marta dan maria pilih mana

Diketahui:
Lukas 10:38-42 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
pertanyaan:
Apkah kita mlayani Tuhan salah (pemain musik gereja) jadi kita mendengar sja karna tman sy bnyk yg brkata sperti itu sya jwabny bingunh

Mungkin karena saat itu Marta sibuk ‘melayani’ sendiri, sedangkan kesibukan yang dilakukan bukanlah yang dimaksud Yesus waktu itu. Maka melayani sebagai hamba harus peka terhadap kehendak Tuannya.

GBU

Shalom bro
Ikutan sharing boleh y :slight_smile:
In my opinion, melayani Tuhan “dg SUNGGUH2 berkiblat kpd TUJUAN dg MOTIVASI yg BENAR” tidak pernah salah. :wink:
Akan jadi melenceng bila modusnya bukan lagi SEMATA-MATA melayani-Nya, melainkeun melayani-nya… -ku… -mu… -dia… apalagi demi sesuatu… :mad0261:

#Kutip from Kingdom Revolution by Bishop Joseph Mattera:
“P’cobaan bagi mereka yg terFOKUS pd Kerajaan akan lebih luas drpd p’cobaan perihal moralitas pribadi.”

Trialsnya akan beralih dr sekedar isu moril pribadi kpd hal2 such as banyaknya pilihan pelayanan, yg lantas bisa sekonyong-konyong m’alihkeun qta dr VISI MISI AWAL: melayani-Nya, melayani Kehendak-Nya.
P’cobaan bagi pelayan2 Tuhan bukan ujian keinginan daging thok, tp juga kepuasan & kebanggaan diri dlm berpelayanan… … so we must BE VERY CAREFUL! StayFOCUS! StayALERT! :slight_smile:
Stay Shine in Christ J.

ImmanueL

IMO
tidak ada yang salah dalam melayani Tuhan sebagai apapun…
asalkan kita juga bisa menerima bagian yang terbaik seperti halnya Maria
yaitu… juga ikut mendengarkan ketika FT diberitakan jangan ketika FT kita nya sibuk sendiri
bisa kah?

just share:
jujur kadang “bete” kalau gara2 ikut pelayanan akhirnya duduk bareng dengan (maaf) pelayan2 lain yang ketika FT tidak mendengarkan tapi malah pada cerita sendiri.

Moderator juga manusia…hahaha :cheesy: :cheesy: :cheesy:

Dalam kisah itu Tuhan Yesus sdg melayani mereka dgn Firman Tuhan,
Maria menggunakan kesempatan itu dgn sangat baik dgn duduk diam di kaki Tuhan Yesus,
sedangkan Martha tampaknya berusaha “Melayani” Yesus dgn menyiapkan makanan.
Memang sekarang ini sangat banyak org2 yg seolah sibuk melayani dgn segala aktivitasnya,
tanpa bisa mengerti apa sebenarnya yg disebut pelayanan itu,
karena umumnya para pelayan itu bangga kalau disebut & terlihat super sibuk
dan ada jempol2 yg teracung spt ini :afro:

Marta sibuk melayani tetapi tidak pernah mendengarkan nasihat dan wejangan Yesus.
Jika anda sibuk melayani di gereja dan bahkan saat Firman Tuhan disampaikan anda mengacuhkannya dan juga anda tidak pernah memiliki saat teduh atau waktu untuk meditasi merenungkan FirmanNya, maka anda seperti Marta.

Maria memilih mendengar dan melakukan (walau tidak dituliskan saya yakin ia mendengar untuk ditaati) wejangan Yesus. Karena sesungguhnya Yesus tidak butuh dilayani, Ia datang untuk melayani. Demikian kita digereja sebenarnya kita melayani Yesus atau butuh dilayani Yesus?

Lupakan tipu daya keramaian ibadah di puncak bukit kata Yeremia 3:23 (TB)
“Sesungguhnya, bukit-bukit pengorbanan adalah tipu daya, yakni keramaian di atas bukit-bukit itu! Sesungguhnya, hanya pada Tuhan, Allah kita, ada keselamatan Israel!”

2 Raja-Raja 12:2-3 (TB)
“Yoas melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia. Namun demikian, bukit-bukit pengorbanan tidaklah dijauhkan. Bangsa itu masih mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit itu.”

Demikian banyak raja-raja yang hidupnya seperti Daud tetapi mereka disebut sayang masih mengadakan ibadah bukit-bukit pengorbanan.

Tentang bukit pengorbanan, demikian kata Firman Tuhan

Mazmur 78:58 (TB)
“mereka menyakiti hati-Nya dengan bukit-bukit pengorbanan mereka, membuat Dia cemburu dengan patung-patung (idol-idol) mereka”

Sering kali kita jumpai keramaian ibadah dengan menghadirkan idol-idol didalamnya dan betapa meriahnya ibadah tersebut dan bukan saja meriah tetapi spektakuler dan dasyat dengan efek lampu dan laser, sound yang prima dan bertaburan tokoh-tokoh (baik tokoh gerejawi maupun seleb). Mereka datang karena idol-idol tersebut… mereka mencari idol-idol tersebut, tanpa idol tesebut tidak ada yang datang, tidak ada keramaian dipuncak bukit yang Yeremia katakan itu tipu daya, dan yang Daud katakan menyakiti hati Allah.

Sekarang, bagaimana menurut anda, Marta-marta ada disana sibuk dengan ibadah seperti itu. Sedangkan Maria dimana mereka?

Ada dua jalan, satu jalan lebar satu jalan sempit, mana yang kamu pilih…

Trend Gereja masa kini ya bro? Awas nanti dikira menghakimi… :slight_smile:

Apa yang dilakukan Marta adalah baik.
Tetapi bukan yang terbaik, yang dikehendaki Tuhan saat itu.

Marta adalah gambaran gereja yang melayani dengan rencana dan program manusia. Gereja yang sibuk sendiri dengan pelayanan dan program-program-nya sendiri.
Tetapi Maria adalah gambaran gereja yang bertindak dengan keterkaitan pada Yesus, bertindak seirama dengan apa yang Tuhan lakukan.

Jadi pelayanan Marta tidak dapat dihubung-hubungkan dengan ‘pelayanan palsu’ , atau cari nama, dll. Pelayanan Marta adalah baik.

GBU

Kisah Rasul 4:18-20
Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.”

Jangan kita berhenti berbicara jika kita tahu kebenaran Firman TUHAN hanya karena takut kepada manusia.

Ya saya menyalahkan ibadah mereka yang mengedepankan keramaian panggung hiburan dan mengedepankan tokoh-tokoh (idol) sebagai icon sebuah ibadah, bahkan seorang pendeta sekalipun dapat menjadi sebuah idol dalam ibadah bukit pengorbanan.

Buktikan kalau apa yang dilakukan disebut “baik” oleh Yesus (atau anda sudah berbicara untuk diri sendiri atas nama Allah?)

Saya membaca kalimat “kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” mengingatkan tentang Kolose 2:23 (TB) “Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”

Apa gunanya mendekor panggung? Apa gunanya lampu-lampu sorot itu? Apa gunanya mengganti sound system dengan yang lebih mahal? Apa gunanya memanggil tokoh-tokoh yang menjadi idol-idol gereja? Apa gunanya anda melibatkan diri dalam pelayanan yang membuat anda sibuk dan melupakan apa yang penting dari sebuah ibadah?

Saat semua gemerlap itu menjadi sebuah bentuk pengorbanan anda kepada TUHAN, anda telah menciptakan bukti-bukit pengorbanan yang mendukakan hati Allah. Berapa banyak yang menyapa pengunjung acara dan berjabat tangan dengan senyum tetapi tidak menyapa dengan hatinya yang hangat dan kepedulian seorang hamba. Beberapa diantara mereka menjadikan dirinya lebih penting dari yang lainnya sebab kesibukan-kesibukan tersebut, dan banyak orang tertipu dengan apa yang berkenan dan harusnya dilakukan untuk TUHAN antara menurut Alkitab atau menurut pemimpin acara. Antara melayani seperti seorang hamba atau melayani seperti seorang yang dituankan.

Jujurlah… sebab saya berbicara bukan dari luar, tetapi dari dalam.

Betul bro, saya menerima pandangan anda, saya pun tidak memungkiri hal ini, takutnya ada member yang merasa terhakimi, karena Gerejanya seperti itu dan pastinya tidak mungkin mau disebut “pelayanan palsu”

Salam… :slight_smile:

Tentu saja apa yang diperbuat Marta baik karena dia berbuat baik, walau itu bukan yang terbaik yang dikehendaki Yesus. Adakah Yesus mengatakan bahwa apa yang diperbuatnya adalah jahat atau dosa ?

Sedangkan hal Marta pendekar panggung, itu tidak tertulis dalam Alkitab lalu malah dibumbui ke arah perbuatan mendirikan bukit pengorbanan (pagan). :slight_smile:

GBU

tanya Yang mau dilayani dunk :smiley:
"Tuhan … Tuhan … , kalau Tuhan mau aku dimana ? " :smiley:
kita tuh kan hamba tak berguna hanya melakukan apa yang Tuan pendeta mau :smiley:

seperti yg dikutip oleh sister Rinjani :

In my opinion, melayani Tuhan "dg SUNGGUH2 berkiblat kpd TUJUAN dg MOTIVASI yg BENAR" tidak pernah salah. :wink: Akan jadi melenceng bila modusnya bukan lagi SEMATA-MATA melayani-Nya, melainkeun melayani-nya.. -ku.. -mu.. -dia.. apalagi demi sesuatu.. :mad0261:
tergantung motivasi kita, sering kali kita merasa kita melayani Tuhan dengan "cara kita" tetapi bukan dengan caranya Tuhan, hal demikian yg membuat kita capek melayani, terkadang perlulah seperti Maria yg duduk diam dan mendengar Tuhan berbicara. Jika dalam pelayanan kita kita asik trus melayani kapan kita mendengar suara Tuhan dalam hidup kita. :happy0025:

kamu hamba aku anak maaf YESUS YANG MENGATAKAN KITA INI BUKAN HAMBA LAGI TAPI KITA INI ANAKNY ingat … TUHAN TELAH MENYUCIKAN KITA BUAT APA DIA DISALIB …

kalo anak terus ngga bisa tumbuh…
Di hadapan Tuhan … itu kita bisa sbg anak
sbg hamba yang ta berguna
sbg budak belian
sbg mempelai
sbg tentara/pasukan Tuhan
sbg pilar
sbg imam
sbg raja