Masukan untuk Mendalami Ajaran dalam Kristen

Syalom. Saya kebetulan sedang mendalami Kristen kembali… Saya dari kecil belajar Katolik. Saya mendalami Buddha semasa remaja. Ketika kuliah mencoba mengenail agama-agama lain tapi tidak mendalaminya seperti Sikh, Yahudi, Islam, Tao dll.

Saya sekarang ingin mencoba memahami inti dari Kristen. Saat ini tidak terpaku pada denominasi apapun tetapi ajaran Kristen secara umum. Tujuan mendalami adalah mencoba menjadi pegangan hidup. Sejujurnya saya sekarang cenderung agnostic theis…

Namun saya mengalami hambatan. Hambatan terbesar adalah saya sangat banyak pertanyaan dan mungkin pertanyaan itu bisa menyinggung teman-teman, padahal sebetulnya saya hanya murni ingin tahu dan belajar.

Karena saya orang yang sangat logika. Jadi umumnya apa-apa saya merasa harus dibuktikan baru bisa dipercaya (yang mana rasanya sangat bertentangan dengan iman itu sendiri). Mungkin juga karena saya terpengaruh dengan prinsip filsafat.

Contohnya seperti ini. Dikatakan bahwa bangsa Israel diperbudak di Mesir. Dan akhirnya berhasil keluar setelah Nabi Musa membebaskan mereka dari Firaun. Berdasarkan pemahaman saya yang terbatas ini, sejarahwan mayoritas skeptis hal tersebut benar-benar terjadi mengingat tidak ada jejak arkeologi maupun catatan. (Did the Exodus Really Happen? Rabbi David Wolpe on the Passover story - Beliefnet. NB: link ini bukan jurnal ilmiah, namun saya hanya sekedar mencoba menegaskan apa yang saya ketahui.)

Dengan pola pikir saya saat ini, mungkinkah saya bisa belajar sesuatu? Ketika saya terus mempertanyakan segalanya? Mungkinkah ada teman-teman bisa memberi masukan atau merekomendasikan buku yang bisa membuat saya bisa belajar lebih mendalam dengan mungkin pola mindset saya seperti ini?

Terima kasih sebelumnya :wink:

Syalom!
Well come aboard, Om Kelana!
Di sini kita bisa nanya apa saja utk diskusi Kekristenan
Bagus lagi kalau di-search dulu yg apa mau didiskusikan
Mungkin kita tinggal nyambungin atau copy utk diperkaya

Berikut adalah diskusi dr
“Re: Evolusi atau Kreasionis”
Suatu masukan menarik baca

[color=blue]Tidak mungkin kita menganggapnya begitu, ya, kan Bro!
Dr logos timbul –logy, logis, logika, hulu-muaranya itu Allah
Sebab firman Allah hidup, maka terus diuji dan tak henti2

Firman Allah itu hidup dan kuat, …
sanggup membedakan roh dan jiwa …[Ibr.4.12]

Kita adalah tubuh-jiwa dan roh
Tanpa roh kita nggak mungkin berpikir
Kitab rohani adalah himpunan pikiran yg illahi

Dgn roh dan dari roh muncul tahyulisme, menciptakan dongeng
Dgn roh dan dari roh muncul system pendidikan, melahir atheis
Dgn roh dan dari roh lahir kekeliruan agama, membuat mitos

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,
tapi org bodoh menghina hikmat dan didikan. [Ams 1:7]

Arkeologis ilmiah, sekuler, full fakta, tanpa agama, anti kitab, non rohani pun tetap diawali dan dibutuhkan ilmu cucokmologi.

Tanpa roh kita nggak mungkin ber-kata2 dan berpikir
Dgn iman rohani kita diharap sanggup berpikir melampaui akal
Dgn iman kita ngerti alam semesta dijadikan oleh firman-Nya,

Kalimat pertama yg menarik hatiku mendalami Alkitab ialah 7 kata ini:
[color=blue]“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” [Kej.1:1]

mulanya = waktu;
langit = ruang;
bumi = materi.

Para pemikir atheis belakangan ini agak sadar
Bw kalimat pertama dr Alkitab itu luar biasa
Itu pasti bukan kalimat org sembarangan

Yg pertama dinyatakan dlm Alkitab adalah waktu, ruang dan materi, yg dicipta Allah.
Antara waktu, ruang dan materi itu terkait erat, suatu kesatuan yg tak terpisahkan.
Kalimat Kej.1.1 itu bukan spt kalimat2 yg kerap terdapat pd halaman pertama dari:
Kitab2 mitos atau kitab2 dongeng atau kitab2 legenda, atau kitab tahyul atau
Kitab2 Suci lainnya. Periksalah kalimat pertama-nya saja!

Atheis sejak dulu selalu mengandalkan logika
Membicarakan segala macam dgn teori macam2
Memastikan bw segala macam yg ada harus terbukti
Maka mereka menjadi sulit mengakui eksistensi Allah

Belakangan mereka sadari, bw segala teori yg dibicarakan
tak mungkin bicara materi tanpa ada ruang dan waktu,
atau bicara waktu tanpa ada materi dan ruang,
atau bicara ruang tanpa waktu dan materi
atau bicara yg satu tanpa satu lainnya.

Kini mereka mulai mengakui,
Bahwa ide penulisan kalimat yg pertama ini:
“Pd mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”
Yg ditulis ribuan tahun silam itu bukanlah ide manusia biasa.

Pasti ada hal yg luar biasa di depannya atau di belakangnya
Yg menuntun atau mendorong manusia itu menuliskan Kej.1.1 itu
Adalah hrs itu kalimat yg paling pertama dr semua text dlm Alkitab

Para atheis tentu merasa lebih cerdas dr penulis kalimat Kej.1.1 itu
Kej.1.1 itu ditulis oleh manusia kuno yg tak sekritis mereka berpikir
Pikiran itu ribuan tahu yg silam, mereka sadar pd ke-alpaan-nya kini

Kini ada yg merenung,
Lebih baiklah berpikir Tuhan itu ada, walau mustahil adanya
Dari pd berpikir Tuhan itu mustahil ada, ehh, tak taunya ada

Aku pun semakin yakin banget
Tanpa kalimat pertama yg menentukan itu
Maka seluruh isi Alkitab itu bisa bohong belaka.

Maka Kej.1:1 ialah merupakan pintu masuk yg melegakan
Menerima segala tragedi manusia dan kemanusiaan di dalam-nya
Dan lagi pula kalimat terakhir-Nya ialah: “Ya, Aku datang segera!”,
Itu di bab terakhir [Wah.22:20], itu menambahkan kelegaan kita.
Itu sebab, ada rasa merdeka yg luar biasa saat keluar istirahat.

Salam Hikmat!

Terima kasih banyak atas penjelasan panjang lebarnya terkait pendapat bro Maren.

Penjelasan Kej1:1 ini sungguh sangat menarik.

Saya sebetulnya juga paham bahwa ketika seseorang mempertanyakan isi alkitab ataupun ajaran Kristen secara umum, sudah barang tentu dicap tinggi hati atau angkuh. Sebetulnya, dan saya rasa saya tidak sendiri, bukanlah keangkuhan dalam artian merasa dirinya paling benar lalu mengejek. Tetapi karena argumen-argumen yang selama ini diberikan tidak mampu meyakinkan saya.

Saya memiliki pola pikir, firman haruslah bisa diuji, dan karena Firman Allah adalah hidup. Definisi menguji ini yang paling memungkinkan tentunya adalah hal-hal yang duniawi (sebagai orang logis). Dengan hasil menguji maka saya menjadi semakin percaya yakin. Bahkan surat-surat injil yang ada di zaman dulu pun ada versi yang dianggap tidak bisa dipastikan keabsahannya sehingga tidak dimasukkan ke injil, seperti “3 Korintus” atau “Kisah Paulus dan Tekla” yang tergolong sebagai apokrifa.
Bahkan kitab Wahyu, yang menjadi penutup alkitab, hampir digolongkan ke apokrifa (yang artinya tidak di masukkan ke alkitab). Salah satu penolak adalah Martin Luther yang mengatakan bahwa rohnya tidak dapat menyelami isi dari kitab ini.

  1. Apakah adalah salah dalam sudut pandang Kristen, jika seseorang hanya bisa percaya setelah menguji?
  2. Apakah Kekristenan seseorang akan berkurang ketika dia menyangsikan surat-surat tertentu seperti Martin Luther yang menyangsikan kitab Wahyu?

Hati-hati az sama si Maren Kitatau, bray.

Entar elo disuruh “mendengar dengan mata” dan “melihat dengan telinga”… :coolsmiley:

sangat mungkin, untuk belajar kalo buat saya forum ini dan sarapanpagi.org sudah lebih dari cukup
sampai sekarang pun saya masih punya banyak pertanyaan

  1. Tak masalah, contoh di Alkitab yang percaya setelah menguji itu salah satunya adalah Gideon
    yang penting sampai kepada “percaya-nya” itu, jalan menuju ke “percaya-nya” itu bisa beda2 tiap2 orang

  2. Meskipun Martin Luther menyangsikan tapi dia untungnya “tidak berani” mengeluarkannya dari cetakan kanonnya. Nah kenapa Marthin Luther sampai mau mengeluarkan kitab tersebut? tentunya karena emosinya dengan gereja saat itu, hal2 yang dia tidak mengerti dia mau tolak smuanya tanpa mau memahami lebih lanjut lagi, saat seseorang emosi, judgement-nya tentu jadi tak sehat lagi

nah ini bukan masalah kurang atau tidaknya, tapi saya meyakini Alkitab sekarang itu sudah luar biasa, dan gak ada yang perlu disangsikan lagi, smuanya itu gak ada salahnya, soal ada 1-2 kitab yang gak dimengerti nanti perlahan2 akan mengerti oleh karena ROH KUDUS

smoga puas dengan jawaban saya :slight_smile:

kapanpun kalau mau tanya lagi, bisa disini langsung juga

sangat mungkin bro…

Ketika saya terus mempertanyakan segalanya?

dan memang belajar itu harus seperti itu, harus menanyakan segala sesuatu,
tapi haru disertai sabar, waktu belum terjawab, sabar, pelan pelan, meju, bertahan, dan maju lagi…

Mungkinkah ada teman-teman bisa memberi masukan atau merekomendasikan buku yang bisa membuat saya bisa belajar lebih mendalam dengan mungkin pola mindset saya seperti ini?

buku berikut ini sangat rekomended… Kemenangan Akhir — Ellen G. White Writings

buku tersebut adalah buku Sejarah Ke-Kristenan, Kisah tentang Campur Tangan Allah di setiap zaman, dimana Yesus Kristus adalah sebagai Central atau Pusat dari Kisah Kisah itu…
yaitu Kisah kemenangan Yesus di Surga, dan Kemenangan Yesus di Bumi, dan Kemenangan-Nya sampai selama lamanya, dan setiap orang yang Percaya kepada Yesus Kristus akan dijadikan Pemenang seperti Yesus…

Judul Buku tersebut Bahasa Indonesianya adalah: Kemenangan Akhir,
diambil dari Judul Bahasa Inggris, Judul Asli: The Great Controversy Between Christ and His anggels and Satan and his anggels… Kemenangan Akhir — Ellen G. White Writings

silahkan di baca dan pelan pelan di renungkan setiap kalimat dan paragrafnya ya…

Terima kasih sebelumnya :wink:]Terima kasih sebelumnya :wink:

sama sama
Salam
TYM

Tq, Bro! Aku selalu mencoba mencari pangkalnya dulu
Menurutku pangkal Kitab itu menarik, ay.2 juga, tapi sulit
Firman dlm PB pun sangat menarik, jika kita muali dr Yoh 1:1
Dia memulai dr atas, bukan spt 3-injil lainnya dimulai dr bawah

Saya sebetulnya juga paham bahwa ketika seseorang mempertanyakan isi alkitab ataupun ajaran Kristen secara umum, sudah barang tentu dicap tinggi hati atau angkuh. Sebetulnya, dan saya rasa saya tidak sendiri, bukanlah keangkuhan dalam artian merasa dirinya paling benar lalu mengejek. Tetapi karena argumen-argumen yang selama ini diberikan tidak mampu meyakinkan saya.

Itu normal, Bro, bagi org2 sok tahu
Banyak org yg sudah merasa mapan dgn Firman Tuhan
Org2 spt itu menganggap imannya maksimum, tak mau tumbuh lagi

Saya memiliki pola pikir, firman haruslah bisa diuji, dan karena Firman Allah adalah hidup. Definisi menguji ini yang paling memungkinkan tentunya adalah hal-hal yang duniawi (sebagai orang logis). Dengan hasil menguji maka saya menjadi semakin percaya yakin.

Kurasa benar,
Firman haruslah bisa diuji
Dan memang seharusnya, bw

Menguji firman tidak perlu ada yg marah2
Sebab amarah tidak dpt menyelesaikan apa2
Amarah kerap merusak, banyak hal2 jadi gelap
@Hen, “saat emosi, judgement org tak sehat”

Ujilah segala sesuatu
Dan ambil yg baik2-nya
Dr percaya jadi beriman

Ttg pola pikir,
Memang kita lebih terbiasa belajar atau menguji melalui mata
Mungkin juga definisi uji ala duniawi hanya akan memuaskan indra
Padahal perkataan2 Yesus itu adalah roh dan hidup, membumi dan melangit
Itu sebab Yesus selalu mengajar dgn perumpamaan2 yg kasat mata terukur waktu

Jadi, menurutku pendekatannya tidak cukup melalui logika2 alami dan duniawi
Sebab ada banyak hal rohani di luar akal atau melampau akal pikir kita selama ini
Maka Kitab Suci itu disebut kitab rohani, hal roh yg kerap melampaui hal2 duniawi
Maka kerap kali kita hrs belajar atau menguji (dumy), melalui fenomena2 yg bisa ada

Itu pendapatku saja, Bro!
Masukan memahami ajaran

Salam Damai!

Terima kasih banyak atas penjelasannya bro Henhen. Saya ingin mengetahui mengapa orang-orang, dan secara khusus bro Henhen, sangat yakin Alkitab pasti 100% tidak ada salahnya? Apakah karena pengalaman hidup, ataukah karena isi ayat-ayat di dalamnya yang luar biasa?

Namun, bagaimana kita bisa yakin semua ayat dalam Alkitab hari ini adalah murni Firman Allah? Apakah tidak ada kemungkinan kalau sebagian besar ayat itu adalah benar firman Allah, namun, maaf, ada sebagian kecil sebetulnya bukan?

Mungkin untuk memperjelas maksud saya, saya beri contoh ini. Kita sekarang tahu bahwa Yoh 7:53–8:11 itu belum lah ada di Alkitab versi awal-awal. Kisah perempuan berzinah dan diampuni Yesus tersebut secara inti ajaran sangat luar biasa. Alasan kenapa bisa hilang di beberapa Alkitab versi awal atau kenapa ditambahkan itu mungkin karena ada alasan-alasan tersendiri dari si penyusun.

Kisah perempuan berzinah akhirnya dimasukkan ke dalam Alkitab, namun mengapa “Kisah Rasul Paulus dan Tekla” dan “3 Korintus” tidak dimasukkan? Sebagai orang awam, saya bahkan tidak akan menyadari dua manuskrip tersebut adalah apokrifa jika tidak diberitahu…

Terima kasih banyak atas rekomendasi bacaannya. Saya coba akan membacanya…

Terima kasih atas followupnya lagi. Saya setuju bahwa terkadang orang karena semangat ingin membela Firman Tuhan, menjadi emosi (orang itu tentu saja tidak bersalah). Namun itu sangat disayangkan. Karena ini adalah kesempatan terbaik untuk mewartakan kabar gembira.

Saya merasa ada orang yang perlahan-lahan meninggalkan agama mereka sendiri, karena mereka ada bibit keraguan. Ketika mereka bertanya terkait keraguan tersebut tetapi malah dibalas dengan “kamu kurang iman”, “jangan banyak tanya”, “percaya saja”. Padahal saya yakin ketika mereka mendapat jawaban yang memuaskan, itu sebetulnya akan menguatkan imannya.

Gideon ya baca aja di kitab Hakim-hakim
Isi di dalamnya luar biasa, saya meyakini itu sejak saya bertobat, pengalaman hidup juga banyak
Belakangan baru tahu itu smua hasil dari konsili Bapa-bapa gereja

Saya meyakini tidak
mereka-mereka yang jauh lebih rohani dari saya, telah menyortir ratusan surat sampai jadi seperti sekarang ini, dan saat itu 100% perwakilan orang Kristen di dunia setuju, bahwa 27 surat yang mereka pilih adalah tak ada salahnya, sejak saat itu ditetapkan jadi kanon

Tidak ada yang hilang ataupun ditambahkan dalam Alkitab kita broh
yang ada hanyalah perbedaan minor yang disebabkan dari perbedaan codex manuscript yang dirujuk

Alkitab itu satu2nya buku di dunia yang salinan aslinya masih terpelihara sampai sekarang dan bahkan diteguhkan oleh penemuan yang paling mutakhir yaitu dead sea scroll, dimana disitu ditemukan perkamen dari abad kesatu dan isinya masih sama persis dengan Alkitab kita sekarang

Nah kalau soal ada buku2 yang tidak dimasukkan tentunya kita percaya itu Bapa gereja sudah menyortirnya dan mereka lebih ahli daripada kita saat ini, yang bahkan melihat text aslinya aja gak bisa baca :slight_smile:

tapi kitab yang tidak dimasukkan itu pun baik2 saja untuk dibaca kok, bukannya gak boleh dibaca atau tidak ada kebenarannya sama sekali
hanya 27 kitab itu saja yang diyakini tak ada salahnya, sebagai “tonggak pengukurnya”

Kadang ada pertanyaan kita bukan karena ingin tahu
Mungkin saja kita bertanya dgn asumsi2 yg telah mapan
Ini akan mudah dimanfaatkan oleh yg benci akan kebenaran

Namun, bagaimana kita bisa yakin semua ayat dalam Alkitab hari ini adalah murni Firman Allah?
Apakah tidak ada kemungkinan kalau sebagian besar ayat itu adalah benar firman Allah,
namun, maaf, ada sebagian kecil sebetulnya bukan?

Utk menjawab secara akurat memang tidak mungkin
Hanya pd yg ilmiah bisa disepakati dulu apa2 ukuran2-nya
Maka hasilnya dpt dikata memuaskan atau mengecewakan kita
Walau sesungguhnya masih ada banyak anomali dan paradoksal

Utk roh dan karyanya ukuran apa yg disepakati apa takarannya
Sulit, jika kita menakar roh dan karya roh dgn takaran duniawi
Pula bukan akurasi text yg utama dr Allah, tapi std moral, apa
Dan bagai mana kita melakukannya hingga di atas moral std

Itu sebab aku suka ke pangkal2-nya terlebih dulu
Suka memutilasi kata, bahkan mencipta kata baru
Maka spt Kej 1:1, Yoh 1:1 itu utk bisa mengerti batasku
Dan batas itu terus menerus ku “up-grade” hingga ajal

Itu masukan utk mendalami ajaran Yesus
Semoga Tuhan tetap menyertai kita, Bro!

Salam Damai!

Terima kasih banyak atas penjelasannya. Saya baca sekilas Iraneus di abad ke-2 sudah mengutip 21 buku yang ada di Perjanjian Baru. Cuman minus Filemon, Ibrani, Yakobus, 2 Petrus, 3 Yohanes dan Yudas. Alkitab masih ada yang diterima dan ditolak antar gereja hingga abad ke-5. Baru pada saat itulah semua gereja sepakat 27 kitab-kitab itu sebagai kanon, dan tidak pernah ada revisi/perubahan lagi hingga sekarang di abad ke-21.

Dan jika saya menangkap maksud bro Henhen, karena yang menyusunnya adalah para kristen jemaat awal, yang masih sangat dekat dengan masa hidup Yesus, sehingga mereka lebih dapat diandalkan, dibandingkan kita.

Saya rasa saya paham. Trims…

Baik terima kasih banyak atas penjelasannya.

Ok, Bro!
Satu lagi masukan

Betul sekali, Bro!
Lebih baik falsafah cerdik ini digunakan:
“Iyokan nan dek urang, laluan nan dek awak”

Utk itu kita tdk hrs percaya dulu baru beriman
Sebab tak ada org yg menguasai firman
Jika ada, maka org itulah tuhan

Hal roh, misalnya
Kita tahu pasti adanya
Bagai mana menguasainya
Bagai mana membuktikannya?
Sebab ia bukan benda definitive

Salam Damai!
NB:
Alkitab Hari Ini - 2 Agustus 2019

Supaya kita sungguh2 merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu
berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. - Galatia. 5:1

Sebab firman Allah itu hidup
Maka tak seorangpun sempurna menguasainya
Iseng2, berikut ini mungkin masukan utk berpikiran trinitas

[Mar 6:4]:
"Seorg nabi dihormati di mana2 …
Kecuali di tempat asalnya sendiri i[/i],

Terpikirku, apakah bilangan “tiga” ini ada apa2-Nya?
Hampir di mana2 bilangan tiga diawali dgn huruf “t”

tiga = tigo = tilu = telu = tolu = tallu (makasar) = tello (madura) = tige (melayu) = tatlo (tag) = dll
… dlm bahasa yg sedaerah atau serumpun

three (ing) = triur (ira) = tría (yun) =tribus (lat) = tres (spn) = tre (ita) = trzy (pol) = trois (fra) = tre (den)
trei (rum) = tri (bul) = tre (alb) = thlath (arb) = tatu (swa) = trana (guj) = tin (ind) = tīna (nep) = dll

Kecuali di tempat asalnya sendiri, i[/i]
Bilangan tiga diawali dgn huruf “s”, shalosh (ibrani)
Mungkin kawan2 dlm kawanan ada yg tahu “sejarahnya”

Salam Pikir Tiga!

Menurut pendapatku, terkait dengan quoting di bawah ini,

Saya ingin mengutipkan:

Yoh 20:24-29
Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”
Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”
Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”
Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”
Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Apakah benar-benar terkait ato tidak, entahlah.

Yang ingin kusampaikan:

  1. Orang yang menggunakan otak yang diberikan kepadanya adalah orang yang menghargai pemberian, dan mencoba menggunakan pemberian itu sebagaimana mestinya;
  2. Dengan menggunakan otak ato pikiran, idealnya, akan menambah pengetahuan;
  3. Ada kalanya Kristen diharapkan menerima meski tidak menguji, seperti percaya kepada Yesus meski tidak menguji eksistensi Yesus;
  4. Menyangsikan buku tidak akan mengurangi iman kekristenan.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Mantap :afro: :afro:

4. Menyangsikan buku tidak akan mengurangi iman Kekristenan.

apa yg bro dimaksud dengan buku ? apakah maksudnya Alkitab?

Jika menyangsikan Alkitab, lantas, apa yg diimani?

Salam damai. Amalkan Pancasila. Kita adil, bangsa sejahtera.

Salam

Terima kasih jempolnya, @wilehhas62. :smiley: :ashamed0002:
Pada trit ini, TS sudah mengungkapkan bahwa TS bergerak dari Filsafat, bukan?
Pengikut Kristus mengimani ajaran Kristus yang sudah didelegasikan kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, agar rasul mengajar orang yang sudah dimuridkan.
Mat 28:19-20 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.
Jadi, menurut pendapatku, ajaran rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zamanlah yang harus diimani. Jika mengimani Kitab Suci, sementara Tuhan Yesus Kristus tidak menulis, meninggalkan, dan/atau mengirimkan Kitab Suci sebagai bahan ajar rasul, maka Kitab Suci yang begitu juga patut disangsikan. Harus diuji, dan memegang yang baik.
Lain halnya jiga Kitab Suci dijatuhkan Tuhan dari langit, difaksimil dari langit, atau didiktekan Tuhan kemudian disalin. Kitab Suci yang digunakan Kristen dewasa ini hasil kanonisasi, bukan? Kanonisasi itu adalah pengujian alias penyangsian.
Nah, jika dewasa ini ada orang yang menyangsikan Kitab Suci Kristen, boleh saja bukan?

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Apa ada org beriman kpd/pd Alkitab?
Bukankah kita hrs beriman kpd Allah?
Alkitab itu manual book keselamatan

Salam Damai!