Marilah kita mengikuti jejak Francis dari Asisi.

Marilah kita bersatu, saling memaafkan seperti contoh yang diberikan oleh Francis dari Asisi,
didalam doanya yang saat sekarang sangat terkenal dinyanyikan dimana-mana.
dengan judul: “Make me a channel of Your peace”

Make me a channel of Your peace.
Where there is hatred, let me bring Your love.
Where there is injury, your pardon, Lord.
Where there is doubt, true faith in You.

Nama Francis dari Asisi ini yang sekarang dipakai oleh paus Francis I.

Doa lengkapnya adalah seperti ini Mbah:

[b]Prayer of Saint Francis of Assisi

Lord, make me an instrument of your peace.
Where there is hatred, let me sow love;
where there is injury,pardon;
where there is doubt, faith;
where there is despair, hope;
where there is darkness, light;
and where there is sadness, joy.

O Divine Master, grant that I may not so much seek
to be consoled as to console;
to be understood as to understand;
to be loved as to love.
For it is in giving that we receive;
it is in pardoning that we are pardoned;
and it is in dying that we are born to eternal life. Amen[/b]

Teladan kesederhanaan hidup dari St. Fransiskus dari Asisi, baik ditiru.
Kristus sendiri hidup dalam kesederhanaan dan kerendahan hati.

Kesederhanaan Paus Fransiskus juga patut diteladani, beliau dikenal sebagai orang yang sederhana.

Beda nih sama “gereja2 swasta” yang bisa dilihat dari gaya hidup “pendeta dan nyonya2nya dan anak2-nya yang gerejanya menganut sistem persepuluhan”
Sering kita lihat simbol2 kemakmuran yg ditampilkan: mobil, aset, barang2 merek, diamond, dll…
Dan malah kita juga mendengar ada aset2 gereja jadi rebutan antar garis keturunan si-owner gereja swasta itu … :slight_smile:

Ketamakan versi Pendeta2 macam ini bisa dikontraskan dengan kesederhanaan St. Fransiskus dari Asisi yang dianut Paus Fransiskus.

Betul sekali, bro.
Dan terima kasih atas penghargaan anda kepada Paus Francis.

Syalom

Kehidupan Aristokrat di gereja Katholik bukannya tidak pernah terjadi. Dan pada saat itu terjadi, bukannya pada saat itu Allah tidak ada disana atau tidak ikut campur tangan. Saat ini Paus Francis menekankan kepada kesederhanaan dikarenakan ordo dimana ia debesarkan. Bukan artinya kemewahan dan kemegahan gereja-gereja Katholik sebelumnya adalah sebuah keburukan dan kemunafikan. Pandanglah dunia dengan pandangan kasih, maka jika ada kasih, kita tidak akan menganggap diri lebih benar dari yang lainnya. Tanpa ada kasih, walau beli bangkupun akan dinista dan dicela.

Jika anda tidak memberi persepuluhan, mengapa harus ribut dengan persepuluhan di gereja lain?
Jika anda memberi pesepuluhan dan mengapa pula anda mengerutu?

Apa yang anda lihat dari gereja pentakosta, anda hanya melihat dari luar gereja dan dari mendengar pendapat orang lain tentang gereja-gereja tersebut. Jangan menghakimi sekilas pandang, sebab mereka ada juga karena Allah mengurapinya.

@Kris

Jika anda tidak memberi persepuluhan, mengapa harus ribut dengan persepuluhan di gereja lain? Jika anda memberi pesepuluhan dan mengapa pula anda mengerutu?

Apa yang anda lihat dari gereja pentakosta, anda hanya melihat dari luar gereja dan dari mendengar pendapat orang lain tentang gereja-gereja tersebut. Jangan menghakimi sekilas pandang, sebab mereka ada juga karena Allah mengurapinya.

Bro, apakah tidak OOT jika disampaikan di thread ini ?

Anda katakan saya OOT, tetapi anda berkata “betul sekali, bro” pada postingan ini

Pada topik saling memaafkan yang dilantunkan dalam lagu “Make me a channel of Your peace”

Seperti apa standarat ganda OOT anda?

Anda mengerti arti OOT? Jika belum mengerti silahkan tanya moderator.

OOT bukan berarti saya tidak setuju dengan post anda, tetapi karena tidak sesuai dengan yang sedang dibicarakan. Dan saya setuju dengan apa yang ditulis bro SP tentang Paus Francis.

Sudah paham, tolong jangan OOT lagi, karena kalau anda OOT, saya tidak akan menanggapi, karena pasti akan kena tegur moderator.

Salam

Dimana sisi meneladani yang lagi dibahas dalam sikap anda?

OOT