Masuk Kristen sekedar supaya bisa kawin

awalnya dia muslim, menikah diberkati dari gereja, beberapa bulan kemudian ia kembali ke muslim, apakah dia memiliki hormat sama sekali?

jika bertanya: memangnya tiap2 orang tidak bebas, memeluk apa yang diyakininya?
nah dari awal ngapain aja? ngapain harus diberkatin dan masuk kristen? beberapa kemudian kembali lagi ke muslim.

saya bertanya : apakah ada hormat dalam dirinya?

hanya lantai yang kotor yang kita injak2, pergi lagi ketempat berlumpur, dan menginjak-injak kembali lagi lantai yang kotor tersebut, dan menambahkan lumpur yang kita injak tadi?

Kalau anda setuju, haribaan anda yang paling mendasar dianggap sebgai hal yang perlu dipermainkan, anda tetap menganggap itu hormat.

Makanya saya juga tidak ikut menghakimi apakah perlu diceraikan atau tidak, tapi menanyakan motivasi awalnya.

Sikap paderi paroki hendaklah melakukan semua dia boleh untuk membantu pasangan menyelesaikan perbezaan mereka dalem pengertian positif…