Mau sharing dikit ya, Saudara/i ku yang terkasih...

Shallom kawan2, saya mau share sedikit. Tentang adik saya, pria usianya 32 thn sedang saya 33 thn. Masalahnya adik saya akhir-akhir ini didesak untuk segera menikahi pacarnya yg kurang lebih sudah 4 tahun-an dipacari. Perempuannya 35 thn, statusnya janda cerai hidup tanpa anak, namun tidak lama suaminya meninggal. Alasannya usia perempuan sudah cukup tua takutnya nanti susah punya keturunan. Permasalahannya, masalah status janda cerai hidup, sedang kami penganut pentakosta yang kami tahu menikahi janda cerai hidup itu tidak boleh. Selain itu ibu (ayah sudah meninggal)saya juga tidak setuju atas hubungan mereka, karena melihat sikap perempuan itu terhadap Ibu saya dan saya yang acuh tak acuh seakan tidak butuh tidak ada urusan dengan kami. Terhadap adik saya juga nampak tidak mengerti kondisi calon suaminya, selalu menuntut perongrong-lah. Kondisi keuangan adik saya juga belum memungkinkan untuk berkeluarga sementara pacarnya maunya punya rumah sendiri. Saya dan ibu saya terus terang pusing memikirkan hal ini, adik sayanya juga keukeh mau kawin sama dia. Mudah-mudahan dari kawan2 ada masukan atau tolong bantu didalam doa ya. Agar adik saya sadar dan Tuhan buka kan jalan. Terima kasih banyak ya Gbu…

Nb: maaf ya
kepanjangan
:smiley:

Kagak dipelet kan adik nya? :o

Selamat pagi. Makasih ya Sis Fairytale atas perhatiannya. Itulah yang pernah Ibu saya dan saya pikir. Tapi dia orang seiman juga cukup aktif ke gereja dan setau saya aktif pelayanan juga. Saya nggak tau dengan kondisi seperti itu apa mungkin main-main dengan hal tsb. Yah, menurut saya di dunia segala hal mungkin-mungkin saja, namun kami masih mencoba berpikiran positif…

dengan kondisi ekonomi co diatas menurut lo dipelet gak bu?
:slight_smile:

Jika boleh ikut nimbrung nih.

Sesuai dengan usia yang sudah termasuk dewasa, adik anda sudah bisa mengambil keputusan sendiri secara matang. Pihak keluarga, dalam hal ini ibu dan kakak (anda) bisa memberi masukan, tetapi keputusan akhir ada di tangan adik anda.

Saya tidak mengomentari masalah janda cerai nya ya, karena di denom saya juga sangat dilarang. Tetapi mungkin bisa diselidiki apa sebabnya, karena bisa saja terjdi justru si wanita itu yang dicerai oleh suaminya, jadi bukan atas keinginan dari wanita itu. Nah, apa yang terjadi dengan perkawinannya yang lalu mungkin bisa menjadi bahan pertimbangan adik anda (mungkin sudah) apakah akan lanjut atau berhenti.

Satu hal lagi yang harus dihindari, adalah rasa antipati kepada wanita sang calon adik ipar (menantu) ini, karena jika sampai terjadi pernikahan, maka antipati dan rasa tertolak, akan menjadi ganjalan bagi hubungan keluarga besar anda, suatu hal yang patut disayangkan. Jadi, ibu dan anda, jangan sampai mengeluarkan kata kata yang menyakiti, atau bersikap yang dapat menimbulkan sakit hati berkepanjangan, baik dari adik anda ataupun calon istrinya itu. Bijaksana dalam bertutur dan bersikap, itu sederhananya.

Yang terbaik bagi pasangan yang sudah menikah adalah memang memiliki rumah sendiri, sehingga terhindar dari gesekan antar keluarga (keluarga anda dan keluarga adik anda), karena antar saudara ipar bisa timbul gesekan. Tetapi, kalau kondisi ekonomi belum memungkinkan untuk hal tersebut, tentu mereka mau tidak mau harus tinggal serumah dengan keluarga besar anda. Maka dibutuhkan untuk saling tenggang rasa dan kesabaran. Kalau memungkinkan, sampaikan sejak awal apa apa saja yang sebaiknya tidak atau sebaiknya dilakukan. Terutama, masalah pengeuaran rutin, entah air, listrik, kebersihan, dan segala tetek bengek rumah tangga. Jangan jadikan sekedar urusan sebutir telur jadi ribut antar keluarga.

Itu saja yang bisa saya sampaikan. Dari sharing anda terbaca bahwa hubungan anda dan adik anda cukup akrab, jadi bisa dibicarakan segalanya dengan baik.

Selamat mempunyai ipar baru, bro

Syalom, GBU always

Kondisi si tante janda ini gimana ekonomi nya? Suka minta" sama adek km enggak?

Memang sih belum tentu, tapi dari pengalaman" yg aku baca dari orang lain tntg suami nya yg direbut janda (janda nya muda sih biasanya), biasanya alasan janda" ini pengen cepet" dinikahin itu supaya ada yg nanggung biaya hidupnya, apalagi janda yang dah beranak. Ya semoga aja adek kamu gak dinikahin gara" alasan tersebut :confused:

Coba puasa dulu aja gimana biasanya akan mendapat jalan…

selalu sulit mengambil kesimpulan hanya dari informasi satu pihak apalgi ini orang ke-3 krn bisa sangat subjektive

Ok, Bro.
Makasih banyak atas masukan-nya Bro Bruce. Gbu always to you too…

:afro:

Shallom kawan2, saya mau share sedikit. Tentang adik saya, pria usianya 32 thn sedang saya 33 thn. Masalahnya adik saya akhir-akhir ini didesak untuk segera menikahi pacarnya yg kurang lebih sudah 4 tahun-an dipacari. Perempuannya 35 thn, statusnya janda cerai hidup tanpa anak, namun tidak lama [b]suaminya meninggal[/b]. Alasannya usia perempuan sudah cukup tua takutnya nanti susah punya keturunan. Permasalahannya, masalah status [b]janda cerai hidup[/b], sedang kami penganut pentakosta yang kami tahu menikahi janda cerai hidup itu tidak boleh.

mksdnya janda cerai hidup apa ya?kan ditulis itu suaminya meninggal kok bs hidup???seremm uueyy…hehe

Kalau gak salah sih meninggalnya setelah bercerai. Jadi pas cerai masih idup. Cmiiw.

Aku setuju sama Erwin seh, memang gak selalu melet memelet karena duit. Tapi kebanyakan itu ya masalah duit. Melet sendiri itu gak mudah dan butuh uang (apalagi yg dukun pelet nya tokcer, nyari nya susah + mahal pasti). Sebelum memelet, si pemelet harus yakin dong kalau yg dipelet itu bakal nutupin uang “MODAL” untuk memelet ini…

100 bwt Sis Fairytale!

Ok, berarti pertanyaan Sis Fairytale soal pelet memelet terjawab sudah…

Apakah km sudah bertanya ke adik km, kenapa ingin menikahi wanita tersebut?
Beri dia pertimbangan tentang ke depannya seperti apa… Jangan buru-buru meng-klaim atau nge-just tentang pacarnya. Namanya jg orang udah di rundung cinta, rasa garam bisa dibilang manis… Klo kalian langsung mengklaim tentang pacarnya, tentu dia tidak akan terima, dan secara refleks dia akan membuat kubu pertahanan utk membela sang pacar.
Biarkan adik km merasa bahwa dia dan pacarnya di terima dahulu, lalu beri pengarahan dan tentu saja kalian harus tetap berdoa. Kalau kata Para Pendeta begini… "Apa sih yg mustahil bagi Tuhan? Asal kita berdoa dan berusaha, pasti ada jalan… "
Menurutku sih… Yesus aja kasih kita kebebasan untuk memilih kok… tapi dari pilihan kita itu, ada konsekuensinya. Beritahu dia konsekuensinya, setelah itu terserah adik km. Tidak semua di dunia ini bisa kita atur sesuai dengan kehendak kita… ada hal2 tertentu yang di luar otoritas kita, untuk yang satu ini, gak usah pusing… biarkan Tuhan yang bekerja! Tetap semangat :afro:

Ok, kayaknya mesti doa puasa nih, thanks sarannya…

Kayanya udah terwakili ni… Kalau memang Percaya Tuhan pasti memberi yang terbaik.

hmmm… baru tahu saya… klo bercerai ketika hidup lalu meninggal tetep ga boleh nikah lagi…

sama… saya juga ga pernah tau… ga pernah kepikir juga sih… hmm

Bawa dalam doa saja bro, Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada adik kita sekalipun, walaupun melihat keadaan yang sering merongrong padahal calon suami belum mapan dalam keuangan, ini rupanya bakal terjadi seperti perkawinannya pertama yaitu cerai lagi.

Tidak ada yang bisa kita buat kecuali doakan, dan coba disadarkan bahwa mungkin perceraian pertama karena dia suka merongrong suami, juga disadarkan keadaan waktu pacaran itu lain dengan setelah menikah.

@Bro Ibmagi: thanks dah mampir, bro. Setau saya kalau bercerai ketika suami-istri ini masih hidup, maka suami/istri ini tidak akan bisa menikah lagi dengan orang lain. Kecuali kalau dipisahkan oleh kematian salah satunya atau cerai mati. Nah, pada kasus yg saya ceritakan ini cerainya waktu hidup tapi setelah bercerai suaminya meninggal. Lalu sekarang boleh dong kan suaminya udah meninggal? Ini yang saya tidak tau, tapi yang pasti faktanya dia cerai waktu suaminya masih hidup. Dan waktu dia mengajukan mau menikah lagi ditolak oleh gerejanya. Malah disarankan agar kembali kesuaminya terdahulu(waktu masih hidup) Ya, mungkin di forum ini ada pendeta yang mengerti ini, saya mau sekalian tanya juga kalau seperti kasus ini boleh nggak kawin lagi? Maksud saya begitu, bro Ibmagi… :smiley: