Mati = Bahagia ????

saya barusan mendengarkan pendapat seorang kristen yg mengatakan demikian :

Mati adalah sebuah kebahagiaan

menurutnya sumber alkitab adalah dari kata Paulus “mati adalah untung”


ketika saya mendengarnya ,
saya tidak langsung bisa menerimanya dan malah menurut saya kok “nyleneh”

bagaimana menurut rekan2 FK tentang
seorg kristen yg berpendapat “Mati adalah sebuah kebahagiaan” ?

pendapat itu dasarnya dari iman bahwa kehidupan kekal di sorga itu jauh lebih baik drpada hidup di dunia

hidup di dunia pasti ada masalah, sakit penyakit dll

sedangkan di sorga hidup kekal, bertemu dg YESUS sang kekasih jiwa kita…tdk ada masalah, penyakit dll
tentu saja lebih baik

di mana nyelenehnya??

Kalau ditinjau dari diri sendiri memang benar krn berlelah2 di perantauan ini berakhir.
Tetapi kalau ditinjau scr lengkap ( dirinya sbg ciptaan dari Allah ), tentu akan disebut pemberontak, minimal egois, krn rencana Allah akan dunia ini harus menurut kehendakNya , bukan keinginan ciptaanNya, apakah dia tahu bhw Allah tidak memerintahkan pdnya untuk menghasilkan keturunan Illahi? apakah dia tahu bhw domba sesat milikNya yang terakhir telah kembali kpdNya? kalau belum berarti setiap kita hrs menjalankan perintahNya Mt 28:19. GBY

Kalau menurut aku memang mati yang dimaksudkan disini adalah mati secara jasmani. Mati secara jasmani itu adalah sebuah kebahagiaan yang tidak perlu kita takutkan, karena rohani kita tetap hidup kekal. Kita harus beriman bahwa YESUS lah yang akan kita jumpai dan memberikan keselamatan kepada kita kelak di kehidupan kekal alias surga itu. Jadi memang kita harus benar-benar meresponi kematian jasmani itu bukanlah sebuah malapetaka bagi kita semua, karena terlebih dari itu, Tuhan YESUS sudah menyiapkan tempat terbaik bagi kita di sorga… GBu

Klo mssuk syurga ya jelas heppi
donk

saya rasa repento harus menulis lengkap apa org kristen itu bermaksud pengen mati a tidak? karena kl dia pengen mati anda benar dia nyeleneh but kalau yg dia maksud mmg Tuhan yg menghendaki saya rasa kata nyeleneh itu krg tepat, saya percaya yg dia maksud bahagia itu krn telah bertemu YESUS dan telah bebas dari air mata dan tentunya yg ada hanya damai sejahtera.
untung ketemu Yesus atau bahagia berjumpa KRISTUS saya rasa 2hal yg sama, atau anda meyakini itu 2hal yg bertentangan?

@repento
Anda selalu punya topik menarik ya…
Menurut saya, mungkin dia tidak mengungkapkan secara lengkap, tetapi sejauh saya pahami, orang kristen memang harus bahagia apapun keadaannya (meskipun sangat sulit dilakukan). Mati disini menurut saya maksudnya adalah kalau memang atas kehendak Tuhan kita harus meninggalkan dunia ini maka kita akan tetap dalam kesiapan oleh karena kita telah menjadi bagian dari keluarga Tuhan, dan kalau itu terjadi maka kebahagiaannya bukan pada “kematian jasmaninya” akan tetapi karena kita tahu bahwa kita meninggalkan dunia ini didalam Tuhan. Kebahagiaan itu karena kita adalah bagian kerajaan Elohim. Jadi mau didunia jasmani atau didunia roh kita hidup, kita tetap bahagia karena kita akan selalu bersama Dia yang tidak pernah meninggalkan kita.

Kristen tidak dianjurkan untuk memiliki pola pikir bahwa “kematian adalah sesuatu yang kita cari”, kehidupanlah yang kita cari dan harapkan didalam Yesus Kristus, tetapi karena kita ada didalam Dia maka kita bahagia karena kita siap saat kematian menjemput. Orang percaya Yesus gak boleh takut kematian jasmani, tetapi tidak boleh pula mencari cara atau alasan untuk kita mati secepatnya dengan alasan apapun, not even for God. Kalau belum waktuNya maka tidaklah ada kebahagiaan dalam kematian jasmani karena kita tidak akan lagi berbahagia, karena saat kita membunuh diri sendiri maka saat itu kita meninggalkan keluarga Elohim.

Jadi mati jasmani disini harus dipahami dalam batasan, “sesuai kehendakNya dan didalam Dia”.

Kedua, hal ini juga dapat dipahami dari sisi pengajaran atau rohani, dimana Yesus dan rasul menyatakan bahwa setiap manusia harus mati dalam dirinya sendiri secara daging dan hidup baru didalam Roh. Nah kita menjadi bahagia dalam kematian karena kita mati dalam kehidupan daging kita dan kita mendapat anugerah hidup yang baru yaitu hidup dalam roh yyang penurut dan penuh kebenaranNya.

Shalom.

Mati kalau ke neraka sih engga bahagia

GBU