Mau Bermukjiat, Pendeta Amerika Tewas Jadi Korban

sumber :

http://archive.kaskus.co.id/thread/15100906/

http://usnews.msnbc.msn.com/_news/2012/05/30/11956841-snake-handling-preacher-dies-from-rattlesnake-bite-in-west-virginia?lite

ajaran Bibel tentang mukjizat iman memakan korban. Seorang pendeta Kristen Karismatik asal Amerika, tewas mengenaskan karena mengamalkan ayat Injil itu.

Ayat Bibel yang diyakini sebagai mukjizat iman adalah Injil Markus 16:17-18:

“And these signs shall follow them that believe… They shall take up serpents; and if they drink any deadly thing, it shall not hurt them” (King James Version)

“Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya, …mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka” (Alkitab Terjemahan Baru).

“Sebagai bukti bahwa mereka percaya, …kalau mereka memegang ular atau minum racun, mereka tidak akan mendapat celaka” (Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).

Menurut ayat Injil tersebut, Yesus Kristus menggaransi orang Kristen yang beriman, dengan kepastian memiliki beberapa bukti mukjizat, antara lain: tidak akan celaka bila memegang ular berbisa yang mematikan dan tidak akan celaka bila meminum racun yang mematikan.

Dengan kata lain: pembuktian kebenaran iman orang Kristen menurut ayat tersebut bisa dilakukan dengan testing memegang ular berbisa dan meminum racun. Bila orang Kristen tidak mengalami celaka sedikitpun, setelah memegang ular berbisa atau meminum racun, maka keimanan orang Kristen sudah benar sesuai standar ajaran Yesus. Dan sebaliknya, orang Kristen yang celaka setelah memegang ular berbisa atau meminum racun, maka keimanannya belum sesuai standar. Apalagi orang Kristen yang tidak berani menguji imannya dengan memegang ular berbisa atau meminum racun, mereka berarti meragukan mukjizat iman yang diajarkan Yesus dalam Injil Markus.

Bermodal Injil Markus 16:17-18 tersebut, Pendeta Mark Randall “Mack” Wolford bermaksud membuktikan mukjizat iman di hadapan ratusan jemaatnya. Secara demonstratif, pendeta berusia 44 tahun ini berkhotbah sambil memegang ular berbisa yang peliharanya selama bertahun-tahun.

Pendeta gereja House of the Lord Jesus di Matoaka, Virginia Barat, Amerika Serikat ini sangat yakin bahwa orang Kristen diperintahkan oleh Yesus dalam Alkitab untuk memegang ular berbisa tanpa takut mati.

Bak pawang ular, dalam kebaktian sore di Panther Wildlife Management Area, pada Minggu alu, Wolford membawa ular berbisa saat memimpin kebaktian. Naasnya, ular berbisa itu tiba-tiba mengigit pahanya.

kegiatan itu segera dihentikan dan Wolford dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat akibat gigitan ular beracun itu. Namun nyawanya tak tertolong dan meninggal sekitar pukul 10 malam di Bluefield Regional Medical Center.

http://msnbcmedia.msn.com/j/MSNBC/Components/Photo/_new/pb-110905-pentecostal2-tease.photoblog600.jpg

http://bathroomreader.com/wp-content/uploads/2012/05/WolfordSnake-300x234.jpg

contoh kebaktian :

ini yang salah pendetanya atau injilnya ?

waduh, bener tuh bro beritanya?

hooh bener

nih buktinya gw search pake google dengan keyword “pendeta amerika tewas”

hasilnya sbb :

https://www.google.com/search?q=mukjijat+tewas+pendeta&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:en-US:official&client=firefox-a#hl=id&client=firefox-a&hs=Py0&rls=org.mozilla:en-US%3Aofficial&sclient=psy-ab&q=pendeta+amerika+tewas&oq=pendeta+amerika+tewas&gs_l=serp.3...6056.12958.0.13196.20.13.0.0.0.0.1079.1079.7-1.1.0...0.0...1c.1.8.psy-ab.ASk8d6QtDaI&pbx=1&bav=on.2,or.r_qf.&bvm=bv.44770516,d.bmk&fp=fded447d3296e47f&biw=1280&bih=585

  1. Keautentikan Markus 16:9-20 memang masih menjadi perdebatan. Beberapa manuskrip seperti Kodeks Aleksandrinus, Kodeks Efraem, Kodeks Bezae, dan Vulgata Latin memang memuat bagian ini. Tetapi dalam kodeks yang lebih tua seperti Kodeks Sinaitikus dan Kodeks Vatikanus, ayat-ayat itu tidak ada.

  2. Terlepas masalah poin satu, kita sebenarnya tidak boleh menguji Tuhan dengan sengaja. Sewaktu Yesus Kristus diuji oleh Setan untuk lompat dari atas bait, Yesus mengatakan “jangan menguji YHWH” (Mat 4:7, mengutip Ul 6:16).

ini cuma pemikiran sepintas barusan

tentang kebal digigit ular mungkin berlaku bagi mereka yg menjalankan misionaris ke pedalaman hutan yg masih byk ular berbisa

dan ga berlaku bagi "pendeta2 modern yg pengen show off

bener ga ? lets discuss…

gila benner dah…
saya rasa ini sangat baik untuk dijadikan pelajaran…
buat oknum-oknum yang suka berjualan dengan teknik seperti ini… kalau bisa dihentikan. tuh sudah ada korban…

hehehehehe
kalau dari saya sih begitu broda…

kaga ade yang salah… emang udeh kehendak Tuhan, ev. mack mati.
dia juga bukan baru sekali kena gigit ular…

Mark Randall “Mack” Wolford was known all over Appalachia as a daring man of conviction.
He believed that the Bible mandates that Christians handle serpents to test their faith in God — and that, if they are bitten, they trust in God alone to heal them.

And so they were gathered at this evangelistic hootenanny of Christian praise and worship. About 30 minutes into the service, his sister said, Wolford passed a yellow timber rattlesnake to a church member and his mother.
“He laid it on the ground,” she said, “and he sat down next to the snake, and it bit him on the thigh.”

The festivities came to a halt shortly thereafter, and Wolford was taken back to a relative’s house in Bluefield to recover, as he always had when suffering from previous snake bites. By late afternoon, it was clear that this time was different, and desperate messages began flying about on Facebook, asking for prayer. Wolford got progressively worse. Paramedics transported him to Bluefield Regional Medical Center, where he was pronounced dead.

Wolford was 15 when he saw his father die at age 39 of a rattlesnake bite in almost exactly the same circumstances.
“He lived 10 1/2 hours,” Wolford told The Washington Post last fall. “When he got bit, he said he wanted to die in the church. Three hours after he was bitten, his kidneys shut down. After a while, your heart stops. I hated to see him go, but he died for what he believed in.”

Testimony:
Wolford refused to fear the creatures. He slung poisonous snakes around his neck, danced with them, even laid down on or near them. He displayed spots on his right hand where copperheads had sunk their fangs. His home in Bluefield had a spare bedroom filled with at least eight venomous snakes: usually rattlers, water moccasins and copperheads that he fed rats and mice. He was passionate about wanting to help churches in nearby states — including North Carolina and Tennessee, where the practice is illegal — start up their own serpent-handling services.

R.I.P Mack Wolford

Kalo menurut saya sih injil ini bukan begini cara praktekinnya… Masih pada inget kisah munir gak? Yang diracun orang dan gak mati karena setelah diteliti racunnya ternyata kadaluarsa…CMIIW
Menurut saya injil ini itu artinya ular dan racun yang diberikan “musuh” kita gak akan mempan…beda lagi kalo kita yang “pengen” racun dan ular itu…CMIIW

buset…

jangan-jangan si pendeta dibohongin oleh Apotek yang Jual Penawar racun-nya nih…

atau jangan-jangan dia lupa dosis nya kurang kali…

atau belajar ke pawang ular-nya belum lulus kali…

itu mah apes aja kali…

kalo mau mukjizat yang nyata… mendingan manggil petugas taman safari aja kali…
pasti ditepokin & didoain rame-rame…

ehehe…

Setuju pendapat Isaacus di atas,

Mat 4:7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Pernah juga ada kisah tentang pendeta yang ‘menjajal’ kesaktiannya berjalan di atas air (lupa baca di mana) dan yang terjadi di negara kita, ada sekelompok jemaat yang akhirnya wafat ketika menjalankan puasa 40 hari meniru Jesus di gurun.

Iman sangat perlu, tetapi kita juga dianugrahi nalar untuk berpikir. Dan seperti ayat di atas, jangan mencobai Tuhan Allah mu.

Syalom

Peristiwa ini sungguh memprihatinkan, akan tetapi juga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Pertanyaan sdr. repento, yang salah pendetanya atau injilnya ?

Bagi orang yang baru mengenal Yesus, mereka bisa kabur, dikira Injil itu bohong.

Bagi kita yang sudah mengenal Yesus, apa yang dikatakan oleh sdr.Isaacus dan sdr. brc itu benar, jangan mencobai Tuhan.
Lihat, mereka itu cenderung untuk pamer dan menonjolkan dirinya dihadapan orang banyak dan tidak ada kerendahan hati.

Syalom.

Setuju sm i.newton dan brc.
Salah kaprah yg begituan mah.

Sedih juga melihat model evangilsasi seperti ini dan akhirnya memakan korban juga. Mereka yang hendak menerima Kristus tidak bisa diiming2 akan memiliki kekuatan supranatural atau sakti, jika itu yang dikejar oleh umat lebih baik ke dukun jangan ke gereja.