MATIUS 9:16-17

MATIUS 9:16-17

16 Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang belum tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabikbaju itu, lalu makin besarlah koyaknya. 17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan kedalam kantong klit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapii anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.

ini berbicara tentang suatu pewahyuan yang baru tidak dapat ditampung oleh paradigma yang lama. contoh simplenya adalah baptisan roh kudus sulit diterima oleh gereja2 yang masih tradisi, holy laughter sulit diterima oleh gereja yg dalam penyembahannya berlinang airmata, prophetic apostolic ministry sulit diterima oleh sebagian kharismatik,pentakosta,protestan dan khatolik, mesianik sulit diterima oleh gereja yang masih menggunakan nama “allah”. intinya adalah bahwa Tuhan sedang membawa kita dari kemuliaan yang satu kepada kemuliaan yang lain yang lebih besar. semua pilihan ada ditangan anda dan saya mau bergerak mengikuti gerakan Tuhan atau tetap diam dengan kantong kulit yang lama.

@flux

Bro, sepertinya ayat itu tidak berhubungan dengan sekedar ritual keagamaan bro. Karena yang anda sebutkan itu hanya soal ritual, adat kebiasaan, bukan sesuatu yang mendasar.

GBU

jadi ada pemahaman lainnya tidak??? terlepas dari paradigma terhadap ritual keagamaan

* Matius 9:14-17 Hal Berpuasa
9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada YESUS dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”
9:15 Jawab YESUS kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

9:16 LAI TB, Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
KJV, ουδεις δε επιβαλλει επιβλημα ρακους αγναφου επι ιματιω παλαιω αιρει γαρ το πληρωμα αυτου απο του ιματιου και χειρον σχισμα γινεται
TR translit interlinear, oudeis {tidak satupun} de {adapun} epiballei {menaruhkan} epiblêma {tambalan} rakous {dari potongan kain} agnaphou {yang belum susut} epi {pada} himatiô {pakaian} palaiô {yang tua} airei {(dia) akan mencabik} gar {karena} to plêrôma {tambalan} autou {-nya} apo {dari} tou himatiou {pakaian} kai {dan} kheiron {lebih buruk} skhisma {sobekan} ginetai {menjadi}

9:17 LAI TB, Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."
KJV, Neither do men put new wine into old bottles: else the bottles break, and the wine runneth out, and the bottles perish: but they put new wine into new bottles, and both are preserved.
TR translit interlinear, oude {juga tidak} ballousin {mereka menaruh} oinon {wine} neon {baru} eis {kedalam} askous {kantong-kantong kulit} palaious {yang tua} ei de mêge {karena jika tidak demikian} rêgnuntai {dikoyakkan} hoi askoi {kantong-kantong kulit} kai {dan} ho {itu} oinos {wine} ekcheitai {tertumpah} kai {dan} hoi {itu} askoi {kantong-kantong kulit} apolountai {dihancurkan} alla {tetapi} ballousin {mereka menaruh} oinon {wine} neon {baru} eis {kedalam} askous {kantong-kantong kulit} kainous {baru} kai {dan} amphotera {kedua-duanya} suntêrountai {terpelihara}

YESUS KRISTUS menerangkan 2 perumpamaan yang menggambarkan pola hidup farisisme, yang banyak melakukan ibadah agamawi itu, yang tidak dapat digabungkan dengan pola hidup Kekristenan.

“Sepotong kain yang belum susut”

Sepotong kain yang belum susut tidak boleh dijahit (ditambalkan) pada baju yang tua; apabila baju itu dicuci, maka kain baru itu akan menyusut/mengkerut (artinya akan menjadi lebih kecil), sehingga akan merobek/merusak baju itu.

Maksud Tuhan YESUS disini adalah jelas, bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi. Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru.

“Anggur baru”

YESUS membandingkan pemberitaanNya mengenai kerajaan Allah dengan “Anggur-Baru”, yang tak dapat dimasukkan kedalam kantong anggur yang tua, karena kantong tersebut sudah kehilangan daya elastisitasnya. Karena Anggur yang Baru yang masih memuai (fermentif, beragi), sehingga jika kantong-kantong tua itu jika diisi Anggur-Baru, maka kantong tua itu akan menjadi robek yang disebabkan “kekuatan” Anggur-Baru yang masih sedang memuai itu.

Maksud Tuhan YESUS disini adalah jelas, bahwa pola hidup Kristianitas tidak dapat “dikurung” dalam peraturan-peraturan Yahudi yang lama. Dan Kekristenan haruslah dibentuk dalam suatu pola hidup yang baru.

Kantong Anggur yang tua adalah peraturan-peraturan dan bentuk-bentuk upacara agamawi tradisional. Sayang, kelompok Farisi itu tidak mau membuat perubahan-perubahan yang memang harus terjadi karenanya, sebalinya mereka dengan keras berpegang pada sistem yang padanya nafkah mereka bergantung (Lukas 5:39).

YESUS menemukan banyak perlawanan untuk menerimaan beritaNya, perlawanan ini bukan dari pihak orang-orang penjahat, dari orang-orang kafir atau ‘pendosa’ yang lain, tetapi justru perlawanan dari orang-orang yang ‘saleh’ dan yang ‘bermaksud baik’ secara ibadah agamawi. Hal ini muncul karena mereka telah ‘terbiasa terikat’ pada adat dan upacarawi dan pemikiran yang lama. Mereka merasa itulah perbuatan baik, ibadah yang baik, mengapa mereka harus berubah?
Ini merupakan respon yang sangat wajar, dan manusiawi, dan bisa dimengerti. Ini bisa merupakan pengalaman melawan tendensi untuk mengikuti suatu yang baru hanya karena itu baru. Tetapi, ketika Allah melakukan sesuatu yang baru atau menanamkan suatu Wahyu Baru, seperti yang YESUS lakukan dalam pelayananNya ini, maka naluri kecenderungan manusia yang sudah terbiasa dengan adat, mereka ingin mempertahankan kebiasaan yang lama.

Namun sikap mempertahankan kebiasaan yang lama adalah hambatan bagi pengembangan maksudNya. Sebagai puncaknya, pertanyaan bagi pengajaranNya yang baru ini bukanlah sekedar pertanyaan “apakah itu lama?” dan “apakah itu baru?”, namun “Apakah itu benar?”

Pengajaran YESUS KRISTUS ini dapat juga dikenakan pada usaha-usaha dalam menggabungkan kehidupan Kekristenan dengan beberapa adat tua/ adat-adat leluhur. Dan Kekristenan tidak boleh digabung-gabung/ disinkretisasikan dengan macam-macam hal-hal yang berbau adat-istiadat.

Dengan demikian jelas bahwa wine baru itu menunjuk kepada bekerjanya ajaran baru YESUS KRISTUS yang hidup berkuasa, maka kantong kulit yang pecah dapat menunjuk baik pada bentuk-bentuk konvensional tertentu atau keseluruhan sistem Yudaisme/adat-istiadat manapun pada hati manusia, yang kesemuanya itu membutuhkan penataan kembali sesuai tantangan zaman baru yang telah datang.

Justru karena itulah, perumpamaan tentang Anggur (wine) ini digunakan, ini juga merujuk kepada pekerjaan ROH KUDUS digunakan. Proses fermentasi adalah gambaran apa yang sedang berlaku pada umat/ orang-orang percaya. Kita adalah hasil buah pohon anggur yaitu Tuhan YESUS KRISTUS (sebagai pokok anggur yang benar).

Implementasi pengajaran ini banyak diserap oleh Rasul Paulus, dimana dengan gamblang ia menjelaskan bahwa keselamatan itu bukan didalam YESUS plus syariat Taurat. Melainkan hanya didalam YESUS KRISTUS saja, dijelaskan dalam artikel :

MANUSIA DIBENARKAN HANYA OLEH IMAN (Roma 3:21-4:25), di http://www.sarapanpagi.org/manusia-dibenarkan-hanya-oleh-iman-roma-3-21-4-25-vt1606.html#p6010

ORANG PERCAYA DIBEBASKAN DARI KURUNGAN HUKUM TAURAT, di http://www.sarapanpagi.org/orang-percaya-dibebaskan-dari-kurungan-hukum-taurat-vt1738.html#p7169

PERMASALAHAN : KRISTUS ATAU TAURAT?, di http://www.sarapanpagi.org/permasalahan-KRISTUS-atau-taurat-vt223.html#p471

Blessings in CHRIST,
BP

Artikel terkait :

Sumber :
FF Bruce, Ucapan YESUS yang Sulit, SAAT Malang, p 26-28.

wow nice post sarapan pagi

thx atas pencerahannya

Salam damai sejahtera

Yesus Kristus menjelaskan bahwa murid-muridNya tidak dapat berpuasa selama Dia masih bersama-sama mereka di bumi. Karena selama Dia di bumi maka nyata hidupnya dua kasih terutama.

Berpuasa makan dan minum adalah tentang mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Dan setelah Yesus Kristus kembali ke surga, maka murid-muridnya akan menerima Roh Kudus.

Saat itulah mereka akan belajar berpuasa yaitu belajar bagaimana mengasihi sesama seperti diri sendiri dalam Roh Kudus, karena Roh Kudus yang akan mengajarkan bagaiamana mengasihi sesama seperti diri sendiri secara yang benar; yang sepadan dengan mengasihi Allah.

Tentang secarik kain yang dikoyakkan dari baju yang baru untuk ditambalkan kepada baju yang tua dan tentang mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, adalah pernyataan Kristus Yesus bahwa hukum-hukum yang ada dalam dua kasih terutama tidak dapat ditempatkan dalam hukum-hukum menurut sepuluh perintah dalam hukum Taurat.

Dan mereka yang telah mengetahui bahwa sepuluh perintah menurut hukum Taurat adalah bersifat roh untuk manusia yang bersifat jasmani, tidak akan mau menerima hidup dalam dua kasih terutama.

[email protected] pagi…

oke banget…bagus.!! …tambahan pengetahuan rohani bagi saya.
timakasih .trimakasih.

Salam GBU

Ternyata udah ada di sini untuk pertanyaan saya Markus 2:18-22 - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com

Tapi belum cukup puas dgn jawabannya, bukankah yesus tdk kemudian menghilangkan kewajiban untuk berpuasa?

Salam…

Yesus bukannya menghilangkan kewajiban berpuasa, malahan Yesus memberikan standard baru tentang puasa. Perhatikan pada fasal sebelumnya Yesus Kristus telah memberikan ketentuan, sbb :

Matius 6:16-18
6:16 “Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Jawaban Yesus dalam Matius 9:15 adalah jawaban yang sungguh amat Indah, silahkan baca pembahasannya di http://www.sarapanpagi.org/hal-berpuasa-tanggapan-kristus-thd-murid-murid-yohanes-vt3618.html#p19817

Blessings,
BP

Bagaimana anda dibaptis dengan baptisan ROH KUDUS? Bukannya Baptisan ROH KUDUS dengan sendirinya apabila kita sudah dibaptis dengan air dan terlihat melalui buah-buah ROH dalam perbuatan kita? Kenapa anda mengatakan seakan2 anda langsung dibaptis oleh ROH KUDUS?

mempelai yg masih bersama-sama, belum dipisahkan