Markus 13 : 1-37 sudah terjadi atau belum?

Saya ingin tanya pada saudara2 Kristen disini soal nubuatan dalam Injil Markus 13 : 1-37

Apakah nubuatan tsb belum terjadi ?
sudah terjadi sebagian ?
atau sudah terjadi seluruhnya ??

Jika sudah terjadi sebagian / seluruhnya, bagiamana kronologi persitiwanya ?
siapa2 yg terlibat ? apa zaman baru ?
siapa anak manusia yg turun diantara awan ??

Ayat selengkapnya saya tulis dibawah ini :
[i]
1 Ketika Yesus keluar dari Bait Allah, seorang murid-Nya berkata kepada-Nya: “Guru, lihatlah betapa kokohnya batu-batu itu dan betapa megahnya gedung-gedung itu!”

2 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batupun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”

3 Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, berhadapan dengan Bait Allah, Petrus, Yakobus, Yohanes dan Andreas bertanya sendirian kepada-Nya:

4 “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi, dan apakah tandanya, kalau semuanya itu akan sampai kepada kesudahannya.”

5 Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!

6 Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.

7 Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.

8 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

9 Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.

10 Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

11 Dan jika kamu digiring dan diserahkan, janganlah kamu kuatir akan apa yang harus kamu katakan, tetapi katakanlah apa yang dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga, sebab bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Kudus.

12 Seorang saudara akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah terhadap anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.

13 Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat."

14 "Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya—para pembaca hendaklah memperhatikannya—maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.

15 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,

16 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

17 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.

18 Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.

19 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

20 Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.

21 Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.

22 Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.

23 Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."

24 "Tetapi pada masa itu, sesudah siksaan itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya

25 dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit, dan kuasa-kuasa langit akan goncang.

26 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.

28 Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

29 Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

30 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya angkatan ini tidak akan berlalu, sebelum semuanya itu terjadi.

31 Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.

32 Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja."

33 "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.

34 Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga.

35 Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta,

36 supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur.

37 Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!"[/i]

nubuatan yg senada tercatat dalam Lukas 21 : 1-36

mari kita diskusikan dengan santun tanpa perlu ada caci maki.

Terima kasih
Silahkan berkomentar ……

Copas aja ah dari haydock;

MARK 13

CHAPTER XIII.

Ver. 2. As Christ had frequently denounced the destruction of the temple, his disciples, surprised that so beautiful an edifice should be reduced to nothing, wish on that account to shew him the grandeur and magnificence of it; upon which Christ exclaimed: There shall not remain a stone upon a stone. Theophy.

Ver. 4. When shall these things be? The miseries that took place previously to the destruction of the temple and city of Jerusalem, were a figure of the extreme calamity that will happen before the last day, in the reign of Antichrist: hence Jesus Christ speaketh indifferently of both. B.

Ver. 6. At the destruction of Jerusalem there appeared many impostors, many who professed themselves to be the Christ, and assured the populace that their delivery was at hand. And in the Church many heresiarchs started up, and many came in the name of Christ; the first of these was Simon Magus, mentioned in the Acts of the Apostles, whom the people of Samaria received as the power and virtue of God. But it is remarkable from the time of our Saviour’s passion, when they preferred the robber Barabbas to Jesus Christ, the Lamb of God, they had no peace or quiet in the city, but constant tumult and dissension succeeded, to the very time of its destruction. Ven. Bede. — So shall many seducers come towards the end of the world, who shall make themselves authors of sects, and shall gain many disciples: as followeth in plain words, v. 22. of this chapter. B.

Ver. 9. In the synagogues, or assemblies. The word is here taken for assemblies of judges, and of justice. — For a testimony to them; i.e. that you may bear witness of me and my doctrine, and also against them. Wi. — Some solicitude perhaps had seized upon the minds of the disciples, when they were informed by their divine Master, that they should stand accused before kings, and princes of the earth, for fear they should not be able, for want of human learning, to make a proper defence. Our Saviour therefore says: be not thoughtful beforehand; for when we are brought to the bar in defence of our holy faith, it is only necessary for us, under such circumstances, to make an offer of our will; Christ himself will speak for us: and in our answers will be infused the grace of the Holy Ghost: for it is not you that speak, but the Holy Ghost. Ven. Bede.

Ver. 14. Ven. Bede here gives a beautiful illustration of this passage in a spiritual sense. When, says he, we see the abomination of desolation standing where it ought not, that is, when we behold heresies and crimes reigning where we ought to see truth and virtue flourish, then let those who are in Judea, such a shave kept the true faith unpolluted, flee to the mountains; that is, rise to the height of perfection; and let those who are on the house-top, those who crucifying the works of the flesh, live according to the spirit, not descend any more to their former way of living according to the flesh. Ven. Bede. — If all heresies tend to the abomination of desolation, that more particularly does which taketh away with other sacrament, and the external worship of God, the very sacrifice of Christ’s body and blood; which being taken away, as S. Cyprian remarketh, no religion can remain. S. Cyprian on the supper of our Lord. Num. ii.

Ver. 19. Jospehus, the Jewish historian, relates the calamities that befell unhappy Jerusalem, about thirty-seven years after the death of Jesus Christ, which verified to the very letter the prediction: there shall be such tribulations as were not from the beginning. S. Austin.

Ver. 20. This may be explained in a more general sense of the persecution of Antichrist, which will be dreadful beyond description, and executed in every part of the world. The time however allowed to him and his wicked agents to tread under foot the holy city, (Apoc. xi. 2.) i.e. the Church of Christ, will not extend beyond forty-two months, or three years and a half. This space of time Christ has set apart to purify his Church, and try his servants; and therefore he allows them to fall under the power of this merciless tyrant; and it was given unto him, says S. John, speaking of this event, to make war with the saints, and overcome them. Apoc. xiii. 7. We are admonished of the same by the prophet Daniel: (vii. 21.) I beheld, says he, and lo that horn (Antichrist) made war against the saints, and prevailed against them; and he shall speak words against the Most High, and shall crush the saints of the Most High . . . and they shall be delivered into his hand until a time, and times, and half a time, (Dan. vii. 25.) i.e. a year, two years, and half a year, or three years and a half, the same with S. John. Pastorini. p. 327 and 8. — S. Austin, speaking of this dreadful period, says: this persecution will be the last; it will happen towards the approach of the last judgment, and will fall upon the Church in every part of the world; that is, the whole city of Christ will be persecuted by the whole city of the devil, as far as both are extended upon earth. De civit. l. xx. c. xi. But our Saviour will put a stop to these calamities on account of his elect, unwilling that they should be tempted above their strength; for he will descend himself from heaven, and, as S. Paul tells us, will kill the wicked man, Antichrist, with the breath of his mouth, and shall destroy him with the brightness of his coming.

Ver. 24. In the day of judgment the luminaries of heaven shall be darkened, not by the privation of their light, but by the approach of the true light of the world, i.e. the great Judge. And what cause for wonder can there be, that man should be terrified at the thoughts of the last day, when the angelic powers shall tremble; or, how will these mortal habitations of ours stand the shock, when the very pillars of heaven shall be moved? what will the tender osier suffer, when the lofty cedars of Paradise bend their head! Ven. Bede.

Ver. 32. But how can the Son be ignorant of that last day? Were this the case, we must thence conclude that his nature was imperfect: since he was under the necessity of a second coming, and yet was ignorant when that time should be. But we must remember, that the meaning of this sentence is not, that Christ was really ignorant of this circumstance, but only that it was not then a convenient time to disclose the secret. S. Austin. — Not as if Christ were ignorant himself, as certain Eutychian heretics, called Agnoitæ, held; but because he knew it not as our teacher, to teach it others, as being not expedient. S. Ambrose de fide, l. v. c. viii. — The Son of God is ignorant of this day, not according to his divinity, which sees and knows all things; but according to his humanity, which does not know it of itself, of its own light, but by revelation which is made to it by the divinity, which is intimately united to it. In naturâ quidem divinitatis novit, says S. Gregory, non ex naturâ humanitatis. See S. Matt. xxiv. 36.

Ver. 33. Some will perhaps think, that it would have been much better, if the Almighty had not left the hour of death uncertain; as that case, they would not have been so solicitous with regard to its arrival. But S. Austin, S. Gregory, and other saints assure us, on the contrary, that it is a very great mercy of God to keep us in this ignorance, that we may always be prepared for it. For, if we knew the precise period, this assurance would give occasion of living more unguardedly, and of sinning more freely. If, with this uncertainty of the hour of our death, we live notwithstanding, so very remissly; what should we do, were we assured that we were not to die for some years? SS. Gregory, Austin, and Bonaventure say, that God chose to leave us in this uncertainty, purposely to prevent all attachment to temporal things; that, seeing every hour, nay every moment, we may lose them, we may not be tied to them, but aspire to those we shall always possess, when once we have obtained them. Fool, says the Son of God to the rich covetous man, (Luke xii. 20.) this night thy soul shall be required of thee, and what then will become of all these riches thou hast amassed. S. Bonaventure.

Ver. 35. At even, at midnight, or at the cock-crowing, or in the morning. These are generally referred to the different ages of man’s life; infancy, youth, manhood, and old age. we are exhorted to be always in readiness, for we know not at what hour the Judge will come. Nic. de Lyra. — We are taught to watch, because we are charged with the care of our soul, which is the temple or house of God, and which is to be his temple for all eternity. V.

satu demi satu sudah mulai digenapi :afro:

Jika sudah terjadi sebagian / seluruhnya, bagiamana kronologi persitiwanya ? siapa2 yg terlibat ? apa zaman baru ? [b][i][u]siapa anak manusia yg turun diantara awan[/u][/i][/b] ??

Yesus… Anak Manusia itu turun sbg Hakim Yang adil :afro:

@penonton

Tolong donk… translate ke Indonesia…

@alice

“Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya”.
itukan Yesus yang bercerita kepada murid2nya … koq diartikan Yesus lagi??? itu akan terjadi pada masa setelah Yesus…

@ all :

anak manusia yg diceritakan Yesus bukanlah Yesus sendiri
itu adalah Nubuatan tentang kedatangan Nabi Muhammad SAW

ayat2 diatas telah lengkap dipenuhi dgn kedatangan anak manusia diantara awan yaitu Nabi Muhammad SAW
itulah jaman baru yg dimaksud Yesus yaitu jaman Islam

mau lebih tahu detail2 penggenapannya ??
besok kalo saya gak sibuk aja dech tak ceritain …

emang kalo Yesus turun dari awan itu gimana ya ?
kayak supermen gitu turun dari awan ??
apa kayak sun go kong turun naik awan terbang ??

Yg begituan mah cuma ada di film kartun

Nanti aja klo Dia sudah datang baru bisa tahu.
Nanya sama orang yang belum liat… :ashamed0004:
Nanya gayanya Tuhan gimana klo turun…lucu lu ah nying-nying ;D

Terjadi pada masa yang akan datang… Dia datang bukan sbg bayi mungil untuk menyelamatkan orang berdosa namun kedatanganNya kedua sbg Hakim yang adil yang membinasakan orang berdosa…

Cara Dia turun = cara ketika Dia naik Ke sorga :afro:

Ac 1:11 dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga."

OK saya ceritain …

ayat markus diatas, pertama bercerita tentang nubuatan penghancuran bait suci oleh orang romawi pada th 70 an Masehi,

kemudian nubuatan tentang penyiksaan orang Kristen oleh kerajaan romawi,
diperparah dgn hasutan orang2 Yahudi yg sakit hati dgn orang2 judeo Kristen yg dianggap pengkhianat karena tidak mau membantu pemberontakan Yahudi melawan romawi yg berakhir dgn kehancuran

kemudia nubuatan soal perpecahan kristen menjadi bermacam2 sekte, dgn bermacam model keimanan.
konflik iman antara kristen yg percaya Yesus = Tuhan dan yg meyakini Yesus bukan Tuhan.

selanjutnya penyiksaan terhadap orang Kristen berakhir dengan diterimanya Kristen menjadi agama resmi kerajaan romawi.
tidak ada penyiksaan lagi, tapi berubah menjadi konflik pertentangan iman antara orang2 Kristen sendiri.

puncaknya adalah disahkannya paham trinitas dalam konsili necea,
di titik inilah awal kegelapan dalam sejarah Kristen,
ajaran Yesus yg sederhana dgn ketuhanan monoteis yg mudah - seperti model agama yahudi - di perkosa menjadi seperti agama2 pagan yg umum mengenal tuhan trinitas pada waktu itu.

itulah fase tergelap dalam peradaban manusia yg disebutkan oleh Yesus, matahari meredup, bulan tidak bercahaya, dan bintang2 berjatuhan !
karena kegelapan / penyimpangan agama tidak hanya terjadi di dalam Kristen, tapi semua agama2 yg telah ada sebelumnya telah diselewengkan begitu jauh oleh para pengikutnya

kata2 bulan, matahari, bintang2 bukanlah dalam arti sebenarnya, tetapi metafora dari cahaya agama2 yg pernah diturunkan Tuhan pada umat2 manusia di seluruh dunia.
itu bukan bercerita tentang hari kimat, karena ayat 26 mengatakan :
Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

di situ diceritakan tentang orang2 yg masih bisa melihat langit yg berawan !
padahal jika dalam arti sesungguhnya, matahari meredup bulan tak bercahaya akan menciptakan jaman es yg membabat habis peradapan manusia ! apalagi ditambah bintang2 berjatuhan ! tidak akan ada orang yg bisa hidup !
lalu siapa yg disebut diayat 26 itu sebagai semua orang2 akan melihat anak manusia datang di antara awan ??
bukankah semua orang telah mati karena bencana alam dahsyat seperti itu ?

itu juga bukan tentang hari berbangkit,
karena ketika pasca kiamat, orang2 dibangkitkan dan bumi diganti menjadi bumi yg baru, maka apa gunanya ada awan ??
disuasana baru seperti itu hanya ada dua keadaan, surga dan neraka.

dan ayat 29 ada penjelasannya :
Demikian juga, jika kamu lihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu.

jika hari itu adalah kiamat, maka mengapa dikatakan waktunya sudah dekat ? sudah diambang pintu ??
bukankah itu sudah gongnya ??
bukan waktu yg sudah dekat lagi ??

maka ayat 24 s/d 29 bukanlah menceritakan soal hari kiamat secara harfiah
tetapi itu kalimat metafora terhadap suatu jaman di bumi dalam suatu masa tertentu.

masa apakah itu ?
buka sejarah Islam, pelajarilah latar belakang budaya dan agama bangsa2 didunia menjelang kedatangan agama Islam.
anda akan menemukan kekelaman di dalamnya,
kegelapan yg meliputi seluruh bumi !

lalu datanglah nubuatan tentang anak manusia yg datang diantara awan2
Yesus tidak sedang menceritakan kedatangan dirinya sendiri.
karena dia menggunakan kata ganti orang ketiga, bukan orang pertama yg tidak lain adalah dirinya sendiri.
Yesus menceritakan tentang kedatangan penolong lain, roh kebenaran, paraclete (apa kata aslinya dlm bahasa Yesus??, paraclete tidak dikenal dalam bahasa2 aram, bahasa ibu Yesus, tapi ada kata paraklid (sorry kalo salah nulis) :char11: yg artinya sama persis dgn kata arab, muhammad yg artinya TERPUJI)

dan penolong yg lain itu pastinya bukan ROH KUDUS !
itu hanya tambahan iseng penulis injil !
karena Roh kudus tidak bisa menunjukkan seluruh kebenaran kepada orang Kristen !
fakta berbicara : Prostestan - Katholik - seksi yahowa… jika mereka mengklaim dibimbing oleh roh kudus yg sama, kenapa mereka masih ngotot mengklaim sebagai kristen yg benar sendiri ??

Anak manusia yg datang diantara awan adalah Nabi Muhammad SAW
Ketika itu Muhammad kecil sedang mengikuti pamannya dalam perjalanan dagang ke syam.
ada keanehan yg ditemukan oleh seorang Uskup Kristen Bukhara terhadap diri si anak ini, yaitu kemanapun dia berjalan atau berhenti, ada secarik awan yg selalu melindunginya dari terik panas matahari !
Inilah yg dimaksud ANAK MANUSIA DATANG DIANTARA AWAN oleh Injil !
Pendeta inilah yg berpesan pada Abu Thalib, paman si Muhammad kecil, untuk menjaga baik2 keponakannya karena dia kelak akan menjadi nabi besar yg dinubuatkan injilnya !

ayat 27
Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.

merupakan nubuatan tentang kesuksesan Nabi Muhammad SAW dalam misi dakwah beliau !
karena beliau doang satu2nya Nabi dan Utusan Tuhan yg begitu gilang gemilang prestasi pencapaiannya dalam perjuangan dakwah dan memimpin umat sepanjang sejarah agama2 dunia !

jaman yg dimaksud Yesus itu adalah Jaman Islam !

begitulah makna markus 13 : 1-37

jika ada yg keberatan, silahkan menyanggah… saya siap menjawabnya !

Bikin ketawa, emangnya sebelum era nicea ampe era Yesus itu jaman prasejarah kali, dan orang kristen jaman jebot itu bodo2 gak pernah nulis buku kali. :cheesy:

Nih belajar dulu sejarah, kutipan dari catecheticsonline.com - 

Most Ancient Forms of the Apostolic Creed

1 THE creed which is called Apostolic is composed essentially of (1) a Trinitarian part, three articles professing faith in three divine persons; (2) a Christological part which was added to the first section.

There are extant, however, certain formulae composed in the manner of creeds, but lacking the Christological part. These formulae seem to be more ancient than the Apostolic Creed. An achristological formula of this kind which seems to be the most ancient of all-exists in a work infected with Gnosticism written between the years 150 and 180, Testamentum in Galilaea D.N.I. Christi (or in an almost identical work Gesprache Jesu mit seinen Jungern nach der Auferstehung) where the short Creed (reads):

“[I believe] in the Father almighty,–and in Jesus Christ, our Savior; --and in the Holy Spirit, the Paraclete, in the holy Church, and in the remission of sins.”

Another achristological formula, perhaps already used in the liturgy of Egypt probably in the third century, is shown by a papyrus discovered in Der-Balyzeh, written in the seventh or eighth century (cf. Dict. d’Archeol. chret. et de Lit. s.v. Canon, II, 2, 1882 ff.):

“I believe in God almighty;–and in his only-begotten Son, our Lord Jesus Christ;–and in the Holy Spirit and in the resurrection of the body the holy Catholic Church.”

Nih tambahin lagi http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=2709 ;

Berikut adalah kutipan dari beberapa Bapa Gereja Awal, yang diambil dari satu artikel di catholic.com, yang menunjukkan bahwa mereka mengimani iman yang Trinitas jauh sebelum abad ke IV (abad ke IV berarti tahun 300-an masehi):

Ignatius of Antioch
“[K]epada Gereja di Efesus di Asia . . . terpilih melalui penderitaan sejati oleh kehendak Bapa dalam Yesus Kristus Allah kita.” (Letter to the Ephesians 1 [A.D. 110]).

“Karena Allah kita, Yesus Kristus, dikandung oleh Maria sesuai dengan rencana Allah: dari keturunan Daud, itu benar, tapi juga dari Roh Kudus” (ibid., 18:2).

Justin Martyr
“Kami akan membuktikan bahwa kami menyembah dia dengan masuk akal; karena kita telah mempelajari bahwa dia adalah anak dari Allah yang benar itu sendiri, bahwa dia menempati tempat kedua, dan Roh nubuat [menduduki tempat] ketiga. Atas ini mereka menuduhkan kegilaan kepada kami, dengan mengatakan bahwa kami menempatkan kepada seseorang yang tersalib suatu tempat kedua dari Allah yang tak berubah dan abadi, pencipta segalanya; tapi mereka acuh terhadap misteri dibaliknya.” (First Apology 13:5–6 [A.D. 151]).

(Catatan: Penggunaan kata “tempat pertama, kedua, ketiga” tidak menandakan satu peringkat dari tiga Pribadi)

Theophilus dari Antioka
“Adalah atribut dari Allah, yang Maha Tinggi dan Kuasa dan [Allah] dari yang hidup, tidak hanya berada dimana-mana, tapi juga melihat dan mendengar semuanya; karena dia tidak bisa dibatasi dalam satu ruangan. . . . Tiga hari sebelum terang diciptakan ada tipe-tipe dari Trinitas: Allah, SabdaNya dan HikmatNya” (To Autolycus 2:15 [A.D. 181]).

Irenaeus
“Karena Gereja, meskipun tersebar diseluruh dunia bahkan sampai akhir Bumi, telah menerima dari para rasul dan dari murid mereka iman akan satu Allah, Bapa yang maha Kuasa . . . dan dalam satu Yesus Kristus, Putra Allah, yang menjadi daging untuk keselamatan kita; dan dalam Roh Kudus” (Against Heresies 1:10:1 [A.D. 189]).

Tertullian
“Kami memang mempercayai bahwa hanya ada satu Allah, namun kita mempercayai itu dalam dispensasi berikut, atau, seperti yang kami sebut, oikonomia, juga ada satu Putra dari Allah yang satu ini, SabdaNya, yang berasal dari dia dan melalui [sang Sabda ini] semua yang ada dijadikan dan tanpa [sang Sabda] tidak ada yang dijadikan. . . . Kami percaya dia dikirim oleh Bapa, sesuai dengan janjiNya sendiri, sang Roh Kudus, si Penghibur, si pengudus iman mereka yang percaya akan Bapa dan Putra dan Roh Kudus. . . . Aturan iman ini sudah ada sejak permulaan injil, bahkan sebelum [munculnya] bidat-bidat pertama.” (Against Praxeas 2 [A.D. 216]).

“Dan pada saat yang sama misteri dari oikonomia dijaga, karena kesatuan didistribusikan dalam Trinitas. Ditempatkan dalam satu tatanan, ketiganya adalah Bapa, Putra dan Roh. Mereka tiga, walaupun begitu, bukan dalam kondisi, tapi dalam tingkatan; tidak dalam keberadaan, tapi dalam bentuk; tidak dalam kekuasaan, tapi dalam jenis; dari satu mahkluk, walaupun begitu, dan satu kondisi dan satu kuasa, karena dia adalah Allah yang satu yang darinya tingkatan-tingkatan dan bentuk-bentuk dan jenis-jenis dipertimbangkan dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus” (ibid.).

“Selalu ingatlah aturan iman yang aku nyatakan dan yang aku berkesaksian bahwa sang Bapa dan sang Putra dan Sang Roh tidak terpisahkan satu sama lain, dan dengan begitu kamu akan mengerti apa yang dimaksud dengannya. Perhatikan sekarang bahwa aku berkata kalau Bapa adalah lain [berbeda], Putra adalah lain, dan Roh adalah lain. Pernyataan ini sering disalahartikan oleh individu yang tidak berpendidikan dan berpikiran jelek seakan-akan hal tersebut berarti keanekaragaman dan oleh kenaekaragaman itu ada perpisahan antara Bapa, Putra dan Roh Kudus.” (ibid., 9).

“Oleh karena itu hubungan antara Bapa dalam Putra, dan Putra dalam sang penghibur, menghasilkan tiga pribadi yang jelas, yang berbeda satu dengan yang lain. Ketiganya adalah, satu esensi, tidak satu pribadi, seperti yang dikatakan, ‘aku dan Bapa adalah satu’ [Yoh 10:30], dalam hubungannya dengan kesatuan akan satu mahkluk tapi bukan [kesatuan] numerik.” (ibid., 25).

Origen
“Karena kita tidak meyakini apa yang dipikirkan para bidat: bahwa beberapa bagian dari Allah berubah menjadi Putra, atau bahwa sang Putra diciptakan oleh Bapa dari substansi yang tidak pernah ada, maksudnya, dari suatu keberadaan diluar diriNya (Bapa) sendiri, sehingga ada masa ketika Dia (sang Putra) tidak ada” (The Fundamental Doctrines 4:4:1 [A.D. 225]).

“Tidak, dengan menolak gagasan-gagasan akan ke-badan-an, kami berkeyakinan bahwa sang Sabda dan Hikmat dihasilkan (begotten) dari Allah yang tak terlihat dan tak berbadan, tanpa adanya tindakan badaniah . . . ekspresi yang kami gunakan, bagaimanapun, bahwa tidak ada suatu masa ketika dia tidak ada harus dipahami dengan beberapa pengertian. Karena kata-kata ‘kapan’ dan ‘tidak pernah’ adalah istilah yang punya artian temporer, sementara apa pun yang dikatakan mengenai Bapa, Putra dan Roh Kudus, harus dimengerti sebagai sesuatu yang melampaui waktu dan jaman.” (ibid.).

“Karena hanya Trinitas sendirilah yang melebihi setiap artian yang tidak hanya temporal tapi artian abadi sebagaimana dimengerti. Adalah hal-hal lain, sememangnya, yang berada di luar Trinitas, yang diukur menurut waktu dan jaman.” (ibid.).

Hippolytus
“sang Sabda sendiri dari Allah ini adalah dari Allah sendiri, karena begitu juga sang Sabda adalah Allah, karena sang mahkluk adalah Allah. [sementara itu] dunia dibuat dari ketiadaan, karenanya [dunia] bukan Allah” (Refutation of All Heresies 10:29 [A.D. 228]).

Novatian
“Karena Kitab Suci sebanyaknya telah mengumumkan bahwa Kristus juga adalah Allah, sebagaimana [Kitab Suci juga] mengumumkan Allah sendiri sebagai manusia. Kitab Suci telah banyak mendeskripsikan Yesus Kristus sebagai manusia, dan juga, terlebih, mendeskripsikan Kristus Tuhan sebagai Allah. Karena [Kitab Suci] tidak menyebut dia sebagai Putra Allah saja, tapi juga Anak Manusia; ataupun Kitab Suci hanya berkata Anak Manusia, tapi Kitab Suci juga biasa berkata tentang dia sebagai Putra Allah. Karena menjadi keduanya, dia adalah dua-duanya, kalau dia adalah salah satunya saja, dia tidak bisa menjadi yang lain. Karena kodrat sendiri telah menyatakan bahwa dia harus diyakini sebagai manusia dari manusia, begitu juga kodrat yang sama menyatakan bahwa dia harus diyakini sebagai Allah dari Allah. . . . Biarlah mereka, karenanya, yang membaca bahwa Yesus Kristus adalah Anak Manusia, juga membaca bahwa Yesus yang sama ini juga dipanggil Allah dan Putra Allah” (Treatise on the Trinity 11 [A.D. 235]).

Paus Dionysius
“Berikutnya, aku dengan tepat akan beralih kepada mereka yang memecah dan membelah dan menghancurkan proklamasi paling keramat dari Gereja Allah, membuat [ajaran Trinitas], menjadi, tiga kuasa, substansi yang berbeda dan tiga ke-Allah-an. . . . [beberapa bidat] menyatakan bahwa ada tiga Allah, ketika mereka membagi kesatuan keramat kedalam tiga substansi yang asing satu sama lain dan benar-benar terpisah.” (Letter to Dionysius of Alexandria 1 [A.D. 262]).

“Karenanya, Trinitas yang ilahi harus dikumpulkan dan dibawa bersama dalam satu, sebuah puncak, sebagaimananya, aku maksud Allah semesta yang Maha Kuasa . . . . Adalah sebuah penghujatan, dan bukan [penghujatan] yang umum tapi yang terburuk, untuk berkata bahwa sang Putra adalah sebuah karya [mahkluk]. . . . Tapi jika sang Putra menjadi ada [diciptakan], [maka] ada waktu dimana atribut-atribut ini tidak ada, dan, karenanya, ada waktu dimana Allah tidak memiliki [atribut-atribut] tersebut, [dan ini] sangat tidak masuk akal” (ibid., 1–2).

“Tidak boleh juga kita membagi menjadi tiga ke-Allah-an kesatuan yang indah dan ilahi. . . . Namun, kita harus mempercayai Allah, sang Bapa yang Maha Kuasa; dan dalam Yesus Kristus, PutraNya; dan dalam Roh Kudus; dan bahwa sang Sabda disatukan kepada Allah semesta. ‘Karena,’ katanya, ‘Bapa dan aku adalah satu,’ dan ‘Aku ada dalam Bapa, dan Bapa dalam Aku’” (ibid., 3).

Gregory sang Pekerja Ajaib (Gregory dari Neocaesarea)
“Ada satu Allah. . . . Ada satu Trinitas yang sempurna, dalam kemuliaan dan keabadian dan kedaulatan, tidak terbagi atau terikat. Karenanya tidak ada yang diciptakan atau diperhambakan dalam Trinitas; atau satupun yang disebabkan (superinduced), seakan-akan pada periode lalu [salah satu Pribadi] kemudian diperkenalkan. Dan tidak pernah sang Putra kurang apapun dari Bapa, atau sang Roh dari Putra; tapi tanpa variasi dan tanpa perubahan, Trinitas yang sama bersemayan selamanya” (Declaration of Faith [A.D. 265]).

Kesimpulannya, orang kristen sebelum era nicea sudah mengimani trinitas. Dan sebaliknya, orang kristen yg tidak mengimani trinitas adalah bidah alias sesat.

Hihihi, tafsir baru yg sebelumnya tidak pernah ada sebelumnya:

There are extant, however, certain formulae composed in the manner of creeds, but lacking the Christological part. These formulae seem to be more ancient than the Apostolic Creed. An achristological formula of this kind which seems to be the most ancient of all-exists in a work infected with Gnosticism written between the years 150 and 180, Testamentum in Galilaea D.N.I. Christi (or in an almost identical work Gesprache Jesu mit seinen Jungern nach der Auferstehung) where the short Creed (reads):

“[I believe] in the Father almighty,–and in Jesus Christ, our Savior; --and in the Holy Spirit, the Paraclete, in the holy Church, and in the remission of sins.”

Kesimpulannya sebelum era islam, orang kristen 100% memahami bahwa Paraclete = Holy Spirit.

Another achristological formula, perhaps already used in the liturgy of Egypt probably in the third century, is shown by a papyrus discovered in Der-Balyzeh, written in the seventh or eighth century (cf. Dict. d’Archeol. chret. et de Lit. s.v. Canon, II, 2, 1882 ff.):

“I believe in God almighty;–and in his only-begotten Son, our Lord Jesus Christ;–and in the Holy Spirit and in the resurrection of the body the holy Catholic Church.”

Yah, semua orang/denom boleh2 saja mengklaim punya Roh Kudus. Tapi toh Allah bukan “mahluk” yg diam, Allah “menulis” sejarah, dan dengan belajar sejarah bisa dibuktikan klaim siapa yg benar. ;D

@nying_nying
Tolong kalo mau nyanggah carikan kutipan-kutipan yg usiannya lebih muda dari yg diatas. ;D

@nying-nying:
Saya baru tahu kalau dalam hidup Muhammad SAW ada mukjizat awan. Padahal sebelumnya banyak orang bilang satu-satunya mukjizat beliau adalah Al-Qur’an.

Apakah nying-nying percaya pada nubuatan dalam Injil tadi? Mengapa masih dibilang korup?

@Nying2

1Yoh. 2:22
Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

bagaimana penjelasan ayat ini menurut sodara Nying2?

Why.1:7
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

lihatla, n setiap mata, berarti orang banyak yg melihat.
siapakah mereka yg menikam Muhamad SAW? apakah si penikam juga melihat awan itu?

Mat.24:30
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

bagaimana Muhamad SAW yg lahir n meninggal didunia, tapi belum bangkit, bisa dilangit?
apa yg diratapi dari Muhamad SAW?

@Penonton :

Kesimpulannya, orang Kristen sebelum era nicea sudah mengimani trinitas. Dan sebaliknya, orang Kristen yg tidak mengimani trinitas adalah bidah alias sesat.
sayangnya semua yg anda kutib diatas tidak mendapat otorisasi dari Kitab suci, baik Torat maupun injil ! itu semua tidak lain hanya produk pemikiran si empunya pribadi ! apakah lantas pemikiran diatas bisa mengalahkan wahyu Tuhan dalam al kitab anda ??

Soal istilah Paraclete :
Download dan baca di link ini : http://www.pakdenono.com/keldani.htm#01
Di bab paraclete

Kesimpulannya sebelum era islam, orang Kristen 100% memahami bahwa Paraclete = Holy Spirit.
dan holly spirit yg sama TIDAK MAMPU mengajarkan pada seluruh orang Kristen kebenaran yg sama ! kendati klaimnya adalah holly spirit itu berdiam didalam diri maisng2 orang Kristen selama-lamanya kalau begitu apakah holly spirit = roh kebenaran ??
Yah, semua orang/denom boleh2 saja mengklaim punya Roh Kudus. Tapi toh Allah bukan "mahluk" yg diam, Allah "menulis" sejarah, dan dengan belajar sejarah bisa dibuktikan klaim siapa yg benar.

waauuwww…… pengakuan yg fantastis !
jika masing2 denom dalam lingkungan Kristen bisa saja mengklaim punya roh Kudus masing2 yg mengajarkan perbedaan2 diantara mereka……… maka trinitas mestinya perlu dirombak total bukan ??
bapa dan anaknya bisa jadi satu, tapi pribadi roh kudusnya banyak !!

jadi terbukti bukan jika Roh kebenaran / paraclete tidak sanggup mengajarkan kebenaran yg sama terhadap semua orang Kristen, kendati dia senantiasa bersemayam di hati mereka ?
Keterpecah belahan sekte2 Kristen sepanjang sejarah, adalah tanggung jawab dari roh kudus yg aktif memecah belah mereka lewat “bisikan2 pemahaman” yg dia hembuskan ke dalam pikiran orang2 Kristen.
Kalau begitu, Paraclete bukanlah ROH KEBENARAN …… tapi tidak lebih dari PROVOKATOR dalam dunia Kristen, yg mesti bertanggung jawab atas tumpahnya darah jutaan orang Kristen tumbal perbedaan iman !

@nying_nying Tolong kalo mau nyanggah carikan kutipan-kutipan yg usiannya lebih muda dari yg diatas.

gak perlu susah2 bro,
Injil anda lebih muda dari kutipan2 yg anda tulis diatas !
Adakah apa yg anda kutip itu di-amin-i oleh Injil anda ?? :afro:

Khalil Gibson :

@nying-nying: Saya baru tahu kalau dalam hidup Muhammad SAW ada mukjizat awan. Padahal sebelumnya banyak orang bilang satu-satunya mukjizat beliau adalah Al-Qur'an.

yap, anggaplah ini tambahan ilmu buat saudara !
mukjizat Nabi Muhammad SAW itu banyak, tetapi yg dianggap mukjizat terbesar adalah Al Quran.
Karena mukjizat yg lain (oleh nabi2 siapapun) tidak ada bukti fisiknya sekarang ini, tapi Al Quran hingga kini tetap ada di depan mata anda untuk anda buktikan dimana kemukjizatannya !

Apakah nying-nying percaya pada nubuatan dalam Injil tadi? Mengapa masih dibilang korup?

apakah Islam mengatakan seluruh isi al kitab adalah korup ??
tidak kan ???
ajaran islam ketika menyikapi isi al kitab anda sekarang ini adalah, jangan begitu saja menerima seluruhnya sebagai kebenaran, tapi juga jangan begitu saja menolak seluruhnya sebagai ketidak benaran !
Harus diperiksa dengan sangat hati2

K-bac

1Yoh. 2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

bagaimana penjelasan ayat ini menurut sodara Nying2?

ayat yg bagus !
tapi itu tidak ditujukan kepada muslimin !
karena tidak satupun muslimin yg menyangkal kebenaran Yesus,
Muslimin menempatkan Yesus pada tempat yg semestinya, tepat seperti yg diminta oleh Yesus sendiri, yaitu percaya kepada Yesus sebagai utusan Allah, sekaligus menyembah kepada Allah sebagai satu2nya Tuhan yg telah mengutus yesus
Persis 100% dengan apa yg diminta Yesus dalam Injil bukan ???

Jadi apakah menurut anda muslimin telah menyangkal baik Bapa ataupun “anak” ? sehingga kami boleh dikatakan pendusta oleh ayat tadi ??

Why.1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

lihatlah setiap mata, berarti orang banyak yg melihat.
siapakah mereka yg menikam Muhamad SAW? apakah si penikam juga melihat awan itu?

download dan baca link ini : http://www.pakdenono.com/keldani.htm#01
di bab siapakah anak manusia

”Menikam dia” itu kata2 metaforis,
orang Yahudi membuang hak Ismail (moyang Nabi Muhammad SAW) dari al kitab disebabkan kecemburuan mereka !
itu makna dari “Batu yg dibuang oleh tukang itu sekarang telah menjadi batu penjuru”

“Batu penjuru” telah diselesaikan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kemenanganan dakwahnya yg membuat seluruh orang Yahudi dan nasrani tunduk dalam pemerintahannya

lagi pula jika itu dimakna secara harfiah akan mengecilkan makna nubuatan !
penikam Yesus hanyalah seorang serdadu romawi, kalo mau diperluas paling2 hanya segelintir Yahudi di jaman itu.

sedangkan “penikam” Nabi Muhammad SAW, meliputi seluruh orang Yahudi yg pertama kali membuang dan mengecilkan hak Ismail sebagai anak kandung Ibrahim, yg kemudian “penikaman” tersebut dilanjutkan oleh seluruh orang Yahudi dan Kristen yg masih menggunakan al kitab yg telah di ubah soal status Ismailnya oleh pendahulu mereka

terbukti orang ini Yahudi dan Nasrani yg cemas melihat geliat agama ajaran Nabi Muhammad SAW saat itu yg makin lama makin membesar.
baru isi nubuatan itu menemukan spirit dalam penggunaan kata “mereka yg telah menikam dia”

Mat.24:30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

bagaimana Muhamad SAW yg lahir n meninggal didunia, tapi belum bangkit, bisa dilangit?
apa yg diratapi dari Muhamad SAW?

salah bung !!
kedatangan Nabi Muhammad SAW diantara awan dalam ayat diatas terjadi di masa kanak2 beliau
bukan di masa setelah beliau wafat
jadi tidak ada gunanya sama sekali anda menulis seperti diatas !

benar, Kristus = Mesias yg akan datang kembali, hanya pendusta yg menentangnya.
bedanya:
1.Yesus yg memberikan darahnya sebagai korban penebusan dosa.
2.Isa yg kabur, n mengorbankan salah seorang muridnya.

beranikah anda berkata bahwa Roh Kudus = Allah adalah Muhamad SAW?

1Yoh.5:7
Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
1Yoh.5:8
Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

1Yoh.5:10
Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

tidak ada metafora yg asal2an, karena tidak akan bisa diterjemahkan.
tentu saja, metafora harus dapat dijelaskan per kata.

[i]Why.1:7
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

Mat.24:30
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.[/i]

bagaimana metaforanya jadi begini,
“Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia” samadengan “tidak semua orang/setiap mata n juga sipenikam yg melihatnya datang dengan awan-awan”.

n juga apa maksudnya meratapi, darah Muhamad or darah Yudas(sbg subtitusi Isa yg kabur)?

[i]Mat.24:30
Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.

1Tes.4:16
Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit;[/i]

gimana metafora yg ini?
“semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” sama dengan “awan2 tersebut hanya menaunginya waktu kecil”.

maksud “di langit”?
apakah Muhamad pernah naek kesurga n turun dari surga utk kita?

Pada masa kanak-kanak, Muhammad ada di BAWAH naungan awan, bukan di ATAS. Itupun kalau mukjizat tsb benar, tak sesuai dg klaim bhw satu-satunya mukjizat beliau adalah Al-Quran.
Tentang anak manusia, baca Daniel 7:13-14. Apakah itu Muhammad atau Yesus?

Benarkah Muhamad tidak bisa baca tulis? bukannya ini klaim mujizat Alquran?

@K-Bac: saya tak tahu pasti. Yang jelas ada kalangan muslim yang mengatakan bahwa mukjizat Muhammad HANYA satu, yaitu Al-Qur’an.

Tentang Anak Manusia, baca juga 4 Injil. Jangan cuma secuil dari Kitab Wahyu. Sample-nya kurang, kesimpulannya keliru.

mari kita bertanya kepada nying-nying…

yang diwahyu metafora belum dijelaskan…
ntar baru minta lagi dijelasin metafora yg di 4 injil.