Maria Vs Gerbang Timur

Penyangkalan akan "perpetual virginity" akan berdampak pada penyangkalan keilahian YESUS. Mengapa bisa demikian? Ya... jawabnya sudah diberikan oleh bro fantioz: Yeh 44 : 2

Yeh 44 : 2 Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorangpun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup”

Sudah dinubuatkan oleh Yehezkiel, bahwa gerbang yg dilalui Tuhan itu harus tetap tertutup.
Kalo gerbang yg dilalui YESUS tidak tertutup (Maria tidak perawan), berarti nubuat ini sudah dilanggar, yang berarti YESUS bukanlah Allah.
Jadi inilah alasan utama mengapa doktrin “perpetual virginity of Mary” juga dipegang oleh bapa2 reformator.

Sempalan dari sini

Pihak katholik percaya bahwa nubuatan di Yeheskiel ini berbicara soal (ever virgin) Maria

Sedangkan protestant (at least saya) dan juga ex-muslim (walid soebat) berbicara soal ‘meterai’ yang ini

On the Eastern Gate

In the book of Ezekiel 44:1-3, it says; "Then He brought me back to the outer gate which faces toward the east, but it was shut. And the Lord said to me, This gate shall be shut; it shall not be opened, and no man shall enter by it, because the Lord God of Israel has entered by it; therefore it shall be shut. "Now see Ezekiel 43:1 “Afterward he brought me to the gate, the gate that faces toward the east. And behold, the glory of the God of Israel came from the way of the east”. And in chapter 43: verse 4; “And the glory of the Lord came into the temple by the way of the gate which faces toward the east.” This is referring to the beautiful Eastern or Golden Gate, located 1,035 feet north of the Southeast corner of Al-Harm or Temple Mount area, on which Muslim Khaleefeh Abdel-Malek bin-Marwanl built the Dome of the rock in A.D 691. The gate had already been sealed. It has been sealed almost a thousand years ago.

According to these verses, this gate is reserved for the coming Messiah. Many attempts have been made to open it. In 1917 Muslim leaders in control of Jerusalem tried and failed to break the prophecy and open the gate. On the exact day the workmen were preparing to demolish the ancient stone, the hand of God intervened and the city of Jerusalem passed out of Muslim control into the hands of the British.

In 1967 it was the same story all over again; Israel took over Jerusalem on the same day. More importantly, these verses are referring to The Lord God of Israel who entered by the Eastern Gate, and who will again enter by it a second time. This prophecy can be speaking about no other than The Messiah (Al-Maseeh). It plainly calls Him the God of Israel. He is declared as “The God”. The Bible declares that He is God in the Flesh. Who came to the Temple, left and will come back again.

The Gate he entered by shall be reserved for him just before the Second Coming. Muslims doubt the Bible by accusing the Jews or the Pharisees of corrupting the Old Testament. This would be impossible, since the Jews like the Muslims, do not believe God came or will come in the flesh. The Jews would love to erase anything that speaks of Jesus or God being in the flesh, since this is the Christian claim. The Jews always regarded their sacred texts of the Bible to be Holy. They never changed it, and the existence of these verses just adds to the evidence.

These verses of the eastern gate prophecy also ties to the Book of Zechariah chapter 14 verses 3 to 4; “Then the Lord will go forth And fight against those, nations, As He fights in the day of battle. And on that day His feet will stand on the Mount of Olives, which faces Jerusalem on the east. And the Mount of Olives shall split in two, From east to west, Making a very large valley; Half of the mountain shall move toward the north And half of it toward the south.” Now, when did “The Lord” God have feet? The Mount of Olives which faces directly the Eastern Gate, which will be opened by his coming.

These Biblical prophecies are remarkable and astonishing. How did these prophets predict all of this to match with a “sealed Eastern Gate?”

Sumber

Bagaimana dengan anda?

salam

mesti lihat komplitnya:

Yehezkiel 44:1-3
Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu gerbang luar dari tempat kudus, yang menghadap ke timur; gerbang ini tertutup.
Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorangpun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup.
Hanya raja itu, oleh karena ia raja boleh duduk di sana makan santapan di hadapan TUHAN. Raja itu akan masuk melalui balai gerbang dan akan keluar dari situ.”

IMO, bila melihat konteks keseluruhan (ayat 1-3), gerbang itu adalah gerbang yang harafiah (benar2 bagian dari suatu bangunan).

Apa makna komprehensif ayat2 tsb (1-3), saya paste commentaries dari Matthew Henry Concise Commentary:

This chapter contains ordinances relative to the true priests. The prince evidently means Christ, and the words in Eze_44:2, may remind us that no other can enter heaven, the true sanctuary, as Christ did; namely, by virtue of his own excellency, and his personal holiness, righteousness, and strength. He who is the Brightness of Jehovah’s glory entered by his own holiness; but that way is shut to the whole human race, and we all must enter as sinners, by faith in his blood, and by the power of his grace.

Saya pernah baca dari web MUSLIM Mengenai GERBANG TIMUR…

pernyataannya gerbang timur = nubuat nabi Yehezkiel cocok bagi orang yang tidak percaya bahwa Yesus Kristus sebagai mesias karena bertolak belakang dengan nubuat nabi Yehezkiel 44:1-3 mengatakan "1. Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu gerbang luar dari tempat kudus, yang menghadap ke timur; gerbang ini tertutup. 2. Lalu TUHAN berfirman kepadaku: “Pintu gerbang ini harus tetap tertutup, jangan dibuka dan jangan seorangpun masuk dari situ, sebab TUHAN, Allah Israel, sudah masuk melaluinya; karena itu gerbang itu harus tetap tertutup. 3. Hanya raja itu, oleh karena ia raja boleh duduk di sana makan santapan di hadapan TUHAN. Raja itu akan masuk melalui balai gerbang dan akan keluar dari situ.”

kenapa:

  1. Pada waktu Yesus masih hidup di dunia, Dia melalui pintu gerbang ini beberapa kali bersama murid2nya, dalam perjalanan dari bukit Zaitun ke Yerusalem.

  2. Pada waktu Yesus terangkat ke Surga, seperti yang diceritakan di Kis 1:9-12, terjadinya di bukit Zaitun, melewati gerbang timur.

  3. Dan Yesus dengan menunggang keledai memasuki Yerusalem melalui pintu gerbang ini dengan diiringi sorak-sorai orang yerusalem (Yoh 12:12-19).

  4. Pada tahun 70 AD, kerajaan Roma menghancurkan Yerusalem, termasuk gerbang ini. Dan kemudian sekitar abad 6-7, Byzantine membangun kembali tembok tersebut, namun kemudian ditutup oleh Sultan Suleiman I sekitar abad 16, yang kemungkinan alasannya adalah untuk menghalangi kedatangan Sang Mesias yang akan melalui gerbang utama. Lebih jauh di depan pintu gerbang timur menjadi daerah kuburan orang Muslim, karena dipercaya bahwa orang Yahudi tidak akan mau untuk melewati kuburan orang Muslim.

Jadi GERBANG TIMUR BUKAN YANG DINUBUATKAN PINTU SELALU TERTUTUP OLEH NABI YEHEZKIEL…

gerbang itu memang di bangun lagi oleh orang yahudi, karena yahudi tidak percaya bahwa Yesus adalah mesias

Tuhan tidak melindunggi gerbang timur sehingga gerbang itu dapat dihancurkan oleh ROMA dan Kemasyuran muslim…

gerbang itu bukan yang diNubuatkan Nabi Yehezkiel…

(Copi paste dari postinganku di thread sebelah)

Yeh 44 : 2.
Nubuat ini terlalu memaksa jika dikaitkan dengan rahim Maria?
Hmm… aku rasa tidak. Setidaknya, bagi orthodox, nubuat ini sangat2 berkorelasi dengan rahim Maria.

Yeh 40 : 1 sampai Yeh 44 : 3 berbicara mengenai bait suci.
Apa fungsi bait suci? Bait suci adalah rumah Allah (Mat 21 : 13).
Artinya, Allah tinggal / bersemayam di sana. Makanya ada yang namanya ruang maha kudus.
Okay, sekarang kita lihat bahwa Allah bersemayam selama 9 bulan di rahim Maria.
Apakah rahim Maria sudah memenuhi syarat untuk disebut sebagai rumah Allah / bait suci?
Bagi orthodox, jawabnya: IYA.
Terus… maksa ga kalo dikatakan bahwa rahim Maria ini adalah gerbang yang dilalui Allah?
Bagi orthodox, jawabnya: TIDAK.
Karena sangat2 berkorelasi sebagai gerbang bait suci yang dilalui Allah (YESUS), maka gerbang ini harus ditutup, sesuai dengan nubuat Yeh 44 : 2.
Ini alasan utama mengapa keperawanan abadi Maria sangat penting bagi iman orthodox.

Jika Maria tidak “remain virgin”, maka konsekueansinya, rahim Maria bukanlah bait suci.
Jika bukan bait suci, berarti yang bersemayam di sana selama 9 bulan bukanlah seorang Allah.
Implikasinya YESUS bukanlah Allah, bukan Mesias, bukan penebus.
Suatu hal yang fatal menyangkut keselamatan orang beriman.

Begitu lho saudara-saudara… :wink:

Lain ceritanya kalo bagi protestant, rahim Maria ini tidak dianggap sebagai bait suci.
Jadi keperawanan Maria tidak akan berpengaruh akan keilahian YESUS.
Tapi kok… aku rada bingung ya…
Apakah selama 9 bulan itu, Allah belum berada di dalam janin yang dikandung Maria.
Apakah Roh Allah merasuki raga manusia YESUS, setelah bayi YESUS dilahirkan?
Hmm… bisa tolong dijelaskan bagaimana filosofi rekan protestan yg lain yg tidak menganggap keperawanan abadi Maria sebagai hal yang crucial?

=========================
Lanjut…
Aku sebetulnya sangat miris jika membayangkan bahwa rahim Maria membawa benih2 dari pria lain.
Bahkan lelehan seorang lelaki itu dianggap najis, dan yang tersentuh oleh lelehan itu menjadi najis dan harus ditahirkan (Im 15 : 4).

Apakah rahim Maria itu benar2 sebuah alat saja, di mana Allah tidak pernah bersemayam di sana?
Ruang mahakudus di bait suci saja begitu “dikeramatkan” karena menjadi tempat bersemayamnya Allah yang tidak kelihatan. Apalagi rahim Maria yg pernah menjadi tempat bersemayamnya Allah yang menjadi daging? Apakah tidak lebih kudus dari ruang mahakudus?

Aku benar2 tidak tega membayangkan bahwa rahim Maria dinajiskan oleh lelehan Yusuf.
Apalagi sampai membayangkan bahwa rahim Maria membawa dan melahirkan benih2 lain dari Yusuf.

Hmm… terus terang hal ini sangat membebani pikiranku.
Mungkin rekan2 yg lain yg tidak mempermasalahkan keperawanan Maria, bisa membantuku menghilangkan bayangan yg tidak mengenakkan di pikiranku ini?
Thanks… :slight_smile:

Hmm… tidak masuk akal sih kalo Yeh 44 : 2 dikatakan mengacu pada The Golden Gate.

Ada satu kejanggalan kalo memang nubuat ini digenapi oleh The Golden Gate.
Dikatakan bahwa gerbang ini harus ditutup karena Allah sudah masuk melaluinya supaya hanay raja yg boleh duduk di dalamnya.
Mengindikasikan bahwa tepat setelah Allah melaluinya, maka gerbang itu harus ditutup.
Kalo kita lihat fakta sejarahnya, Gerbang ini ditutup (sealed) di tahun 1541 AD, sementara dibangun sejak 640 CE.
Berarti… ada kurun waktu lebih dari 2000 tahun di mana gerbang itu tidak ditutup.
Berarti Allah melewati gerbang itu di tahun 1540an, makanya gerbang itu ditutup?
Aneh… berarti kalau kita mengamini bahwa The Golden Gate ini adalah penggenapan Yeh 44 : 2, berarti Mesiah belum datang dong? Kan terbukanya kalo dilewati oleh Mesias saja?
Hmm… apakah ini berarti YESUS bukan Mesias?
Lagi pula, gerbang itu justru ditutup oleh pihak muslim (Suleiman the Magnificent), karena sang sultan ini kawatir jika Mesiah Yahudi benar2 datang melalui gerbang itu dan mengalahkan mereka. Jadi ditutupnya gerbang ini bukan karena Allah sudah melewatinya.
Hmm… IMO, The Golden Gate bukanlah penggenapan dari Yeh 44 : 2

(Sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Gate_(Jerusalem), The Bible)

Hmm… again… I have to disagree with this statement.
Kalo menurut Matthew Henry, gerbang surga tertutup dan hanya bisa dilalui oleh Yesus, tetapi kita para pendosa bisa melaluinya dengan disucikan oleh darahnya.
Hmm… Yeh 44 : 2 tidak memberikan pengecualian kepada siapapun.
Sudah jelas dinyatakan di ayat 3, bahwa HANYA Sang Raja yg boleh duduk di sana. Para ajudannya tidak masuk ke sana, sekalipun dikuduskan oleh darah Sang Raja.
Interpretasi yang kurang tepat sekali lagi, IMO… :slight_smile:

Rekan-rekan non-Katolik sering sekali menyederhanakan hal ini, atau menyepelekan dengan mengatakan tidak ada kaitan sama sekali antara kekudusan Maria dan Kekudusan TUHAN. TUHAN toh tetap kudus walaupun berada dalam tempat yang tidak kudus.

Sedankan bagi Katolik: Allah tidak mungkin dapat bersatu dengan sesuatu yang tidak kudus.

Tentang ini saya ingin copas dari penjelasan yg pernah saya baca di:

salam

Pengajaran tentang Kekudusan (KEPERAWANAN) Maria bukan muncul dengan sendirinya, tetapi sudah ada sejak jaman Gereja Purba, tidak jauh dari jaman YESUS sendiri. Jika ajaran ini bertentangan dengan kenyataan tentang Maria sudah jelas sejak tahun2 awal Gereja berdiri, ajaran ini akan gugur dengan sendirinya dan tidak akan berkembang hingga saat ini. Sebab sudah bisa dipastikan "apa yg disebut oleh gereja2 non-Katolik sebagai saudara2 YESUS akan memprotes ajaran tersebut. Sebab jika memang benar Yakobus adalah saudara kandung YESUS sudah dengan sendirinya kerabatnya akan menolak dogma tersebut.Bagaimana dikatakan perawan jika sekiranya Maria memiliki anak lain selain YESUS. Pengakuan akan keperawanan Maria justru merupakan penyangkalan akan saudara2 kandung YESUS. Karena itu sejarah membuktikan berdasarkan tulisan2 dari para Bapa Gereja, jemaat2 awal mengetahui dengan persis bahwa Maria adalah perawan murni.

Salam

dikuduskannya Maria dari dosa bukan sesuatu yang mengurangi kemuliaan YESUS, malahan semakin menunjukkan kemuliaan-Nya

Yesus sedari semula adalah Allah , kalau Yesus setelah lahir kedunia , tidak mau menanggalkan ke Allahannya , lalu buat apa dia menjelma dan lahir sebagai manusia.

ada doktrin yang mengatakan : Yesus 100% manusia dan juga 100% Tuhan.

tetapi saudara2 katolik menyiratkan ajaran bahwa : Yesus cuma 100% Tuhan.
dan sangat berkeberatan Yesus lahir sebagai manusia dengan cara2 manusia , dengan menggunakan sarana manusia.

jadi kalo maria punya sifat alamiah sebagai manusia yaitu sesudah melahirkan menjadi tidak perawan , maka ini harus ditentang mati2an , karena Yesus harus lahir dari keturunan manusia yg ilahi.

Yesus memang juga lahir dari keturunan raja dan nabi.
tetapi Yesus juga lahir dari keturunan : RAHAB si pelacur , dan juga RUTH siwanita moab , yg pada saat itu masuk dalam manusia2 berkasta rendah.

jadi sebenarnya Yesus yang manusia lahir dari silsilah yg punya sisi gelap.

YESUS secara manusia memiliki silsilah, tetapi YESUS yang adalah inkarnasi Tuhan sesungguhnya tidak punya bapak, ibu, dan silsilah.

benar sekali pak.

tetapi bukankah Yesus yg menebus dosa manusia adalah Yesus yg manusia?

kelihatannya didalam thread ini harus diperjelas , Yesus yang dibicarakan adalah Yesus TUHAN ataukah YESUS manusia.

Koreksi mas …, justru Katolik mengimani:ke-Allahan YESUS dan kemanusiaan-Nya, adalah “kedua hal yang sama pentingnya dalam karya keselamatan Allah. Bagi Katolik YESUS 100% manusia dan 100% Tuhan.

Pengertian tentang ke-Allahan dan kemanusiaan YESUS sangatlah penting, jika kita ingin mengenal siapa YESUS yang sesungguhnya. Tanpa pemahaman ini, kita akan mempunyai gambaran yang keliru tentang YESUS KRISTUS

YESUS mempunyai 2 kodrat (yaitu Allah dan manusia) dalam satu Pribadi-Nya semasa hidup-Nya di dunia,

Salam

Kalau seseorang sudah dibutakan, ayat2 yang sederhana pun bisa di tafsirkan sesuka hati. Saya membaca yehezkiel 44 dan beberapa ayat terkait, paham dengan jelas apa maksud Tuhan di masa itu. Tapi saya yakin kamu akan meng-counter dengan keyakinan kamu.

Carilah kebenaran Firman dengan tidak membawa bendera agama di belakang kamu; Tuhan tidak bilang kalau martin luther, paus, john calvin, dan semua manusia pasti benar. Kenalilah Firman Tuhan secara pribadi, bukan dengan doktrin2 yang ada. Tidak ! kamu tidak akan tersesat. Selama ROH KUDUS bersemayam di hatimu.

Yg aku block merah: BENAR 100%

Tapi jg jangan lupa satu hal …

Mas Milkyway juga manusia!

bila yesus saja berkenan di urapi oleh seorang pelacur (maria madgalena), makan sama pemungut cukai - orang berdosa, bersentuhan dg manusia kusta lepra pengemis buta lumpuh , dll

adakah ini beda dengan makan dan minum dan bergaul didalam rahim maria?

adakah perbedaan hidup yesus didalam rahim maria dan ‘rahim’ dunia?

salam

Hmm… Anda salah kaprah dalam memahami iman orthodox.
Yesus adalah 100% manusia, dan Yesus adalah 100% Tuhan. Keduanya adalah hal yang berbeda, tetapi keduanya saling bertumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan. Jika kita berbicara mengenai sisi kemanusiaan Yesus, pada saat yang sama kita juga membicarakan sisi keilahian Yesus. Begitu pula sebaliknya.

Contoh, dikatakan bahwa manusia Yesus berdoa kepada Bapa.
Dalam pengertian kami, yang berdoa adalah sisi manusia-nya Yesus. Tapi karena kemanusiaan dan keilahian Yesus itu saling bertumpang tindih dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, pada saat yang bersamaan ketika Yesus berdoa itu, ilahi Yesus juga sedang berdoa kepada Bapa.

Adalah SALAH jika mengatakan kemanusiaan Yesus bisa dipisahkan dengan keilahian Yesus.
Salah besar jika mengatakan ketika Yesus berdoa, yang berdoa adalah manusia Yesus, dan keilahian Yesus sedang tidak ada waktu itu. Ajaran seperti ini (i.e. ajaran Nestorian) bahkan sudah dinyatakan sebagai bidaat oleh gereja semesta.

Tidak… tidak ada yang harus ditentang mengenai fakta bahwa Yesus menjadi manusia dan dilahirkan melalui seorang manusia.
Tapi, mengingat bahwa Yesus adalah 100% Allah yang tidak dapat dipisahkan dari kodratnya sebagai 100% manusia, maka tentunya hal ini akan membawa pada kondisi khusus dalam hal kelahirannya (i.e. rahim yang sudah menjadi bait suciNya).

Hmm… maksudnya punya sisi gelap itu gimana ya?
Dalam pengertian kami, Yesus adalah manusia yang sempurna.
Tidak ada lagi dosa asal, dosa leluhurnya pun sudah tidak ada sangkut pautnya lagi dengan manusia Yesus.
Makanya ada lagi konsep immaculate conception, bahwa Maria sudah ditebus oleh Yesus jauh sebelum Yesus menebus dosa manusia. Istilahnya kerennya, penebusan Maria sudah dibayar dimuka oleh Yesus.
Satu lagi pemahaman orthodox yang bertubrukan dengan pemahaman protestan. :wink:

Jadi, kurang tepat juga jika dikatakan bahwa “manusia Yesus memiliki silsilah yang punya sisi gelap”.

Hmm… sepertinya perlu dibedakan juga antara istilah “bersatu” dengan “berinteraksi”.

Allah yang kudus tidak dapat bersatu dengan yang tidak kudus.
Bersatu di sini menyatakan suatu keintiman dalam relasi dengan Allah.
Anda harus kudus (i.e. ditebus oleh darah YESUS) sebelum Anda dapat bersatu dengan Allah.
Rahim Maria harus lah kudus, sekudus ruang mahakudus di bait suci, agar YESUS yang adalah Allah itu dapat bersatu (memiliki keintiman) dengan rahim Maria.

Bedakan dengan berinteraksi.
Tentu saja Allah dapat berinteraksi dengan para pendosa.
Dengan interaksi itu, Allah mengajak mereka untuk hidup kembali dalam kekudusan, agar mereka dapat bersatu (berhubungan intim) dengan Allah.
Kalo Allah tidak dapat berinteraksi dengan yang tidak kudus, celakalah kita ini, karena kita selamanya tidak akan bisa ditebus oleh YESUS.
Boro2 ditebus, datang dan berinteraksi denganNya pun tidak bisa. Waduh… cilaka kalo benar demikian.
:wink:

Kalo Anda katakan bahwa hubungan antara Yesus dengan bait sucinya ketika Ia masih berupa sesosok janin (i.e. rahim Maria) itu sama dengan interaksi Yesus dengan para pendosa…
Hmm… tolong dijelasin dong gimana interaksi / hubungan Yesus dengan "shelter"nya selama 9 bulan itu?
Kontras sekali dengan pemahaman orthodox.
Karena Yesus itu adalah Allah sejak semula dan berinkarnasi sejak pertama kali Roh Kudus menaungi Maria, maka selama 9 bulan itu Allah dalam rupa Yesus sudah tinggal di rahim tersebut.
Mengatakan bahwa rahim Maria tidak perlu dikuduskan sebagaimana halnya ruang mahakudus di bait suci, sama saja mengatakan bahwa Allah tidak tinggal di sana. Implikasinya… selama 9 bulan kehamilan itu, bukan Allah yang tinggal di kandungan Maria.
Hmm… bingung… bisa tolong dijelaskan?
Thanks… :slight_smile:

@ moe

saya ingin mendengarkan penjelasan u yang mengatakan bahwa nubuat nabi yehezkiel berati Gerbang Timur…

u mengatakan “Sedangkan protestant (at least saya) dan juga ex-muslim (walid soebat) berbicara soal ‘meterai’ yang ini”

atau kah u ingin mengkoreksi apa yang sudah u katakan? karena u mengatakan protestan…

karena ini topik ini sudah melebar…

Saya tau kitab yehezkiel banyak berisi nubuatan dan menafsirkan nubuatan itu sulit. Hanya untuk kali ini, saya musti katakan — ayat yehezkiel 44:2 dikaitkan dengan maria terlalu berlebihan.

Apakah nubuatan tentang maria di terangkan hanya di ayat tersebut, atau perikop2 lain juga ? kalau ada penjelasan-nya, saya pengen mengetahui tentang penjelasan nubuatan di perikop2 lain sehubungan dengan ayat 2 yang dikaitkan dengan maria. Terutama untuk pasal 44, ayat 1-3 (dengan judul "Pintu gerbang timur yang tertutup) dan ayat 4-31 (dengan judul “petunjuk2 mengenai kebaktian dan imam2”). Karena bagi saya, biasa nya penjelasan nubuatan minimal 1 perikop atau pasal. Tidak bisa main comot ayat trus di artikan, harus memiliki makna dengan keseluruhan pasal.

yang maen comot itu orang yang mengatakan nubuat nabi yehezkiel = Gerbang Timur…

u baca penjelasan bro jenova, sangat jelas…