Masalah Serius

Pertama taman saya msh remaja, dan pengen banget lepas dari beban ini, Saya 15 tahun, dan punya kebiasaan onani :frowning: denger saya ngomong gitu aja udh kesel sama diri sendiri. Saya ga pernah ada rencana buat cerita ke siapa gitu, karena yg pertama saya takut dan malu, negoliat umur juga wajar menurut saya kalo takut dan malu, dan saya ingin menyelesaikan sendiri apa yg telah saya mulai, menurut semuanya itu benar ga? Saya ingin mencari jalan keluar dari ini semua, beberapa kali komitmen ke. Tuhan tp langgar langgar terus, saya ga tau lagi mau ngapain, selalu aja kayak gitu terus onani lagi setiap minggu. Saya sangat menyesal, kadang saya berpikir untuk pasrah sampe sini aja, mungkin emg ini jalan saya sampe besar nanti, saya juga suka berpikir “apa Tuhan ga akan pernah maafin saya karna ga pernah berkomitmen dengan bener? Apa Tuhan udh ga sama saya lagi?” Saya benar benar mau kembali ke pribadi saya yg dlu, setiap saya onani selalu aja mendung terus hujan -_- terus saya suka mikir Tuhan sedih liat saya kaya gitu makanya hujan ( hayalan anak anak bgt saya) tp bener bener saya selalu penuh penyesalan tapi ga bisa berubah

Masbro @Kssh, Tuhan telah menciptakan sistem tubuh untuk semua pria akil balik yg menandakan bahwa organ seksnya telah berfungsi secara sempurna. Sempurna di sini jangan diliat dari aspek biologis saja tetapi juga aspek psikologis dan teologis. Sistem itu biasa disebut mimpi basah (masbro pasti dah tau kan?). TETAPI karena faktor-faktor tertentu, pria-pria BREAK THIS RULE sehingga sistem ini tergantikan oleh yang namanya ONANI.

Balik ke masalah komitmen masbro dengan Tuhan, sebenernya jatuh bangun dalam melakukan sebuah komitmen itu adalah sangat wajar dan itu juga terjadi sama ane. Masalahnya sekarang adalah masbro mencoba melakukan sesuatu yang sangat sulit tanpa mencari tahu kelemahan-kelemahan yg ada pada diri masbro. Kita tahu bahwa kunci sebuah kebiasaan baik/buruk adalah pikiran dan tindakan yg dilakukan berulang-ulang setiap waktu. Jadi sederhananya untuk melawan kebiasaan yg buruk “cukup” dengan kebiasaan yg baik.

PIKIRAN :
Dalam sehari seorang pria dewasa rata-rata memikirkan seks setiap 28 menit sekali. Silahkan dicek ke mbah gugel. IMHO, pikiran itu sangat tergantung dengan kondisi fisik kita. Misalnya jika kita lapar maka pikiran kita akan memerintahkan supaya kita sesegera mungkin untuk makan. Kenapa pria beronani? Karena fisiknya “memungkinkan” untuk itu. Jadi kuncinya adalah GUNAKAN fisik masbro semaksimal mungkin sehingga hal-hal yg menjurus onani “sulit” timbul dalam pikiran. Untuk pria 15 tahun sih, biasanya dengan berolahraga atau bermusik. Bekerja (yg menghasilkan uang) juga bisa jika mampu.

TINDAKAN :
Menurut penelitian (silahkan ditanya sama mbah gugel), kebiasaan yg baik/buruk itu berlangsung otomatis setelah dilakukan berkali-kali selama 21 hari NON STOP. Ada juga yg bilang 30 atau 40 hari. Jadi untuk menghilangkan kebiasaan onani, masbro “harus menyangkal diri” tidak beronani selama 21 hari atau lebih. Ini sifatnya once fail, forever fail atau sekali gagal, gagal selamanya. Jadi jika gagal pada hari ke-5 misalnya, harus mulai lagi dari awal yg dihitung sebagai hari ke-1.

@shadowing terimakasih ya om sarannya, bakal coba , dalam nama Tuhan Yesus bisa :slight_smile:

Coba bro ikuti saran sy ini agar lepas dr ikatan onani… Sebelum memulainya bro harus percaya dengan sungguh2 bahwa Tuhan Yesus sanggup melepaskan Bro dr ikatan ini… Dalam doa ucapkan kata2 seperti ini :

[ol]- Akui bahwa bro telah berdosa dengan melakukan onani dan mohon ampun atas dosa ini dan minta darah Yesus membasuh dosa tsb

  • Percaya bahwa dosa sudah diampuni
  • Akui bahwa bro ingin lepas dr ikatan ini
  • Akui bahwa Tuhan Yesus sanggup melepaskan ikatan dosa ini… Minta tolong dengan kepadaNya dgn percaya
  • Serahkan TUBUH, JIWA dan ROH saudara kepada Tuhan Yesus… Katakan “Tuhan Yesus aku menyerahkan tubuhku, jiwaku dan rohku kepadaMu”
  • Taklukkan pikiran Saudara kepada Tuhan Yesus… Katakan “Tuhan Yesus aku menaklukkan pikiranku kepadaMu”
  • Minta kepada Tuhan agar diberikan perlengkapan senjata rohani/senjata terang… Katakan "Aku mohon ya Tuhan perlengkapi aku dengan perlengkapan senjata rohani agar aku dapat bertahan dari tipuan Iblis
  • Ucapkan syukur bahwa doa saudara SUDAH dikabulkan dan ucapkan AMIN[/ol]

Step 1-4 cukup dilakukan sekali krn Bro sudah percaya bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa Bro dan sudah melepaskan bro dr ikatan dosa onani…
Step 5-8 lakukan lah tiap hari agar saudara tidak jatuh dan jatuh lagi ke dalam dosa tersebut … Berdoalah dengan penuh ucapan syukur dan percaya…

Ayat referensi : 1Tes 5:23, 2Kor 10:5, Roma 13:12, Efesus 6:11

shalom broo haha, same here, dosa onani pornografy udah jadi makanan sehari-hari,
cuma mau sampein satu hal sih,
my leader once said,

jangan cuma bilang “Tuhan aku mau lepas, ga mau jatuh lagi, janji ga bakal gini gitu dkk…”
tapi we must do something,
misalnya aja kita kecanduan pornografi, ya udah smua cd kalo ad dibakar, putusin koneksi internet, memang sulit, tp klo itu yg harus dibayar why not, klo butuh internet bisa ke warnet yang terbuka atau pinjem ke temen

klo onani, smuanya slalu dimulai ketika ad pikiran ngak bener and kita mutusin untuk melampiaskannya, ngak mungkin tampa sadar tangan dan pikiran kita kerjasama tanpa persetujuan kita kan? harus say no, harus ambil action, ketika pingin ya jangan sendiri, keluar dari kamar, klo kost maen ke kamar temen kost, atau ke gerejanya kalo buka, pokoknya jangan sampe sendiri and nganggur karena itu bahaya banget

second, harus dinetralin, kebiasaan onani sama kayak narkoba, ngasik efek candu, otak kita id ke mindset, tiap pikiran kotor and nganggur ayo onani, harus dilawan, caranya ya berhenti and dinetralin pake firman Tuhan, mulai saat teduh, baca firman tiap hari bro, and klo bisa cari pemimpin rohani and ceritain ke dia,

dulu pemimpjnku pernah ngasik chalenge, tiap kepingin atau gimana disuruh lgs sms atau telpon dia,
suoaya ngajak ngomong and ga nganggur

hope it’ll work for you bro :slight_smile:
let’s fight it together

Semoga bisa membantu, memberikan terang dan membuka mata bro Kssh dan yang lainnya yang membaca.

KELEPASAN (part1)

“Demikianlah sekarang tidak ada penghu­kuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Sebab (hukum) Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut” Roma 8:1-2

Pembacaan Alkitab :
Roma 7:15-8:2

Setelah seseorang percaya Tuhan, sebenarnya ia sudah boleh dengan segera beroleh kelepasan dari dosa. Namun keadaan ini belum tentu merupakan pengalaman yang dimiliki oleh setiap orang yang percaya Tuhan. Banyak orang, setelah beroleh selamat tidak saja belum beroleh kelepasan dari dosa, malahan seringkali terjerumus ke dalam dosa dan kejahatan. Memang mereka sudah diselamatkan dan menjadi milik Tuhan, di dalam mereka sudah ada hidup yang kekal; tetapi mereka masih sering diganggu oleh dosa, sehingga mereka tidak dapat melayani Tuhan sesuai dengan minat yang ada pada diri mereka.

Jika seseorang setelah percaya Tuhan masih tetap diganggu oleh dosa, hal itu merupakan perkara yang sangat menyedihkan, orang yang telah menerima terang Allah memiliki hati nurani yang peka, ia mempunyai perasaan dosa dan dalam batinnya ada hidup yang menghakimi dosa. Maka jika ia masih diganggu oleh dosa, ia akan merasa sangat menderita, bahkan bisa putus asa. Hal demikian sungguh merupakan suatu pengalaman yang amat pahit.

Oleh sebab itu, banyak orang Kristen berusaha mengalahkan dosa. Ada yang mengira, asalkan mau menolak dosa, tentu akan terlepas dari dosa, maka mereka ingin dengan kekuatan mereka menolak godaan- godaan dosa. Ada juga yang mengira dosa harus dikalahkan, maka mereka terus-menerus bergumul dengan dosa, agar bisa menaklukkan dosa. Ada lagi yang mengira dosa membuatnya tidak bebas, jika ia dengan giat meronta-ronta tentu akan terlepas dari belenggu dosa, maka ia meronta-ronta sekuatnya. Namun semua itu hanyalah opini atau pendapat manusia, bukan firman Allah dan bukan ajaran Allah. Cara-cara itu tak mung­kin membawa orang mencapai kemenangan. Dalam firman Allah tidak dikatakan bahwa kita harus meronta-ronta terhadap dosa dengan kekuatan kita, melainkan mengatakan kita harus diselamatkan dari dalam dosa. Dengan kata lain, kita harus dilepaskan dari dalam dosa, dibebaskan dari dalam dosa.

Dulu dosa merupakan suatu kekuatan yang mencengkeram Anda; kini bukan Anda yang menghancurkan kekuatan itu, melainkan membiarkan Tuhan melepaskan Anda dari dosa. Dulu Anda bersama dengannya dan tak berdaya meninggalkannya; hari ini, Tuhan tidak mematikan dosa itu, melainkan memisahkan Anda, agar Anda terlepas dari kekuatannya. Orang Kristen yang baru percaya, sejak hari pertama percaya Tuhan sudah harus mengerti tentang dilepaskan dari dosa; tidak perlu berputar-putar baru terlepas dari dosa, melainkan begitu percaya Tuhan sudah dapat menempuh jalan yang bebas. Sekarang kita akan memecahkan problem ini melalui Roma pasal 7 dan 8.

(bersambung…)

KELEPASAN(part 2)

I. DOSA MERUPAKAN SUATU HUKUM

Roma 7:15-25, “Sebab apa yang aku lakukan, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku lakukan, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku lakukan … Sebab menghendaki yang baik memang ada padaku, tetapi melakukan apa yang baik, tidak. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku lakukan, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku laku­kan … Demikianlah aku dapati hukum ini : Jika aku ingin melakukan apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada dalam anggota-anggota tubuhku … Jadi, dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan dagingku (manusia yang bersifat daging) aku melayani hukum dosa.”

Dari ayat 15 hingga 20 Paulus berulangkali menggunakan kata "kehendaki"atau “tidak menghendaki”. Jadi yang ditekankan di sini ialah menghendaki atau tidak menghendaki, bertekad atau tidak bertekad. Sedang dari ayat 21 hingga 26 ia memperlihatkan kepada kita penekanan yang lain, yaitu suatu “hukum”. Kedua penekanan ini merupakan kunci dari ayat-ayat tersebut.

Terlebih dulu kita harus mengerti apakah hukum itu? Secara umum hukum berarti sesuatu yang terus­menerus berlangsung demikian, tanpa pengecualian; dan hukum itu memiliki kekuatan. Kekuatan hukum adalah sesuatu yang spontan, tidak perlu dikerjakan oleh usaha manusia. Asalkan sesuatu itu adalah hukum, ia pasti memiliki kekuatan.

Misalnya, hukum daya tarik bumi (gravitasi) adalah suatu hukum. Bila Anda melempar suatu benda ke atas, benda itu dengan sendirinya akan jatuh ke bawah lagi. Anda tidak perlu menariknya ke bawah, bumi dengan sendirinya mempunyai suatu kekuatan menariknya ke bawah. jika Anda melempar sebutir batu atau sepotong besi ke atas, ia pasti akan jatuh ke bawah. Keadaan demikian ini tetap sama, baik Anda lakukan di mana saja, baik di dalam maupun di luar negeri; juga tak peduli Anda lakukan pada hari ini atau hari esok. Asalkan tiada sesuatu yang menopangnya, pasti ia jatuh ke bawah. Hukum berarti sesuatu yang terus-menerus begitu, tanpa pengecualian, bahkan merupakan suatu kekuatan yang spontan, yang tidak perlu dipertahankan dengan kekuatan manusia.

(bersambung…)

KELEPASAN(part 3)

Roma pasal 7 menunjukkan kepada kita, betapa Paulus mendambakan kemenangan. Ia sangat ingin tidak berbuat dosa, dan sebaliknya dapat melakukan perkara-perkara yang diperkenan Allah. Ia tidak ingin berbuat dosa dan gagal, tetapi akhirnya ia mengakui bahwa tekadnya tidak berguna. Ia berkata, “Sebab menghendaki yang baik memang ada padaku, tetapi melakukan apa yang baik, tidak.” Ia tidak ingin berbuat dosa, tetapi malah melakukan dosa; ia ingin berbuat baik dan melakukan hukum Allah, tetapi tidak berdaya melakukannya. Dengan kata lain, apa yang dikehendakinya tidak dapat dilakukan, apa yang menjadi tekadnya juga tidak dapat terlaksana. Paulus selalu bertekad, namun selalu gagal. Ini membuktikan bahwa jalan kemenangan tidak tergantung pada keinginan atau tekad manusia. Paulus berulangkali berkeinginan dan bertekad, tetapi akhirnya tetap gagal dan tetap berbuat dosa. Hal ini dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa kita hanya dapat bertekad, tetapi untuk melaksanakan tekad itu tidaklah tergantung pada kita. jadi kita paling-paling hanya dapat bertekad saja.

Mengapa “kehendak (tekad) memang ada di dalam aku, tetapi pelaksanaannya tidak tergantung padaku”? Sebab dosa merupakan satu hukum. Setelah ayat 21, Paulus memperlihatkan kepada kita bahwa kegagalan tekadnya disebabkan dosa merupakan satu hukum. Tiap, kali ia bertekad berbuat baik, hukum dosa selalu hadir bersamanya. Memang akal budi dalam batinnya suka dan patuh akan hukum Allah, namun daging insaninya tunduk kepada hukum dosa. Kapan ia ingin mematuhi hukum Allah, dalam anggota tubuhnya ada hukum lain yang menawannya, dan memaksanya mematuhi hukum dosa.

Dalam Alkitab, Paulus adalah orang pertama yang mengatakan bahwa dosa itu merupakan satu hukum. Ini adalah satu penemuan yang sangat penting! Sayang sekali, banyak orang yang telah bertahun-tahun menjadi Kristen tanpa menyadari bahwa dosa adalah satu hukum. Mereka tahu daya tarik bumi itu suatu hokum. Suatu benda akan memuai bila kena panas, itu juga suatu hukum; tetapi mereka tidak mengetahui bahwa dosa pun satu hukum. Pada mulanya, Paulus juga tidak mengetahuinya, tetapi setelah ia terus-menerus berbuat dosa; tidak dengan sengaja, melainkan ada suatu kekuatan dalam tubuhnya yang selalu menariknya berbuat dosa; saat itulah baru ia menemukan bahwa dosa adalah suatu hukum.

Sejarah kegagalan kita memberitahu kita, ketika godaan datang, walaupun hati ingin melawan. tetapi tidak berdaya, alhasil, kita gagal. Godaan datang lagi untuk kedua kalinya, kita melawan lagi, dan gagal lagi. Sampai godaan yang kesepuluh kalinya datang, perlawanan kita selalu berakhir dengan kegagalan. Bahkan sampai yang keseratus dan keseribu kali, tetap demikian. Itulah sejarah kegagalan kita. Hal itu. bukan terjadi secara kebetulan, itu suatu hukum. Jika seorang hanya berbuat dosa sekali dalam seumur hidupnya, perbuatan dosa itu boleh dianggap kebetulan. Tetapi orang yang telah berbuat dosa ratusan bahkan ribuan kali, ia harus mengakui bahwa dosa adalah suatu hukum, sebab ia terus-menerus menyuruhnya melakukannya.

(bersambung…)

Maaf ya panjang, biar bro Kssh jelas mengenai perkara ini.