Mau beli rumah, tapi dekat musholla

Ada suatu lokasi perumahan yang bagus menurut pandangan saya. Perumahan tertutup ( cluster ), tapi di tengah perumahan ada fasilitas musholla. Kompleks perumahannya berbentuk kotak.
Musholla ini berjarak kira2 30 meter saja dari rumah2 yang mengelilinginya.
Bagaimana pendapat teman2 FK ttg hal ini?

saya kira itu tidak masalah, asalkan type rumah cocok untuk sodara

apakah dengan adanya musholah dekat rumah tersebut akan mengganggu iman sodara?
justru yg menjadi tanda tanya bagi saya adalah iman sodara

rumah saya sendiri dekat masjid, tapi tentram dan damai2 saja saya disini.
kok musholah jadi halangan buat anda untuk tinggal ?

sekarang kalo di balik, anda sudah membuat/membeli rumah dahulu, kemudian baru didirikan musholah di samping rumah anda, apakah anda mau pindah rumah ? :slight_smile:

Salam

Mungkin yang dipermasalahkan bukan gangguan iman, melainkan gangguan lain seperti suara speaker.
Tapi setahu saya, yang ada speakernya ialah masjid, di musholla tidak ada.

Salam

Saya ada kepikiran kalo musholla di dlm kompleks perumahan cluster ada kemungkinan di dakwahin,bro. Apalagi kalau memaksa secara halus/kasar sifatnya…

Beda banget jika musholla di pinggir jalan, gx di dalam komples perumahan tertutup, dan rumah anda berjarak bbrp puluh meter dr sana, udah agak cuek orang2nya…
Loudspeaker jg sih, apalagi kalau bulan puasa…
Gmn pendapat tmn2?

Kudu beli headset, kalau boleh yang ada feature : “active noise cancelation”.

GBU

hahaha

Cari saja rumah yg cocok. Jauh dari mushola/kelenteng/vihara/gereja. Setahu saya perumahan itu punya izin usaha + ketentuannya: harus menyediakan fasilitas umum di antaranya mesjid/gereja/kelenteng/vihara (sesuai dengan perencanaan pemilik izin usaha), paling sedikit satu tempat ibadah. Kemudian lapangan terbuka/penghijauan/tempat bermain. Istilah lainnya FASUM & FASOS (fasilitas umum & sosial).
Pengeras suara rumah ibadah keras termasuk suara band dari aliran gereja yang senang teriak2+jerit2 juga mengganggu tetangga.
Bila di Jakarta: perumahan level menengah ke atas sangat teratur spt Sunter/Klp Gading/BSD/GSerpong/ASutra/Grenvil/ggarden/citra 1-3, citra 4-5 sdg penataan lebih baik.

Tidak apa-apa ada mushola nya. Kalo bisa malah rumah anda sering2 buat persekutuan aja, jadi ada alternatip selain musholla, hehehe…

:smiley:

Saya berpikir, kalau dalam kompleks perumahan ada fasum berupa musholla, adakah nanti kita di dakwahin baik secara halus/kasar? dan kalau kita tdk ikut mereka, apakah nanti akan di terima dgn kurang baik oleh warga kompleks perumahan itu?
Mohon pencerahannya dr tmn2 FK.

Pengalaman saya dulu, saya kontrak di suatu perumahan yang mayoritas penghuninya Katolik. Sejalan dengan waktu, banyak juga warga muslim berdatangan. Singkat cerita, datanglah seorang kader PKS di lingkukngan tersebut dan ia mendorong warga muslim untuk membuat musholla di perumahan tersebut. Tentu saja yang Kristen/Katolik tidak setuju karena mereka juga tidak pernah menuntut pendirian sebuah kapel atau tempat ibadah disitu. Namun tahu sendirilah sikap-sikap childish umat tetangga. Mereka show off dengan spanduk “Kami siap berjihad fisabillilah” untuk mempertahankan lokasi bakal musholla. Tetangga saya Katolik yang kebetulan rumahnya pas didepan bakal musholla tersebut akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya dan pindah ke lokasi yang lebih tenang. Alhamdullilah ia berhasil mendapatkan rumah lain yang lebih besar dan bebas dari polusi suara, hehehe… Mungkin dia sendiri tidak mendapat intimidasi atau dakwah dalam bentuk apapun, tapi ya makan ati aja liat kenyataan tersebut. Hidup yang sebelumnya tenang akhirnya jadi terganggu gara-gara masalah tempat ibadah.

Pengalaman saya sendiri, kini saya tinggal di kawasan mayoritas, 50 meter dr rumah saya ada masjid yang lumayan bising kalo pas ramadhan dan lebaran. Namun yang saya rasakan disini, warganya cukup baik. Anda jangan menyamaratakan semua muslim bro. Ada diantara mereka yang benar-benar baik dan toleran. Masalahnya ada juga yang intoleran. Sama lah dengan yang kristen. Ada yang toleran, ada juga yang tidak.
:slight_smile:

Begitu ya,bro…
trims atas masukannya…

Saran saya sih,… mending jangan dekat…

karena bisa saja, kapan saja dipasangi loadspeaker. bising man. belum kalo jadwal sembahyangan… banyk yg pada berdatangan, …

nah sdikit share aja… ada kleuaraga kawan, dia muslim juga… dia pernah cerita bahwa bapanya sempat kasih uang ke pengurus tempat ibadahnya biar speakernya ga diarahkan ke arah rmhnya tapi kearah lain, karena bersebelahan jadi terlalu berisik :mad0261:.

Masalah kedua, sering kali banyak org salahgunakan bukan buat ibadah, tapi buat ngincer rumah2 kosong :mad0261: :mad0261:,

sebaiknya yang jauh aja, banyak komplek yg fasus fasosnya ditaro agak jauh dari rumah2 penduduk.

Kadang saya berimajinasi gila, kalo ada duit mau beli senapan sniper. Mau saya tembak itu speker depan rumah saya…
wakakakaka…

;D

mending beli rumah di tempat lain yg jelas2 ‘netral’,daripada nanti ga ngerasa damai sejahtera di rumah sendiri.

Trims atas sarannya, friend…
Btw, ada tdk sih kemungkinan yg non is*** di dakwahin ?
Atau tidak di terima di kompleks suatu perumahan karena’minoritas’?

Yang ini mungkin bisa diadukan ke polisi dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan, kecuali polisinya simpatisan PKS juga :smiley:

Salam

Pinter-pinter bergaul aja masbro. Paling ga dgn tetangga kanan, kiri, depan, belakang. Btw, ane pernah tinggal di kompleks yg ada musholanya sbg minoritas. Jarak ke mushola kira-kira 6 blok tapi “berisiknya” sih cuma pas maghrib dan hari-hari besar doang. Ga ada masalah dengan sesama penghuni kompleks krn rata-rata orang kantoran semua dan ga pernah ada intimidasi/persuasi selama tinggal di situ.

Sepanjang pengalaman saya sih usaha-usaha tersebut memang ada, tapi saya sih cuek aja. Lha kalo pasang speaker keras-keras sampe satu RW bisa dengar apa bukan usaha dakwah namanya?
:slight_smile:

Kalo tidak diterima di kompleks suatu perumahan jelas bro kalo anda mau beli rumah di Islamic Village, sedang KTP anda non-muslim, hahaha…

Teman saya chinese pernah tanya sama petugas marketing perumahan semacam itu saat ia mau kontrak rumah. Ia menyarankan supaya teman saya pinjam KTP temannya yang muslim untuk bisa kontrak rumah di situ.

Pinter-pinter bergaul aja masbro. Paling ga dgn tetangga kanan, kiri, depan, belakang. Btw, ane pernah tinggal di kompleks yg ada musholanya sbg minoritas. Jarak ke mushola kira-kira 6 blok tapi "berisiknya" sih cuma pas maghrib dan hari-hari besar doang. Ga ada masalah dengan sesama penghuni kompleks krn rata-rata orang kantoran semua dan ga pernah ada Kecuali intimidasi/persuasi selama tinggal di situ.

Bner bro, yg penting saling kenal n bergaul, secara normal mereka akan segan…
Kecuali anda ketemu yg fanatik, pusing… :mad0261:

Sepanjang pengalaman saya sih usaha-usaha tersebut memang ada, tapi saya sih cuek aja. Lha kalo pasang speaker keras-keras sampe satu RW bisa dengar apa bukan usaha dakwah namanya? :)

Kalo tidak diterima di kompleks suatu perumahan jelas bro kalo anda mau beli rumah di Islamic Village, sedang KTP anda non-muslim, hahaha…

Teman saya chinese pernah tanya sama petugas marketing perumahan semacam itu saat ia mau kontrak rumah. Ia menyarankan supaya teman saya pinjam KTP temannya yang muslim untuk bisa kontrak rumah di situ.

Banyak peraturan yg gak tertulis ya, bro… wkwkwk