Maria menurut Martin Luther

Maria menurut Martin Luther

http://yesaya.indocell.net/2a9519870.jpg

Berikut ini petikan dari Martin Luther pendiri Gerakan Reformasi Protestan tentang Bunda Maria, petikan-petikan ini diambil dari tulisannya setelah memulai Gerakan Reformasi Gereja.

Apakah persamaan dari para dayang istana, bangsawan, raja, ratu, pangeran dan kaisar dunia bila dibandingkan dengan Perawan Maria, putri Daud. Ia adalah Bunda dari Allah kita, pribadi yang amat agung di bumi ini. Setelah Kristus dialah permata yang terindah di dalam kekristenan.
Sang Ratu yang di tinggikan di atas segala kebijaksanaan, kesucian dan keagungan ini tak akan pernah cukup dipuji,.

(Martin Luther; Predigten an Weihnachten oder heiligem Christfest, Yesaya 9:2-7; Erste Predigt 1532 diambil dari Dr. Martin Luther’s Hauspostille, Vol. 6 dari Dr. Martin Luther’s Sämmtliche Werke, ed. Joh. Georg Plochmann; Erlangen: Verlag von Carl Hender, 1826, halaman 48)

Sungguh pantas apabila sebuah kereta kencana emas mengiring dia, dengan ditarik oleh empat ribu kuda dengan abdi utusan yang meniup sangkakala serta dengan lantang berseru: “Lihatlah dia, Bunda yang Agung, Puteri umat manusia” tetapi yang ada hanyalah: Seorang Perawan berjalan kaki dalam sebuah perjalanan jauh untuk mengunjungi Elisabeth. Perjalanan ini ditempuhnya walaupun saat itu ia sudah menjadi Bunda Allah. Bukan merupakan sebuah keajaiban apabila kerendahan hatinya dapat membuat gunung-gunung melonjak menari sukacita.

(Martin Luther; Predigten am Tage der Heimsuchung Mariä, Lukas 1:39-56; Erste Predigt 1533 diambil dari Dr. Martin Luther’s Hauspostille, Vol. 6 dari Dr. Martin Luther’s Sämmtliche Werke, ed. Joh. Georg Plochmann; Erlangen: Verlag von Carl Hender, 1826, halaman 303)

Melalui perkataannya sendiri dalam Magnificat (Lukas 1:46-55), dan melalui pengalamannya, Maria mengajar kita bagaimana caranya mengenal, mengasihi dan memuji Allah. Sejak awal, umat manusia telah menyimpulkan segala kemuliaan yang diberikan kepada Maria di dalam sebuah kalimat: “Bunda Allah”. Sekalipun manusia mempunyai lidah sebanyak daun di pohon, rumput di padang, bintang di langit atau pasir di lautan, tak seorangpun mampu mengatakan hal yang lebih agung kepada atau mengenai Maria. Perlu direnungkan dalam hati apakah artinya menjadi seorang Bunda Allah.
(Martin Luther, “The Magnificat”, dalam Luther’s Works, Volume 21, diterjemahkan oleh A.T.W. Steinhaeuser, editor: Jaroslav Pelikan, Saint Louis MI: Concordia Publishing House 1956, halaman 301 & 326; Profesor Jaroslav Pelikan merupakan seorang Ahli Teologi Protestan terkenal, pada Hari Raya Maria Menerima Kabar Baik, 25 Maret 1999, ia menerima Sakramen Krisma di Kapel Seminari St. Vladimir di Crestwood, New York dan menjadi seorang Orthodox)

Dalam Rumusan Katekismus Protestan yang biasa disebut sebagai Formula atau Buku Concord, Martin Luther juga menulis sedikit mengenai Bunda Maria sebagai berikut: … “Oleh sebab itu kami percaya, mengajar dan mengaku bahwa Maria secara sejati adalah Bunda Allah (Theotokos). Maria layak menerima penghormatan yang paling tinggi”
(Martin Luther; Formula of Concord artikel VIII seksi 27 Halaman 488; Apology of the Augsburg Confession Artikel XXI seksi 27 Halaman 232; semuanya diambil dari The Book of Concord, editor dan diterjemahkan oleh Theodore G. Tappert; Philadelphia PA; Fortress Press 1959, Buku Formula Concord ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia)

tulisan ini hanya untuk memperkaya “khasanah pengetahuan” di FK, yg juga bisa menjadi refrensi pembelajaran dan wawasan ttg dunia kekristenan bagi para pembelajar.

dan semoga, lambat laun sikap hormat pada maria yg begitu tinggi oleh umat katolik bisa dimengerti dan dimaklumkan oleh umat protestan, dan janganlah sikap anti katolik justru membawa kita pada sikap yg tidak hormat bahkan kurang ajar terhadap Ibu Tuhan kita, Maria Theotoks adalah ajaran kristen!

salam damai dalam kristus Tuhan…

Tapi selama saya baca kitab Wahyu (yang bercerita masa akhir jaman sampai masa kekekalan…), belum ada yang saya baca Malaikat memuji atau makhluk di singgasana Allah memuji Maria sebagai bunda Allah… atau mungkin broer sudi mengirimkan copy kitab Wahyu yang berisi pujian malaikat kepada Maria sebagai Bunda Allah…???

CMIIW soalnya sama-sama pelajar…

Yang salah diluruskan yang benar dipertahankan yang kurang ditambah yang lebih dikurangi agar tercipta gambaran yang lengkap dan utuh tentang Tuhan Allah kita.

Yeremia 44:17-18,
“Segala yang telah kami janjikan, akan kami lakukan juga. Kami akan tetap mempersembahkan kurban kepada Ratu Surga, dan menuang air anggur sebagai persembahan kepadanya seperti yang biasanya dilakukan di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan di Yerusalem oleh leluhur kami, oleh raja-raja dan pejabat-pejabat pemerintah kami serta kami sendiri. Pada waktu itu kami mempunyai cukup makanan, kami makmur, dan tidak mempunyai kesukaran apa-apa. Tapi sejak kami berhenti mempersembahkan kurban kepada Ratu Surga, dan tidak lagi menuang anggur sebagai persembahan kepadanya, kami kekurangan segala-galanya; orang-orang kami mati dalam peperangan atau karena kelaparan.”

Alkitab akan diselidiki dan pengetahuan manusia bertambah, pengenalan akan Allah disempurnakan sampai kepada gambaran utuh tentang Allah. Sejak jaman lampau pengajaran dan rahasia Allah dibukakan dan orang mengerti kebenaran dan mulai meninggalkan yang salah dan tradisi (Daniel 12:4). Dahulu gereja Katholik menghukum mati orang yang melawan gambaran suci tentang matahari dan bulan mengitari bumi, hari ini mereka menerima kebenaran dan membenamkan yang salah. Dahulu gereja Katholik disekitar saya menolak keras manifestasi Roh Kudus dengan Bahasa Roh seperti pada gereja-gereja Pentakosta, tetapi saya dapati teman-teman saya berbahasa Roh di persekutuan-persekutuan Katholik secara resmi. Dahulu gereja Katholik melawan keras para pemberontak saat Martin Luther mengkritik pengajaran dan syarat keselamatan yang diajarkan oleh gereja Katholik, tetapi hari ini mereka menerima semua kekeliruan tersebut dan memperbaikinya.

Pengetahuan manusia bertambah terus, demikian kehendak Allah. Pertama kali tumbuh bercampur dengan tradisi dan kebiasaan, dengan budaya setempat dan juga kepercayaan setempat, tetapi kemudian sudah waktunya gereja Tuhan dimurnikan seperti perak, diluruskan seperti orang meluruskan besi, demikian sudah waktunya apa yang salah diakui dan disempurnakan.

Martin Luther bukan dewa, tidak semua pernyataan dan perkataannya adalah FIRMAN TUHAN. Martin Luther hidup dalam pengajaran gereja Katholik dan satu-satunya sehingga apa yang menjadi pengajaran dalam gereja Katholik juga mewarnai pandangannya. Demikian juga Yesus yang hidup dalam budaya Yahudi dimana Ia memiliki dan mengikuti kebudaayan Yahudi dan kebiasaan serta tradisi mereka. Tetapi apakah artinya budaya Yahudi dan tradisi mereka adalah budaya dan tradisi yang diridhoi oleh Allah sehingga seluruh dunia harus menjadi ke Yahudi-Yahudian? Tentu tidak, sebab akan tiba waktunya orang tidak lagi menyembah Allah disana atau disini tetapi didalam ROH dan KEBENARAN. Maksudnya adalah akan tiba saatnya tradisi gereja dan perintah manusia yang didalamnya termuat persepsi dan pervektif pribadi penafsir dipisahkan sepeti memisahkan sumsung dan tulang (Ibrani 4:12).

Jika anda mendapat banyak penolakan dari saudara seiman, cobalah untuk mundur sedikit dan sempatkan diri untuk memikirkan kembali dan mulai mempelajari apa yang dikatakan oleh “Martin Luther-Martin Luther kecil” jaman sekarang ini yang suaranya diperdengarkan diseluruh pelosok bumi. Tidak seorang yang mengaku Kristen satupun yang dipimpin Allah tidak mengakui Maria adalah ibu dari Tuhan kita Yesus Kristus, dan tidak ada satupun yang menghinanya atau mengurangi rasa hormat terhadapnya walau mereka tidak menerima pandangan gereja Katholik dengan memberikan bobot lebih sebagai Ratu Surga.

Luk 1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus,

Luk 1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.

Luk 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"

Kalo boleh di urut ; Roh Kudus menaungi Elisabet, Kemudian Roh Kudus tsb Memuji Maria : “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”

Jika kamu meminta : apakah ada malaikat yang memuji maria sebagai Bunda Allah/ Ibu Tuhan, sesungguhnya Alkitab Mencatat bukan sekedar Malaikat TETAPI ROH KUDUS [i.e Allah] yang sudah menyatakannya…!

Salam.

Mengenai Ratu/Queen dalam Alkitab PL Ibrani ada 4 kata yang dapat diartikan sebagai Queen :

  1. [email protected] => Queen 1 Raj 2:19
  2. malkah => Queen 1 Raj 10:1
  3. [email protected] => Queen Yer 7:18
  4. shegal => Queen Neh 2:6

gelar untuk maria adalah [email protected] (queen) atau Bunda Raja/ Ibu Suri…
1 Raja-raja 2:19 " …ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempuan itu duduk di sebelah kanannya."
Yer 13:18 “Katakanlah kepada raja dan kepada ibu suri: Duduklah di tempat yang rendah sekali, sebab mahkota kemuliaanmu sudah turun dari kepalamu!”

Kesalahan besar jika ingin menyerang mariologi dengan mengunakan Yeremiah 44 [mel-eh’-keth], karena Gelar Maria adalah [email protected]

Dear ond32lumut

Kalau anda menganggap bahwa sikap umat Protestan yang tidak meninggikan Maria sebagai ibu Yesus diatas manusia biasa lainnya sebagai sikap tidak hormat dan kurang ajar, saya rasa itu berlebihan. Umat Protestan tidak pernah merendahkan Maria sebagai ibu Yesus dan sangat menghormati beliau demikian juga dengan tokoh-tokoh Bapa Gereja sebelumnya.

Salam

Bunda Tuhanku, bukan Bunda Allahku. Penggunaan gelar dan nama itu memiliki pengertian yang berbeda. Bunda Allah dan Bunda Tuhan itu dua hal yang berbeda.

Yesus disebut Tuhan dan Mesias, dia juga digelari Anak Manusia dan disebut Anak Allah. Tatapi tidak pernah Yesus disebut Allah tanpa kata Anak didepannya. Saat Elizabeth menyampaikan marifat Allah, ia menyatakan Bunda Tuhanku, bukan Bunda Allah. Jangan sampai kita salah mengucapkan dan akhirnya muncul penafsiran lepas bersumber dari persepsi yang ditimbulkan sebuah kata yang kurang tepat.

Persoaln terbesar sebenarnya umat Kristen Protestan dan juga Pentakosta dan lainnya memakai hanya Alkitab sebagai dasar kebenaran untuk menjelaskan sesuatu sedangkan Katholik masih mengambil diluar Alkitab beberapa hal yang dianggap setara dengan kebenaran. Misalkan Tradisi Rasuli dll. Hal inilah yang sering berbenturan saat berbicara tentang pengajaran, terutama tentang seorang-orang yang dihormati terlalu berlebihan.

Semoga mencerahkan.

Salam Bunda Ratu - Prof. Scott Hahn [ex. Gembala Protestan Presbyterian - reform]
diterjemahkan oleh - DV http://ekaristi.org/

Jabatan bunda ratu cukup dikenal diantara bangsa non-Yahudi pada saat orang Israel merengek-rengek untuk [diberi] sebuah monarki [kepada Allah, 1 Sam 8:4-9]. Karena Israel tidak selalu adalah sebuah kerajaan [ie. dulunya bukan]. Dalam rencana Allah, Allah-lah yang akan menjadi raja mereka (1 Sam 8:7). Tapi orang-orang [Israel] memohon kepada nabi Samuel untuk memberi mereka seorang raja: “Harus ada raja atas kami, maka kamipun akan sama seperti bangsa-bangsa lain” (1 Sam 8:19-20). Kemudian Allah membolehkan orang-orang [Israel] mendapatkan apa yang mereka inginkan, tapi bagi kemuliaanNya: Monarki Israel akan secara selaras dengan pengaturanNya, merupakan bayangan awal dari kerajaan PutraNya sendiri. Kerajaan Israel akan menjadi tipe kerajaan Allah.

Dalam sejarah, hal ini berjalan sebagaimana orang-orang [Israel] melihat ke sekitar mereka bagi sebuah model pemerintahan. Ingat, mereka [ie. orang Israel] ingin seorang raja supaya bisa " sama seperti bangsa-bangsa lain." Karenanya, mengikuti model dari negara-negara tetangga, mereka mendirikan sebuah dinasti, sebuah sistem legal, sebuah royal court [kamus: 1. kediaman resmi raja dan ratu, 2. Raja, ratu, semua penasehat mereka, pejabat kerajaan, keluarga etc]—dan seorang Bunda Ratu. Kita menemukan hal ini di Israel pada permulaan dinasti Daud. Penerus pertama Daud, Solomo, memerintah bersama ibunya, Batsyeba, di tangan kanannya. Lalu muncullah Bunda Ratu Israel, atau gebirah (great lady), disepanjang sejarah monarki Israel sampai [monarki itu] berakhir. Ketika Yerusalem jatuh kepada Babilon, kita melihat bahwa para penjajah mengambil sang raja, Yoyakhin, dan juga ibunya, Nehusta, yang diberi presidensi [keutamaan, prioritas], dalam kisah [runtuhnya Yerusalem kepada Babilon] tersebut, atas istri-istri sang raja (2 Raj 24:15; lihat juga Yer 13:18).

Antara Batsyeba dan Nehusta ada banyak bunda ratu. Beberapa berbuat yang baik, beberapa tidak; tapi tidak seorangpun hanya sekedar simbol. Gebirah lebih dari sekedar gelar; [gebirah] adalah sebuah jabatan dengan otoritas yang nyata. Perhatikan adegan berikut dari pemerintahan awal Solomo; “Batsyeba masuk menghadap raja Solomo untuk membicarakan hal itu untuk Adonia, lalu bangkitlah raja mendapatkannya serta tunduk menyembah kepadanya; kemudian duduklah ia [ie. Solomo] diatas tahtanya dan ia menyuruh meletakkan kursi untuk bunda raja, lalu perempua itu duduk di sebelah kanannya” (1 Raj 2:19).

Perikop singkat ini mengandung banyak kandungan tersirat mengenai protokol dan struktur kekuasaan kerajaan Israel. Pertama-tama, kita melihat bahwa bunda ratu sedang mendekati putranya untuk berbicara mewakili orang lain. Ini mengkonfirmasi apa yang kita ketahui mengenai bunda-bunda ratu di budaya-budaya Yimur Jauh lainnya. Sebagai contoh, kita lihat dalam epic [ie. hikayat] Gilgamesh bahwa bunda ratu Mesopotamia dipandang sebagai intercessor [orang yang berbicara mewakili yang lain], atau advokat, bagi yang lain.

Lanjut…

Selanjutnya, kita lihat bahwa Solomo bangkit dari tahtanya ketika ibunya memasuki ruangan. Ini membuat sang bunda ratu unik diantara orang kerajaan lainnya. Kalau mengikuti protokol, orang lainnya akan bangkit dalam hadirat Solomo; bahkan istri-istri raja diharuskan untuk menunduk dihadapannya. Namun Solomo bangkit untuk menghormati Batsyeba. Terlebih, dia [ie. Solomo] menunjukkan rasa hormat lebih dlam dengan menyembah [ie. menyembah yang bukan ditujukan kepada yang ilahi] dihadapannya dan dengan mendudukkannya di tempat paling terhormat, di sebelah kanannya. Tidak diragukan lagi, ini mendeskripsikan ritual kerajaan pada masa Solomo; namun semua ritual meng-ekspresikan hubungan yang nyata. [Jadi] apa yang ditunjukkan tindakan Solomo mengenai statusnya [ie. Solomo] dalam hubungan dengan bundanya?

Pertama, kekuasaannya dan otoritasnya sama sekali tidak terancam oleh [sang bunda], tapi Solomo tetap sang monarkh. Sang bunda duduk di sebelah kanan Solomo, bukan sebaliknya.

Namun sudah jelas bahwa Solomo akan menghargai permintaan bundanya—bukan didasarkan kepada kewajiban legal yang mengikat, tapi karena kasih seorang putra. Pada masa adegan tersebut terjadi, jelas [sebelumnya] Solomo sudah pernah mengabulkan keinginan-keinginan bundanya. Ketika Adonia pertama kali mendekati Batsyeba untuk memohon intersesinya [ie. berbicara mewakili], Adonia berkata, “Bicarakanlah kiranya dengan raja Solomo, sebab ia tidak akan menolak permintaanmu!” [1 Raj 2:17] Meskipun secara tekhnis Solomo adalah atasan Betsyeba, namun dalam tatanan kodrat dan protokol Solomo tetaplah anak Betsyeba.

Solomo juga bergantung kepada bundanya untuk menjadi penasehat utamanya, yang dapat menasehati dan memberi petunjuk kepadanya [ie. Solomo] dalam berbagai cara, sesuatu yang tidak mungkin bisa ditirukan oleh bawahan Solomo lainnya. Bab 31 dari buku Amsal memberikan sebuah ilustrasi yang mengejutkan mengenai begaimana seriusnya seorang raja menganggap bimbingan sang bunda ratu. Dimulai dengan “inilah perkataan Lemuel, raja Masa, yang diajarkan ibunya kepadanya,” bab tersebut melanjutkan dengan menunjukkan instruksi praktis dan substansial dalam pemerintahan. Kita disini tidak berbicara mengenai kebijakan turun-temurun. sebagai seorang penasehat politik dan bahkan strategis, sebagai seorang advokat bagi orang-orang, dan sebagai seorang bawahan yang bisa dipercaya keterusterangannya, sang bunda ratu punya hubungan unik dengan raja.

dear M4C, saya menulis berdasarkan pengalaman, dan memang tidak menunjuk semua protestan… anda termasuk protestan yg bijak. para ABK, sering kebabalasan dalam melakukan perdebatan, sehingga secara tidak sadar tidak menaruh hormat pada bunda Maria.

saya ingin tau saja, kalau dalam katolik ada banyak perwujudan rasa hormat itu… misalnya dengan devosi…
nah, bagaimana rasa hormat protestan terhadap bunda maria ini di tunjukan? dalam hati saja? yah… no one knows… :slight_smile:

saya yakin orang2 seperti anda ini akan memahami, dan memaklumi tanpa harus mengikuti tentunya penghormatan terhadap Maria, sehingga tidak ada lagi tuduhan2 khas ala ABK.

sederhana saja alurnya… bahwa kemuliaan maria adalah karena Maria telah melahirkan yesus yg adalah Tuhan Allah. peristiwa melahirkan Allah adalah sesuatu yg tidak ada bandingnya, dan sungguh manusia istimewa bunda maria ini… sungguh ia yg paling berbahagia. tentu saja rasa luar biasa terhadap peristiwa maria melahirkan yesus, tidak bisa lepas dari kesadaran dan kayakinan siapa yesus itu.

menganggap biasa maria, akan ber implikasi pada biasanya peristiwa yg dialaminya (yaitu melahirkan, merawat, dan medampingi Tuhan), dan menganggap biasa peristiwa yg dialami maria akan berimplikasi pula pada penganggapan biasa siapa yg dilahirkannya.

semoga point yg rada susah ini bisa anda tangkap.

disamping itu, sebenernya saya tidak ingin bergeser pada diskusi tentang maria, saya hanya ingin menunjukan sebuah wawasan, bahwa sannya reformasi protestanime itu dulu, sejak semula tidaklah merubah hal ttg mariology ini… kenapa sekarang jadi hilang? apakah martin luther telah salah dalam tulisannya itu menurut anda?

salam…

Doktrin Maria sebagai Bunda Allah/ “Theotokos” dinyatakan Gereja melalui Konsili di Efesus (431) dan Konsili keempat di Chalcedon (451). Pengajaran ini diresmikan pada kedua Konsili tersebut, namun bukan berarti bahwa sebelum tahun 431, Bunda Maria belum disebut sebagai Bunda Allah, dan Gereja ‘baru’ menobatkan Maria sebagai Bunda Allah pada tahun 431. Kepercayaan Gereja akan peran Maria sebagai Bunda Allah dan Hawa yang baru sudah berakar sejak abad awal. Keberadaan Konsili Efesus yang mengajarkan “Theotokos” tersebut adalah untuk menolak pengajaran sesat dari Nestorius. Nestorius hanya mengakui Maria sebagai ibu kemanusiaan Yesus, tapi bukan ibu Yesus sebagai Tuhan, sebab menurut Nestorius yang dilahirkan oleh Maria adalah manusia yang di dalamnya Tuhan tinggal, dan bukan Tuhan sendiri yang sungguh menjelma menjadi manusia.

Jelaslah bahwa doktrin Maria Bunda Allah bukan untuk semata-mata menghormati Maria, tetapi terutama untuk menghormati Yesus, yang walaupun sungguh-sungguh manusia, namun juga sungguh-sungguh Allah. Gereja selalu mengimani Pribadi Yesus yang tunggal, yang merupakan persatuan sempurna antara keilahian dan kemanusiaan-Nya. Namun demikian, kita tidak mempercayai bahwa Maria memiliki keilahian seperti dewi. Pendapat yang demikian juga sesat. Jadi yang tepat adalah: Pribadi Ilahi Yesus yang telah ada di sepanjang segala waktu mempersatukan Diri-Nya dengan tubuh kemanusiaanNya di dalam rahim Maria. Untuk ini, Bunda Maria disebut sebagai Bunda Allah.

Diskusi disini overlap jadi bingung menjawabnya sebab disna dan disini pertanyaan sama sebenarnya. Tentang Bunda Allah dan seharusnya kita tidak meningkatkan statusnya sebagai Bunda Allah silahkan baca disini Apakah Yesus tidak berdosa sejak awal ? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Bagus juga tulisan tentang Bunda Maria menurut Luther ini diangkat ke forum.

Moga-moga tidak ada pengikut Luther yg berkata :“AHH… Luther kan bisa salah,… ikut alkitab saja deh… !”

he he he…

Mungkin bisa dikembangkan ke bapa reformasi yang lain…karena setau saya yang menghormati bunda Maria bukan hanya Luther tapi juga Calvin dll…

Mudah2 an ada hikmah yang dapat ditarik dari pengajaran para bapa sola scriptura ini…:slight_smile:

Dear Ond32lumut

Saya mengerti pandangan Saudara dan umat Katolik, dan saya juga tidak berminat membela pandangan ABK yang menggunakan ajaran Protestan untuk menyerang keyakinan pihak Katolik.

Hanya membagikan pandangan umat Protestan secara luas bahwa Maria sebagai ibu Yesus mendapat tempat khusus dalam Gereja Protestan, dihargai, namanya tidak akan dilupakan bahkan selalu diangkat sebagai hamba yang setia kepada Allah ketika Malaikat datang memberitakan berita lahirnya Yesus melalui rahimnya tanpa perantaraan laki-laki.

Rasa hormat kepada Maria sebagai ibu Yesus, bagi umat Protestan memiliki kesamaan dengan penghormatan kepada hamba-hamba Tuhan; Nabi-nabi PL maupun Rasul-rasul PB serta tokoh-tokoh Alkitab lain seperti Daniel dkk, Hakim-hakim seperti Simson, Debora, Gideon (PL), Timotius, Barnabas, Priskila, Akwila, dll (PB) yaitu bahwa mereka adalah Hamba-hamba Tuhan yang setia kepada-Nya sampai akhirnya, namun tetaplah manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kalau diminta menyebutkan kekurangan Maria ibu Yesus tentu tidak dapat dikatakan karena tidak tercatat di Alkitab dan mungkin saja hidupnya 100% saleh dan tentu berkenan dihadapan Allah. Namun ketika dikatakan Maria adalah manusia sama seperti kita, adalah berarti kesalehan dan perkenan-an di hadapan Allah adalah murni karena anugerah Allah kepada-nya (Maria) sama seperti perkenan-an Allah kepada Musa (manusia yang berkenan di hadapan-Nya) walau kita tahu akhir hidupnya dia tidak diperbolehkan masuk tanah perjanjian karena melanggar kekudusan Allah. Contoh lain adalah Elia yang dalam PB dikatakan manusia biasa sama seperti kita namun dipakai oleh Allah yang luar biasa, namun dalam perjalanan hidupnya ada setidaknya 1 kali dia meragukan Allah ketika dia lari dari hadapan Izebel ke padang gurun dan bersembunyi di gua sampai Allah memanggilnya kembali.

Contoh-contoh diatas tidak berarti mengurangi kredibilitas, kerohanian, spiritualitas hamba-hamba Tuhan sepanjang sejarah namun menguatkan kami betapa tokoh-tokoh yang luar biasa tersebut (berbicara dengan Tuhan secara langsung, membelah laut, menghalau hujan, membuat mujizat, menjadi ibu Yesus) menunjukkan Allah yang demikian luar biasa. Demikian pula halnya dengan Maria, dalam ketaatannya sebagai Hamba Allah yang setia, beliau sama seperti kita manusia hanya ketaatannya kepada Bapa Sorga (Allah Bapa) menjadi petunjuk bahwa kita-kita juga sama dapat menjadi Hamba-Nya yang setia, setia kepada panggilan, setia kepada perintah-Nya.

Sebagai catatan, kalau berbicara saat ini dengan Hamba-hamba Tuhan yang memiliki kerohanian yang baik, dapat saya katakan tidak ada satupun yang berani mengatakan bahwa meskipun mereka saat ini sama seperti tokoh-tokoh Alkitab jaman dulu di Alkitab yaitu sebagai manusia berdosa, bahwa mereka memiliki kerohanian - spiritualitas yang sama dengan tokoh-tokoh Alkitab jaman dulu. Spiritualitas ditandai bukan dengan kerendahan hati karena dorongan hati nurani, namun ditandai dengan kemampuan melihat bahwa dirinya adalah seorang berdosa lebih besar dari sebelumnya dan hanya karena anugerah Allah saja melalui pengorbanan Yesus di kayu salib yang menjadikannya berkenan di hadapan Allah.

Salam

terimakasih atas pengertiannya… :slight_smile:

jika umat protestan hanya mengingat, maka umat katolik menghormatinya dengan devosi.

disinilah letak bedanya,

bagi umat katolik tidak ada manusia atau nabi manapun yg melebihi Bunda Maria…
semua itu semata2 karena bunda maria telah menjadi ibu Tuhan.
Tidak ada manusia yg lebih intim dengan Tuhan didunia ini… selain Bunda Maria
sehingga tidak ada manusia yg pantas untuk lebih berbahagia dari Bunda Maria.
tidak ada manusia yg mendapat anugrah melebihi bunda maria.
semua karena Bunda Maria telah melahirkan Tuhan, Allah Putra.
semua ttg Bunda Maria adalah tentang Putranya.

disinilah kita harus berhati2, sebab… menganggap biasa bunda maria sama dengan menganggap biasa apa yg telah terjadi padanya… menganggap biasa yg telah terjadi padanya, adalah menganggap biasa sang Putra itu sendiri. maka sungguh bahwa semua pengajaran tentang mariology itu dirumuskan untuk melawan bidat2 yg meragukan ketuhanan YESUS. jika YESUS bukan Tuhan, maka pantaslah kita menyebut hal biasa yg terjadi pada maria. hal ini perlu sedikit permenungan yg mendalam dari biasanya… :slight_smile:

salam…

salam bro…

tread ini memang sebenernya membuka sedikit peluang diskusi bilamana konsisten pada jalur… yaitu mengenai tulisan Pastor Martin Luther,OSA ttg maria. saya hanya ingin mengatakan bahwa Mariology sebenernya tetep ada setelah reformasi gereja… atau jaman protestanisme… namun kenapa di jaman sekarang ini justru mariology menjadi bahan cemoohan, dan digunakan sebagai bahasan untuk menunjuk sesat kepada Gereja?

bagaimana pendapat anda terhadap tulisan luther? dan apakah anda tau, sejak kapan mariology hilang dari khasanah kekristenan?

Buseet panjang banget… ;D

PR buat kamu, “Tanya kepada Pembimbing Rohani kamu, Apakah tata bahasa Ibrani dan Yunani mengenal Huruf Kapital…?”

silakan kamu tanya…

sebaiknya jangan mempermalukan diri sendiri, saya beri kamu PR supaya kamu jangan Ke-PEDE-an menjawab…

Apakah Daud mengabdi 2 subjek…? Allah juga dan Tuhan Juga…?

Pada saat Roh Kudus mengatakan Bunda Tuhan apakah sebetulnya Yesus bukan Allah tetapi Hanya Tuhan…?
Luk 1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?"

sekarang saya test dulu kamu, menurut kamu definisi melahirkan itu apa…?

Pertama saya tidak menulis omong kosong (bullshit)

Kedua penulisan bahasa Ibrani standart International Phonetic Alphabet, memang diconvert dalam teks kecil, tatapi nama Allah tidak pernah saya tulis dalam teks kecil mengikuti kesopanan dan penghormatan yang dipakai dalam budaya kita maupun dalam tatabahasa Inggris. Anda bersikeras menghormati Maria tetapi terhadap YHWH anda mengharapkan saya menulisnya tanpa rasa hormat.

Tuhan dan Allah adalah dua kata yang berbeda, seperti halnya Majikan dan Suami, atau Karyawan dan Manager walau menunjuk pribadi yang sama, tetapi penggunaannya berbeda karena artinya juga berbeda. Tidak sadarkah kamu mengapa dua kata tersebut ada dan dua-duanya dipakai? Jika dasar seperti ini saja anda tidak dapat mengerti dan mencampur adukkan bagaimana anda dapat mengajar dan menyampaikan argumentasi teologia anda?

itu kan pembelaan kamu…

Saya tidak perduli mau kamu menaruh Hormat dengan memakai huruf besar kek, kecil kek, etc…
yang pasti kamu bukan penulis Alkitab Asli yang TIDAK MEMBEDAKAN HURUF KAPITAL ATAU KECIL…!
Paham…?

Jika kamu ber-apologetika dengan beralasan ayat ini huruf kecil, atau ayat ini huruf besar sebaiknya kamu belajar lagi bahasa aslinya…
Paham…?

yang bersikeras siapa…? :mad0261:
FYI, Gereja-Nya sangat meng-SAKRAL-kan “Tetragrammaton [i.e. YHWH]”

Jadi saya simpulkan, Allah dan Tuhan hanya berbeda ‘Kata-nya/penulisan-nya’ saja tetapi Pribadinya sama, Gitu…?