasitas cinta Allah Bapa terhadap Yesus. Oleh karena itu melalui penderitaan Maria yang kelihatan kita justru menemukan penderitaan Allah Bapa yang tidak kelihatan sehingga kita dapat memahami lebih dalam makna ayat: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggaL…

Setelah membaca penjelasan saya diatas, sekarang silahkan anda mengatakan bahwa Katolik terlalu lebay dalam menghormati Maria, WE DONT CARE! Kehormatan bagi yang berhak menerimanya, penyembahan hanya patut diberikan kepada SATU yaitu TUHAN. Dengan menghormati Maria inilah KATOLIK dihantar kepada penghormatan yang jauh lebih dalam kepada KRISTUS. Bandingkan penghormatan anda kepada tokoh2 duniawi jelas penghormatan itu hanya berhenti pada sosok mereka, tetapi penghormatan yang Katolik berikan kepada Maria justru menghantarkan umat kepada penghormatan yg lebih agung lagi kepada TUHAN atas karunianya menghadirkan Maria sebagai teladan keutamaan kekudusan. Tidak ada yg salah dengan menghormatinya Sebab penghormatan ini diberikan kepada Maria Bunda TUHAN YESUS bukan kepada Iblis yg adalah musuh TUHAN. Semestinya umat Protestan melihat penghormatan Katolik kepada Maria lebih positip, bukan negatip.Seharusnya Protestant menilai demikian… “Jika kepada Bunda Maria saja mereka sangat menghormatinya, apalagi kepada TUHAN YESUS?” Semakin Maria dihormati maka semakin Yesus dimuliakan karena Maria bukan orang lain bagi Yesus. Sebaliknya semakin “dunia” atau Iblis dimuliakan semakin Yesus dihujat karena penghormatan kepada dunia dan Iblis adalah penghujatan kepada TUHAN.

yang punya anak, mari kita mengambil waktu sejenak… untuk ber empathy kepedihan hati seorang pada Bunda Maria… seperti yang telah dinubuatkan simeon…

"bagaimanakah perasaan anda, seandainya anak yang anda kasihi, disiksa dilaur batas peri kemanusiaan, di depan mata anda? "

dan perasaan sedih dan prihatin anda terhadap Yesus, tidak akan melebihi pedih bunda maria, sebab, semua dari kita tidak ada yang mempunyai hubungan (relasi) yang lebih intim dengan Tuhan yesus dibandng Bunda Maria. anda merasa lebih mengenal dan lebih dekat dengan Tuhan Yesus dibanding bunda Maria? ya… itu hak anda, tapi baiknya anda merenungkannya kembali dengan hati yang bersih.

salam…

Salam sejahtera,

Maria layak ditinggikan?? hmmm…menurut saya Maria hanyalah alat yang dipakai oleh Allah dan tidak lebih dari itu. Perihal Tuhan Yesus menghormati Maria adalah suatu sikap teladan yang diberikan Yesus sebagai seorang anak kepada ibunya. Tidak lebih dari itu. Justru Yesus harus melakukan itu karena hal ini diatur dalam 10 Perintah Allah.

Tetapi kalau sampai dilakukan pemujaan khusus atau pun ditinggikan lebih dari pada manusia lainnya saya rasa tidak tepat. Maria adalah keturunan Adam dan Hawa yang membawa dosa keturunan di dalam dirinya sebagai manusia. Sama halnya dengan tokoh - tokoh Alkitab lainnya, maka Maria adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan benih ilahi Kristus ke dunia supaya Kristus dapat mengambil rupa sebagai manusia (bnd rumusan chalcedon). Peran Maria hanya ini saja, dan dalam pertimbangan Allah memandang Maria adalah sama dengan manusia - manusia lainnya.

Dengan demikian, marilah kita lebih meninggikan dan beriman hanya kepada Yesus Kristus, dan bukan kepada alat yang dipakai oleh Allah dalam misi keselamatanNya.

Amien.
Tuhan Yesus memberkati

Saya kadang-kadang tidak habis pikir, dan bertanya-tanya didalam hati.
Mengapa banyak orang kristen tidak mempunyai rasa hormat, bahkan banyak yang melecehkan ibu Yesus.
Sedangkan Martin Luther saja sangat menghormati dan menjunjung tinggi Maria.

Pertanyaan: Anda ini orang protestan sempalan dari mana, kalau saya boleh tahu ?

Terima kasih atas komentarnya…
Tetapi saya rasa anda tidak memperhatikan bahwa:

  1. Saya tidak berbicara atas nama golongan protestan, tetapi pribadi yg percaya bahwa Alkitab adalaha Firman Tuhan yang melebihi berbagai doktrin theologia atau gereja apa pun
  2. Saya menghormati dan tidak merendahkan Maria, tetapi saya jelas tidak mengagungkannya
  3. Tunjukan kpd saya dalil Lutheran yang menjelaskan bahwa Martin Luther meninggikan sedemikian rupa, kecuali menghormatinya sebagai seorang pahlawan iman sebagaimana saksi-saksi iman (Ibrani 11)
  4. Tunjukan kpd saya sikap dari Yesus Kristus yang mana yang sgt mengagungkan Maria selain drpd sikap hormat kpd orangtua
  5. Esensi Perjamuan Di Kana ttg perubahan air mjd anggur adalah karena adanya permintaan Maria kepada Yesus ataukah karena kehadiran Kristus di acara itu?? Mana yang lebih penting??

Kiranya hal ini dapat mengklarifikasi dan memberi semangat baru dalam ber-theologia

Tuhan Yesus memberkati

Yang anda katakan benar, bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan, sehingga tentunya patut menjadi pedoman setiap orang kristen.
Akan tetapi karena setiap orang boleh menafsirkan Alkitab menurut pikiran dan seleranya sendiri, tanpa ada panduan yang benar, maka penafsiran Alkitab yang beraneka ragam ini yang bisa menyesatkan banyak orang.
Maka Yesus berkata.
1Kor.1:19.
Karena ada tertulis:“Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”

Bagus, saya respek sama sdr kalau sdr masih mempunyai rasa hormat sama ibu Maria, tidak seperti beberapa orang kristen yang selalu melecehkan dan menghina Maria.
Mengenai anda tidak mengagungkannya adalah hak sdr, tidak apa-apa.

Martin Luther bukan saja meninggikan Maria, malah dia mengimani didalam tulisan bukunya bahwa Maria sudah berada di sorga.

Kalau sdr. sebagai seorang protestan, mengatakan bahwa Martin Luther adalah seorang pahlawan iman,
berarti: sdr belum mengenal dan mengetahui siapa Martin Luther itu sebenarnya.
Kalau saya sebagai seorang katolik, mengatakan bahwa Martin Luther adalah seorang pahlawan,
Itu benar, tidak dapat disangkal lagi.

Yesus dalam keadaan kesakitan tergantung dikayu salib, mau mati, dia masih memikirkan ibuNya, dan ibuNya diserahkan kepada muridNya yang paling Dia sayangi.

Yoh.19:26-27.
Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya: “Ibu, inilah, anakmu !”
Kemudian kataNya kepada muridNya: “Inilah ibumu !”

Mengapa Yesus tidak mengatakan, minta kepada Yohanes agar ibunya dijaga baik-baik, akan tetapi Yesus memberikan pernyataan, timbal balik, yang merupakan ikatan ibu dan anak.
Ini dengan iman berarti bahwa Yohanes mewakili kita, agar Maria bisa kita terima sebagai ibu kita dan kita sebagai anaknya.

Mengapa Maria diserahkan kepada Yohanes, katanya Yesus mempunyai saudara laki-laki dan saudara perempuan, dimana mereka semua ?

Anda tanya mana yang lebih penting ?

  • Kalau pada saat itu Maria tidak hadir, apakah ada yang mempunyai perhatian dan minta kepada Yesus untuk merubah air menjadi air anggur, sehingga pesta terselamatkan !
  • Kalau pada saat itu Yesus tidak hadir, apakah ada yang bisa merubah air menjadi air anggur !

Jadi kesimpulannya: Kedua-duanya sama pentingnya.

Itu pendapat anda, sejak kapan anda punya pemahaman demikian? Mengapa pemahaman anda tidak sama dengan apa yang dipahami selama 2000 tahun oleh Gereja sejak jaman Bapa Gereja bahwa Maria layak dihormati karena peran uniknya dalam sejarah keselamatan. Bagi saya pendapat yang selalu memandang remeh “rekan sekerja Allah” HANYA SEBAGAI ALAT semata mengisyaratkan adanya KESOMBONGAN ROHANI. Siapakah saya hingga menganggap remeh mereka, sedangkan TUHAN saja MEMPERCAYAKAN kepada mereka TUGAS2NYA di dunia ini. Jika kepada para Rasul dan Nabi KATOLIK begitu menaruh HORMAT apalagi kepada MARIA yang oleh TUHAN dipilih menjadi Bunda-Nya. Jika kepada Bunda Maria saja Katolik menaruh hormat mendalam, TERLEBIH lagi Hormat itu diberikan kepada TUHAN. Sebaliknya jika para nabi dan rasul hanya dipandang sebelah mata dan hanya dianggap alat maka kita juga menganggao kecil KEPUTUSAN TUHAN. Jika kita menganggap kecil TUHAN akan keputusan-Nya bagaimana bisa kita dikatakan BERTAKWA pada-Nya?

Bagi Katolik TUHAN TIDAK SEKEDAR menebus MANUSIA tanpa KESEDIAAN MANUSIA untuk ditebus, Jika oleh "karena “hanya” TINDAKAN HAWA YANG TIDAK MENYELARASKAN KEHENDAKNYA DENGAN KEHENDAK TUHAN dan mengatakan TIDAK kepadanya dapat mendatangkan maut. Maka KESEDIAAN MARIA UNTUK MENYELARASKAN KEHENDAKNYA DENGAN KEHENDAK TUHAN mendatangkan Penebus ke dunia dan memberi hidup kepada kita, TIDAK DAPAT KITA ANGGAP SEBAGAI SEBUAH PERISTIWA KECIL SEJARAH KESELAMATAN MANUSIA. Saya suka dengan penjelasan sis DEBI dibawah ini:

Walaupun bagi anda kelihatannya peran Bunda Maria ‘hanya’ kecil di awal untuk melahirkan Yesus ke dunia; sesungguhnya Bunda Maria telah mengambil peran yang terbesar dan terpenting. Sebab tanpa kesediaannya, Yesus tidak jadi dilahirkan ke dunia pada saat itu. Apalagi jika kita merenungkan Kitab Suci dengan lebih mendalam, kita dapat melihat, bahwa peran Bunda Maria bukan saja terlihat pada saat awal hidup Yesus di dunia ini, melainkan sepanjang hidup Yesus, bahkan setelah kenaikan Yesus ke surga, Bunda Maria menyertai para rasul. Memang Maria tidak ditonjolkan di dalam Kitab Suci (dan memang sudah seharusnya demikian, sebab jika tidak, orang dapat menjadi bingung akan siapa sebenarnya tokoh yang ingin ditonjolkan); namun Alkitab menyatakan bahwa Bunda Maria selalu hadir di saat-saat yang penting di dalam hidup Yesus sebagai manusia. Pada saat Yesus menjelma menjadi janin (Luk 1:26-38), kelahiranNya (Luk 2:1-6); saat Ia dipersembahkan di bait Allah (Luk 2:21-38); saat Yesus diungsikan ke Mesir untuk menghindari pembunuhan bayi oleh raja Herodes (Mat 2:13-15); saat Yesus mencapai usia akil balig (Luk 2:41-52); saat Yesus mengadakan mukjizat pertama di Kana (Yoh 2: 1-11); saat Yesus mengajar (Mrk 3:31-35); saat Yesus di salibkan, pada saat hampir semua murid-Nya meninggalkan Dia (Yoh 19: 25-27); dan saat para rasul menanti-nantikan ROH KUDUS (Kis 1:14), yang berarti Bunda Maria menyertai para rasul pada saat terbentuknya Gereja awal pada hari Pantekosta.

“Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.” (Yohanes 7:5)

Yesus lebih suka Maria diserahkan kepada murid yang dikasihi-Nya daripada diserahkan kepada saudara-saudara-Nya yang tidak percaya kepada-Nya. Mungkin Yesus tahu bahwa saudara-saudara-Nya yang tidak percaya kepada-Nya juga tidak akan menjaga Maria dengan baik. Dan orang siapa yang lebih layak untuk menjaga Maria, kalau bukan murid yang dikasihi-Nya?

Menurut Yohanes 21:20-23, murid yang dikasihi Yesus itu, atau apa yang dilambangkannya, akan tinggal hidup sampai Yesus datang lagi:

"Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: “Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: “Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?” Jawab Yesus: “Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku.” Maka tersebarlah kabar di antara saudara-saudara itu, bahwa murid itu tidak akan mati. Tetapi Yesus tidak mengatakan kepada Petrus, bahwa murid itu tidak akan mati, melainkan: “Jikalau Aku menghendaki supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.” (Yohanes 21:20-23)

Mengapa Yohanes dikasihi Yesus? Dengan membandingkan empat Injil, kita menyadari bahwa injil yang disebarkan Yohanes itu Injil keselamatan hanya dari iman. Hal itu dapat disimpulkan dari isi Injil Yohanes: Peristiwa seperti Lazarus dan orang kaya itu tidak ada dalam Injil Yohanes.

Kalau Yohanes melambangkan sebuah gereja yang tinggal sampai waktu Yesus datang lagi, yaitu gereja yang menyebarkan Injil keselamatan hanya dari iman, maka kita boleh pikir-pikir apa maksudnya gereja ini “anak Maria”…

Cara berpikir anda agak aneh.
Kalau anda mempunyai tiga saudara laki-laki dan seorang saudara perempuan, kemudian anda mau mati.
Pertanyaan:
Apakah ibu anda, anda pasrahkan kepada tetangga anda, karena tetangga anda lebih percaya kepada anda daripada saudara-saudara anda !
Lalu apakah saudara-saudara anda itu diam saja, waktu Maria sepeninggal anda dan hidup bersama Yohanes !
Anda tahu, kehidupan kekeluargaan orang Yahudi itu sangat erat.

Pendapat yang salah jangan dipaksakan untuk mencari pembenaran sendiri.

Maria, perempuan yg termulia itu jelas.
Maria itu suci, itu jelas, kalau ngga’ suci, dia bisa mati ketika mengandung janin “Allah yg inkarnasi” yang suci.
Kapan Maria (yang adalah manusia biasa, benih Adam yang telah cemar) itu disucikan? Kita baca ayat ini:

* Lukas 1:35
LAI TB, Jawab malaikat itu kepadanya: "ROH KUDUS akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
KJV, And the angel answered and said unto her, The Holy Ghost shall come upon thee, and the power of the Highest shall overshadow thee: therefore also that holy thing which shall be born of thee shall be called the Son of God.
TR, και αποκριθεις ο αγγελος ειπεν αυτη πνευμα αγιον επελευσεται επι σε και δυναμις υψιστου επισκιασει σοι διο και το γεννωμενον αγιον κληθησεται υιος θεου
Interlinear, kai {lalu} apokritheis {menjawab} ho {itu} aggelos {malaikat} eipen {berkata} autê {kepadanya} pneuma {Roh} hagion {Kudus} epeleusetai {akan datang} epi {atas} se {mu} kai {dan} dunamis {kuasa} upsistou {Yang Mahatinggi} episkiasei {akan menaungi} soi {engkau} dio {karena itu} kai {juga} to {yang} gennômenon {dilahirkan} agion {Kudus} klêthêsetai {akan dipangil} huios {Anak} theou {Allah}

Ketika ROH KUDUS itu turun atas Maria, Maria pun menjadi Kudus, dan dilayakkan-Nya membawa bayi Yesus yang lahir dari ROH KUDUS. Di dunia ini hanya ada 1 perempuan yg memiliki karunia spt ini. Pastilah Maria itu suci. Bapa-bapa Gereja menghormati Maria Bunda Allah.

Saya pun menghormati MARIA BUNDA ALLAH.

Argumen mbah sam sudah betul, ditambah lagi:

Kesatuan Hipostatik

Yesus 100% Allah 100% Manusia

Maka, dengan adanya saudara-saudara kandung Tuhan Yesus, maka mereka juga mewarisi Kesatuan Hipostatik melalui rahim Maria.

Ini bertentangan dengan ajaran para Rasul YANG TIDAK TERTULIS didalam ALKITAB, yaitu Kesatuan Hipostatik.

Ajaran para Rasul melalui Tradisi Suci yang disebut Kesatuan Hipostatik itulah yang menyebabkan adanya Dogma Maria Tak Bernoda, karena tidak mungkin Rahim yang disucikan oleh Roh Kudus (Maria mengandung dari Allah Roh Kudus, melahirkan Allah Putera), dikotori oleh perbuatan manusia (Mzm 51:5 5 (51-7) Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.)

Dengan menuduh Maria mempunyai anak lagi setelah Yesus,

Maka anda,

Menghina Rahim yang disucikan oleh Allah Roh Kudus

Menghina Kesatuan Hipostatik Allah Putra

Menghina Alkitab!

Jesus bless you my friend

Menghormati Maria itu sudah sepantasnya, karena Beliau adalah wanita kedua yang paling istimewa di dunia setelah Hawa.
Kalau umat GKR mengagungkannya dan meninggikannya sedemikian rupa, biarlah hal itu menjadi bagian tak terpisahkan dari imannya.
Sebagai jemaat GKI (sering dianggap sebagai gereja katolik indonesia…joke) saya tidak pernah merasa diajarkan untuk menempatkan Maria lebih tinggi dari Adam, Hawa, Abraham, dan banyak Pribadi Luar Biasa Pilihan Allah lainnya (termasuk tentu saja Yohanes Pembabtis, Matius 11:11), atau untuk sujud berdoa melaluinya (Maria) sebagaimana juga tidak pernah diajarkan untuk sujud berdoa melalui Adam, Hawa, Abraham dan lain-lainnya. Tetapi tidak pernah juga diajarkan untuk merendahkan apalagi melecehkan Maria sebagai Bunda Yesus. Apa yang telah Maria berikan dan saksikan jelas sangat istimewa untuk ukuran manusia.
Prinsip saya melalui kesediaan, ketaatan dan iman yang telah semua Pribadi Istimewa pilihan Allah saksikan (termasuk Maria tentu saja), hendaknya memberikan teladan bagaimana cara hidup berkenan kepada Allah Bapa dalam nama Yesus.
Marana’tha.

Salam saudara hjt,

Saya pribadi berpendapat lebih baik cukup disebut Gereja Katolik saja, tidak perlu disingkat agar tidak rancu, dan tidak perlu ditambah ‘R’ (Roma) juga karena sepengetahuan saya Gereja Katolik cuma satu hirarki.

Soal mengenai kenapa umat Katolik mengagungkan dan meninggikan Maria, sebatas manusia kudus… tidak lebih dari itu. Dan ada beberapa tulisan yang panjang dan lebih lengkap menjelaskan ini, tapi singkatnya seperti yang dikutip oleh saudara sarapanpagi

dan kenapa tidak cukup dengan ‘menghormati’ saja? saya menghormati orang tua saya, kepada guru, kepada teman, dan kepada kamu. Tapi kepada Maria saya rasa rasa hormat tidak cukup, saya mengagungkan Maria; karena walaupun Maria adalah manusia yang sama seperti saya, imannya sangat besar… “Aku ini Hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.”.
Saya sebagai manusia biasa melihat bahwa ada manusia yang dapat beriman seperti itu, sangat istimewa dan orang itu menjadi dapat contoh.

Saya tidak menyangkal ada juga umat katolik yang salah paham, dan juga di pihak luar katolik juga salah paham mengenai “sujud berdoa melaluinya (Maria)”. Namun demi kebenaran bagi umat katolik yang salah paham mengenai hal tersebut, kritik adalah perbuatan baik (perlu diingat: umatlah yang sering salah paham, bukan ajaran Gereja).

Dan salah paham yang saya maksud dari pihak luar katolik yang mengira umat katolik menduakan Allah Tritunggal dengan “sujud berdoa melalui (Maria)”. Gereja Katolik tidak mengajarkan menduakan Allah dengan berdoa kepada Maria. Ada banyak pendapat dari pihak luar Katolik yang mencoba menekan dan menyudutkan ‘berdoa kepada Maria’ adalah hal yang sama seperti benar-benar berdoa seperti kepada Allah Tritunggal, walapun sudah banyak tanggapan bantahan dari umat Katolik tapi masih saja ada sebagian orang yang berkeras tetap menuduhkan.

Singkat dan sederhananya umat Katolik berdasarkan Deposit Iman (Dogma), Ajaran Gereja Katolik yang mengajarkan Maria adalah orang Kudus (lihat kembali kutipan saudara sarapanpagi), dan Gereja Katolik mengajarkan bahwa janji Yesus bagi yang percaya kepada-Nya akan hidup walaupun dia sudah mati, (Yohanes 11:25) benar-benar tergenapi. Oleh karena itu Gereja Katolik mengajarkan Maria yang telah berada di Surga, benar-benar hidup; sehingga umat yang masih berziarah di atas bumi tidak terputus dengan umat yang telah menerima janji Kristus dan hidup di Surga. Dan layaknya sesama umat yang hidup meminta didoakan adalah kebiasaan yang baik sama seperti saudara hjt meminta didoakan oleh Pendeta, teman sebangku gereja, atau doa orang tua bagi anaknya.

Hanya saja bagi umat Katolik, Maria mempunyai tempat istimewa dibanding teman sebangku, pastor, atau orangtua; dan ketika kami (umat Katolik) meminta tolong didoakan oleh Bunda Maria kepada Allah Tuhan kita, kami menutup mata (terkadang melihat patung Bunda Maria) untuk membayangkan Bunda Maria dan berbicara kepada Maria dalam bisikan atau dalam hati. Kira-kira momen inilah yang sering menjadi salah paham, baik oleh umat Katolik (yang masih perlu banyak belajar) dan pihak luar. Namun untuk memperjelas apakah benar kami tidak menduakan Allah Tritunggal, lihatlah isi doa salam Maria tersebut tidak ada bermakna menduakan Allah Tritunggal. Isinya hampir 80% berasal dari kitab suci perjanjian baru (Luk. 1:28,39–45), dan diakhiri dengan ‘Doakalah kami yang berdosa ini hingga waktu kami mati.’

Dari penjelasan singkat itu mungkin bisa kita bersama menyadari ada perbedaan ajaran dan pemahaman antara umat Katolik dengan umat Kristen lainnya, dan saya rasa itulah gunanya forum ini agar kita saling memahami. Walaupun saya kaum awam Katolik, saya harap dapat memberi sedikit pemahaman dari pengetahuan saya; bahwa saudara jht telah salah paham, dan saya berharap dari penjelasan dapat memberikan sedikit pencerahan.

Salam damai.

@canonmr
terima kasih telah memberi pencerahan, meski masih ada beberapa hal belum jelas, tetapi rasanya penyebabnya adalah karena paham yang berbeda tentang peran Maria antara Kristen Katolik dan Kristen Non Katolik. Ndak apa-apa, yang penting peran Yesus Kristus tetap sama…sesuai pengakuan iman rasuli.

Kalau blh tanya, mengapa anda menganggap Hawa lebih besar dari Maria?

Saya juga mengundang anda masuk dalam diskusi saya pada Topik : Penghormatan Untuk Maria
disitu ada perbandingan Hawa dan Maria. Link: Penghormatan Untuk Maria - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

oo iya saya masih ada bahan diskusi, mungkin OOT, tapi saya rasa masih ada sedikit hubungannya dengan topik di sini. Saya mempunyai pemahaman pribadi (saya tidak mengingat apakah saya pernah membaca atau diajarkan hal ini di Gereja Katolik, mungkin ya, mungkin saya lupa) mengenai suatu pemikiran ketika membaca kisah tentang “Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel” (Lukas 1:26-38) bahwa Maria-lah yang manusia yang pertama hadir dan sangat dekat, memahami, atau mengenal Allah Tritunggal: Bapa, Yesus Kristus, dan ROH KUDUS. Oleh karena itu juga maka Maria memang layak ditinggikan. :slight_smile: Karena pada kisah itu dia mengenali bahwa Allah mengutus Malaikat Gabriel, dan dia mendengarkan disitu ada peran ROH KUDUS yang akan turun di atas dia, dan kuasa Allah yang Maha Tinggi akan menaungi dia, dan dia akan mengandung Anak Allah yang akan dinamai Yesus. Saya sendiri awalnya kurang yakin dengan pemahaman saya mengenai kisah ini, mungkin saja saya keliru atau salah paham, tapi untuk itulah saya menuliskan hal ini di sini.

Jika hal ini tidak keliru, alangkah baiknya kita akan lebih memahami Allah Tritunggal melalui kisah Maria ini.

Dari saudara-saudara seiman dan khususnya katolik saya berharap ada kritik, sanggahan, atau koreksi jika ada kekeliruan atau mungkin ada yang terlewati. Dan dari saudara-saudara Kristen lainnya marilah sama-sama kita mencerna apakah ada pelajaran yang dapat kita ambil dari sini.

Salam Damai

Yesus pernah bersabda: Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. Lukas 10:24

Dan Simeon tua ketika menggendong Yesus bersukacita : Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel. Lukas 2:30-32

Petrus dengan Bahagia suatu saat dapat berkata kepada semua orang yg hidup setelah jaman Kristus : kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya 2Ptr 1:16

Yohanes dengan Bahagia mengatakan hal yang sama:Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu. (I Yoh 1:1)

Ayat diatas dengan jelas menggambarkan bahwa kedatangan Mesias atau jaman TUHAN-IMANUEL dimana TUHAN benar-benar Hadir di dunia dalam sejarah manusia, adalah Jaman yang dinanti-nantikan oleh banyak orang benar dan raja2. Banyak orang menginginkan IKUT HADUIR DAN BERADA PADA MASA ITU. Saya pun termasuk mengalami cemburu rohani kepada para Rasul yang dapat hidup di masa itu dan dapat melihat mata dengan mata TUHAN YESUS sang penebus.

Para nabi saja hanya bisa berharap melihat namun tidak dapat melihat. Maka berbahagialah Simeon yang hanya “sekedar” menggendong TUHAN dan Berbahagialah para rasul yang menyertai-Nya selama 3 tahun. Jika Mereka semua dapat bersukacita begitu dahsyat, maka lebih dahsyat dan tak terlukiskan ;agi Sukacita Dia yang oleh-Nya terpilih sebagai BUNDA TUHAN.

Karena itu peristiwa kedatangan Mesias adalah sangat penting dibandiing segala Peristiwa yg pernah terjadi di dunia ini. Oleh karena itu semua orang yg terpilih menjadi “team Sukses” dalam menggenapi peristiwa itu adalah orang yang sangat penting. Dalam hal ini hanya kepada Bunda Maria lah satu-satunya kesempatan diberikan, bahwa seorang ciptaan dapat melahirkan Pencipta-Nya (yaitu Firman yang menjadi manusia). Tokoh Alkitab yang lainnya tak ada yang dapat memiliki kesempatan untuk melahirkan Kristus. Yohanes Pauluas II mengatakan: For to the wonderment of nature, she bore her Creator.
~ “sebab menjadi keajaiban alam yang luar biasa, ia mengandung Pencipta-nya”

Dan Maria pantas berbahagia sebagaimana ia sendiri menubuatkan: Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, Jika Katolik menghormati Maria, maka penghormatan itu tidak lebih dari buah pemenuhan nubuat injil Lukas 1:48 Dan dari semua penghormatan yang diberikan oleh Gereja Katolik kepada Maria tidak ada yang bisa menandingi penghormatan yang TUHAN berikan kepada Maria dengan memilih Ia sebagai BundaNya. Jadi, penghormatan kepada Bunda Maria bukanlah ‘rekayasa’ Gereja Katolik, sebab yang pertama-tama menghormati Maria adalah Tuhan sendiri. Kita menghormati Bunda Maria sebab kita mengikuti teladan Allah sendiri, sebab Tuhanlah yang terlebih dulu mempercayakan Diri-Nya kepada Bunda Maria. Karena itu Bunda Maria disebut sebagai “penuh rahmat” seperti yang dikatakan oleh Malaikat Gabriel.

Semoga cukup jelas :slight_smile: