Matthews 22:23:31 => About marriage in heaven

Ah itu dongeng saja. Gak ada ayatnya yang bilang begitu, kecuali ayat yang sudah di-plintir. :happy0025:

GBU

terserah anda. . .

Pertanyaan: Siapakah anak-anak Allah dan anak-anak perempuan manusia dalam Kejadian 6:1-4?

Jawaban: Kejadian 6:1-4 memberitahu kita, “Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” Ada beberapa kemungkinan mengenai siapakah anak-anak Allah ini dan mengapa keturunan yang mereka peroleh dari anak-anak perempuan manusia bertumbuh menjadi ras raksasa(ini adalah arti kata Nefilim).

Tiga pandangan utama mengenai identitas dari “anak-anak Allah” adalah bahwa (1) mereka adalah para malaikat yang jatuh atau (2) mereka adalah manusia yang berkuasa, atau (3) mereka adalah keturunan yang saleh dari Set yang kawin campur dengan keturunan jahat dari Kain. Yang membuat (1) memiliki bobot lebih berat adalah fakta bahwa dalam Perjanjian Lama frasa “anak-anak Allah” selalu menunjuk pada para malaikat (Ayub 1:6; 2:1; 38:7). Potensi masalah dengan (1) adalah bahwa Matius 22:30 mengindikasikan bahwa malaikat tidak menikah. Alkitab tidak memberi alasan bagi kita untuk percaya bahwa malaikat memiliki jenis kelamin, atau dapat bereproduksi. Pandangan (2) dan (3) tidak memiliki masalah ini.

Kelemahan dari pandangan (2) dan (3) adalah bahwa manusia laki-laki biasa menikahi manusia perempuan biasa tidak menjelaskan mengapa keturunan mereka menjadi “raksasa”atau “orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan.” Lebih lanjut mengapa Tuhan kemudian memutuskan mengakibatkan banjir melanda bumi (Kejadian 6:5-7) padahal Tuhan tidak pernah melarang pria yang gagah perkasa atau keturunan Set menikahi perempuan biasa atau keturunan Kain. Datangnya penghakiman dalam Kejadian 6:5-7 dihubungkan dengan apa yang terjadi Kejadian 6:1-4. Hanya pernikahan yang tidak senonoh dan jahat dari malaikat yang jatuh dengan manusia perempuan yang nampaknya membenarkan penghakiman yang begitu dahsyat.

Saya percaya bahwa pandangan (1) adalah yang paling memungkinkan. Benar, adalah suatu “kontradiksi” yang menarik saat mengatakan bahwa malaikat tidak berjenis kelamin dan kemudian mengatakan bahwa “anak-anak Allah” adalah malaikat yang jatuh yang menghasilkan anak dengan manusia perempuan. Namun sekalipun malaikat adalah makhluk rohani (Ibrani 1:14) mereka dapat menampakkan diri dalam wujud manusia, dalam bentuk jasmani (Markus 16:5). Orang-orang Sodom dan Gomora ingin berhubungan seks dengan kedua malaikat yang bersama dengan Lot (Kejadian 19:1-5). Adalah masuk akal bahwa malaikat dapat saja mengambil bentuk manusia dan meniru seksualitas manusia – bahkan mungkin bereproduksi. Mengapa malaikat yang jatuh tidak lebih sering melakukan ini?

Nampaknya Allah memenjarakan para malaikat yang jatuh yang melakukan dosa yang keji ini sehingga malaikat-malaikat lain tidak melakukan hal yang sama (sebagaimana dijelaskan dalam Yudas 6). Para penafsir terdahulu yang berbangsa Ibrani, dan tulisan-tulisan apokripha dan psedopigrapha semua sepakat dengan pandangan bahwa malaikat-malaikat yang jatuh adalah “anak-anak Allah” yang dicantumkan dalam Kejadian 6:1-4. Tidak berarti ini menyudahi perdebatan. Namun pandangan bahwa Kejadian 6:1-4 melibatkan malaikat-malaikat yang jatuh yang kawin dengan manusia perempuan memiliki dasar kontekstual, tata bahasa dan historis yang kuat.

ayat-ayat Alkitab ini untuk mendukung ajarannya:

  1. Anak-anak Allah adalah Iblis dan roh-roh jahatnya. Ayub 1:6, Ayub 2:1, Ayub 38:7.
  2. Malaikat mampu tampil dalam wujud manusia. Markus 16:5-6
  3. Orang-orang Sodom dan Gomora ingin menyetubuhi malaikat. Kejadian 19:4-5
  4. Hanya perzinahan dengan roh-roh jahat yang layak menerima hukuman banjir Nuh. Kejadian 6:6-7, Yudas 1:6-7

Malaikat Dalam Rupa Manusia

Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Markus 16:5-6

Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” Kejadian 19:4-5

Malaikat memang dapat tampil dalam wujud manusia, namun Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Iblis dan roh-roh jahatnya MAMPU tampil dalam wujud manusia. Orang-orang Sodom dan Gomora ingin menyetubuhi malaikat, namun apakah mereka tahu bahwa yang ingin mereka setubuhi adalah malaikat?

Malaikat Yang Dihukum Allah

Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Yudas 1:6-7

Ayat-ayat tersebut di atas dengan gamblang menyatakan bahwa malaikat dihukum Allah kerena tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka dan meninggalkan tempat kediaman mereka, sama sekali tidak menyatakan bahwa mereka dihukum karena mengawini anak-anak perempuan manusia. Ketika menjatuhkan hukuman air bah, Allah melakukannya karena manusia berdosa, bukan karena mereka mengawini Iblis dan roh-roh jahatnya. Tidak ada satu ayatpun yang dapat digunakan untuk memahami bahwa hanya perzinahan dengan Iblis yang layak dihukum dengan banjir bandang. Kenapa harus mengada-ada?

Loh koq terserah :cheesy:
Memang gak ada ayatnya koq.

GBU

Sis janet mengatakan:

Tiga pandangan utama mengenai identitas dari “anak-anak Allah” adalah bahwa (1) mereka adalah para malaikat yang jatuh atau (2) mereka adalah manusia yang berkuasa, atau (3) mereka adalah keturunan yang saleh dari Set yang kawin campur dengan keturunan jahat dari Kain. Yang membuat (1) memiliki bobot lebih berat adalah fakta bahwa dalam Perjanjian Lama frasa “anak-anak Allah” selalu menunjuk pada para malaikat (Ayub 1:6; 2:1; 38:7). Potensi masalah dengan (1) adalah bahwa Matius 22:30 mengindikasikan bahwa malaikat tidak menikah. Alkitab tidak memberi alasan bagi kita untuk percaya bahwa malaikat memiliki jenis kelamin, atau dapat bereproduksi. Pandangan (2) dan (3) tidak memiliki masalah ini.

Jack

Kalau benar Anak Allah adalah malaikat yang jatuh/yang tidak memihak Allah lagi bagaimana dengan ayat ini

Rm 8:14

Semua orang, yang dipimpin Roh Allah 1 , i adalah anak Allah. j

Apakah malaikat yang jatuh masih menuruti pimpinan Allah?

Apakah malaikat yang jatuh masih bisa disebut Anak Allah?

Malaikat yang tidak jatuh tentu boleh disebut anak Allah.

malaikat yang jatuh itu asalnya dari mana ?

apakah “anak anak Allah” harus semuanya konotasi dan sama seperti yang tertulis dalam Roma 8 : 14

malaikat yang jatuh pun bisa disebut anak anak Allah, sebab mereka tadinya berasal dari Allah - Sorga,

nama itu melekat, seperti yang ditulis oleh Musa dalam kitab Kejadian.

ayat-ayat Alkitab ini untuk mendukung ajarannya:

  1. Anak-anak Allah adalah Iblis dan roh-roh jahatnya. Ayub 1:6, Ayub 2:1, Ayub 38:7.
  2. Malaikat mampu tampil dalam wujud manusia. Markus 16:5-6
  3. Orang-orang Sodom dan Gomora ingin menyetubuhi malaikat. Kejadian 19:4-5
  4. Hanya perzinahan dengan roh-roh jahat yang layak menerima hukuman banjir Nuh. Kejadian 6:6-7, Yudas 1:6-7

Ahh ayatnya gak begitu juga… :slight_smile:

GBU

Siapapun asalnya dari Allah karena hanya Allah pencipta langit dan bumi.

Tapi FT mengatakan siapa yang dipimpin Roh Allah adalah anak Allah jadi siapa yang tidak mau dipimpin atau memberontak pada Allah tidak lagi anak Allah.

Malaikat yang jatuh bukan lagi anak Allah tapi seteru Allah.

Orang sodom ingin menyetubuhi Allah tapi tidak mungkin bisa. Ingin saja.

Saya tidak pernah tahu dalam alkitab ada malaikat yang adalah Roh bisa menyetubuhi manusia.